NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:156.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: iin al-arief

Alifa Maulidia Mahendra .

Gadis cantik nan anggun yang biasa di panggil Alifa itu harus merasakan pahitnya cinta .
Ia di putuskan pacarnya dengan tanpa alasan yang jelas saat dia masih duduk di bangku kelas 2 SMA , dan tentu saja hal itu membuat Alifa sedih , namun belum genap satu bulan Alifa putus dari pacarnya , tiba-tiba saja ada seorang pemuda tampan yang melamarnya , yang tak lain pemuda itu adalah Hafiz , anak dari sahabat ayahnya .
Dan dengan berat hati Alifa menerima lamarannya atas permintaan ayahnya sekaligus Alifa ingin segera move on dari mantan pacarnya .

Dua tahun berlalu...

Setelah Alifa Lulus SMA , Alifa akan di nikahkan dengan tunangannya , Hafiz .
Namun... lagi-lagi Alifa harus merasakan pahitnya cinta dan sakitnya penghianatan , karena tepat di hari pernikahannya , Hafiz datang dengan seorang perempuan yang tengah hamil dan mengaku sebagai istri Hafiz .

Akankah Alifa akan tetap melanjutkan pernikahannya dengan mengganti pengantin pria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iin al-arief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Waktu menunjukkan pukul sebelas malam , namun mata Alifa masih begitu enggan untuk di pejamkan .

" Kak Fardan lama banget sih di ruang kerjanya , apa dia begitu sibuk sampai-sampai jam segini dia masih kerja ." gerutu Alifa .

" Atau... mungkin Kak Fardan tidur di kamar sebelah kali ya , tapi kan dia sendiri yang ngelarang aku untuk tidur di kamar yang terpisah , astagfirullah... kenapa aku malah jadi kepikiran dia terus sih , lagian nih mata kenapa juga sulit banget untuk di pejamkan ." oceh Alifa pada dirinya sendiri , sehingga dia tidak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan nya dari celah-celah pintu kamarnya yang tidak tertutup rapat .

Fardan hanya tersenyum kecil mendengar ocehan istri kecilnya itu .

Dengan pelan dia mendorong pintu kamarnya , seketika itu pula Alifa langsung memejamkan matanya ,dia berpura-pura seakan akan sudah tertidur pulas .

" Ternyata dia pandai sekali berpura-pura ." batin Fardan sambil tersenyum simpul .

Fardan mematikan lampu tidurnya dan ikut memasukkan tubuhnya di selimut yang sama dengan istrinya .

Fardan menatap wajah cantik Alifa yang berada di hadapan nya .

Cup

Fardan mengecup kening Alifa cukup lama sembari memejamkan matanya ,seakan menikmati ciuman nya .

Membuat sang empunya terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya .

" Selamat tidur istriku , semoga mimpi indah ." bisik Fardan .

Bekas ciuman di keningnya masih terasa hangat , sehingga membuat jantung Alifa berdetak hebat , seakan ingin melompat dari tempatnya .

" Haduh... kenapa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya ya , berasa mau lompat keluar saja ." batin Alifa .

"Maafkan aku... karena aku telah lancang mengambil ciuman pertamamu ." bisik Fardan lagi .

Dia pun memejamkan matanya .

Keesokan harinya , Alifa tengah memasak di dapur , Fardan datang dan mendekatinya .

" Kamu sedang masak apa ? " tanya Fardan .

" Nasi goreng pedas kesukaanmu ." jawab Alifa tanpa menoleh ke arah suaminya .

" Mau ku bantu ."

" Tidak usah , sebaiknya Kak Fardan membersihkan diri dulu ,hari ini kan Kak Fardan ke kantor , dan aku sudah menyiapkan baju kantor Kak Fardan di atas tempat tidur ."

" Baiklah aku ke atas dulu , dan terima kasih sudah mau menyiapkan bajuku ."

" Kak Fardan tidak perlu berterima kasih , karena itu memang sudah menjadi tugasku sebagai seorang istri ." Fardan pergi ke kamarnya dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya , dia bahagia karena meskipun Alifa masih belum mencintainya namun setidaknya Alifa sudah mau menerimanya sebagai suami .

Tak butuh waktu lama Alifa sudah selesai menata masakannya di atas meja .

Dia pun bergegas pergi ke kamarnya untuk memanggil suaminya sarapan , namun baru saja dia melangkah tiba-tiba terlihat Fardan tengah berjalan menuruni tangga .

Alifa duduk kembali dan mengambilkan nasi untuk suaminya .

" Terima kasih... " ucap Fardan .

" Sama-sama ." jawab Alifa sembari menuangkan air ke gelas Fardan .

Setelah selesai sarapan , Fardan pun pamit untuk berangkat ke kantor .

" Aku pergi dulu ya , baik-baik di rumah dan kamu tidak boleh pergi tanpa seizinku ."

" Iya , Kak Fardan tenang saja , tapi boleh kan... jika aku mengajak temanku main kesini ."

" Boleh ."

" Aku antar sampai depan ya ."

"Hemmm ." Fardan hanya berdehem .

" Oh ya , mungkin Art nya akan datang hari ini . "

" Oke , Kak Fardan hati-hati ya di jalan ."

" Hemmm , aku pergi ." baru saja Fardan melangkah namun Alifa menghentikannya .

" Tunggu... " ucap Alifa .

" Ada apa ? " tanya Fardan yang sudah membalikkan badannya .

Alifa mengambil tangan Fardan dan mencium punggung tangannya , hal itu membuat Fardan terkejut sekaligus senang . Dia pun meraih kepala Alifa lalu mencium keningnya .

" Assalamu'alaikum ." Fardan mengucapkan salam .

" Wa'alaikum salam ." jawab Alifa sembari tersenyum manis .

Setelah mobil yang di kendarai suaminya telah hilang dari pandangan nya , Alifa memilih pergi ke kamarnya .

-----

ARM Group...

Sesampainya di kantor , Fardan langsung masuk ke perusahaan dan menuju aula dengan di ikuti Kevin di belakangnya .

Mereka pun di sambut oleh semua karyawan yang sudah berkumpul atas perintah dari Riko tentunya .

Fardan dan Kevin berjalan mendekat pada Riko yang kini tengah menunggu mereka , Fardan duduk di samping Riko .

Setelah semuanya berkumpul , Riko pun berdiri dan langsung menyampaikan maksudnya mengumpulkan mereka semua di aula .

" Selamat pagi semuanya , mungkin kalian bertanya-tanya mengapa saya mengumpulkan kalian semua mendadak di sini ." Ucap Riko yang hanya di balas anggukan oleh semua karyawannya .

" Baiklah tanpa basa basi lagi saya akan mengumumkan bahwa mulai hari ini posisi saya akan saya serahkan kepada menantu saya yang bernama Fardan ." Sambung Riko dan Fardan yang sedari tadi duduk langsung bangkit dari duduknya .

Ya... memang sebelumnya , tidak ada yang tau kalau Fardan adalah anak angkat Riko , mereka semua mengira bahwa Fardan hanya wakil Riko , karena memang Riko tidak pernah memperkenalkan Fardan sebagai putranya melainkan hanya sebagai wakil nya sekaligus orang kepercayaannya yang selalu menjadi penggantinya di saat Riko pergi ke luar kota .

" Selamat pagi semuanya , mulai hari ini saya akan mengambil alih kepemimpinan perusahaan ini , dan saya harap kalian bisa membantu dan bekerja sama dengan saya ." Ucap Fardan dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya .

Setelah itu semua karyawan pun berdiri dan bertepuk tangan dengan senyuman mereka .

" Karena semuanya sudah jelas , saya harap kalian bisa menerima keputusan ini , kalau begitu kalian bisa melanjutkan pekerjaan kalian kembali ke tempat masing-masing ." Ucap Riko yang di angguki oleh semua karyawannya .

Dan setelah itu karyawan kembali ke tempat mereka masing-masing , begitu pula dengan Riko yang berjalan ke ruangannya yang di ikuti oleh Fardan dan Kevin di belakangnya .

Mereka pun sampai di sebuah ruangan yang cukup besar dan mereka duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu .

" Mulai hari ini ayah percayakan perusahaan ini pada kamu Fardan ." Ucap Riko sembari tersenyum .

" Iya terima kasih yah , ayah sudah mempercayakan perusahaan ini kepadaku dan insya allah aku akan berusaha sebisaku untuk membuat perusahaan ini akan bertambah maju di bawah kepemimpinanku ." Ucap Fardan sambil tersenyum .

" Baiklah Fardan , ayah percayakan semuanya pada kamu , kalau begitu ayah pamit undur diri ya ." Ucap Riko yang langsung bangkit dari duduknya .

" Baiklah yah , ayah hati-hati di jalan ." Ucap Fardan yang juga bangkit dari duduknya .

Riko pun keluar dari ruangannya itu , yang kini sudah menjadi ruangan Fardan .

Setelah kepergian Riko , Fardan duduk kembali .

" Hei... duduklah , apa kamu tidak lelah berdiri terus sedari tadi ." Ucap Fardan asistennya yang sedang berdiri tak jauh darinya .

" Baik tuan..." Ucap Kevin sembari duduk di samping Fardan .

" Aish... aku kan sudah bilang , tidak usah seformal itu jika hanya ada kita berdua di ruangan ini , atau.... "

" Ya ... baiklah , ku mohon jangan potong gajiku ,tadi itu aku hanya bercanda ." Ucap Kevin memotong pembicaraan sahabatnya sekaligus atasannya itu ,karena dia tau kemana arah pembicaraan Fardan .

" Mentang-mentang atasanku , dia seenaknya saja mengancamku ,untung dia sahabatku coba kalau bukan ,sudah ku jitak tuh kepalanya ." Batin Kevin .

-

-

-

-

-

**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN , DAN VOTE .

KARENA DUKUNGAN DARI KALIAN SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR .

TERIMA KASIH...😉😉😉**

1
Eko Priyosantoso
Ifan itu yg dipeluk
Evi Andriani
lanjutt thorrrr
Iin Al-arief
semangat terus ea thorrr...
Iin Al-arief
semangat terus ea thorrr...
Piet Mayong
semanggad thor...
aku tunggu konflik berikutnya...
Riris Ayu
masa baru Smp udah pd pacaran sampe tunangan segala
Rahayu Pus
eh jebule lif seng ank kandung tho
Rahayu Pus
kek nya Al bukan ank kndung niiih....jgn 2 abang2 nya pada demen Ama si dedek
Dinakan✨
widianya aja gak mau ngaku
Dinakan✨
aku kurang suka Ama sikapnya Alifa Thor tapi bagus alur ceritanya
Avissaakas
mantab...lanjut
.
ifan
Maniem May
Jangan-jangan selama ini yg kirim pesan fardan ya...
Piet Mayong
makin kerennn
Eni Nurul Aini
memang gk batal di gendong terus lgsug sholt.🤭
miss ®u®i
critamu bagus thor.. semangat selalu yaa.. ak sllu tggu update darimu... ❤️
Winda Noor Ilham
lanjut
Marlina
kyknya Alifa anak angkat
Piet Mayong
masih abg banget baru begthu ajah udah cemhuruannn....
Mulyadi Boma
lama Up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!