NovelToon NovelToon
Dewa Perang Dan Pendekar Bar Bar

Dewa Perang Dan Pendekar Bar Bar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi
Popularitas:826
Nilai: 5
Nama Author: SecretPenaa_

Dengan bersimbah darah seorang pendekar wanita berjuang sekuat tenaga untuk melarikan diri dari kejaran para prajurit yang masih terus membuntuti nya . Tuduhan pengkhianatan yang di lemparkan seseorang padanya membuatnya terus menjadi buronan di kerajaan tempat tinggalnya .

Hingga dalam kesekian pelariannya di saat nyawanya terasa sudah di ujung tanduk takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda desa yang pada akhirnya menyelamatkan nyawanya . Tanpa diketahui jika pemuda itu sebenarnya merupakan seorang pangeran yang sedang menyamar .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SecretPenaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah ikatan sakral

Suasana di depan gubuk seketika berubah menjadi beringas. Beberapa pria berbadan besar merangsek maju, mencengkeram lengan Nayan dengan kasar dan menyeretnya turun dari teras tanah.

"Jalan! Jangan sok suci kau, perempuan jalang !" maki salah satu warga sambil mendorong pundak Nayan.

Ana yang menangis histeris sambil memegangi ujung baju Nayan, tak luput dari sasaran. Seseorang menyentak bahu kecilnya hingga gadis itu hampir tersungkur.

"Dan anak ini? Lihat wajahnya, sama sekali tidak mirip dengan pria-pria yang tinggal di sini . " teriak seorang wanita paruh baya dengan nada jijik.

"Jangan-jangan ini anak harammu yang kau bawa lari dari tempat asalmu yang kotor itu, hah?"

Mendengar kata anak haram ditujukan pada Ana yang polos, sesuatu di dalam diri Nayan seolah patah. Aura hangat yang selama ini ia bangun seketika menguap, digantikan oleh hawa dingin yang mematikan. Matanya yang tadi berkaca-kaca kini berubah menjadi tajam dan kosong tatapan Sedra sang Dewi kematian.

Nayan mencengkeram pergelangan tangan pria yang memegangnya. "Lepaskan tanganmu ." desisnya, suaranya begitu rendah hingga membuat pria itu merinding tanpa tahu sebabnya. "Atau kau akan kehilangan fungsi tanganmu selamanya."

"Apa kau bilang?! Berani-beraninya kau.."

Pria itu pun menjambak rambut Nayan dengan kasar .

"HENTIKAN!"

Tiba tiba sebuah suara bariton yang menggelegar membelah kegaduhan. Semua orang menoleh ke arah sumber suara itu . Dari balik kabut, dua sosok pria muncul dengan langkah yang sangat berwibawa.

Nayan tertegun. Ia melihat Cakra berjalan di depan, diikuti Riu. Namun, ada yang berbeda. Wajah Cakra tidak lagi terlihat kusam atau kecokelatan seperti biasanya wajah itu kini bersih, menonjolkan garis rahang yang tegas dan aura kepemimpinan yang tak bisa disembunyikan. Nayan sempat terpaku melihat ketampanan yang tersembunyi itu, namun ia terlalu kalut untuk memikirkannya lebih jauh.

Cakra melangkah membelah kerumunan warga, matanya berkilat penuh amarah saat melihat memar merah di lengan Nayan dan air mata di wajah Ana.

"Berani sekali kalian menyentuhnya dengan kasar! " ucap Cakra, suaranya tenang namun mengandung ancaman yang membuat warga mundur teratur.

"Tunggu dulu, Tuan!" salah satu warga mencoba membela diri. "Gadis ini tinggal bersamamu tanpa ikatan! Ini aib bagi desa kami! Dia perempuan tidak jelas !"

"Cukup!" potong Cakra dengan lambaian tangan yang mutlak. "Kalian ingin kejelasan? Kalian ingin aturan?"

Cakra menoleh ke arah Nayan, menatap matanya dalam-dalam seolah sedang meminta izin, meski keputusannya sudah bulat. Ia kemudian kembali menatap warga desa dengan kepala tegak.

"Anggap masalah ini selesai malam ini juga! " ujar Cakra dengan lantang. "Kumpulkan saksi dan pemuka agama kalian. Malam ini, aku akan menikahinya di hadapan kalian semua secara sah."

Dunia seolah berhenti berputar bagi Nayan. Matanya membulat sempurna, jantungnya berdegup kencang karena rasa kaget yang luar biasa.

"Cakra... apa yang kau katakan?" bisik Nayan dengan suara bergetar.

Dia ingin berteriak bahwa ini salah. dia seharusnya sudah pergi, melarikan diri dari takdir ini, bukan justru terikat dalam pernikahan yang akan menyeret pria sebaik Cakra ke dalam lubang maut identitasnya. Namun, di bawah tatapan tajam warga dan perlindungan Cakra yang begitu kokoh, Nayan sadar ia sudah benar-benar terjepit.

Riu yang berdiri di belakang Cakra hanya bisa menghela napas panjang, sembari bergumam pelan ."Takdir memang punya cara yang gila untuk mengikat seseorang."

***

Suasana di dalam ruangan kecil itu begitu sunyi, hingga suara jangkrik dari luar balai desa pun terdengar jelas. Cakra menatap Nayan yang terus menunduk, bahunya bergetar kecil. Di luar, warga sudah tidak sabar menunggu, namun bagi Cakra, dunia seolah berhenti di sini.

Cakra melangkah mendekat, mencoba meraih tangan Nayan yang terasa sedingin es.

"Nayan, lihat aku..." bisik Cakra lembut.

Nayan perlahan mendongak, matanya sembab dan kemerahan. "Kenapa kau melakukan ini, Cakra? Seharusnya kau biarkan saja mereka mengusirku. Itu jauh lebih baik daripada terjebak dalam situasi ini."

"Terjebak ?" Cakra tersenyum getir.

"Kau pikir aku melakukan ini hanya untuk membungkam mulut warga desa? Nayan, aku bersumpah demi langit dan bumi, aku sungguh mencintaimu. Aku menikahimu bukan karena rasa kasihan atau tanggung jawab belaka. Ini adalah keinginan yang sudah lama kusimpan di dasar hatiku."

Nayan menggeleng pelan, air matanya jatuh lagi. "Kau tidak paham, Cakra. Kau tidak tahu apa yang kau pertaruhkan."

"Aku tahu persis apa yang aku lakukan ! " potong Cakra cepat. Ia menggenggam tangan Nayan lebih erat. "Aku bahagia bersamamu, Nayan. Tapi aku juga tidak bisa melihatmu bersedih seperti ini. Jika pernikahan ini terasa seperti penjara bagimu, katakan sekarang."

Cakra melepaskan genggamannya, mundur satu langkah untuk memberi jarak.

"Aku sadar siapa diriku.Aku hanya seorang pengembara yang miskin, pria tanpa nama yang hanya punya sebuah gubuk tua . Dan apa yang aku pikirkan ini.., mana mungkin gadis secantik dirimu mau menghabiskan sisa hidupnya dengan orang sepertiku?

Nayan terisak, tangisnya pecah mendengar kerendahan hati pria di depannya. " Bukan itu, Cakra... Justru karena kau terlalu baik!" jeritnya dalam hati.

"Bukan itu masalahnya, Cakra!" suara Nayan bergetar hebat. "Aku tidak peduli kau pengembara atau pria miskin. Aku tidak butuh kemewahan."

"Lalu apa?" tanya Cakra lembut. "Apa yang membuatmu ingin lari dariku?"

Nayan menatap wajah Cakra yang kini terlihat sangat tampan setelah dibersihkan. " Andai kau tahu tangan ini sudah merenggut ratusan nyawa. Andai kau tahu bahwa calon istrimu ini adalah seorang pembunuh . " batinnya pedih.

"Aku... aku hanya takut aku akan membawa malapetaka bagimu..." bisik Nayan parau.

"Ada masa lalu yang tidak bisa kuhapus Cakra. Jika kau bersamaku, hidupmu tidak akan pernah tenang. Kau bisa kehilangan segalanya... bahkan nyawamu."

Cakra justru tertawa kecil, sebuah tawa yang penuh keberanian. Ia kembali mendekat dan mengusap air mata di pipi Nayan dengan ibu jarinya.

"Nyawaku sudah kuserahkan padamu sejak pertama kali aku menyelamatkanmu, Nayan. Jadi, jangan bicara soal kehilangan. Jika dunia ingin memisahkan kita, mereka harus melaluiku terlebih dahulu."

Cakra menatap dalam ke mata Nayan. "Jadi, bagaimana? Apakah kau bersedia menerima pengembara miskin ini sebagai suamimu? Bukan karena terpaksa oleh warga, tapi karena kau ingin bersamaku?"

Nayan tertegun. Di hadapkan ketulusan yang begitu murni, jiwa Sedra dalam dirinya seolah lumpuh. Ia tahu ini adalah kesalahan besar bagi keselamatannya tapi hatinya tak bisa lagi berbohong.

"Iya Cakra..." bisik Nayan akhirnya.

"Aku bersedia. Meski aku tahu, mungkin suatu saat nanti kau akan menyesali keputusan ini."

"Tidak akan pernah!" jawab Cakra mantap.

"Ayo, mereka sudah menunggu kita."

Cakra membimbing Nayan keluar menuju aula balai desa di mana takdir baru yang penuh rahasia dan bahaya telah menanti mereka berdua di balik janji suci pernikahan.

Asap dupa membubung tinggi di aula balai desa. Pendeta Agung mengangkat tangannya, suaranya berat dan mistis saat merapalkan doa-doa kuno yang panjang.

Cakra terlebih dahulu mengucapkan sumpah pernikahan "Aku bersumpah di depan langit dan bumi, untuk menjagamu dalam suka maupun duka, sampai nafas terakhirku kembali ke tanah."

Nayan hanya bisa mengangguk dengan air mata mengalir, sementara Pendeta memercikkan air suci ke kening mereka berdua. "Maka dengan ini, kalian telah menjadi satu jiwa ! "

Riu berdiri bersandar pada pilar kayu sambil memijat pangkal hidungnya. Ia menatap langit-langit aula dengan tatapan kosong, seolah-olah sedang mencari jawaban dari dewa kenapa nasibnya jadi seperti ini.

Seorang prajurit bawahan mendekat dan berbisik cemas.

"Tuan Riu... apa kita benar-benar diam saja? Pangeran Mahkota baru saja menikah dengan gadis itu . Bagaimana jika Raja Indra tahu?"

Riu Menghela napas panjang sampai bahunya merosot .

"Raja tahu? Heh, kalau Raja tahu, kepalaku yang bakal pertama kali dipajang di gerbang istana ."

"Lalu kenapa Tuan tidak mencegahnya tadi?" Tanya prajurit itu .

Riu pun memicing tajam ke arahnya . "Mencegah katamu? Apa kau pikir pangeran Cakra itu bayi yang akan menurut jika aku menghentikannya ? Dia akan menebas leherku jika aku sampai berani mengacau ."

Riu melihat Cakra yang sedang menatap Nayan dengan tatapan penuh cinta . Riu langsung membuang muka sambil bergidik.

"Aduh.., lihat itu... matanya sampai mau copot saking sayangnya. Sepertinya Pangeran kita ini benar benar sudah gila . Misi berburu koruptor malah jadi misi berburu istri. Benar benar sangat efisien sekali pangeran..."

"Lalu sekarang apa, Tuan?" Prajurit itu masih menempel di belakang Riu membuat Riu seketika kesal .

"Sekarang? Sekarang kita pulang ke gubuk. Aku yang harus bangun tenda di luar, nyamuk-nyamuk hutan akan pesta pora di badanku, sementara mereka asyik menjadi pengantin baru di dalam . "

Riu menegakkan tubuhnya dengan malas, lalu menepuk pundak prajurit itu.

"Ayo jalan. Siapkan mentalmu ! Besok-besok jangan kaget kalau tiba-tiba Pangeran meminta kita untuk mencarikan susu bayi di tengah hutan hanya karena dia terlalu semangat membangun masa depan . Aku sudah pasrah ! dunia ini memang sudah gila."

Bersambung....

🌵🌵🌵🌵

1
Rabbella Saputri
cakep 😍
Rabbella Saputri
ceritanya bagus thorr 😍 semangat trus 💪😍
SecretPenaa_: siappp 👍🏻 maksihhh ya udah mau baca 😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!