NovelToon NovelToon
Titik Tertinggi Mencintai

Titik Tertinggi Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:597
Nilai: 5
Nama Author: Nisaul Mardhiyah

Ketika perbedaan kasta memaksa mereka berpisah dan amnesia menghapus ingatan Neya, akankah kisah cinta delapan tahun yang mereka rajut sejak SMP benar-benar berakhir atau takdir punya cerita lain ?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaul Mardhiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah Dingin Penguasa Dinasti

Setelah pintu ruang kerja itu tertutup rapat di belakang punggung Sherly, Casandra tidak langsung kembali ke meja kerjanya. Wanita paruh baya itu tetap berdiri di dekat jendela besar, menatap lurus ke arah gerbang hitam kokoh yang membatasi mansion megah ini dengan dunia luar. Di sanalah, berpuluh-puluh tahun yang lalu, ia pertama kali melangkah masuk bukan sebagai seorang pengantin yang penuh dengan bunga-bunga cinta di hatinya, melainkan sebagai seorang pion strategis dari penggabungan dua dinasti bisnis terbesar di negeri ini.

Pernikahannya dengan Tuan Kusuma, ayah kandung Kinan, adalah sebuah transaksi bisnis tingkat tinggi yang paling sukses yang pernah dicatat oleh sejarah korporasi mereka. Sejak hari pertama janji suci diucapkan yang dihadiri oleh ribuan kolega elite, baik Casandra maupun Kusuma sama-sama tahu bahwa kata 'cinta' tidak pernah ada dalam klausul kesepakatan mereka. Hubungan mereka adalah cerminan dari ambisi, kalkulasi keuntungan, dan perluasan wilayah kekuasaan.

Keluarga Kusuma tidak dibangun di atas fondasi romantis yang rapuh; mereka ditempa di atas landasan semen yang dingin, tegas, dan tak kenal ampun. Bagi luar dunia, mereka adalah simbol kekuatan finansial yang tidak bisa digoyahkan. Di dalam rumah ini, air mata dianggap sebagai tanda kelemahan psikologis yang tidak berguna, dan belas kasihan adalah kecacatan karakter yang bisa menghancurkan kerajaan bisnis bernilai triliunan rupiah dalam semalam.

Tuan Kusuma sendiri adalah pria yang keras dan bertangan besi. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di kursi dewan komisaris luar negeri, memastikan gurita bisnis Kusuma Group terus mencengkeram pasar global. Pria itu tidak pernah menuntut kesetiaan emosional dari Casandra, begitu pula sebaliknya. Mereka berdua menghormati satu hal di atas segalanya: keberlangsungan takhta. Kinan lahir dari rahim Casandra bukan karena buah dari gairah asmara yang meledak-ledak, melainkan karena dinasti ini mutlak membutuhkan seorang pangeran mahkota yang tangguh untuk meneruskan tampuk kepemimpinan.

Maka, melihat Kinan yang sempat goyah dan hampir mengorbankan masa depannya demi seorang gadis miskin seperti Neya adalah sebuah penghinaan besar bagi seluruh prinsip hidup Casandra. Baginya, kelemahan hati yang ditunjukkan putranya adalah bentuk pengkhianatan terhadap darah Kusuma yang mengalir di tubuhnya. Jika Kinan tidak bisa disadarkan dengan nasihat, maka Casandra sendiri yang akan mengarahkan jalannya menggunakan paksaan yang paling halus sekalipun.

Keesokan paginya, suasana di lantai bawah mansion tampak begitu tenang. Angin fajar berembus lembut melewati kisi-kisi jendela dapur utama yang luas dan modern. Sesuai dengan instruksi yang telah disusun semalam, Sherly telah bangun sebelum para pelayan lain memulai aktivitas mereka secara penuh.

Dengan gerakan yang sangat tenang dan terukur, Sherly menyeduh secangkir kopi hitam pekat menggunakan biji kopi pilihan kegemaran suaminya. Uap panas membubung tinggi, menyebarkan aroma pahit yang tajam dan pekat ke seluruh penjuru ruangan. Setelah memastikan tidak ada seorang pun pelayan yang memperhatikan, Sherly merogoh saku jubah tidurnya dan mengeluarkan botol kaca kecil pemberian Mama Casandra.

Jemari lentiknya membuka tutup botol itu dengan hati-hati. Dengan napas yang tertahan, ia meneteskan tepat tiga tetes cairan bening tanpa aroma itu ke dalam cangkir kopi yang masih mengepul. Cairan itu langsung menyatu, lenyap tanpa meninggalkan jejak atau mengubah warna pekat sang kopi hitam.

"Mulai pagi ini, tidak akan ada lagi ruang untuk masa lalu di pikiranmu, Mas," bisik Sherly lirih pada dirinya sendiri, sebuah senyuman penuh kemenangan terukir tipis di wajah cantiknya.

Sherly membawa nampan perak itu menaiki tangga menuju kamar utama dengan langkah yang penuh rasa percaya diri yang baru. Saat ia melangkah masuk, Kinan baru saja duduk di tepi ranjang dengan kemeja yang belum dikancingkan sepenuhnya, memperlihatkan gurat kepenatan yang masih tercetak jelas di keningnya akibat beban kerja dan pikiran yang terus menghimpitnya.

"Aku buatkan kopi kesukaanmu, Mas," ujar Sherly lembut, meletakkan cangkir itu di atas meja nakas tepat di samping Kinan.

Kinan mendongak, menatap istrinya sejenak sebelum akhirnya meraih cangkir hangat tersebut. Tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun pada perhatian intens yang diberikan Sherly, Kinan menyesap kopi hitam itu hingga setengahnya, membiarkan rasa pahit yang kuat membakar tenggorokannya dan mengusir rasa kantuk serta penat yang menggelayuti kepalanya sejak subuh.

Melihat suaminya meminum ramuan tersebut tanpa ragu, Sherly segera mengambil langkah berikutnya. Ia duduk di samping Kinan, membiarkan tubuhnya merapat, dan mulai memberikan pijatan-pijatan lembut di bahu kokoh Kinan. Sherly tahu, dengan strategi biologis dari Mama Casandra yang kini mulai bekerja di dalam tubuh suaminya, jerat halus yang ia bangun pagi ini akan segera mengunci masa depan mereka berdua di dalam rumah ini, persis seperti cara keluarga Kusuma mempertahankan kekuasaan mereka selama beberapa generasi.

Efek dari cairan bening yang menyatu dalam sesapan kopi hitam itu mengalir tanpa suara, namun bekerja dengan presisi yang mematikan di dalam metabolisme tubuh Kinan. Hanya dalam hitungan menit setelah cangkir porselen itu kembali mendarat di atas tatakan perak, Kinan merasakan sebuah gelombang sensasi yang asing sekaligus masif mulai menjalar dari rongga dadanya, menyebar cepat ke seluruh aliran darah hingga ke ujung-ujung jemarinya.

Itu bukan sekadar rasa hangat biasa yang biasa ia dapatkan dari kafein murni. Ini adalah letupan energi yang pekat, sejenis dorongan hormonal yang mendadak mengaburkan dinding-dinding logika di kepalanya dan menggantikannya dengan sebuah ketegangan maskulin yang menuntut pelepasan segera. Detak jantungnya yang semula ritmis dan berat akibat sisa kepenatan batin, kini berdentum konstan dalam ritme yang jauh lebih cepat, seolah memompa pasokan adrenalin dalam jumlah besar ke setiap sel tubuhnya.

Kinan meletakkan cangkirnya dengan sedikit hentikan yang agak kasar. Pandangan matanya yang semula redup dan dipenuhi bayang-bayang kelam masa lalu, mendadak menggelap, diselimuti oleh kabut gairah murni yang sangat pekat. Napasnya mulai memburu, mengembuskan udara panas yang menerpa keheningan kamar fajar itu.

Sherly, yang sejak awal tidak pernah melepaskan pandangannya dari setiap perubahan ekspresi suaminya, langsung menangkap sinyal perubahan tersebut. Ia bisa melihat bagaimana otot-otot di rahang tegas Kinan mengeras, dan bagaimana sepasang mata elang itu kini menatapnya dengan intensitas yang berkali-kali lipat lebih tajam daripada malam-malam sebelumnya. Tatapan itu bukan lagi tatapan seorang pria yang terpaksa berpaling karena pelarian emosional; itu adalah tatapan berburu seorang pria yang seluruh akal sehatnya telah diambil alih oleh dominasi insting dasar.

Dengan keanggunan yang penuh dengan kalkulasi, Sherly sengaja memperlambat gerakan tangannya yang sedang memijat bahu Kinan. Ia membiarkan jemari lentiknya turun perlahan, menyusuri garis leher suaminya, lalu sengaja memberikan tekanan-tekanan halus pada otot dada Kinan yang kini tampak naik-turun dengan cepat. Setiap sentuhan fisik yang ia suguhkan di pagi yang sunyi ini dirancang khusus untuk menjadi pemantik terakhir bagi bom waktu biologis yang sudah disuntikkan di tubuh suaminya.

"Mas... ada apa?" bisik Sherly dengan nada suara yang sangat lembut, sengaja memasang ekspresi polos yang kontras dengan binar kemenangan di matanya. "Wajahmu kelihatan sangat merah. Apa kopinya terlalu panas?"

Kinan tidak menjawab dengan kata-kata. Suara baritonnya hanya mengeluarkan sebuah geraman rendah yang serak, sebuah suara yang lahir dari tenggorokan seorang pria yang tidak lagi mampu menegosiasikan isi kepalanya. Naluri kelelakiannya mendikte bahwa wanita di depannya ini—dengan segala kelembutan raga, aroma vanila yang manis, dan penyerahan diri yang konstan—adalah satu-satunya jawaban untuk meredakan gejolak panas yang membakar dirinya dari dalam.

Tanpa peringatan, Kinan mencengkeram kedua pergelangan tangan Sherly dengan kekuatan yang mutlak. Gerakannya begitu cepat, tegas, dan sarat akan dominasi tanpa kompromi, mencerminkan watak asli darah Kusuma yang tidak pernah meminta izin ketika menginginkan sesuatu. Ia menarik tubuh Sherly hingga wanita itu kehilangan keseimbangan dan jatuh telentang di atas hamparan kasur beledu yang empuk, terkukung sepenuhnya di bawah bayang-bayang raga tegap Kinan yang kini berada di atasnya.

Sherly terengah pelan, menatap wajah Kinan yang berada hanya beberapa sentimeter di atas wajahnya. Di bawah temaram lampu kamar yang mulai berbaur dengan bias cahaya matahari pagi, wajah Kinan tampak begitu maskulin, liar, dan sepenuhnya terlepas dari topeng kendali yang biasanya selalu pria itu kenakan di dunia luar. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi ruang untuk kalkulasi bisnis atau rasa bersalah yang mengganggu. Malam ini dan pagi ini, ramuan Mama Casandra telah berhasil mengubah sang pangeran mahkota menjadi seorang pria yang tunduk seutuhnya pada hukum alam.

1
Unicha
apa sebenarnya yang sedang direncanakan Neya?
Unicha
apa yang akan dilakukan sherly setelah membaca pesan itu ?
Unicha
madu ? apakah haris sudah menikah sebelumnya? atau siapa wanita yang mengaku menjadi madu Neya itu ?
Unicha
apakah perlahan Kinan akan mencintai Sherly dan melupakan neya ?
sakura
...
Unicha
Kenapa Imelda menangis ,apa yang Imelda sembunyikan?
Unicha
Siapakah laki laki yang menjadi suami neya itu ? ,apakah neya benar sudah menikah ?
lalu Kinan ?
Unicha
Apakah Kinan dan neya benar benar akan berakhir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!