NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Penonton sebenarnya tidak terlalu antusias. Bagi mereka, hasil pertandingan ini sudah bisa ditebak. Yoga adalah pendekar Alam Jiwa tingkat tiga. Ia adalah matahari yang terlalu terang untuk disaingi. Namun, Arka Yudistira justru menajamkan pandangannya. Ia teringat peringatan Melati tentang kekuatan tersembunyi Ratna.

​Di arena, Ratna mengangkat tangan. Sebuah pedang kristal es tiba-tiba terbentuk di genggamannya. Langkahnya seringan embun pagi saat ia melancarkan teknik pembuka: "Rembulan Sunyi di Atas Salju".

​Serangannya tampak lembut, hampir seperti sebuah tarian. Namun, Yoga merasakannya—sebuah hawa dingin yang mampu membekukan aliran darah.

​Clang! Clang! Clang!

​Dalam sekejap, kedua pedang itu beradu puluhan kali. Serpihan es beterbangan, membentuk bunga-bunga kristal di udara. Pertarungan mereka tampak begitu elegan, sangat kontras dengan gaya brutal Arka sebelumnya.

​"Sepertinya Yoga sengaja memberi muka pada lawannya," gumam Luhur Pangestu sambil tersenyum bangga.

​Namun di tribun, Arka justru merasa panas. “Yoga sialan! Berani-beraninya kau berdansa pedang dengan istriku seindah itu! Tunggu saja besok, akan kutanam kau dalam-dalam ke tanah!”

​Tiba-tiba, Yoga melompat mundur lima belas meter. Tatapannya berubah serius. Niat pedang yang menyelimuti tubuhnya tiba-tiba meledak dahsyat.

​"Nona Ratna... maafkan aku!"

​Yoga mengayunkan pedangnya. Sinar pedang itu tiba-tiba terpecah menjadi sepuluh, seratus, hingga ribuan bayangan pedang yang memenuhi langit.

​"Formasi Pedang Surga — Amukan Ribuan Bintang!"

​Ribuan pedang cahaya itu menghujam ke arah Ratna laksana hujan meteor. Penonton bersorak ngeri. Bagi mereka, ini adalah akhir. Tak mungkin ada praktisi muda yang mampu selamat dari amukan ribuan pedang milik Yoga. Tidak Yogi, tidak Arka, dan apalagi Ratna.

​Ratna benar-benar terkepung. Formasi pedang itu mengurungnya dari segala penjuru—depan, belakang, atas, bawah—semuanya dipenuhi kilatan baja yang haus darah. Jika orang lain yang berada di posisinya, mungkin nyali mereka sudah menciut melihat teknik yang seharusnya mustahil dikuasai oleh pemuda seusia itu.

​Namun, di balik sepasang mata Ratna yang jernih bak telaga kristal, tidak ada secuil pun keraguan.

​Tubuh rampingnya melayang ringan, seolah ia hanyalah sehelai sutra yang terbawa angin. Pedang kristal es di tangannya berayun anggun. Dalam sekejap, belasan bunga teratai es mekar di sekelilingnya. Hawa dingin yang memancar dari kelopak-kelopak itu begitu menusuk hingga udara di arena membeku seketika.

​"Apa?!"

​Wajah Luhur Pangestu yang semula tenang mendadak tegang. Munculnya teratai-teratai es raksasa itu jelas bukan kemampuan biasa dari seorang praktisi tingkat menengah. Ratna, sama seperti Arka, ternyata menyimpan kekuatan yang jauh lebih besar!

​Ding! Ding! Ding!

​Ribuan cahaya pedang menghantam teratai es itu. Sebagian hancur menjadi debu, sebagian lagi membeku di dalam kelopak es, tersegel rapat. Hawa dingin Ratna begitu murni hingga mampu membekukan niat pedang Yoga yang paling tajam sekalipun.

​Yoga tertegun. Ia tak menyangka serangan pamungkasnya sanggup ditahan sepenuhnya. Tanpa membuang waktu, matanya berkilat tajam. Ia melesat maju secepat kilat. Pedang pusakanya kembali ke genggaman, dan dalam sekejap, sosok Yoga lenyap dari pandangan.

​Sebuah garis biru melintas—cepat bagai meteor yang membelah malam. Cahaya itu menerjang melewati teratai es, membelahnya menjadi dua, lalu melesat melewati tubuh Ratna.

​Ping! Ping!

​Seluruh teratai es itu pecah berantakan. Serpihan kristalnya menghujani arena laksana hujan es di tengah hari bolong. Yoga muncul tiga puluh meter di belakang Ratna, berdiri memunggungi gadis itu. Kecepatannya begitu luar biasa hingga hanya para tetua sakti yang sanggup menangkap gerakannya.

​"Kecepatan itu..." Arka bergumam tak percaya. Itu bukan sekadar teknik langkah kaki. Yoga membiarkan niat pedangnya yang menarik tubuhnya. Pedanglah yang mengendalikan manusia, bukan sebaliknya.

​Yoga perlahan menurunkan tangannya. "Menyerahlah," ucapnya tenang tanpa menoleh. "Kekuatanku jauh di atas dugaanmu. Aku tidak ingin melukaimu, Nona..."

​Namun, saat Yoga membalikkan badannya, suaranya mendadak tercekat di tenggorokan. Kata-katanya membeku. Pikirannya kosong seketika.

​Tebasan kilat Yoga tadi ternyata merobek lengan baju kanan Ratna, memperlihatkan kulit seputih salju yang berkilau. Namun, embusan angin kencang akibat serangan itu juga menerbangkan kain penutup wajah Ratna.

​Dan untuk pertama kalinya... wajah yang selama ini tersembunyi itu terungkap.

​Seluruh Arena mendadak senyap. Ribuan orang di sana seolah lupa cara bernapas.

​Kulit Ratna putih sempurna, seolah terpahat dari salju abadi. Sinar matahari yang menyentuhnya tampak memudar, kalah oleh kilau kulitnya yang begitu murni. Di atas wajah itu, alis tipis melengkung bak bulan sabit. Bibirnya merah muda alami, seolah dilukis oleh tangan Dewa sendiri dengan ketelitian tanpa batas.

​Saat wajah itu terlihat, seolah seluruh warna di dunia ini tersedot habis. Semua mata tertuju padanya, terpaku dalam keheningan yang magis.

​Apakah dia bidadari yang turun dari kahyangan? pikir mereka serentak.

​Para pemuda di tribun tampak kehilangan jiwa. Para pewaris Perguruan besar yang biasa dikelilingi wanita cantik pun tak sanggup berkedip. Bahkan para tetua yang rambutnya sudah memutih menatap tanpa kata, terpesona oleh kecantikan yang seolah-olah tidak berasal dari dunia manusia.

​Di barisan Perguruan Langit Membara, Juan tanpa sadar berdiri dari kursinya. Matanya dipenuhi ambisi dan obsesi yang belum pernah ada sebelumnya.

​Namun, orang paling tenang di sana hanyalah si tambun Banu. "Wah... Kak Ratna memang makin cantik," gumamnya polos, sembari bingung melihat orang-orang di sekitarnya yang mematung.

​Arka sendiri terguncang. Ia ingat kecantikan Ratna saat hari pernikahan mereka, tapi delapan belas bulan setelah berlatih di Padepokan Awan Beku, kecantikan istrinya itu telah berevolusi menjadi sesuatu yang tak sanggup digambarkan dengan kata-kata.

​Larasati, yang berdiri di samping Arka, merasakan hatinya mencelos. Sebagai putri bangsawan yang terkenal cantik, untuk pertama kalinya ia merasa rendah diri. Ia menatap Arka yang terpana, lalu tanpa sadar menggenggam lengan baju pemuda itu dengan erat.

​Beberapa tetua teringat kejadian tiga puluh tahun silam, saat penutup wajah Guru Senior Ratna juga terjatuh di tempat yang sama. Sejarah kembali terulang, dan sekali lagi, dunia dibuat gempar oleh kecantikan Padepokan Awan Beku.

​Yoga adalah yang paling dekat dengan Ratna. Di matanya, terpancar kekaguman yang dalam—sebuah tatapan yang belum pernah ia berikan pada apa pun, bahkan pada pedangnya sekalipun.

​Melihat reaksi putranya, Ibu Yoga, Ningsih, meremas pegangan kursinya. Ada rasa cemburu yang membara di matanya. "Padepokan Awan Beku... dulu kalian menghancurkan suamiku... sekarang kalian ingin menghancurkan putraku juga?" bisiknya penuh kebencian.

​Ratna menghela napas pendek. Ia menyadari situasi yang tidak nyaman ini. Dengan tangan seputih giok, ia mengeluarkan kain penutup baru dan kembali menyembunyikan wajahnya. Seketika, warna dunia seolah kembali normal.

1
Uswatun Hasanah
ratna ratna ratna
Uswatun Hasanah
arka arka arka
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍✅️🫰
Jojo Shua
👍🔥
Uswatun Hasanah
dua duanya dilahap
Jojo Shua
Gak boleh dibunuh si Yeti, merusak ekosistem
Jojo Shua
Moyangnya Yeti
Jojo Shua
kalau 4 chapter sekaligus biasax pembaca lupa kasi ole" ke author
Jojo Shua
up 1 persatu saja supaya ada yang like
Uswatun Hasanah
wow monster mengerikan
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🫰✅️
Jojo Shua
🔥☕️
Jojo Shua
☕️🫰🫰
Jojo Shua
👍🔥
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
✅️✅️
Jojo Shua
✅️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!