Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Keesokan Harinya.
"Eh iya iPad gue ketinggalan di mobil, gue lupa bawa" gumam Gita
Gita pun langsung keluar dari Unit Apartemen nya menuju ke basement Apartemen.
Ting
Pintu lift terbuka dan dia pun langsung masuk, saat di dalam lift terlihat banyak tombol menyala hampir di setiap lantai.
"Apa apa nih? Barengan banget" gumam Gita yang tidak tau apa - apa.
Gita pun tidak terlalu memperdulikan dan memang Benyak sekali orang yang menuju basement bersama sama.
Ting!
Semua orang yang ada di dalam lift langsung dengan cepat berlari membuat Gita terkejut.
"Kenapa ini?" bingung Gita
Gita keluar dari dalam lift dan melihat sesuatu yang membuat sangat terkejut.
Banyak sekali belanjaan yang mereka beli, setiap orang belanjaan nya sangat - sangat banyak.
"Kenapa ya?" bingung Gita.
"Apa mereka sekarang udah tau juga apa ya?" lanjut Gita
Saat Gita bingung dia bertemu dengan pak Edward.
"Nona Gita" panggil pak Edward
"Iya pak. wih bapa terus belanja ya" ujar Gita
"Iya mbak. Mbak, apa mbak dapat notifikasi dari pemerintah juga?" tanya pak Edward
"Notifikasi? Notifikasi apa?" tanya Gita
"Notifikasi ancaman bencana alam, semua penghuni di gedung ini dapet notifikasinya mbak. Jadi mereka semua langsung belanja besar - besaran deh" jawab pak Edward
"Oh. Saya gak tau pak, saya juga gak dapet notifikasi. tapi mungkin aja saya lagi gak liat jadi gak tau" balas Gita
"oh begitu ya. Yasudah kalo begitu nona, saya pergi dulu ya. permisi" ucap pak Edward
"Ya silahkan pak" balas Gita
Pak Edward pun langsung pergi sembari membawa beberapa belanja nya yang ada di tangannya.
Saat Gita akan masuk ke dalam mobilnya tiba - tiba.
Ding - Keamanan Gedung Di Perkuat, Tahan Bocor, Tahan Gempa. Seluruh Unit Di Dalam Apartemen Ini 100% Aman Dalam Ancaman Bencana Alam Dan Semua Unit Sudah Dapat Notifikasi Bencana Alam Dari Sistem Untuk Menimbun Makanan.
"Pantesan kalo gitu. Semoga aja deh semua unit apartemen ini orang - orang baik, jadi gak ada yang buat rusuh lah" gumam Gita.
Gita keluar dari dalam mobil setelah mengambil iPad nya dan kembali lagi ke unit apartemen nya.
Ting!
Saat pintu lift terbuka semua orang langsung berlari, saat Gita melihat ada pak Edward dia memanggil pak Edward
"Pak maaf" ucap Gita
"Ada apa non?" tanya pak Edward sembari terengah engah.
"Tolong beritahu yang lain ini berita juga untuk bapa, mulai besok jangan ada yang keluar dari apartemen ini. Jika ingin mengambil, menjemput keluarga atau membeli makanan lagi lebih baik hari ini. Karen besok akan ada kemungkinan hujan lebat tanpa henti jadi di usahakan hari ini selesai kan" jawab Gita
"Baik nona saya akan beritahu mereka" balas pak Edward
Gita hanya mengangguk, pak Edward pun kembali berlari mengambil belanjaan nya yang lain.
10 Menit Kemudian
Saat semua orang akan turun kembali ke basement pak Edward berbicara.
"Maaf semuanya, saya ingin memberi tahu sesuatu" ujar pak Edward
"Ada apa pak? Apa ada notifikasi lagi?" tanya Jek
"Tidak ada. Tapi saya hanya ingin memberi tahu, jika kalian ingin membeli makanan lagi beli lah hari ini karena besok akan ada kemungkinan hujan lebat dan akan turun seharian jadi jika ada yang mau membeli makanan atau menjemput keluarganya lebih baik hari ini saja. Besok kalian tetap di rumah" jawab pak Edward
Semua orang mengangguk dan menyetujui ucapan pak Edward karena hari ini saja cuaca sudah mulai sangat ekstrim, dingin nya seperti menusuk ke dalam tukang, membuat mereka semua semakin panik.
Di Apartemen Gita
Gita menyalakan pemanas agar apartemen nya tetap hangat, Gita juga sudah memasukan semua barang - barang yang ada di balkon, seperti tanaman, meja, kursi dan lampu hias dari beberapa hari lalu jadi semuanya aman.
Karena kalo Gita tidak ambil mungkin 2 hari lagi sudah hilang karena di bawa badai.
"Nyaman banget" gumam Gita
Gita membuka pintu balkon dan keluar, angin dingin, langsung menusuk tulang Gita.
Gita melihat ke sana kemari, jarang ada orang yang beraktivitas karena cuaca yang sangat dingin membuat semua sekolah, perkantoran semua di liburkan membuat jalanan sepi sunyi.
"Ini awalnya, ini awal kehancuran. Semoga saja dengan kehidupan baru ini aku bisa bertahan dan, bisa membuat kembali dunia seperti sebelum kehancuran terjadi" gumam Gita
Saat Gita sedang melamun tiba - tiba dia melihat ke depan dan bertatapan dengan Livy.
Gita hanya senyum mendapat tatapan tajam dari Livy.
"Kau mungkin akan selamat dalam beberapa bulan, tapi tunggu setelah makanan mu habis. Bencana sesungguhnya tiba" ucap Gita namun Livy tidak bisa mendengarnya dia hanya melihat senyum seringai Gita
Dan dengan perasaan bahagia Gita menunjukan sesuatu kepada Livy.
Mata Livy langsung membesar, dia melihat kalung yang sangat dia inginkan, dia sangat ingin dapatkan nya kembali.
Dia hanya menikmati kalung itu sebentar saja, jadi dia masih tidak tau keuntungan apa saja yang akan di dapatkan, karena tepat 1 Minggu dia tau rahasia kalung itu dia di khianati oleh keluarga Reza.
Dia di tukar dengan 1 buah mie instan kepada manusia kanibal membuat dia membenci mereka.
Awalnya Livy mendekati mereka lagi untuk mengeruk semua harta Reza namun saat dia ingin beraksi harta Reza sudah habis di bawa Gita membuat dia sia sia mendekati mereka kembali.
Bug.
"Memang jal*ng itu yang ngambil akhhh" amuk Livy
Gita melambaikan tangan dan masuk ke dalam apartemen nya lagi.
Livy hanya bisa mengepalkan tangannya, dia tidak berani keluar dari unit apartemen nya lagi karena dia yakin sebentar lagi bencana alam pertama akan muncul.
"Hahahah seneng banget buat si livy kesel hahah" ucap Gita
"Oh iya gue lupa. Gue belum beli ikan kan, keranjang telur juga belum gue beli. Dasar pelupa. Mendingan sekarang gue beli deh" lanjut Gita.
Gita pun bersiap untuk keluar, dia memakai mantel yang cukup tebal karena suhu di luar sekarang mencapai 1 derajat Celcius, tidak ada air yang membeku tidak ada keanehan apapun hanya ada suhu yang terus menurun.
Dan nanti malam akan ada perubahan yang sangat terlihat.
30 Menit Kemudian
Mobil Gita pun melaju menuju pasar ikan, karena cuaca dingin tidak banyak yang mendatangi pasar ikan ini.
"Siang pak" ucap Gita
"Pagi mbak" balas penjual ikan
"Saya ingin membeli ikan hidup" ucap Gita
"Mbak ingin membeli berpa ikan?" tanya penjual
"Saya mau beli 50 ikan mas, ikan nila, ikan gurame, ikan lele, Sama ikan sirip kuning. saya beli 1 jenis ikan 50 ikan ya. jadi totalnya ada 250 ekor ikan. campur aja ya jantan sama betina. yang bertelur juga boleh" jawab Gita
"Kalo yang bertelur sedikit mahal mbak. Gak papa?" tanya penjual ikan
"Gak papa" jawab Gita
"Jadi berapa semuanya? Saya mau ke sana mau beli yang lain, nanti saya ambil kalo saya udah selesai belanja" ucap Gita
"Oh sebentar ya mbak saya hitung dulu" balas penjual ikan
Beberapa Detik Kemudian
"Jadi total ikan yang anda minta harganya 20 juta rupiah. Saya akan memberikan free 5 kg pakan ikan" ujar pedagang ikan
"Oke. Saya akan langsung transfer ya, saya juga akan menambah pakan ikan 100 kg" balas Gita
"kalau begitu semuanya jadi 25 juta" ucap pedagang ikan.
Gita pun langsung mentransfer kan uang ke pedagang ikan itu.
Gita lanjut lagi mencari ikan yang akan dia beli.
"Wih ada king crab beli aja lah" ujar Gita
"Ini king crab nya berpa ya Bu?" tanya Gita
"1 nya 7 juta neng, lagi murah harganya ini" jawab ibu penjual kepiting
"Saya mau 10 king crab nya, tapi king crab yang hidup ya Bu" ucap Gita
"Ah iya neng, sebentar ya" balas ibu penjual kepiting
"Saya bayar aja dulu ya Bu, nanti saya ambil ke sini kalo udah beres belanja" ujar Gita
"Oh iya neng, sebentar ya" bahagia ibu itu, melihat dagangannya laris manis.
"70 juta neng" lanjut ibu penjual kepiting
"Saya bayar langsung ya Bu" ucap Gita
Gita langsung membayar dan dia juga lanjut mencari ikan lainya.
Gita membeli, ikan salmon, udang, semua jenis kerang, lobster, abalone, gurita, sotong, cumi - cumi dan masih banyak lagi yang dia beli.