NovelToon NovelToon
Istri Tanpa Sentuhan Pewaris Adinata

Istri Tanpa Sentuhan Pewaris Adinata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: najwa aini

Shafiya Elara Hanum, namanya. Ia tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir dalam sebuah pernikahan dengan pria yang tak pernah benar-benar menjadi suaminya.




Ia adalah putri seorang kiai.
Dibesarkan dengan kehormatan dan batasan.
Namun satu kesalahan yang tidak ia lakukan, telah merenggut segalanya. Pernikahannya batal. Nama baik keluarganya ikut hancur, dan ia pun terseret ke dalam ikatan dengan SAGARA ADINATA.
Pewaris tunggal keluarga Adinata.
Seorang pria yang dingin. Tegas. Dan tidak percaya pada pernikahan.




Mereka menikah tanpa cinta.
Tanpa keinginan. Tanpa sentuhan.
Namun satu hal mengikat mereka--Seorang anak yang tumbuh di rahim Shafiya…
anak yang bahkan tidak pernah mereka rencanakan.




Di balik hubungan yang datar dan penuh jarak, rahasia demi rahasia mulai terkuak.
Dan perlahan, batas yang mereka jaga mulai goyah.



Mampukah mereka bertahan dalam pernikahan yang bukan hanya sekedar kesepakatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Bukan Menentang, Hanya Sedikit Memberi Tantangan

Sagara sudah ada di Adinata Residence, sesaat sebelum sore benar-benar turun.

Rumah megah tiga lantai itu menyambut seperti biasa. Tenang. Rapi dan selalu teratur.

Ia langsung menuju ke ruang kerjanya dengan langkah cepat. Ratri bahkan belum sempat memberikan laporan apa-apa.

Di depan layar laptop yang terbuka, Sagara tidak sedang memeriksa laporan, atau agenda pekerjaan yang jadwalnya terus berderet memanjang.

Pikirannya tidak di sana. Tapi pada informasi yang datang tanpa diminta.

Laporan singkat, rapi seperti biasa. Dari orang-orang kepercayaan yang bekerja dengan senyap dan tidak tampil secara terbuka.

Nona Shafiya ke dokter.

Diantar pak Agam.

Begitu selesai tidak langsung pulang.

Mobil berbalik arah ke suatu tempat.

Laporan itu berhenti di sana. Tidak ada penjelasan lanjutan. Dan itu yang membuat Sagara masih diam.

Hingga akhirnya layar sistem keamanan di ruang kerjanya menampilkan perubahan kecil. Satu titik di denah halaman depan menyala merah--penanda adanya pergerakan yang baru terdeteksi.

Sistem itu bekerja otomatis, terhubung dengan sensor di setiap sisi rumah, dan akan memberi sinyal begitu ada kendaraan, atau bahkan pergerakan samar sekalipun yang memasuki area yang dipantau.

Sagara tidak perlu beranjak. Tangannya hanya bergerak sedikit, menggeser kontrol di meja kerjanya. Dalam satu sentuhan, tampilan denah itu berganti menjadi rekaman langsung dari kamera luar. Sudut pandang berubah. Lebih dekat. Lebih jelas.

Gerbang utama terbuka perlahan.

Mobil melewati sensor keamanan tanpa hambatan. kendaraan itu masuk sepenuhnya. Kamera menyesuaikan fokus secara otomatis, mengikuti arah gerak mobil yang melaju pelan menuju area parkir.

Sagara tidak mengalihkan pandangan.

Gambar itu cukup terang untuk dikenali.

Mobil berhenti. Dan tanpa perlu memperbesar tampilan lebih jauh--ia sudah tahu siapa yang ada di dalamnya.

Sagara menunggu beberapa saat sebelum beranjak keluar dari ruang kerjanya menuju ke ruang utama. Dan di sinilah ia sekarang.

Kehadirannya yang pasti tak terduga membuat semua orang diam.

Winda bahkan mundur dua langkah. Seolah berdiri sangat dekat dengan Shafiya adalah hal yang salah.

Agam diam.

Shafiya juga diam.

Hanya Ratri yang bergerak. Menyisih ke sisi ruang untuk lebih memberi tempat.

"Baru pulang." Kalimat itu bukan pertanyaan. Lebih seperti penegasan. Dan tak jelas ditujukan ke siapa. Tatapannya berganti dari Agam ke Shafiya. Lalu kembali ke Agam.

"Ada perubahan rencana tadi. Di jalan." Agam bersuara.

"Setelah dari dokter, aku antar nona ke pondok lamanya." Agam melanjutkan dengan nada biasa. Tidak defensiv. Juga tidak menjelaskan terlalu banyak.

Sagara tidak langsung menjawab. Ia hanya tetap melihat.

"Tidak jauh. Hanya sedikit di pinggiran kota." Agam memutus keterangannya di sana.

"Begitu." Sagara menanggapi dengan datar.

"Saya yang minta." Shafiya menyela. Ia tak ingin Agam yang disalahkan atas keputusan itu.

"Aku yang menawarkan." Agam juga menjawab cepat.

"Saling membela." Sagara menatap keduanya bergantian. Tajam.

Dan tatapannya berhenti di Shafiya beberapa detik lebih lama.

“Tidak melewatkan makan?”

Nada pertanyaannya datar. Tidak tinggi, juga tidak melunak. Seperti hanya ingin memastikan sesuatu tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Shafiya sedikit terkejut. Namun tetap menjawab pelan.

“Tidak, Mas.”

Sagara mengangguk tipis.

Lalu barulah ia memanggil,

“Winda.”

"I-ya Tuan."

"Bawa nona ke kamar!" Tegas. Tajam.

"Baik."

Ketika langkah Winda dan Shafiya menghilang di balik koridor. Dan ketika keduanya benar-benar sudah tidak terlihat. Sagara mengangkat pandangannya ke Agam.

"Aku tidak terima laporannya dari kamu."

"Pasti sudah ada yang memberitahu."

Para pengawal bayangan. Orang-orang kepercayaan Sagara yang bekerja dalam senyap. Agam bukan tidak tahu tentang mereka. Cara kerjanya bagaimana. Karena itu ia yakin kalau perjalanan tadi tidak akan luput dari pantauan orang-orang kepercayaan Sagara itu.

"Cara kerjanya tidak seperti itu, Gam." Nada Sagara lebih tajam dari sebelumnya.

Ia memang tahu. Tapi pilihan Agam untuk tidak memberitahunya sendiri, itu yang dipertanyakan.

Agam juga mengerti arahnya. Tapi ia punya alasan. Dan itu ia kemukakan dengan suara tetap berusaha santai.

"Karena ada yang harus dikedepankan dari pada sekedar laporan."

Sagara diam beberapa detik.

"Sejak kapan kamu mulai pilih mana yang perlu aku tahu dan mana yang tidak?"

Kalimatnya tetap tenang. Tapi arahnya jelas. Ini bukan lagi tentang Shafiya. Tapi tentang batas.

Agam menghela napas ringan.

"Shafiya butuh itu."

"Dia bilang?"

Agam menggeleng. "Aku melihatnya."

Dan kali ini Sagara tidak langsung menjawab. Tatapannya masih pada Agam. Namun tidak lagi setajam tadi. Ada jeda yang sedikit lebih panjang dari biasanya.

“Aku melihatnya.”

Kalimat sederhana dari Agam tinggal lebih lama di sana. Dan penjadi pembuka ruang kesadaran yang selama ini tak pernah benar-benar ia pikirkan.

Bahwa ada hal-hal… yang bisa dilakukan orang lain untuk Shafiya.

Dan ia… tidak ada di sana.

Agam tidak berkata apa-apa lagi. Ia tahu kalimatnya sampai. Dan saat dilihatnya Sagara hendak berbalik.

"Lusa jadwalnya kontrol lagi," kata Agam.

"Dokternya saja yang datang kesini." Sagara sudah memutuskan hal itu sejak tadi.

"Tidak. Dia lebih suka datang ke AMC," kata Agam. Dan dia maju satu langkah.

"Aku yang antar."

Sagara berbalik. Menatapnya, masih datar. Tapi Agam tahu ada yang tak biasa di sana.

"Langsung diputuskan."

"Iya." Agam menjawab santai. Seolah itu bukan apa-apa. "Jadwalmu padat," katanya lagi. "Longgar saja, tidak sempat."

Sentilan kecil yang ditangkap Sagara dengan diam. Tapi tidak menurunkan pandangan.

Agam tahu ia mulai terganggu.

"Memang seharusnya bukan aku." Nada Agam masih terdengar santai.

Sagara diam. Tapi perlahan rahangnya mengeras.

Agam melanjutkan.

"Kalau dibiarkan kosong... ya ada yang isi."

Sagara langsung menatap penuh.

"Maksud kamu?" Nada rendah tapi berat.

Agam tidak mundur. Ia justru menjawab ringan. "Tidak ada."

Tapi justru itu yang bikin panas.

"Aku tidak enak melihat nona Shafiya pergi sendirian. Apalagi di hal yang seharusnya..."

Agam berhenti sebentar. Menatap Sagara lurus.

"...menjadi tanggung jawab suaminya."

Sunyi beberapa detik. Tatap mata Sagara berubah. "Jaga batas, Gam."

Nada rendah, tapi tajam.

"Aku jaga." Agam tidak mengelak.

"Makanya kuingatkan," lanjutnya.

Sagara menatapnya lebih lama.

Ada emosi yang naik.Tapi ditahan.

Agam akhirnya mengangkat bahu ringan.

“Kalau kamu mau ambil alih, ambil.”

Masih tetap dengan nada santai.

“Kalau tidak…”

Agam melangkah mundur.

“…ya rencanaku jalan terus.”

Ia bukan menentang.

Hanya sedikit memberi tantangan.

1
i_r cute
kyknya mulai ada cemburu tipis2 nih Sagara....
iqha_24
ayo dong sagara lebih peka dan lebih perhatian lagi ke shafiya
iqha_24
makin seru nii 👍
iqha_24
up lagi kak
Afsa
Komporin saja Pak Raven..aq seneng Kalo Saga cemburu😄
徐梦
🤣🤣🤣🤭
Eeeeee Panassss sagara awas lo cemburu 🤣
iqha_24
naah kan .. Sagara ga tenang
i_r cute
nunggu part shafiya cuekin Sagara, lama banget thor.....
iqha_24
nii sagara kapan peka nya yaa
Amalia Siswati
ya syafia bersikaplah seperti cermin,memantulkan.
Amalia Siswati
plot2 seperti ini nya mohon di kurangi dech thor,1 bab kebanyakan klimaknya bukan alur cerita intinya
Najwa Aini: Dan masukan dari kakak ini akan jadi bagian pertimbanganku..🌹🌹
total 2 replies
iqha_24
ayo Gam, panas2in aja si Sagara
iqha_24
lanjut
徐梦
Weeeeh agaknya ada yg cembukur ni ciee cieeee
Ayok mas Agam pelet trus ning cantik
Masih bnyak yg nunggu jandanya😍
Najwa Aini: Agam said: Siapppp
total 1 replies
徐梦
Semoga aja ada laki2 lain yg menunggu jandamu syifa thor buat sagara uring2n dong 🤭🤭🤭🤣
Najwa Aini: uring²an yang tetap elegan ya kak..
total 1 replies
Ayuwidia
Kisahnya sukses bikin baper. Bahasanya berbobot, nggak bertele-tele. Mencerminkan kecerdasan authornya. Karakter tokoh prianya bikin para pembaca gemes-gemes tapi cinta.

Semoga Sagara & Ning Shafiya sukses menaklukan retensi dari 20 bab sampai 100 bab, aamiin.

Semangat & semoga sukses, Ning Najwa ♥️
Ayuwidia: uhuk, nggak cocok Ning disematkan untukku yang minim ilmu agama, Kak.
total 2 replies
be83
Ceritanya sangat menarik
Semoga update nya lebih sering
Najwa Aini: Terima kasih Kak..
semoga updatenya konsisten ya
total 1 replies
Amalia Siswati
buat syafia yang dingin sekarang,biar dia mikir jika kehamilannya butuh perjuangan bersama..
Najwa Aini: Trims sarannya ya Kak..
aku tampung deh. nanti ku diskusikan dgn Shafiya
total 1 replies
Yus Marni
aku dukung syafiya kabur, gak akan berubah tu si saga kalau gak dikasih pelajaran🫢🫢
Najwa Aini: Kabur kemana kak??
total 1 replies
Afsa
Kalau aq yg JD Syafa aq kabur deh biar Saga tau Rasa.Kaku banget jadi cowok,mau anak doang..pdhal waktu hami istri itu ingin di peehaitiin dan manja tau...
Najwa Aini: Nah gitu kak..dikasih paham tuh Sagara
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!