NovelToon NovelToon
Impoten Sang Singa Madrid

Impoten Sang Singa Madrid

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Action
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Leonardo De Luca adalah penguasa Madrid yang memiliki segalanya, kecuali masa depan. Di balik kemegahan tahtanya, ia menyimpan rahasia kelam tentang infertilitas yang membuatnya merasa seperti tanah gersang tanpa harapan akan pewaris. Baginya, garis keturunan De Luca telah menemui jalan buntu.
Hingga ia bertemu Olivia, seorang gadis penjual bunga yang hidup di antara harum kelopak dan ketabahan akar. Di mata Olivia, Leonardo bukanlah singa yang menakutkan, melainkan jiwa yang haus akan kehidupan. Pertemuan ini adalah awal dari sebuah keajaiban; tentang bagaimana cinta seorang penjual bunga mampu menumbuhkan benih kehidupan di celah batu karang yang paling keras sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-bayang di surrey

Kehidupan di Surrey terasa sangat damai, terlalu damai bagi seseorang seperti Leonardo De Luca. Sudah tiga hari mereka berada di pondok kakek-nenek Olivia. Leonardo terpaksa mengenakan kemeja rajut yang gatal—pemberian ibu mertuanya—dan belajar minum teh dengan jari kelingking terangkat, sebuah siksaan mental yang jauh lebih berat daripada menghadapi interogasi polisi.

Namun, di balik fasad menantu yang patuh, Leonardo tidak pernah lengah. Marco dan timnya berpatroli dalam radius lima kilometer, menyamar sebagai tukang kebun, pengantar surat, atau bahkan pemancing di sungai dekat properti.

Pada malam keempat, saat Olivia sedang menidurkan Luciano dan mertuanya sedang menonton televisi di ruang tamu, ponsel satelit Leonardo bergetar. Sebuah pesan dari Marco masuk: "Tamu tak diundang terdeteksi. Perimeter Selatan. Dua orang. Profesional. Bukan klan Volkov. Sepertinya bayaran dari Marseille."

Leonardo mematikan layar ponselnya. Wajahnya datar, tidak menunjukkan emosi sedikit pun. Ia menenggak sisa tehnya yang sudah dingin.

"Ibu, Ayah, aku permisi sebentar ke teras. Sepertinya aku mencium bau mawar yang aneh di luar," ucap Leonardo lugas, suaranya tenang dan sopan.

"Oh, tentu saja, Leo. Bunga-bunga itu memang butuh perhatian di malam hari," jawab ibu Olivia tanpa curiga.

Perburuan di Malam yang Sunyi

Leonardo melangkah keluar ke teras yang gelap. Begitu pintu tertutup, ia melepaskan kemeja rajut gatalnya, menyisakan kaos hitam ketat yang memperlihatkan otot-ototnya. Ia meraih pisau taktis karbon hitam dari sarung tersembunyi di pergelangan kakinya. Ia tidak membawa pistol; suara tembakan akan membangunkan Olivia dan mertuanya.

Ia bergerak tanpa suara di antara semak-semak mawar, menyatu dengan kegelapan malam. Insting predatornya yang selama ini tumpul karena diplomasi popok kini bangkit kembali dengan tajam.

Di perimeter selatan, dekat pagar tanaman yang tinggi, Marco sudah menunggu di balik pohon ek tua. Dua pria berpakaian hitam sedang mencoba memotong kabel sensor keamanan yang dipasang Marco dua hari lalu.

Leonardo memberikan isyarat tangan. Marco bergerak ke kiri, sementara Leonardo memutar ke kanan, mengepung target.

Tanpa peringatan, Leonardo menerjang dari kegelapan. Ia mencengkeram leher salah satu penyusup dari belakang, membekap mulutnya, dan menghujamkan pisaunya ke titik vital di punggung atas dengan presisi militer. Pria itu tumbang tanpa suara.

Di saat yang sama, Marco melumpuhkan penyusup kedua dengan pukulan telak di tengkuk, lalu mengikatnya dengan cable tie baja.

"Bawa dia ke gudang tua di ujung jalan. Hapus semua jejak mereka," perintah Leonardo dengan bisikan yang tajam. "Jangan sampai ada setetes darah pun yang tertinggal di tanah ini."

"Siap, Tuan," sahut Marco.

Kembali Menjadi Menantu

Sepuluh menit kemudian, setelah memastikan area selatan bersih dan jasad penyusup pertama sudah dipindahkan, Leonardo kembali ke teras. Ia mengenakan kemeja rajut gatalnya kembali, merapikan rambutnya, dan menarik napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya yang masih memburu.

Ia melangkah masuk ke ruang tamu dengan senyum tipis di bibirnya.

"Hanya kelinci liar yang mencoba memakan akar mawar, Ibu. Sudah kuberitahu pada tukang kebun di depan untuk mengurusnya besok," ucap Leonardo sambil duduk kembali di samping ayah Olivia.

"Ah, kelinci-kelinci itu memang nakal," sahut ayah Olivia, tidak menyadari bahwa "kelinci" yang dimaksud Leonardo kini sedang dalam perjalanan menuju interogasi berdarah di gudang tua.

Tepat saat itu, Olivia turun dengan Luciano di gendongannya. Bayi itu tampak segar setelah tidur malam. Begitu melihat ayahnya, Luciano langsung tertawa riang dan mengulurkan tangannya.

"Leo, lihat! Dia ingin kau menggendongnya," ucap Olivia dengan senyum bahagia.

Leonardo bangkit, mengambil Luciano dari gendongan Olivia. Pria yang sepuluh menit lalu baru saja mencabut nyawa manusia dengan tangan kosong itu kini menggendong bayinya dengan sangat lembut. Ia mencium kening Luciano, merasakan aroma bedak bayi yang netral.

"Dia tahu ayahnya baru saja membersihkan kebun untuknya," bisik Leonardo, sebuah kalimat yang hanya dimengerti oleh dirinya dan Marco yang sedang mengawasi dari kejauhan melalui monitor keamanan. Siksaan Luciano malam ini terasa seperti berkah, karena bayi itu tidak menangis saat ayahnya kembali dengan bau kematian yang disamarkan oleh aroma mawar Surrey.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
chiara azmi fauziah
aku kasih gift ya thor😍
Isti Mariella Ahmad: makasih😍
total 1 replies
chiara azmi fauziah
mantap thor ceritanya mau dong di cintai ugal-ugalan 🤣🤣🤣
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!