NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Sakit

" Sayang! Bangun ini sudah pagi." Arjuna yang sudah selesai berganti pakaian pun bergegas membangunkan Yura yang masih terlelap dalam mimpi indah nya.

Meskipun mereka tidur menjelang pagi.tapi Arjuna tidak bisa bolos dari pekerjaan nya.ia pun tidak akan membiarkan Yura bolos hari ini karena sudah tahu tentang tugas Yura yang harus segera di kumpulkan lagian hari ini Yura berada di kampus hanya sampai jam sebelas siang.setelah nya Yura masih beristirahat sepuas hati.

" Jam berapa?" tanya Yura dengan suara serak serta mata masih terpejam rapat.

" Jam setengah tujuh,buka dulu mata nya biar bisa lihat sinar matahari yang sudah terik." Arjuna duduk di tepi ranjang menanti istri nya bangun.

Setelah ini ia akan mulai merencanakan agenda bulan madu supaya mereka bisa menikmati kebersamaan sepuas hati tanpa harus memikirkan tugas dan pekerjaan.

Sebenarnya Arjuna tidak tega membangun sang istri! Tapi ia lebih kasihan lagi jika sampai Yura ketinggalan pelajaran dan di kasih nilai buruk oleh Buk Beti.

" Mmmm...Boleh libur kan Mas,Aku capek banget.masih ngantuk juga gara-gara Kamu yang nggak bisa berhenti menerobos goa ku,mana titit nya masih perih lagi.bolos ya hari ini." mohon Yura.

" Udah Kamu berangkat saja, nanti Aku pulang naik ojek." sambung Yura lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya.

Arjuna jadi salah tingkah ketika mata nya tidak sengaja melihat bukit kembar Yura yang melambai indah di bawah sana.belum lagi punggung putih mulus milik Yura berhasil membuat kepala Arjuna semakin pusing.

" Nggak bisa yang! Cepat bangun kita berangkat bareng." Arjuna menarik tangan Yura hingga membuat si wanita mendengus kesal.

Dengan gerakan malas Yura mengubah posisi tidur menjadi duduk di atas tempat tidur.rambut nya acak-acakan namun wajah nya tetap terlihat cantik.

" Ganas sekali Aku tadi malam." Arjuna geleng-geleng kepala melihat banyak tanda merah memenuhi bagian tubuh istri nya.

" Titit Aku sakit kalau di pakai buat jalan." keluh Yura mencari cara untuk bolos.

" Nggak akan sayang,tadi malam sudah Aku oleskan salep." di saat Yura sudah tertidur pulas.Arjuna memang sempat keluar sebentar mencari apotik terdekat untuk membeli salep itu.sebenar nya Arjuna bisa saja meminta anak buah nya untuk membelikan salep nya,namun urung di lakukan dan Arjuna lebih memilih untuk membeli nya sendiri.hitung- hitung bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan kepada sang istri.dengan sangat hati-hati Arjuna mengoleskan salep itu pada milik istri nya .

" Masa? Kamu jadi lihat titit ku dong? Kok bisa Aku nggak tahu?" tanya Yura dengan mata terbuka lebar.

" Kamu tidur,lagian nggak ada salah nya lihat milik istri sendiri,toh Aku juga sudah melihat semua nya."jawab Arjuna santai.

" Ya tetep saja Aku malu ! Kamu sudah hapal bentuk milik ku?" tanya Yura aneh berhasil membuat tawa Arjuna pecah.

Is....Yura semakin kesal lalu melempar bantal ke wajah Arjuna.setelah itu dia memilih kabur masuk ke kamar mandi.begitu melangkah benar saja itu nya sama sekali tidak terasa perih seperti tadi malam.tersisa ada rasa mengganjal.

" Ada saja kata-kata mutiara yang keluar dari mulut nya." wajah Arjuna memerah bak kepiting rebus saat melihat ada bercak darah yang tertinggal di sprai.

Senyuman penuh kemenangan Arjuna persembahkan karena bangga menjadi lelaki pertama untuk istri nya.meskipun ia sudah tahu kalau Yura masih Virgin,tapi setelah melihat bercak darah itu Arjuna semakin senang, bangga dan haru.Yura mampu menjaga diri di tengah minim nya kasih sayang keluarga.dan semakin menggila nya kehidupan di ibukota.

Sementara Yura sedang sibuk membersihkan diri di kamar mandi hotel.

Arjuna lebih memilih menyibukkan diri dengan ponsel bertukar pesan dengan orang-orang kepercayaannya.

Untuk semua keperluan istri sudah ia persiapkan tanpa ada kekurangan.

" Mas! Lapar! Kita nggak sarapan dulu?" tanya Yura ketika mereka sudah sampai di parkiran dan sedang berjalan menuju mobil.

Pagi ini Arjuna sengaja membawa Yura turun dari kamar menggunakan lift khusus yang hanya bisa di akses oleh nya seorang.selain menghemat waktu ia juga tidak ingin melanggar janji nya kepada Yura.

" Sarapan nya di jalan saja ya, makanan nya sudah ada di mobil." kata Arjuna sambil membuka pintu mobil untuk Yura.

Setelah nya ia berpindah ke belakang untuk mengambil makanan yang sudah di siapkan anak buah nya untuk mereka.

Makanan itu masih terasa hangat ketika berpindah ke pangkuan Yura. tak hanya makanan,Arjuna bahkan juga sengaja menyiapkan sebotol susu hangat untuk istri nya lengkap dengan dessert nya juga.

" Siapa yang beliin? Tuyul?" tanya Yura ceplas-ceplos dan Arjuna langsung saja meremas mulut Yura dengan pelan.

Pasal nya Mobil terkunci lalu bagaimana cara nya makanan ini bisa masuk? Begitu lah isi pikiran Yura saat ini.

" Mulut nya! Ini makanan sehat bukan buatan tuyul,memang nya ada tuyul yang bisa masak?" tanya Arjuna aneh nya Yura malah menggeleng kepala nya tanda tidak tahu.

Arjuna mengulum bibir menahan tawa.

tanpa aba-aba dia lalu membantu memasang sabuk pengaman untuk Yura.wajah mereka berdekatan dengan tatapan mata yang saling bertemu.

" Ini mirip sama adegan yang ada di dracin." batin Yura malu-malu harimau.

Cup...

" Mau makan sekarang atau di kampus saja?" tanya Arjuna mengacaukan lamunan Yura.

Eh...Yura salah tingkah.salah satu tangan nya meraba bibir yang baru saja di kecup hangat oleh suami nya.

" Sayang? Kok malah bengong? Mau makan sekarang atau di kampus saja?" tanya Arjuna lagi.

" Oh..Di mobil saja,Aku udah lapar banget.mau jalan ke kampus juga sudah nggak sanggup lagi.mana waktu nya mepet banget lagi." Yura membuka kotak makanan itu dengan begitu antusias.

Hm Arjuna berdehem mulai fokus dengan setir mobil.supaya istri nya bisa makan dengan tenang.Arjuna sengaja melajukan mobilnya sedikit pelan tapi tidak lambat juga seperti siput juga.

" Kamu nggak makan?" tanya Yura sadar kalau suami nya juga belum makan.

" Kamu duluan saja,Aku nanti saja." balas Arjuna tersenyum.

Lagian Yura ini aneh,gimana coba Arjuna bisa makan sementara tangan dan mata nya harus fokus dengan setir dan jalanan.meleng dikit bisa masuk rumah sakit mereka berdua.Arjuna bukan tipe orang yang ceroboh dalam bertindak.

Dasar Yura sangat tidak perhatian sekali jadi istri.

" Mau Aku suapi ?" tawar Yura pada akhirnya tidak tega melihat suami nya menahan lapar karena semalam suami nya lah yang paling kerja keras dalam membuat dedek.

" Boleh kalau Kamu nggak keberatan."

Yura mulai menyendok makanan ke dalam mulut suami nya.satu kotak makanan mereka habiskan berdua.di tengah suasana pagi yang macet ada pasangan suami istri yang sangat menikmati kemacetan ini dengan keromantisan yang tidak sengaja mereka ciptakan.

" Jadi hotel tempat kita menginap itu milik Kamu?" tanya Yura baru ingat soal hotel.

" Milik Kamu juga." jawab Arjuna cepat.

" Nggak! Aku nggak pernah merasa punya hotel.jangan macam-macam Kamu.nanti Papa marah sama Kamu." tolak Yura tidak pernah silau soal begituan.

" Papa nggak akan marah,milik Aku berarti milik Kamu juga.nanti malam kita tidur di sana lagi ya." goda Arjuna sambil tersenyum penuh arti.

Huft....Yura menghela nafas berat. Di balik senyum itu Yura bisa menebak ada maksud lain di balik kata tidur lagi.sekarang saja tubuh nya terasa remuk butuh pijitan tapi Arjuna sudah memikirkan rencana untuk nanti malam.

" Minta uang Mas." Yura mengulur kan tangan setelah mencium punggung tangan milik suami nya.

" Untuk? Kartu ATM Kamu di mana?" tanya Arjuna bingung kenapa istri nya masih minta uang padahal isi ATM yang Yura pegang begitu melimpah.

" Aku lupa ngambil uang.enakan jajan bayar cash dari pada pakai ATM,lama ngantri nya." rengek Yura semakin menggemaskan.

Arjuna tanpa membantah ataupun bertanya lagi langsung saja mengeluarkan dompet nya lalu menyerahkan semua isi nya kepada sang istri.sedangkan Yura tersenyum senang menerima uang dari suami nya .nggak sia-sia Aku goyang dumang tadi malam.dia royal banget sama istri nya.jadi gini rasa nya di nafkahi suami tercinta hhhh.batin nya .

" Jangan numpang di mobil ketua BEM itu lagi." kata Arjuna memperingati istri nya.

" Iya."

Tit...Tit...

" Yura..."

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!