NovelToon NovelToon
Semuanya Menyalahkan Ku

Semuanya Menyalahkan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: DANA SUPRIYA

Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Penandatanganan Saham

Suasana pagi di rumah itu masih terasa mencekam. Rina, istrinya, mendekati Restu dengan wajah masam dan tangan terulur.

"Uang belanja! Bulan ini belum ada setetes pun yang masuk! Mau makan apa kita?!"

Bentaknya ketus kepada Restu yang sedang duduk diam di sofa, perlahan mengeluarkan ponselnya. Jantungnya berdegup kencang namun wajahnya tetap tenang. Ia membuka aplikasi mobile banking.

Saldo yang tadinya menyedihkan, kini tertera angka fantastis dengan banyak nol di belakangnya.

Rp 1.000.000.000,00

Dengan jari yang mantap, Restu mengetik angka 1.000.000 lalu mentransfernya langsung ke rekening istrinya.

Tring!

Notifikasi masuk ke ponsel Rina. Wanita itu mengeceknya dengan malas, namun matanya seketika membelalak.

"Satu... satu juta?!"

Serunya kaget, menatap suaminya curiga.

"Kamu dapat uang dari mana? Kamu pinjam lagi ya?! Awas ya kalau kita makin banyak hutang!"

Restu hanya tersenyum tipis, sangat tenang.

"Pakai saja dulu Bu, itu uang bersih. Jangan khawatir dan bukan dari Pinjaman online"

"Oh"

Belum sempat Rina bertanya lebih jauh, Meisya langsung datang dengan catatan pembayaran kuliah di tangannya.

"Pa, ini bukti tagihannya. Totalnya 4.500.000. Transfer sekarang ya, nanti aku langsung bayar ke bank kampus."

Tanpa banyak bicara, tanpa mengeluh, tanpa berkata "nanti" atau "cari cara dulu", Restu langsung mengambil kertas itu. Ia melihat nomor rekening virtual yang tertera, lalu dengan cepat mentransfer sesuai jumlah yang diminta tepat ke rekening kampus.

TRANSFER BERHASIL.

"Sudah, lihat buktinya,"

Restu bicara santai sambil mengirimkan screenshot bukti transfer ke WhatsApp Meisya.

Meisya ternganga. Ia mengecek ponselnya, lalu menatap ayahnya dengan tatapan tak percaya.

"La... langsung lunas? Pa... Papa dapat uang dari mana sih sebenarnya?"

"Nanti Papa cerita,"

jawab Restu singkat dan tidak mau menanggapi pertanyaan anak gadisnya yang besar ini

Kini giliran Maya yang mendekat dengan wajah manyun.

"Pa, mana uang jajan Maya? Dan tadi ongkos ojeknya mahal lho!"

Restu mengangguk ketika Maya meminta uang untuk ojek online dan uang jajanya sedangkan Restu sudah mengetik pemesanan ojek online

"Ojeknya sudah papa pesan, ongkosnya Papa sudah bayar lewat aplikasi kok, sudah lunas. Ini uang jajanmu,"

Restu tetap bicara sambil merogoh saku celananya yang kotor dan basah. Ia mengambil sisa uang kertas yang ada di sana, meski agak lecek dan basah, jumlahnya cukup lumayan.

Maya mengambilnya dengan kesal. "Huh, cuma segini. Papa pelit sih!"

Kata Maya ketus lalu pergi meninggalkan ayahnya, meski dalam hati ia pasrah karena setidaknya dapat uang.

Restu tidak mempedulikan sikap anaknya. Ia merasa lega, beban di pundaknya hilang seketika.

Tiba-tiba, ponsel Restu berdering. Nomor yang sangat asing dan bergengsi tertera di layar. Ia mengangkatnya.

"Halo, dengan Bapak Restu?"

Suara di seberang terdengar sangat hormat dan formal.

"Benar, saya sendiri."

"Selamat pagi Pak. Saya sekretaris dari Direktur Utama. Bapak diminta datang ke kantor sekarang juga. Ada hal sangat penting mengenai penyerahan 30% saham Perusahaan Angkasa atas nama Bapak. Nanti akan ada pengumuman resmi mengenai pergantian kepemilikan kepada seluruh karyawan."

Restu tersenyum lebar karena apa yang di janjikan sistim pada hari ini terwujud hingga tidak sia-sia pengorbanannya jalan kaki dari hutan ke rumahnya.

"Baik, saya akan segera datang."

Telepon ditutup oleh Restu dengan wajah yang cerah dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya

 'Saatnya tiba!'

Restu segera memesan taxi online premium. Tak lama kemudian, mobil datang menjemputnya. Ia masuk dengan santai, meninggalkan istrinya dan anak-anak yang masih bingung melihat perubahan sikap suaminya.

"Ada apa dengan papa mu?"

Tanya Rina kepada anaknya Meisya yang terkejut kalau papanya mesan taxi online premiun yang kelas mahalnya

"Tidak tahu ma, dan papa mulai boros ma, itu taxi online yang mahalnya bisa sampai dua ratus sekali buka pintu"

"Apa?"

Rina istrinya Restu benar-benar terkejut hingga dia menelepon suaminya tapi dia sendiri tidak punya paket internet hingga dia hanya bisa mendesah

"Ah!, ya sudah nanti kalau pulang saja ku tanya"

Sementara itu Restu menikmati hari pertamanya menikmati hasil jeri payah yang dia dapat dari sistim hingga dia benar-benar menikmatinya duduk di dalam taxi online mewah yang dia pesan

Sesampainya di kantor...

Suasana di lobi perusahaan menjadi heboh. Semua karyawan menatap heran melihat Restu turun dari mobil ojek online yang cukup bagus dan terlihst mewah. Biasanya dia datang naik motor butut, hari ini beda.

"Wah, lihat tuh Pak Restu naik mobil?"

"Iya, kok mendadak gaya gitu?"

Restu berjalan masuk dengan kepala tegak, wibawanya berubah total meski bajunya masih sederhana. Namun karena dia datang melewati jam masuk kerja, dia dianggap terlambat.

Tiba-tiba Mimi muncul dengan gaya sok cantik dan sombong. Ia melihat Restu lalu langsung mencibir.

"Halah... lihat tuh orangnya! Baru dapat untung sedikit gaya jadi berubah! Padahal cuma karyawan rendahan! Telat datang ya? Pantesan naik ojek, malu ya motor disita?"

Ejek Mimi dengan suara keras agar didengar orang banyak dan hal ini juga membuat para karyawan jadi tahu. Sedangkan Mimi terus saja bicara menyindir Restu

"Dasar tidak tahu diri, kemarin bikin masalah, hari ini bikin malu perusahaan!"

Restu berhenti, menatap Mimi datar. Tidak marah, tapi tatapannya membuat Mimi merasa bergidik.

Belum sempat Restu menjawab, Pak Andri datang dengan wajah merah padam.

"Restu! Kamu ini kenapa terlambat?! Kamu pikir kamu siapa?! Karena kejadian kemarin kamu jadi seenaknya?! Saya peringatkan keras, kamu siap-siap saja untuk..."

"Maaf Pak Andri,"

Potong Restu tenang namun tegas menatap pak Andri yang jadi terkejut melihat tatapan dari pak.Restu.yang hari ini tampak begitu beda

"Saya tidak terlambat untuk urusan yang harus saya kerjakan hari ini. Dan sepertinya Bapak tidak perlu marah-marah, karena nanti Bapak yang akan kaget."

"Apa maksudmu?!"

Teriak Pak Andri seolah tidak terima dengan kata-kata Restu hingga dia mendekati Restu untuk memarahinya lagi

Tiba-tiba pintu lift utama terbuka. Seorang pria bergelar Direktur Utama keluar bersama jajaran dewan komisaris. Mereka berjalan tegap dan langsung menghampiri Restu.

Seluruh ruangan hening karena mereka jadi bingung dengan apa yang terjadi hingga Restu hari ini di jumpai oleh direktur utama beserta jajaran komisaris hingga mereka saling berbisik

"Ada apa ?"

"Apa pak Restu buat masalah"

"Tidak tahu jadi kita lihat saja"

Semua orang menatap Restu dan kedatangan direktur utama serta jajaran Komisaris

"Selamat pagi, Pak Restu!"

Sapa Direktur Utama itu dengan sangat hormat, bahkan sedikit membungkuk membuat pak Andri yang ada di dekat Restu jadi terkejut apalagi Restu dengan tenang bicara santai

"Mohon maaf sudah menunggu. Mari kita langsung ke ruang rapat untuk penandatanganan berita acara serah terima saham."

GLEK!

Semua orang menelan ludah bersamaan. Mimi yang tadi mencibir mulutnya ternganga lebar tak bisa ditutup. Pak Andri yang tadi marah-marah kini kakinya lemas seolah mau roboh.

PENANDATANGANAN SAHAM?!

DIREKTUR MEMBERI SALAM HORMAT KEPADA RESTU?!

Dunia seakan berhenti berputar bagi mereka. Keterkejutan terbesar baru saja dimulai!

Orang-orang jadi heboh sedangkan diantara mereka, ada orang yang begitu terkejut

"Ini benarkan pak Restu?"

1
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Restu kasihan banget kamu deh
Risa Istri Yayang
Restu kasihan walau benar tetap di tindas
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Restu percuma kamu debat sama dia
Risa Yayang Cinta Sejati
Sepertinya orang itu bersekongkol dengan orang yang menabrak Restu
@Yayang ♡ Risa
Pemilik mobil mengancam Restu kejam
@Yayang Suami Ris4
Kejam bapak yang menabrak Restu memfitnah Restu
@Yayang Suami Ris4
Restu istrimu maunya menang sendiri
@Yayang Suami Ris4
Restu kamu kasihan banget ya
Yayang Suami Risa
Rina kenapa langsung memarahi Restu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Restu kamu malah cuma di hina
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Rina ngga usah menyalahkan Restu deh
@Yayang Risa Couple Happy
Rina kamu istri durhaka banget
@Yayang Risa Couple Happy
Restu kejar cita citamu
@Me and You Married
Kenapa istrinya Restu menyalahkan Restu
@Me and You Married
Restu ngga usah punya pikiran bunuh diri
ANDANA
Hai sobat baca
tinggalkan jejak sobat ya
makasi
Ya Ris Tak Terpisahkan
Restu istrimu ngga dengarkan penjelasanmu
@ Yayang Risa Selamanya
Restu kamu hidupnya selalu di tindas orang
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan badannya Restu penuh luka malah jalan kaki
Risa Virgo Always Beau
Restu kasihan banget kamu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!