NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

​Juan berkata dengan suara berat yang bergetar karena amarah, “Orang itu... namanya Arka Yudistira?”

​“Benar. Kakak kenal?”

​“Arka... ha... bagus... sangat bagus...” Juan mencengkeram sandaran kursinya hingga hancur berkeping-keping.

​Nama itu adalah duri dalam dagingnya. Dan semalam, ia mendengar suara-suara rintihan dari kamar Larasati... suara yang ia yakini sebagai pengkhianatan terhadap kesucian sang putri.

​“Kakak... aku belum pernah melihatmu semarah ini.”

​Juan menarik napas dalam, matanya memancarkan niat membunuh yang pekat. “Cari tahu siapa lawan satu grupnya. Katakan pada mereka—hajar dia tanpa ampun! Jika tidak bisa membunuhnya di arena, buat dia cacat total seumur hidup! Hancurkan wajahnya!”

​Juan menarik napas panjang lagi, namun api di dadanya tak mereda.

​Larasati... kupikir kau murni dan luhur. Tak kusangka kau memberiku penghinaan sebesar ini demi seorang bocah Alam Sejati!

​“Orang-orang ini keterlaluan sekali! Semuanya mengejek dan mencibir… Hmph! Saat turnamen dimulai, Arka pasti akan membuat mereka bungkam!” Larasati mendengus geram. Ia tak lagi memedulikan wibawa sebagai seorang putri kerajaan. Setiap ejekan yang diarahkan kepada Arka dan Kerajaan Surya Kencana terasa jauh lebih perih di hatinya dibandingkan jika ia sendiri yang dihina.

​“Kau tak perlu tersinggung. Situasi seperti ini sepenuhnya wajar,” ujar Satya tenang. Ekspresinya datar, seolah sudah kebal. Dalam pandangannya, justru akan terasa aneh bila Arka tidak ditertawakan. Di dunia persilatan yang keras, tingkat energi adalah segalanya, dan Alam Sejati di tengah kerumunan Alam Bumi memang tampak seperti domba di kandang singa.

​“Arka, nomor berapa yang kau dapat?” Banu segera mendekat begitu Arka kembali dari meja panitia.

​Arka memperlihatkan papan kayu kecil di tangannya. Tertulis angka: 1505.

​Satya menjelaskan, “Nomor ini menentukan arena dan urutan bertarungmu. 1505 berarti kau berada di Grup 15, bertarung di Gelanggang nomor 15. Pertarungan pertamamu adalah laga kelima, melawan peserta nomor 1545.”

​“Babak pertama berlangsung tiga hari. Setiap grup berisi sekitar lima puluh murid. Kau harus menjalani dua belas pertarungan penuh. Sepuluh peringkat teratas dari tiap grup—total tiga ratus orang—akan melaju ke babak kedua. Sisanya akan terlempar ke peringkat bawah yang bahkan takkan dilirik oleh siapa pun.”

​Satya menghela napas lirih. Selama puluhan tahun, perwakilan kerajaan selalu tersingkir di babak awal. Impian menembus seratus besar nasional terasa seperti mengejar pelangi—indah namun mustahil digapai.

​“Seratus besar bukan hanya soal gengsi individu, Arka. Peringkat Perguruan ditentukan dari hasil akhir murid-muridnya. Jika kau bisa menembus babak gugur, nama Akademi Pusat akan kembali disegani.”

​Arka tersenyum ringan. Tatapannya menyapu wajah para peserta yang masih asyik menertawakannya. Masuk seratus besar mungkin sudah cukup untuk membahagiakan Larasati dan Pak Satya. Namun, tujuannya jelas lebih tinggi dari sekadar angka seratus.

​Penilaian kekuatan akhirnya selesai. Penatua Wayan membacakan prosedur dan aturan turnamen dengan suara yang menggelegar. Tak lama kemudian, Turnamen Peringkat Langit resmi dimulai.

​Begitu aba-aba dimulai, fluktuasi energi menyebar luas. Di atas tiga puluh gelanggang kecil, penghalang energi transparan muncul serempak untuk melindungi penonton dari dampak pertarungan. Tiga puluh wasit—yang semuanya ahli tingkat tinggi—melayang turun ke posisi masing-masing.

​Pertarungan pertama di mulai serentak di tiga puluh titik.

​“Kami sudah menyelidiki. Arka bertarung di Gelanggang 15. Lawan-lawannya sudah diberi instruksi. Jika tak bisa membunuhnya, mereka akan menghajarnya sampai cacat agar ia tak sanggup lanjut ke babak berikutnya,” bisik Fikri pada Juan.

​Juan melirik ke arah Gelanggang 15 dan mengangguk perlahan dengan sorot mata penuh kebencian.

​Arka sendiri masih duduk tenang karena laganya adalah urutan kelima. Ia mengamati berbagai aliran bela diri yang saling bertabrakan di hadapannya. Ada yang menggunakan pedang, golok, bahkan cambuk. Berbagai jurus tingkat tinggi memenuhi pandangan, membuat Banu sampai tak berkedip.

​“Tolong lihat! Itu Kakak!” Banu berseru girang, menunjuk ke arah Gelanggang nomor 9.

​Di laga keempat, Ratna naik ke panggung. Seketika, Gelanggang 9 menjadi pusat perhatian. Setiap kali murid dari Padepokan Awan Beku tampil, semua mata pasti tertuju pada mereka. Lawan Ratna adalah pemuda berusia dua puluh tahun dari Alam Bumi tingkat empat. Meski begitu, wajah pemuda itu tampak pucat pasi; ia sial karena harus berhadapan dengan murid dewi di laga awal.

​“Hamdan dari Perguruan Pedang Ilusi mohon petunjuk!”

​Pemuda itu langsung melancarkan jurus andalannya. Aura pedangnya membelah udara menjadi tiga serangan tajam yang mengarah ke Ratna. Namun, Ratna tetap bergeming. Kaki jenjangnya tak bergerak sedikit pun. Tangan kanannya yang seputih salju terangkat lembut.

​Wush—!

​Angin dingin yang menusuk tulang menyapu arena. Aura pedang lawan hancur seketika. Tubuh Hamdan seolah terlempar ke dalam penjara es. Keempat anggota tubuhnya membeku seketika. Lapisan embun beku menyebar dari ujung pedangnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.

​“A… aku menyerah…” Hamdan menggigil hebat, suaranya gemetar menahan beku.

​“Hamdan mengaku kalah. Ratna menang!” seru wasit.

​Es menghilang, dan Hamdan jatuh berlutut sambil terengah-engah. Ia menatap Ratna dengan rasa hormat sekaligus ngeri sebelum turun dari panggung. Kekuatan Padepokan Awan Beku benar-benar berada di dimensi yang berbeda.

​“Hebat sekali… Kakak benar-benar kuat,” gumam Banu takjub. Lalu ia bertanya polos, “Kak Arka… kau bisa mengalahkannya?”

​Satya tertawa kecil menanggapi pertanyaan Banu. “Tentu sulit, Banu. Ratna adalah murid inti pilihan Dewi. Kekuatannya bukan sesuatu yang bisa diukur dengan logika biasa.”

​Arka tetap diam, hanya menatap Ratna yang sedang turun panggung dengan tatapan tenang. Tiba-tiba, suara wasit dari Gelanggang 15 menggema keras.

​“Grup 15, laga kelima! Kerajaan Surya Kencana, Arka Yudistira —— melawan —— Ishan dari Perguruan Awan Selatan!”

Begitu nama "Arka Yudistira" dipanggil, reaksi Larasati bahkan lebih cepat darinya. Ia segera meraih lengan Arka, wajahnya tegang sekaligus bersemangat. "Arka, giliranmu. Tunjukkan pada mereka."

​"Arka, semangat! Hajar semua lawanmu dan tunjukkan pada mereka yang mengejek kita siapa yang sebenarnya berkuasa!" Banu mengepalkan tinju, penuh gairah yang meledak-ledak.

​"Aku akan segera kembali," jawab Arka ringan, seolah laga ini hanyalah selingan kecil. Ia bangkit dan melangkah mantap menuju Gelanggang 15.

​Dalam sekejap, area tersebut menjadi pusat perhatian.

​"Cepat lihat! Bocah dari Kerajaan Surya Kencana sudah naik!"

​"Tsk tsk, Ishan benar-benar beruntung. Lawan pertamanya justru orang ini. Kenapa bukan aku yang seberuntung itu?"

​"Bukankah Ishan berada di tingkat dua Alam Bumi? Kurasa tiga jurus saja sudah cukup untuk membuatnya terkapar... Hahaha! Andai aku di Grup Lima Belas, setidaknya aku bisa puas menindas bocah kerajaan itu!"

1
Uswatun Hasanah
ratna ratna ratna
Uswatun Hasanah
arka arka arka
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍✅️🫰
Jojo Shua
👍🔥
Uswatun Hasanah
dua duanya dilahap
Jojo Shua
Gak boleh dibunuh si Yeti, merusak ekosistem
Jojo Shua
Moyangnya Yeti
Jojo Shua
kalau 4 chapter sekaligus biasax pembaca lupa kasi ole" ke author
Jojo Shua
up 1 persatu saja supaya ada yang like
Uswatun Hasanah
wow monster mengerikan
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🫰✅️
Jojo Shua
🔥☕️
Jojo Shua
☕️🫰🫰
Jojo Shua
👍🔥
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
✅️✅️
Jojo Shua
✅️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!