NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hati Naomi hancur saat suaminya Zayn, tega menceraikannya karena dirinya melahirkan bayi sumbing. Padahal Zayn dan keluarganya adalah keluarga dokter, mereka harusnya lebih mengerti dari orang lain.

Setelah pulih dari pasca persalinan, Naomi diusir dari keluarga Hartanto. Ia mengurus bayinya yang sumbing sendirian. Naomi bekerja banting tulang demi kebutuhan anaknya. Seiring berjalannya waktu, bayi Naomi yang diberi nama Davin itu terus tumbuh, ia bahkan mendapatkan operasi yang membuatnya bisa tumbuh seperti anak normal lain. Bibir Davin tak lagi sumbing, dia bahkan terbilang punya wajah tampan. Selain itu Davin juga menjadi anak yang sangat jenius! Mendapat banyak prestasi dan selalu membuat Naomi bangga. Saat itulah Zayn tiba-tiba kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 - Baby Blues

Waktu berlalu tanpa terasa. Hari-hari Naomi kini berjalan dalam ritme yang melelahkan namun teratur. Pagi untuk Davin. Siang untuk bekerja. Malam untuk kembali menjadi ibu sepenuhnya. Tidak ada ruang untuk mengeluh. Tidak ada waktu untuk berhenti.

Dan tanpa disadari, tiga bulan telah terlewati. Pagi itu, Naomi berdiri di depan cermin kecil di apartemen Jihan. Davin berada dalam gendongannya, kini terlihat sedikit lebih besar dibanding sebelumnya. Wajah kecil itu tetap sama, lugu, tenang, dan penuh harap.

“Hari ini ya, Nak…” kata Naomi.

Hari yang sudah lama dia tunggu. Hari untuk langkah besar pertama dalam hidup anaknya. Yaitu hari menuju operasi. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan degup jantungnya sendiri. Lalu berangkat menuju klinik.

Di ruang konsultasi, suasana terasa familiar. Namun tetap membuat jantung Naomi berdebar.

Di balik meja itu, Junie duduk dengan jas dokternya. Wajahnya terlihat profesional seperti biasa. Namun saat pintu terbuka dan Naomi masuk, jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

“Selamat pagi, Dok,” sapa Naomi pelan.

Junie mengangkat wajah. Dan seperti sebelumnya, ada jeda kecil dalam reaksinya.

“Pagi…” jawabnya, sedikit lebih pelan dari biasanya.

Ada sesuatu yang berbeda. Tapi Junie cepat-cepat menarik dirinya kembali ke mode profesional.

“Oke, kita lihat Davin ya,” ujarnya sambil berdiri.

Naomi mengangguk.

Junie memeriksa dengan teliti. Berat badan, kondisi umum, respons bayi. Semua dia lakukan dengan serius. Namun semakin lama, ekspresinya berubah. Alisnya sedikit berkerut.

Naomi langsung menyadarinya. “Kenapa, Dok?” tanyanya hati-hati.

Junie terdiam sejenak sebelum menjawab. “Berat badannya…”

Naomi langsung tegang.

“…masih kurang.”

Hening menyelimuti suasana.

“Sekarang 4,5 kilogram,” lanjut Junie pelan. “Untuk operasi pertama, idealnya minimal 5 kilogram.”

Seolah ada sesuatu yang jatuh di dalam dada Naomi. “Oh…” suaranya nyaris tidak terdengar.

Junie menatapnya, mencoba menyampaikan dengan hati-hati. “Ini bukan berarti tidak bisa. Hanya… kita harus menunda sedikit.”

Naomi mengangguk. Tapi matanya mulai berkaca-kaca.

“Berapa lama, Dok?” tanyanya.

“Kalau kenaikan berat badannya baik, mungkin beberapa minggu,” jawab Junie. “Yang penting sekarang fokus ke nutrisinya.”

Naomi menunduk.

“Cara feeding-nya sudah benar. Tapi mungkin perlu ditingkatkan frekuensinya, atau kita evaluasi lagi pola asupannya,” tambah Junie.

Naomi hanya mengangguk pelan. Di luar, dia terlihat tenang. Tapi di dalam, semuanya runtuh lagi.

Perjalanan pulang terasa jauh lebih sunyi. Naomi duduk di dalam mobil, memeluk Davin dengan erat. Matanya menatap keluar jendela, tapi pikirannya jauh.

“Kurang…”

Satu kata itu terus terulang di kepalanya.

“Aku gagal…”

Air matanya jatuh perlahan. Dia menunduk, mencium kepala Davin. “Maaf ya, Nak…” bisiknya lirih. “Mama belum bisa kasih yang terbaik…”

Davin hanya diam. Tidak tahu apa-apa. Tapi justru itu yang membuat hati Naomi semakin sakit.

Hari-hari berikutnya terasa lebih berat. Naomi mulai memaksakan diri lebih keras. Lebih sering feeding. Lebih sering memompa. Lebih sering mengecek.

Setiap tangisan Davin terasa seperti alarm. Setiap gerakan kecil terasa seperti tanda bahaya. Ia mulai kehilangan rasa percaya diri.

“Apa aku kurang?”

“Apa aku salah?”

“Apa aku tidak cukup baik jadi ibu?”

Pertanyaan-pertanyaan itu terus menghantui.

Sampai suatu malam. Hari itu, Naomi pulang dalam keadaan sangat lelah. Tubuhnya pegal. Punggungnya nyeri. Kepalanya berat. Kebetulan juga jihan sedang ada dinas ke luar kota. Jadi di apartemen hanya ada Naomi dan Davin.

Namun malam belum selesai. Davin mulai rewel. Awalnya hanya suara kecil. Lalu semakin keras.

Naomi langsung menggendongnya. “Ssst… iya… iya…” cicitnya.

Naomi mencoba feeding. Tapi Davin dak mau. Ia mencoba menggendong. Masih menangis. Ia berjalan mondar-mandir. Tangisan itu semakin keras.

“Kenapa, Nak…?” suara Naomi mulai bergetar. Ia mencoba lagi, dan lagi.

Namun Davin tidak berhenti. Tangisan itu terus menusuk. Mengisi ruangan. Mengisi kepala Naomi. Sampai sesuatu di dalam dirinya mulai retak.

“DIAM!” suara Naomi tiba-tiba naik.

Tangisan Davin terhenti sesaat. Bukan karena tenang. Tapi karena terkejut. Detik itu Naomi langsung membeku. Matanya membesar.

“Astaga…” bisiknya.

Ia langsung memeluk Davin erat. “Maaf… maaf… maaf ya, Nak…” suaranya pecah.

Air mata langsung mengalir deras. “Aku nggak bermaksud…” isaknya. “Mama capek… tapi bukan berarti Mama boleh marah…”

Davin kembali menangis. Namun kali ini Naomi ikut menangis. Tangisnya pecah dan histeris. Tidak tertahan. Semua beban yang dia tahan selama ini akhirnya keluar.

“Kenapa semuanya berat banget…” isaknya.

Tubuh Naomi gemetar. Pikirannya kacau. Ia merasa gagal. Sebagai istri, wanita, dan sekarang sebagai ibu.

“Aku nggak kuat…” bisiknya.

Malam itu, Naomi terduduk di lantai. Memeluk Davin erat. Menangis tanpa henti karena tekanan dan luka. Itu baby blues yang perlahan menggerogoti dirinya.

...***...

Di sisi lain kota, suasana sangat berbeda. Lampu restoran mewah kembali menyala indah. Zayn duduk berhadapan dengan Anggun. Keduanya terlihat rapi dan elegan. Gelas wine di meja, makanan mahal tersaji.

Memang setelah pertemuan tempo hari, Zayn dan Anggun jadi semakin dekat. Kini mereka diketahui sudah berpacaran selama satu bulan.

“Cheers,” kata Anggun sambil mengangkat gelas.

Zayn tersenyum tipis. “Cheers.”

Mereka makan dan tertawa. Seolah tidak ada beban. Zayn bahkan terlihat lebih santai dibanding sebelumnya. Anggun memang pandai mengambil hatinya, atau Zayn memang sedang butuh seseorang untuk pelariannya dari masalah.

“Steaknya enak banget,” ungkap Anggun sambil tersenyum.

Zayn mengangguk. “Bagus deh kalau kamu suka. Ini soalnya pertama kalinya aku coba makan di restoran ini."

Namun malam itu tidak akan berjalan seperti biasa. Anggun meletakkan garpunya. Mendadak memasang raut wajah serius.

“Zayn,” panggilnya pelan.

Zayn menatapnya. “Hmm?”

Anggun tersenyum kecil. Tapi ada sesuatu di matanya.

“Aku mau kasih tahu sesuatu.”

Zayn mengangguk. “Apa?”

Anggun menarik napas.

“Aku hamil.”

Suasana mendadak sunyi dalam sepersekian detik. Semua suara di sekitar seolah menghilang.

Zayn membeku. “A-apa?” gagapnya tak percaya.

“Aku hamil!" ulang Anggun, kali ini lebih jelas.

Jantung Zayn langsung berdegup keras. Pikirannya kosong. Semua hal yang dia coba lupakan, kembali sekaligus. Bayangan Naomi, tangisan Davin, dan sekarang ini.

“Kamu serius?” tanya Zayn, suaranya berubah.

Anggun mengangguk. “Iya.”

Zayn bersandar perlahan. Kepalanya terasa penuh. Perlahan dia menggeleng.

"Nggak! Nggak mungkin. Kamu pasti bercanda kan?" Zayn mencoba menolak percaya. Berharap semua ini hanyalah bahan candaan Anggun.

1
sunaryati jarum
Berarti Abyan anak Marvin, karena Marvin sudah beristri maka menjebak Zayn,siip deh kalau gitu
sunaryati jarum
Davin segera pulih ya,dan mamamu berjodoh dengan Dokter Junie, serta aktif jadi dokter lagi
sunaryati jarum
Abyan anak yang kurang kasih sayang mungkin bukan anak kandung Zayn,kok sepertinya tak ada ikatan batin
MamDeyh
Wah ternyata ooo ternyata
W I 2 K
sepertinya anak zayn.. itu bukan anak kandungnya...., anak ampucan deh kyknya dengan lainnya.. secara anggun hyper kan
Ass Yfa
Anggun main tuh ama suami orang..Zayn itu ksrma karna fitnah Naomi selingkuh..trs. Abyan bukan ankmu...Anggun aja kegatelan😒😒
Ma Em
Zayn akhirnya dapat karmanya istri yg Zayn dan ibunya bangga banggakan sdh selingkuh dgn teman nya Junie , semoga Davin segera sembuh dan sehat kembali ya .
Rommy Wasini Khumaidi
karma mulai dipetik ya Zayn,dari anggun selingkuh,trs nanti punya anak dari orang lain,apa jangan² Abyan juga hasil dari selingkuhan karena Anggun hyper
Tiara Bella
dunia sempit ya ternyata.....
Ariany Sudjana
Davin bisa dioperasi, dan makin ganteng, juga normal. nah anak kesayangan kamu Zayn, si abiyan? apa itu bukan barang rusak? kalau anggun pelacur murahan, jangan-jangan Zayn kena penyakit kelamin dari anggun 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
wah bener, ternyata anggun itu pelacur murahan 🤣🤣😂😂 pasti abiyan itu anaknya Marvel 🤣🤣😂😂 Zayn Zayn , kamu bodohnya kebangetan, noh Ratna menantu kesayangan kamu itu ternyata pelacur murahan 🤣🤣😂😂 pelacur murahan seperti itu kebanggaan keluarga Hartono ? bukannya yang gitu itu produk cacat ya 🤣🤣😂😂
Ma Em
Semoga Davin cepat sehat dan sembuh dan normal kembali hilang tanpa ada bekas bibir sumbing nya , semoga Zayn menyesal setelah melihat Davin jadi anak yg cerdas dan ganteng dan tentunya membanggakan Naomi juga .
Tiara Bella
Gasss dokter junie cepetan dilamar biar Davin pnya papah baru...
🅰️Rion bee 🐝
eihh nom.. nom jan ngorok yak jaim dikitlah deket dogan takutnya kelepasan tuh orkestra dadakan gegara kurang tidur 🤭🤣..
Ariany Sudjana
Junie yang bukan papa kandungnya Davin saja begitu sayang sama Davin, eh malah papa kandungnya, padahal dokter juga, membuang Davin, dengan alasan barang rusak. hello kamu waras Zayn? itu anak kandung kamu lho, bukan barang produksi pabrik
istianah istianah
bagus banget ceritanya sangat menyentuh sekali,
bahkan aq baca dri awal sampai sekarang sering nangesss,
😭😭 soalnya gak gampang ngurus bayi seperti Davin..
semngatt kak dan sukses selalu novelmu 🥰🥰😘😘
Desau: makasih kak 🤧🥰
total 1 replies
Dewi kunti
Jihan tolong difoto terus dicetak yg besar ,berikan utk hadiah pernikahan nnt🤭🤭🤭🤭🤭
MamDeyh
Swiiittt swiiittt /Drool/
Ma Em
Semoga kehidupan Naomi semakin baik bersama Davin yg makin besar makin menggemaskan dan sehat terus ya Davin .
Piyah
mudah2han bkn anaknya zyn biar tau rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!