NovelToon NovelToon
Obsession

Obsession

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Badboy / Obsesi / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

Karena sebuah ciuman Gibran jadi terobsesi dengan Diandra.

Sebuah ciuman yang membuat Gibran ingin memiliki Dirandra seutuhnya dan hanya untuknya.

"You're my baby Diandra"

Obsesi gila yang menuntut Gibran untuk segera menikahi Diandra sebelum orang lain merebut gadis itu darinya.

Dan obsesi gila yang membuat Gibran nekat melakukan apapun untuk membuat Diandra menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Pergi

Berkali-kali Gibran mengetuk pintu sambil berusaha memanggil Diandra yang mengurung dirinya di kamar setelah melihat berita yang menghancurkan hatinya. Rasa takut menghantui Gibran hingga dia mengabaikan semua panggilan telpon yang masuk dan hanya fokus pada Diandra yang belum juga keluar.

Suara isakan yang terdengar membuat Gibran merasa semakin bersalah juga cemas, meskipun sudah lama dia yakin kalau hal itu menyakiti Diandra. Berita sialan yang kembali muncul ketika dia dan Diandra sedang penuh dengan kebahagiaan.

Siang tadi Diandra melihat beritanya melalui ponsel miliknya dan hal itu membuat dadanya sesak bukan main lalu berlari ke kamar dan menguncinya.

"Diandra sayang buka pintunya dan biarkan aku bicara"

Suara Gibran hampir terdengar putus asa, tapi dia tidak mau pergi meski hanya sebentar. Tangannya tidak lelah untuk mengetuk pintu dan mulutnya pun tidak lelah untuk memanggil Diandra.

"Jangan menangis sayang"

Di dalam sana Diandra menutup wajahnya dengan bantal untuk meredam tangisnya. Selain foto yang menyakiti hatinya dia juga membaca beberapa komentar yang menusuk hatinya.

Entah istrinya wanita keberapa yang dia tiduri

Aku fikir dia sudah berganti-ganti pasangan

Apa istrinya juga wanita club malam yang dia tiduri hingga hamil?

Aku yakin istrinya juga sama saja dengan wanita yang pernah dekat dengannya

Dadanya sesak sekali sekarang dia juga mendengar ponselnya yang terus berdering juga ketukan yang tidak pernah berhenti. Nafas Diandra tidak beraturan karena isak tangisnya dia ingin berteriak.

Entah berapa lama hingga dia mendengar suara seruan dari luar yang dia tau milik siapa.

"GIBRAN!"

Mertuanya mendadak Diandra cemas dia takut kalau Gibran akan dipukul, tapi dia tidak mau keluar dan melihat wajah suaminya.

Tidak untuk sekarang.

Kembali pada Gibran yang menoleh ketika melihat orang tuanya datang dan menatapnya dengan tajam. Gibran tidak takut dia akan membiarkan kalau Farhan memukulnya lagi.

"Ikut Papa Gibran!" Kata Farhan

"Pa aku harus bicara dengan Diandra." Kata Gibran pelan

"Ikut Papa sekarang!" Bentak Farhan

Menghela nafasnya pelan Gibran mengikuti langkah kaki Farhan yang mengajaknya turun. Di atas Dara mengetuk pintu dan meminta menantunya agar keluar.

"Sayang ini Mama buka pintunya Gibran sudah pergi sama Papa." Kata Dara sambil mengetuk pintu

Tidak ada sahutan, tapi beberapa saat setelahnya pintu kamar terbuka membuat Dara segera masuk dan memeluk menantunya. Tangis Diandra kembali terdengar membuat Dara memeluknya dengan erat sambil mengumpat pada anaknya yang membuat wanita sebaik Diandra menangis.

Isakan terdengar keras membuat Dara mengusap punggungnya dan mengaja Diandra untuk duduk. Dengan penuh kelembutan Dara menghapus air mata menantunya.

"Mama... Kak Gibran... dia jahat..."

Tangisan Diandra semakin deras hingga nafasnya terengah dan membuat Dara cemas melihatnya.

"Hey tenang sayang Mama disini." Kata Dara sambil mengusap punggungnya dengan lembut

Nafas Diandra semakin tak beraturan membuat Dara semakin cemas dan bergegas mengambilkan minum yang ada di nakas.

"Minum sayang"

Dengan dibantu Dara dia meminum air yang diberikan mertuanya dengan perlahan, sesak.

"Mama sesak..."

Semakin cemas Dara meminta Diandra untuk berbaring dan menghapus air matanya dengan lembut.

"Mama disini sayang Mama disini." Bisik Dara

Diandra menangis lagi membuat Dara menghapus air matanya dengan penuh kelembutan.

Disisi lain Gibran berusaha menjelaskan semuanya pada Farhan tentang foto lama itu dan bagaimana semuanya bisa terjadi. Berkali-kali Farhan memijat dahinya karena merasa pusing dengan semuanya.

Semua tetap salah dan sekarang pun sama entah itu foto lama atau baru tetap saja Diandra terluka. Sekarang mereka cemas dengan Diandra yang mungkin saja kabur atau mengalami hal buruk ketika kehamilannya.

"Pa kumohon biarkan aku menemui Diandra sekarang, aku benar-benar harus bicara padanya." Kata Gibran dengan raut wajah memelas

"Setelah ini Mama akan bawa Diandra pergi selesaikan masalah kamu sebelum menemui dia." Kata Farhan

"Pa jangan begini." Kata Gibran

"Lalu apa?! Biarkan Diandra tenang selesaikan masalah kamu dan jangan berani menemui Diandra sebelum semuanya selesai! Dia sedang hamil kalau kamu lupa." Bentak Farhan

Gibran mengumpat sambil mengusap kasar wajahnya, tidak peduli meski dia melakukannya di hadapan Farhan sekarang.

"Ahh brengsek!"

Tak sampai disitu seruan Dara dari atas membuat mereka berdua bergegas menaiki tangga dan pergi ke kamar. Sampai disana wajah Gibran semaki panik melihat Diandra yang memejamkan matanya.

"Diandra"

"Pa kita bawa ke rumah sakit atau klinik, cepat." Kata Dara cemas

Farhan mengangguk dan Gibran langsung menggendong Diandra smabil berusaha memanggil namanya pelan. Memasuki mobil Farhan melajukan mobilnya secepat mungkin dan pergi ke klinik karena itu yang terdekat dari villa.

Sekitar sepuluh menit mereka sampai dan Gibran langsung membawa Diandra masuk ke dalam klinik. Kepalanya pusing sekarang dia takut kalau sesuatu sampai terjadi pada Diandra.

Dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.

Selagi menantunya ditangani Dara menghampiri anaknya dan memukul lengannya berkali-kali.

"Mama bilang berhenti main-main Gibran! Mama bersumpah tidak akan memaafkan kamu kalau menantu dan cucu Mama sampai kenapa-kenapa." Kata Dara marah

Gibran hanya diam dia menunggu sampai akhirnya seorang wanita dengan jas putih keluar dari ruangan.

"Bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Gibran cemas

"Dia sedang hamil jangan biarkan dia terlalu banyak berfikir apalagi stress itu bisa membahayakan janinnya." Kata wanita itu

"Boleh aku masuk?" Tanya Gibran

"Tentu anda suaminya." Katanya sambil tersenyum

Tanpa banyak bicara Gibran masuk ke dalam dan melihat Diandra yang masih memejamkan matanya.

Diusapnya dengan lembut tangan Diandra hingga dia merasakan tangan itu bergerak dan ketika Gibran mendongak mata Diandra perlahan terbuka.

"Diandra"

Melihat suaminya Diandra terdiam dan berusaha menarik tangannya, tapi Gibran menahannya.

"Diandra"

Diandra mengalihkan pandangannya dan terus berusaha menarik tangannya, jangan sekarang dia tidak mau bicara dengan suaminya.

"Diandra ayo kita pergi"

Suara itu bukan dari Gibran, tapi Dara yang baru saja masuk ke dalam bersama dengan Farhan.

"Mama"

"Diandra pergilah sama Mama." Kata Farhan

Diandra mengangguk dan menatap Gibran yang tengah menatapnya dengan mata berkaca-kaca sambil menggelengkan kepalanya pelan.

"Diandra"

Tapi, Diandra malah menarik tangannya dan dengan dibantu oleh Dara dia turun dari ranjang.

Meninggalkan Gibran.

¤¤¤

Nih satu lagi😆

Kemaleman gak yaa inii😂

1
Shifa Burhan
novel ini bagus tapi author masih ikut cara konflik klasik seorang wanita
ini konflik klasik
*jika pemeran utama wanita (istri) buat salah, kalian akan tutupi dengan pemeran utama pria (suami) dibuat emosi dan buat kesalahan jadi jatuh nya ujung2 sang suami lah yang minta maaf
*jika sang suami yang membuat salah, suami yang berjuang untuk minta maaf dan memiliki memperbaiki kesalahan

ini saran sikit
*jika suami buat salah pasti akan dibuat menyesal, dapat balasan, minta maaf, berjuang dapat kesempatan, dan memperbaiki kesalahan
*yang harus adil juga jika pemeran utama wanita buat salah harus juga dia dibuat, menyesal, minta maaf dan berjuang ini baru novel yang adil

ini dia konflik yang kurang adil menurut aku
*diandra diam saat mau dicium sagara tapi kesalahan diandra ini kalian tutupi dengan kalian buat gibran berbuat salah yang ujung2nya gibran yang merasa bersalah, menyesal, dan minta maaf
*diandra memaksa ingin menemui pria lain, ini kesalahan sadar tidak diandra sudah tidak peka dan melukai perasaan suaminya tapi novel ini malah anggap ini lucu2an dan bukan masalah
Maria Mahdalena Manalu
aku sangat suka banget sama karakter diandra 😍🤩🤩
Dwie adja
ok
Sundari
Aku baca bagian ini jadi sedih dan nangis. Sedih karna ga ada sosok kakk/abang kayak gavin di keluarga aku. Pengen punya abang/adik yg kuak gavin. Perhatian dn sayang sama adek-adek nya
Surati
Gibran dengan cintanya yang tulus untuk Diandra yang masih trauma dengan perceraian orang tuanya, akhirnya karena dengan ketulusan cinta bisa mendobrak hati Diandra yang terluka. semoga berbahagia selalu
rinny
ceritanya sang apik, romantis, AQ suka novel yg bergenre kaya gini.
putia salim
diandra yg sekarang emang pemaaf👍
putia salim
😍😍
putia salim
kalau akur gitukan seneng liatnya
putia salim
hmmmm🤦‍♀️udah ditolak masih aja ngethek
putia salim
gw aq yg cm baca ikutan kuciwo
putia salim
lagian gibran jg...
siapa coba wanita yg g marah,kecewa,dan salah paham kalau suaminya berbohong brpelukan sm mantan di depan istrinya pula
Rina
cinta itu atas dasar kepercayaan.. kalau ngga bisa percaya gimana mau cinta.. buktikan dulu jauhi para cabe, pelakor, ayam dll
Rina
melihat posisi diandra jelas tidak akan percaya sama gibran.. apalagi terkenal sebagai playboy..
putia salim
lebay....🤦‍♀️
putia salim
kalau gw jd gibran auto udah gw sumpel tu mulut pakai sabel setan,
kesel gw,mana ada nyidam ky gitu🤦‍♀️
putia salim
utututuuuu....emesss🤗
putia salim
cb suami gw ...past udah hmmmm🙆
putia salim
yeeeee....baikan👏👏😁
putia salim
anetta minta di🔨🔨⛏️⛏️⛏️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!