NovelToon NovelToon
AKU IBU TIRI MUDA

AKU IBU TIRI MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERANG MENAKLUKKAN 3 HATI**

Malam itu sebelum pulang dari Rumah Bailla Pak Arya berbicara berdua dengan Bailla diteras ini ada hal yang penting untuk dirundingkan.

Bailla merasakan ini rapat rahasia yang harus memerlukan konsentrasi dan ketelitian dalam mendengar dan menjaga hati biar tidak melompat ketika berhadapan langsung dengan sosok lalaki dewasa yang memiliki badan yang proposional dan wajah yang tampan rupawan. Strateginya harus Jaga mata dulu .

"Bailla adahal yang ingin Om sampaikan “ Suara sosok lelaki yang duduk berhadapan dengan Bailla ini terdengar tenang tapi tegas.

"Sebelum menikah, mungkin kita perlu pendekatan dengan mereka dulu. Kamu dengan anak-anak, mereka harus kenal lebih dalam lagi dengan kamu. Bukan sebagai ‘calon ibu’ tetapi Sebagai Bailla aja dulu.”

"Jadi dibuatlah jadwal hari untuk mereka bertiga, tanpa Saya ikut campur. “Biar kamu yang nentuin sesuai waktu kamu aja,” kata Pak Arya. “Bapak cukup di dapur, bikin kopi masak atau hal yang lain Tampa ikut campur” Pak Arya menyampaikan dengan lebih rinci sampai alur jadwalnya pun sudah ia pikirkan tapi semua diserahkan kepada Bailla biar Bailla yang menentukan dimulai dari siapa dulu.

Bailla sudah bisa menangkap maksud dari perkataan Om duren ini. Sambil mengangguk-angguk kecil tanda mengerti.

Sampailah pada hari yang ditentukan Bailla datang kerumah Arya dari pagi-pagi sekali sebelum ayam jantan berkokok Bailla sudah bangun dan bersiap-siap menjalankan misi mulia ini.

Sesampainya dirumah Arya 2 bocil sedang sarapan nasi goreng buatan sugar dady. Hari ini ia mencoba dari si bocil Aya dulu Ini yang paling gampang. Aya belum ngerti “ibu tiri”. Yang dia tahu Kak Bailla punya boneka Barbie dan Marsha, suaranya lembut, dan baunya kayak bedak.

"Hallo bocil-bocil kakak yang cantik dan manis, lagi sarapan ya".Sapa Bailla setiba di meja makan

"Kak Bailla sudah datang asyikk hari ini ada teman dirumah". seru Aya dengan antusias dan rautwajah bahagia.

"Iya cantik sarapan apa nih"?. "wow nasi goreng ya.. Jatah kak Bailla mana ??. Tampa malu-malu datang langsung minta makan.

"Masih ada kak nanti Papa yang bawakan". Jawab Arya dengan semangat

Arya tersenyum sendiri mendengar percakapan mereka sambil membawa piring nasi goreng untuk Bailla seperti melayani anak sendiri.

"Makasih om.". Tampa malu-malu Bailla mengambil piring dari tangan Arya. "Ini sih nasi goreng hitam manis kecapnya udh level 2 kali ya ". Dalam hati Bailla

"Ayo makan yang banyak biar temukan dikit y...". Timpal Arya.

Setelah semua selesai makan, Ara dan Arbil pergi kesekolah bareng pak Arya. Arbil yang baru keluar ketika mau berangkat sekolah hanya senyum tipis dari bibirnya ketika bertemu dengan Bailla.

*Saatnya menjalankan misi pertama *

Bailla datang bawa gambar mewarnai. Mereka duduk di lantai, kaki bersila. Aya mewarnai kucing warna ungu. Bailla gak protes.

“Kak Bailla,” Aya nengok, tangannya belepotan crayon, “kalau aku bobok, kamu kelonin gak?”

Bailla kaget. Pertanyaan 4 tahun, tapi jawabannya bisa jadi janji seumur hidup.

“Kalau Aya mau, Kakak kelonin,” jawab Bailla hati-hati. “Tapi kalau Kakak lagi ngerjain tugas kuliah, Aya bobok sama guling dulu ya? Nanti Kakak susul.”

Aya mikir. Terus angguk. “Deal. Tapi gulingnya harus bau Kak Bailla.”

Bailla ketawa. Dia kasih parfum ke guling Aya

. “Nih udh bau kakak kan.”

Malam itu, Pak Arya ngintip. Bima tidur meluk guling bau Bailla, ngigau, “Kak... jangan... gosong...”

Pendekatan hari 1: lulus. Karena anak 4 tahun cuma butuh ditemenin, bukan diceramahin.

* Selanjutnya Dengan Ara, 7 Tahun*

Ara beda. Dia ingat Mama. Dia rindu Mama. Dan dia cewek. Cewek 7 tahun udah pinter cemburu.

Bailla ajak Ara ke teras, kuncir rambut. Ara diem, pasrah, tapi bibirnya manyun.

“Kak Bailla cantik kayak cewek korea ” kata Ara tiba-tiba. Datar. “Pantes Bapak mau nikah.”

Bailla berhenti nguncir. “Ara juga cantik. Lihat, alisnya kayak Mama.”

Ara langsung nengok. Matanya basah. “Kakak kenal Mama?”

“Enggak,” Bailla jujur. “Tapi Bapak sering cerita. Mama pinter kuncir rambut. Mama suka bikin Ara dua kuncir, terus dipita.”

Ara angguk. Pelan. “Iya. Pita merah. Sekarang gak ada yang bisa. Bapak kuncirnya miring-miring.”

Bailla senyum. Dia ambil pita merah dari tas. “Kakak belajar di YouTube semalem. Boleh coba? Kalau jelek, Ara boleh marah.”

Satu jam, tiga kali bongkar, akhirnya jadi. Dua kuncir. Pita merah. Miring dikit, tapi Ara ngaca di HP, terus... senyum.

“Kak Bailla,” bisik Ara pas Bailla mau pulang, “besok ajarin aku bikin teh ya? Biar kalau Bapak batuk, aku bisa bikinin. Kayak Mama dulu.”

Pendekatan hari 3: lulus. Karena anak 7 tahun gak butuh ibu baru. Dia butuh temen yang inget Mama-nya juga.

*Hari selanjutnya dengan Arbil, 17 Tahun*

Ini yang berat. Dito gak mau di rumah. Pas Bailla datang, dia izin main bola. Pas Bailla nunggu, dia ngerjain PR di kamar, pintu ditutup.

Hari selanjutnya, Bailla nekat. Dia nunggu di lapangan. Dito lagi main bola sama temen-temennya. Keringetan, kaosnya basah.

Bailla gak manggil. Dia cuma duduk di pinggir, buka buku skripsi, pura-pura baca. Padahal deg-degan.

Bola Arbil menggelinding ke kaki Bailla. Arbil lari nyamperin, mau ambil, mau balik.

Bailla nendang bola itu pelan, balik ke Dito. “Umpan bagus gak?”

Dito kaget. Dia ambil bola, diam. Terus nanya, ketus: “Kakak ngapain ke sini?”

“Ngabisin bab 4,” jawab Bailla, nunjuk buku. “Sekalian liat jagoan Bapak main bola. Katanya kamu striker.”

Arbil buang muka. “Bapak aja yang bilang. Aku mah biasa aja.”

“Biasa aja tapi gol terus,” Bailla nunjuk gawang. “Tadi aku liat, kamu cetak dua.”

Arbil diam. Gengsi. Tapi ujung telinganya merah.

*Hari selanjutnya , Bailla datang bawa dua es teh. Satu buat dia, satu ditaruh di tembok pembatas lapangan. Gak ngomong. Gak maksa.

Arbil selesai main, haus. Dia lihat es teh itu. Lihat Bailla yang pura-pura sibuk ngetik di HP.

Dia ambil es tehnya. Minum. Habis setengah, dia jalan ke Bailla, nyodorin kembaliannya.

“Kak,” katanya, gak lihat mata Bailla, “besok... besok kalau mau nonton lagi, bawa es tehnya jangan yang manis-manis. Bapak bilang aku mau batuk.”

Bailla angguk. Tenggorokannya tercekat. “Siap, kapten.”

Arbil balik badan, mau lari, tapi nahan. Balik lagi. “Kak Bailla...”

“Iya?”

“Kalau... kalau aku manggil ‘Kak’ aja terus, gak apa-apa kan?”

Bailla senyum. Dadanya lega, kayak habis lari 10 keliling. “Gak apa-apa, Arbil. Panggil ‘Satpam’ juga boleh. Yang penting kalau butuh ditemenin ngerjain matematika, panggil aja.”

Arbil ngacir. Gak jawab. Tapi pas sampai gerbang, dia teriak, “Kak Bailla Tanpa Gosong!”

Anak-anak ketawa. Bailla juga.

Pendekatan hari 7: belum lulus, belum gagal. Tapi pintu kamar Arbil, yang kemarin ditutup, sekarang... gak dikunci.

Hari berikutnya Bailla laporan ke big boss pak Arya

Pak Arya nyeduh teh buat Bailla di beranda. “Gimana?”

Bailla terima gelasnya. “Aya nitip guling. Ara minta diajari bikin teh. Arbil minta dibikinin es teh tawar.”

Pak Arya ketawa. Lega. “Berarti kamu diterima.”

“Belum, Pak,” Bailla geleng. “Baru dibolehin masuk halaman. Rumahnya masih jauh.”

Pak Arya angguk. “Gak apa-apa. Rumah ini juga dibangunnya lama, Bailla. Batanya satu-satu. Semennya diaduk pelan-pelan. Kalau buru-buru, retak.”

Malam itu, Bailla pulang bawa tiga “oleh-oleh”: bau bedak di guling, pita merah di tangan, sama tutup botol es teh yang Dito kasih. Tidak sia-sia belajar 3 hari 3 malam Belajar cara menjadi ibu tiri yang baik di YouTube . Hehehe.

Tiga benda. Tiga hati. Belum jadi keluarga. Tapi udah gak jadi orang asing.

Dan buat Bailla, itu cukup buat berani ngucap “saya terima” besok.

...****************...

1
Yuliyana
ada bima n dito, siapa ya ?
Miss Danica: Maaf kak di Bab ini ada perubahan nama tokoh dan ada yang lupa edit ... Makasih atas koreksiannya. Selamat membaca kak 😍🙏
total 1 replies
Miss Danica
Hay gaeess sahabat NT mohon suportnya karya pertama ku ini ya. mohon bimbingannya juga semoga sehat sehat semuanya sukses untuk kita semua.😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!