apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
Arion kini tengah memangku bos nya menghadap dirinya sendiri
"iooonnnnn aga laper lama banget sih" kesal saga dengan bibir merengut lucu, dan pipinya yang menggembung.
Arion yang melihat itu sungguh dibuat gemas oleh bosnya, ia melingkarkan tangan kekarnya di pinggang ramping bosnya itu dengan erat.
"sabar honey, sebentar lagi nyampe" ujar Arion di dekat telinga saga yang membuat pria manis itu terkekeh geli.
"Ihh ion jangan gitu, aga geli tau" ucap saga dan di hadiahi tawa indah dari Arion
"geli hm??" gumam Arion dan langsung menjilati leher saga yang sedari tadi menggoda imannya.
"nggh ioonnn" desis saga membuat Arion gencar menjilati leher saga.
namun tiba-tiba ada yang membuka pintu tanpa ketuk terlebih dahulu, yaitu seorang wanita yang berdandan mirip seperti ibu-ibu mau ke kondangan.
"DASAR BOTY JANGAN PEGANG CALON SUAMI GW ANJING?!" teriak wanita itu dan langsung menjambak rambut belakang saga
Saga yang dijambak pun langsung terjungkal kebelakang karena pegangan tangan Arion dipinggangnya juga tidak terlalu erat sekali.
"GHEA?!" bentak Arion saat melihat bosnya itu jatuh, saga menangis dengan sesenggukan karena itu terlalu sakit baginya.
tangan saga menelpon Rasya yang kebetulan Rasya tengah berada di jalan yang hendak ke kantor miliknya saga.
"sayang kamu kenapa sih bentak aku, dia boty jijik banget ngapain sih kamu pangku dia? Mending pangku aku" ucap ghea dengan tangan yang membentuk pola abstrak di dada bidang milik Arion
"ck menjijikan" gumamnya, beberapa saat kemudian Rasya sampai dan melihat papanya yang menangis sesenggukan.
"ARION LU APAIN PAPA GUA HAHH?!" teriak Rasya marah lalu hendak menonjok muka Arion namun tangannya di tangan oleh saga yang berada di belakangnya.
"udah hiks pulang yookk aga capek hiks aga juga laper asyaa" rengeknya dan tangannya ia rentangkan ke arah Rasya.
Rasya yang paham langsung mengangkat tubuh papanya dan menggendongnya ala koala.
"shhttt iya nanti beli makanan ya dijalan, kita pulang dulu, Dan lu. Urus jalang lu, jangan menginjakkan kakimu disini lagi jalang" ucap Rasya dengan nada dingin dan datar.
Rasya langsung pergi keluar dari ruangan itu sedangkan Arion ia frustasi "aku bukan kekasihmu jangan panggil aku dengan sebutan menjijikan itu, dan ingat pria manis tadi bukan boty itu bosku dan pemilik kantor ini" ucap Arion lalu pergi keluar meninggalkan ghea.
Ghea yang baru tau ternyata itu adalah pemilik kantor ini, ia pun langsung keluar hendak meminta maaf tapi terlambat karena Rasya sudah mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran mobil di perusahaan Kalandra corp.
beberapa karyawan memandang ghea dengan jijik, karena tadi sempat di beritahu oleh Rasya bahwa ada seorang jalang di perusahaan papanya yang memaksa masuk.
"oh ternyata ini yang Jambak bos kita?" tanya wanita cantik Dnegan senyum remeh kepada teman lelakinya yang berada tepat disampingnya.
"iya, ternyata dia jalang yang disebut tuan muda Rasya?" ujar beberapa wanita lain.
"enaknya di apain yah?"
"gimana kalau bully aja dia ,sesuai kemauan kita karena dia udah nyakitin bos kita guys" teriak perempuan dengan rambut di kuncir.
"ide bagus tuh ayo lah gas" semuanya langsung mengerubungi ghea, wanita itu menangis karena dijambak bahkan tumpahi kopi hingga make up nya luntur.
"akhhh hiks" suara teriakan, tangisan serta tawa dari beberapa orang terdengar di luar kantor.
Arion hanya memandang datar dengan bibir yang membentuk seringai di lantai dua dari jendela ruangannya.