NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

 Nina pun pergi meninggalkan mereka,kini ia fokus dengan pekerjaannya.Sampai akhirnya sudah waktunya ia untuk pergi dari tempat itu.

 Nina segera pergi dan tujuan Nina berlanjut menuju lokasi Markas milik Nina.Seperti biasanya beberapa orang mulai menyambut kedatangan dirinya.

 Posisi Nina saat ini sudah ada di sebuah ruang bersama Lukas yang saat itu sedang mengecek beberapa senjata yang baru dia beli.

 "Sepertinya senjata yang kamu beli itu cukup mengesankan" ucap Nina yang melihat Lukas terus mengecek senjata barunya.

"Iya Nona,karena sudah lama saya ingin memiliki senjata ini." jawab Lukas yang langsung menyimpan senjata itu didalam laci.

 "Bagaimana dengan tugasmu,apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang mereka?" tanya Nina pada Lukas yang saat itu posisi mereka duduk saling berhadapan.

 "Sudah Nona, secepatnya kita akan mulai menyerang mereka.Terutama dengan satu pria yang saya yakini orang itu juga ikut dalam penyerangan itu."Nina membalasnya dengan Anggukkan kepala.

 "Lebih cepat lebih baik, waktuku tak banyak lagi." jawab Nina yang merasa tugasnya kali ini harus berhasil.

 Nina langsung menyelesaikan pekerjaannya hingga tak terasa waktu sudah sore waktunya dirinya untuk pulang.

 "Aku akan pulang sekarang,besok aku akan kesini untuk menyelesaikan pekerjaanku." ucap Nina pada Lukas.

 "Baik Nona,saya mengerti." jawab Lukas yang akhirnya mempersilakan Nonanya untuk pergi.

 Nina bergegas pulang dari tempat itu, sebelum ia pulang Nina sengaja pergi untuk membeli minuman dingin yang ada di cafe di ujung jalan.

 Seperti biasa Nina mulai mengantri di meja kasir.Saat Nina hendak akan membayar, tiba-tiba saja dari arah belakang ada seseorang yang langsung menyodorkan sebuah uang kepada pelayan kasih itu.

 Nina aku langsung menoleh ke arah belakang, yang sontak saja membuat Nina terkejut melihat kehadiran pria yang ada di belakangnya.

 "Kamu lagi."ucap Nina yang cara langsung melihat kehadiran Andra yang sudah berdiri di belakangnya.

 "Biarkan aku yang membayar."ucap Andra yang secara langsung membayar minuman milik Nina.

 "Aku bisa membayar sendiri."jawab Nina dengan ekspresi dingin.

 "Jangan menolak." ucap Andra yang akhirnya minumannya benar-benar dibayar oleh Andra.

 Terlihat Nina begitu sangat kesal dengan kehadiran Andra ditempat itu.Nina bergegas pergi tapi tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh Andra.

 "Jangan pergi Nina,aku ingin bicara denganmu." ucap Andra yang langsung menahan Nina di tempat itu.

 Nina menghela nafas panjang, sepertinya ia terlihat malas dan kesal jika sudah berurusan dengan pria itu.

 "Bicara apa?" tanya Nina pada Andra yang merasa hidupnya mulai terusik dengan kehadiran pria itu.

 "Lebih baik kita duduk." Andra langsung menuntun Nina untuk duduk, tiba-tiba saja saat Nina hendak duduk dari arah samping tidak sengaja ada seorang wanita berjalan hingga rok wanita itu terkena air minuman.

 "Hey ,kalau jalan pakai mata!" teriak wanita itu yang terlihat begitu marah dengan Nina.

 "Maaf Nona." ucap Andra yang turun langsung melindungi Nina.

 "Dasar orang miskin, beraninya kamu membuat rok milikku kotor!" teriak wanita yang mulai menunjukkan sikap sombongnya.

 "Hanya kotor sedikit." jawab Nina dengan santai.

 "Jaga mulutmu ya." ucap wanita itu dengan nada marah.

 "Maafkan kami Nona." Andra masih saja meminta maaf

 Nina menatap jengkel kearah wanita itu,"Pantas saja kalian pasangan cocok, sama-sama miskin." mendengar ucapan itu Nina menatap tajam kearah wanita itu.

 "Apa kamu bilang!" Andra menarik tangan Nina.

 "Kamu harus tenang,lebih baik kita pergi." Ucap Andra yang sebenarnya tak ingin berurusan dengan wanita itu.Karena Andra mengenal betul siapa wanita yang memarahi mereka.

 "Aku tak akan diam." ucap Nina yang sudah merasa kesal dengan ulah wanita itu.

 "Sebaiknya kita pergi saja,nanti aku jelaskan dia siapa." ucap lirih Andra yang langsung menarik tangan Nina.

 Akhirnya Nina dan Andra keluar dari tempat itu,"Akhirnya kita keluar,jika tidak dia akan melakukan sesuatu yang lebih parah." ucap Andra yang merasa lega.

 "Kamu kenal dengan wanita sombong itu?" tanya Nina pada Andra yang mulai berani bertanya langsung pada Andra.

 "Aku kenal,dia adalah anak dari tuan Santo boss tempat aku kerja." jawab Andra yang tahu betul betapa sombongnya wanita itu.

 "Pantas saja,dia menarik ku keluar.Ternyata ada kaitannya dengan pekerjaan pria ini." batin Nina yang memahami jika pria itu menariknya keluar daripada aku habisi wanita itu.

 Nina merasa jengkel, hingga Ia lebih memilih untuk pergi. Tapi lagi-lagi tangan Nina ditahan oleh Andra.

 "Bisa kita bicara di taman disamping sana." Andra masih berusaha mendekati Nina,tapi reaksi Nina begitu dingin.

 "Tidak." satu jawaban yang langsung membuat Andra sedikit putus asa.

 "Aku mohon." Andra semakin memohon pada Nina,ia tak mau ingin kehilangan kesempatan itu.

 "Baiklah, hanya sekali ini saja." jawab Nina yang terpaksa menuruti perintah pria itu, walaupun hatinya sudah merasa jengkel.

 Keduanya duduk di taman dengan ekspresi Nina yang masih kesal," Kenapa akhir-akhir ini dia terus saja mengejar ku." batin Nina yang merasa sedikit kesal.

  "Sekarang kamu mau bicara apa?" tanya Nina yang langsung bertanya pada pria itu.

 "Aku ini hanya ingin mengenalmu." Saking kesalnya reaksi Nina menatapnya dengan tatapan dingin kearah pria itu.

 "Apa mengenalku?" tanya Nina sembari menunjuk dirinya sendiri.

 "Sudahlah, berhenti dengan perkataan konyolmu.Jangan terlalu berharap padaku." jawab Nina yang sudah kesal.

 "Apa salah aku mengenalmu,aku pun sudah jujur aku tertarik denganmu." Andra semakin mengungkapkan perasaannya.

 "Aku bilang tidak ya tidak." Nina bergegas bangkit dari tempat duduknya,tapi langkah terhenti setelah tangan Nina langsung di pegang Andra.

 "Apa tidak ada kesempatan untuk aku bisa mengenalmu,aku benar-benar serius denganmu Nina." Andra masih berusaha bagaimana caranya agar ia diterima oleh Nina.

 "Jangan berharap lebih padaku,jika kamu terus mengejar ku akan ada konsekuensi yang besar yang harus kamu hadapi.Aku sudah bilang berapa kali jika aku ini bukan orang baik." Nina benar-benar sudah mengingatkan untuk lebih berhati-hati pada pilihannya.

 "Seberapa besar konsekuensinya akan aku hadapi,jika kamu menganggap dirimu bukan orang baik aku pun menerimamu apa adanya." Andra serius dengan apa yang ia katakan.

 Nina menatap tajam kearah Andra,"Bagaimana jika taruhan nyawamu?" tanya Nina yang tersenyum sinis,apa mungkin orang lain bisa menerimanya.

 "Taruhan nyawa?"

 "Iya,aku sudah memperingatimu untuk lebih berhati-hati denganku.Kamu belum tahu siapa aku sebenarnya, bagaimana?" pertanyaan itu sangat ditunggu-tunggu oleh Nina,karena baginya jika ada seseorang yang mendekati dirinya harus siap dengan konsekuensi yang akan dia hadapi nanti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!