NovelToon NovelToon
Pelakor Akan Kurebut Kembali Suamiku

Pelakor Akan Kurebut Kembali Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Pelakor
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.

Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 Dia Yang Tiba-tiba Berubah

Baru kali ini mereka melihat sosok berbeda dari Lavanya dan bahkan sampai berbicara tampak menekan dan tegas.

"Kamu mengatakan apa barusan?" Maria sepertinya tidak terima.

Lavanya berdiri dari tempat duduknya.

"Saya harus beristirahat!" ucap Lavanya yang masih meninggalkan ruang tamu tersebut.

"Apa-apaan wanita itu, berani sekali dia mengabaikan kita seperti ini? Apa maksud dari kata-katanya apa dia sedang menunjukkan bahwa dia adalah wanita yang hebat," Clara justru tidak terima dengan sikap Lavanya.

"Sudah-sudah, mungkin semenjak kejadian itu membuatnya trauma dan tidak mudah untuk bertemu dengan orang banyak, kita berikan saja waktu untukmu dan yang terpenting berita ini terus naik yang akan mendapat keuntungan untuk pemilihan nanti," sahut Brahmana adalah pria yang tidak pernah ambil pusing dan sementara Maria menciptakan dengan pembangkangan menantunya itu yang mulai terlihat.

Mike sendiri tidak menyangka, bahwa istrinya bisa berbicara seperti itu dan selama ini hanya mengangguk walau tidak terlalu menuruti permintaan dari keluarganya.

Lavanya memasuki kamar yang duduk di pinggir ranjang dengan menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan.

"Tanpa aku sadari bahwa aku berada di lingkungan yang tidak sehat, keluarga yang penuh dengan bahaya, tetapi meninggalkan rumah ini bukanlah jalan yang terbaik dan justru aku harus menghentikan semua ini," batin Lavanya dengan keputusan yang benar-benar sudah diambil.

******

Lavanya berada di kamarnya yang bersandar di kepala ranjang tampak melihat pemberitaan di televisi.

"Sudah mencapai 3 minggu. Polisi tidak menemukan pelaku yang sebenarnya atas pembunuhan tuan Erlangga, benarkah ini berkaitan dengan politik atau memang dugaan keluarga saya bahwa sebenarnya Erlangga Baskoro tewas karena melompat ke sungai?"

"Ini menjadi teka-teki yang belum terpecahkan, sepucuk surat yang didapatkan di atas tempat tidurnya dan salah satu saksi yang melihat pria berusia 54 tahun itu tampak melamun di pinggir jembatan? Tetapi keluarga yakin bahwa ada sandiwara dalam kematian beliau dan menduga bahwa ini adalah tindakan pembunuhan!"

Lavanya tiba-tiba saja tertarik membaca berita tersebut, padahal berita itu sudah lama dan Lavanya tidak memiliki waktu untuk mengikuti kasusnya.

"Lakukan saja yang seperti saya perintahkan?" Lavanya mendengar suara ayah mertuanya membuatnya cepat-cepat turun dari ranjang.

Ayahnya saat ini tampak berbicara dengan seorang pria bertubuh gendut yang wajahnya tidak asing bagi Lavanya karena memang orang tersebut sering datang ke rumah itu.

"Kamu bisa menemui keluarganya dan menyampaikan bela sungkawa, kamu bisa mempengaruhi keluarganya dan sebaiknya Untuk menghentikan penyelidikan dan menerima takdir bahwa Erlangga memang mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sangai!" ucap Brahmana.

"Itu tidak mudah Brahmana, jika aku datang kepada mereka dan justru mereka akan mencurigaiku, saat ini situasi politik benar-benar sensitif, banyak yang dicurigai dan selalu dikaitkan dengan pemilihan, kita harus mengambil langkah hati-hati dan tidak boleh gegabah," sahut pria tersebut yang diketahui Lavanya bernama Robert.

"Oke, yang terpenting kita pantau bagaimana berita ini," sahut Brahmana dan keduanya melanjutkan langkah mereka yang sudah berlalu dari depan kamar Lavanya.

"Kenapa Papa selalu membicarakan tentang kematian dari pria yang bernama Erlangga yang merupakan calon kandidat yang akan menjadi pemimpin negara?"

"Mama juga saat itu begitu marah kepadaku, disaat aku tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka, Mama mendesakku pada saat itu dan selang beberapa hari ada seseorang yang mencelakaiku dan bahkan aku terjatuh ke dalam jurang. Apa semua ini berkaitan?" batin Lavanya penuh dengan tanda tanya yang tidak berani mengambil kesimpulan.

******

Lavanya keluar dari kamarnya, seperti biasa penampilannya tampak sederhana.

"Kak Mike!" Lavanya menghentikan Mike yang kebetulan lewat dari depan kamarnya.

"Kenapa?" tanya Lavanya.

"Aku masih takut keluar rumah sendirian, aku takut dikerumuni oleh media dan terlebih lagi takut jika ada yang jahat padaku. Boleh tidak aku minta ditemani ke rumah sakit untuk melihat ibu?" tanya Lavanya sangat hati-hati berbicara.

Lagi dan lagi permintaan istrinya itu membuat Mike mengerutkan dahi, selama pernikahan istrinya tidak pernah ditemani kemanapun itu.

"Hmmmm, ya sudah kalau begitu nanti saja perginya kalau situ masih benar-benar aman," ucap Lavanya melihat keraguan di Mike yang tidak bisa menemani.

"Baiklah, sekalian saya juga ingin bertemu dengan pelayanan satu arah dengan rumah sakit," sahut Mike ternyata tidak keberatan.

"Hmmm, Lavanya ambil tas sebentar!" ucap Lavanya.

"Ya, saya tunggu di ruang tamu!" sahut Mike membuat Lavanya menganggukkan kepala dan langsung memasuki kamarnya untuk mengambil tas.

Di ruang tamu terlihat Maria yang tampak sedang membaca majalah. Mike terlihat menuruni anak tangga.

"Selamat pagi Tante!" tiba-tiba saja Arumi datang yang langsung menghampiri Maria dan tidak lupa cipika-cipiki dengan Maria.

"Arumi kamu cantik sekali hari ini, apa kamu baru saja selesai pemotretan?" puji Maria melihat penampilan Arumi.

"Tidak Tante, tetapi memang seperti inilah penampilan Arumi sehari-hari," jawabnya dengan tersenyum.

"Kamu benar-benar wanita modern yang fashionable, seharusnya Lavanya bisa belajar dari kamu, heran kalian bersahabat tetapi dia tidak pernah bisa mengikuti tren jaya berpakaian kamu dan selalu menampilkan pakaian yang sangat kuno yang membuat mata sakit," ucap Maria memberi sindiran kepada menantunya itu dan sudah pasti karena melihat Lavanya muncul dari belakang Mike yang sudah sampai di anak tangga terakhir.

"Tante bisa saja," sahut Arumi senyum-senyum tidak jelas ketika mendapat pujian itu.

"Hay Mike!" Arumi juga membuat Mike membuat Mike memberikan reaksi seperti biasa.

"Hmmmm, aku keluar," ucap Mike pamit.

"Hmmmm, boleh tidak aku menumpang, soalnya aku juga ingin sekalian pergi, tadi kebetulan mampir ke tempat tante dan aku pikir mereka pasti bisa mengantarkanku, jalanan yang aku lewati tidak baik dan aku takut tidak bisa mengendalikan mobil," ucap Arumi dengan memberikan kode mata kepada Mike.

"Kamu minta antarkan Mike dan bukan saya, jadi kamu tanyakan saja kepadamu," sahut Maria.

"Pasti bisa bukan Mike?" tanya Arumi dengan sangat percaya diri.

"Kak, Mike harus mengantarku ke rumah sakit," sahut Lavanya menjawab pertanyaan itu sebelum suaminya mengeluarkan jawaban untuk sahabatnya semakin lama semakin tidak tahu diri.

"Diantar oleh Mike?" tanya Arumi memastikan dan Maria sendiri juga kaget.

"Aku masih belum bisa bertemu banyak orang, tidak bisa percaya kepada siapapun selain kepada suami sendiri, karena situasi yang aku hadapi saat ini dipenuhi dengan bahaya jadi mau tidak mau harus mengandalkan suami dan mungkin ini lebih penting daripada soal jalanan yang tidak baik," jawab Lavanya dengan tegas seolah memberi sindiran kepada Arumi bahwa sebenarnya dia tidak terlalu penting.

"Ya, Arumi, aku sudah janji untuk menemani Lavanya, kebetulan aku juga klien dengan klien dan lewat dari rumah sakit. Jadi aku bisa sekalian mengantarkannya," sahut Mike.

"Kita memiliki tujuan dengan arah yang sama? apa aku boleh menumpang kalian berdua?" tanya Arumi ternyata tidak menyerah dan tetap saja ini bersama dengan Mike.

Bersambung.....

1
sunaryati jarum
Itu kelakuan adikmu kan,Mike
sunaryati jarum
👋👋 untuk Lavanya
sunaryati jarum
Jika hubungan kamu dengan Arumi tidak segera kau akhiri , reputasimu akan buruk,Mike, apalagi ayahmu peserta pemilu.
sunaryati jarum
Kamu masih mengejar Mike, Mikenya juga bodoh tidak segera memutuskan hubungan perselingkuhannya dengan Arumi.
sunaryati jarum
Kata ingin memperbaiki seharusnya momen seperti itu kesempatan.untuk lebih dekat
sunaryati jarum
Isinya masih tulisan lama
sunaryati jarum
Namanya pelakor ya tidak tahu malu bahkan nekat
sunaryati jarum
Mike segera putuskan hubungan kamu dengan Arumi, dan langsung blokir kartu kreditnya,dan antisipasi jika dia tidak terima,atau berbuat onar.Ingat ayahmu mengikuti pemilihan,jika skandal perselingkuhan kamu terendus media atau terkuak publik biasa menghancurkan t
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga
sunaryati jarum
Kamu sungguh bodoh mengapa harus menemui.Arumi? Tinggal blokir kartu kredit yang dibawanya,bereskan!! 🤣🤣 Itulah selingkuh yang telah dicurigai,ada yang mudah dan simpel pilih yang rumit
sunaryati jarum
Nah tak bisa jawab ,Mike
sunaryati jarum
Ganti Thoor,judulnya
Nonecis: Kenapa ganti Kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!