NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 24

namun entah mengapa Ara seperti merasa enggan untuk pergi bersama Sarah ia seprti bisa merasakan akan ada sesuatu yang terjadi.

" kayanya aku engga bisa ikut de Sar, aku sibuk banget,aku belum nyucii, strika baju, masak, pokoknya masi banyak deh yang belum aku kerjain." ucap Ara

" udah kamu pergi aja nanti soal urusan rumah saya yang beresin." Jawab Tante Rianti

Mendengar itu Ara tidak bisa lagi untuk menolak ajakan Sarah ia tidak tau harus beralasan apalagi.

" iya ni Ara, massa kamu mau nolak niat baik aku si, aku kan cuma pengen kamu ngerasain jalan - jalan di kota." ucap Sarah berbohong.

" hmm yaudah kalau gitu aku ikut kamu." ucap Ara dengan terpaksa.

" na gitu dong, yaudah nanti siang aku jemput kamu lagi ya, sekarang kamu siap- siap aja, aku juga mau pulang dulu mau siap- siap juga. "

Setelah mengatakan itu Sarah pun berpamitan pergi, Sarah merasa kali ini dia akan menang Dimas akan kembali ke sisi nya sedangkan Ara , Sarah berfikir bahwa ini adalah pelajaran yang pantas Ara Terima karna telah berani merebut Dimas dari diri nya.

Di sisi lain hati Ara seperti bisa merasakan sesuatu yang tidak beres akan terjadi, namun ia tidak enak hati jika harus menolak ajakan Sarah, apalagi Sarah sampai memohon ke tante Rianti agar dirinya bisa pergi bersama Sarah, Ara pun kembali mengirimi Dimas sebuah pesan.

" Dim aku hari ini bakalan ke kota sama Ara soalnya aku engga enak kalu harus nolak ajakan Sarah, tadi Sarah sampai mohon - mohon ke tante Rianti supaya aku bisa ikut bareng dia." isi pesan Ara untuk Dimas

namun saat itu Dimas sedang sibuk banyak pekerjaan di ladang yang harus Ia selesaikan jadi tidak sempat untuk melihat pesan dari Ara, jangan kan melihat pesan Ara untuk sekedar beristirahat sebentar saja Ia tidak bisa.

Saat jam menujukan pukul 12 : 00 Sarah pun kembali ke rumah Ara untuk menjemput Ara dengan menggunakan mobil milik Ayah nya.

" bagaimana Ara kamu udah siap, kita jalan sekarang ya." ucap Sarah saat melihat Ara.

" hmm iya Sar aku udah siap." jawab Ara dengan nada pelan.

Saat mereka akan berangkat tiba - tiba Doni datang dan menyapa mereka, Doni bertanya kemana mereka akan pergi.

" Sarah, Ara kalian mau kemana kok kaya mau pergi jauh." tanya Doni penasaran.

" ini kita mau ke kota kak Don,yaa mau jalan- jalan di sana iyakan Ara." jawab Sarah

" oo gitu yaa." ucap Doni yang merasa ada yang tidak beres dengan gerak gerik Sarah,

" yaudah kalau gitu kalian hati - hati di jalan ya." ucap Doni lagi.

namun sebelum Sarah benar - benar pergi Doni meletakkan sesuatu di bawa mobil Sarah.

akhirnya Sarah dan Ara pun berangkat, di jalan Sarah bercerita tentang bagaimana suasana kota, dan mengatakan bahwa Ara aka bersenang-senang saat mereka sampai nanti.

Ara hanya bisa tersenyum mendengar cerita Sarah, namun dalam hati nya ia merasa benar-benar tidak tenang seperti ada yang menganjal.

" kamu kenapa Ar kok kaya engga senang gitu, kamu engga suka ya sama aku." tanya Sarah saat melihat ada ketegangan di waja Ara.

" engga kok aku cuma lagi mikirin soal rumah aja." jawab Ara berbohong

" kamu tenang aja kan tante kamu udah bilang tadi kalu urusan rumah biar dia aja yang ngurus."

Ara hanya bisa mengangguk dan tersenyum saat mendengar itu.

" oo iya Sar kenapa kamu engga ngajak kak Doni sama Dimas, jadi kita bisa agak ramean." tanya Ara

" Dimas lagi sibuk makanya engga bisa ikut, kalau kak Doni kamu liat sendiri kan tadi dia juga mau ke suatu tempat jadi engga enak kalau gangguin dia, lagian ini juga supaya kita bisa lebih akrab lagi makanya aku cuma ngajak kamu." jawab Sarah

" hmm iya kamu bener juga, mungkin setelah ini kita bisa jadi temen akrab. " jawab Ara dengan senyuman nya yang khas.

namuan Saat Doni sudah melihat Sarah dan Ara pergi tadi Ia bergegas ke rumah Dimas untuk memberi taukan Dimas tentang apa yang tadi ia liat.

" permisi Dim... Dimas.." ucap Doni buru - buru saat sudah sampai di rumah Dimas.

namun yang keluar dari rumah bukan Dimas tapi ibu nya Dimas.

"Ada apa Don kamu kok kaya panik gitu, Dimas nya lagi ke ladang, belum pulang."

" yaudah tante saya nyusul Dimas ke ladang dulu ya, soalnya ini penting."

" penting kenapa Don, ada apa cerita dulu sama ibu." tanya ibu Dimas yang penasaran.

" ini tante Sarah bawa Ara ke kota, tapi kaya nya bukan untuk niat yang baik tante soalnya gerak gerik Sarah tadi mencurigakan banget."

" ya Tuhan Ara, calon menantu saya kok, kok bisa si dia ikut Sarah nanti kalau Ara di apa-apain sama Sarah gimana, yaudah sekarang kamu cepat susul Dimas ke ladang suruh dia untuk nyusul Ara cepet." ucap Ibu Dimas yang panik mendengar perkataan Doni, Ia seakan bisa merasakan bahaya yang akan menimpa Ara.

" yaudah tante saya pamit nyusul Dimas dulu ya."

Doni pun akhirnya menyusul Dimas ke ladang dengan buru - buru, saat sampai di pada Dimas tengah sibuk memetik cabai yang sudah memerah, namuan kegiatan nya itu berhenti saat mendengar Doni yang memangil nama nya.

" Dim.. Dim.. Ara ,Dim. " ucap Doni Saat sampai di tempat Dimas berdiri.

" luh kenapa hah, trus pake bilang Ara, Ara kenapa." jawab Dimas

" Ara di bawa sama Sarah Dim, Ara di bawa ke kota sama Sarah."

" hah serius luh, kapan kok Ara engga ngabarin gua sih." jawab Dimas yang buru - buru mengambil HP nya dan ingin menghubungi Ara, namun sayangnya saat Dimas melihat HP nya ternyata HP nya lowbat karna belum sempat ia cas.

" sialan HP gua mati lagi, mereka pergi nya kapan, kenapa luh engga cegah sih Don."

" mereka pergi sekita setelah jam yang lalu, yaa gua engga kepikiran sampai sana lah Dim." jawab Doni

" Gua harus nyusul mereka sekarang, gua takut kalau Sarah macem-macem sama Ara. "

"Gua ikut, luh jangan khawatir gua udah simpan GPS di bawa mobil Sarah, jadi kita bakalan tau kemana Sarah bawa Ara. " ucap Doni.

Meskipun tinggal di kampung Doni tidak se kolot itu Doni tau alat-alat cangih yang bisa berguna untuk mereka.

" yaudah kalau gitu kita harus cepat-cepat nyusul mereka, ayok sekarang kita pulang siap - siap."

Dimas pun akhirnya menghentikan kegiatan nya dan bergegas pulang untuk menyusul Ara dan Sarah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!