Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13 Kebimbangan Aliya
BBBRRRRAAAAAKKKKKKKK.............Sebagian uang yang ada didalam amplop berceceran keluar entah berapa jumlahnya.
Sebenarnya mama Aliya tidak begitu terkejut dia sudah tau amplop dan uang itu adalah yang sengaja dia tinggalkan di kursi sewaktu berkunjung ke rumah dokter Banyu. Karena tawarannya di tolak mentah mentah oleh ibu Banyu, mama Aliya pikir dengan meninggalkan uangnya disana mungkin akan diterima siapa tau ibu Banyi gengsi saja, bayangkan siapa sih yang gak mau uang dua ratus lima puluh juta secara gratis ya cuma memang syaratnya ibu Banyu harus membuat Banyu putus dari Aliya.
" Mama to udah keterlaluan selama ini Aliya diam karena Aliya yakin bisa menyakinkan mama dan papa dengan kerja keras dan usaha kita berdua tapi apa yang mama lakukan sama saja menghina keluarga Banyu kalau kayak gini Aliya malu ma..... Ketemu mereka mau di taruh dimana muka Aliya, kali ini mama sudah kelewatan." Aliya sambil menangis mengatakan semua unek uneknya pada mama nya.
Sementara itu mama cukup santai mendengarkan dan belum menanggapinya malah mama sok sibuk dengan bunga bunga dimeja sampai merangkainya.
" Mama tau kan Aliya sayang Banyu kurang apa coba Banyu dimata mama dan papa dia lelaki pekerja keras dan pastinya dia sangat sangat menghormati Aliya mama dan papa, dimana lagi Aliya akan mendapatkan pria baik seperti dia Ma....tolong Ma....ngertiin Aliya ijinkan Aliya menikah dengan Banyu." Aliya terus berusaha membuat mamanya memahami perasaanya.
" ALIYA.......sekarang kamu yang dengerin mama kamu pikir semua kejadian yang menimpa keluarga Banyu itu wajar!! Kamu pikir mama gak tau kasus Banyu di klinik dan juga kasus bapaknya disekolah oh ya dan juga ketering mama tau semua. " Dengan santainya.
ALIYA KAGET dengan mendengar perkataan mamanya dia langsung terjatuh dikursi badannya tiba tiba lemas.
" Ma jangan bilang semua itu rencana papa dan mama, kalian sengaja bayar orang untuk buat masalah dengan mereka supaya apa ma.....mereka gak ada salah lho sama papa sama mama, tega ya kalian ngelakuin ini."
TIBA-TIBA PAPA DATANG DAN........
" Aliya semua itu tergantung kamu mau papa lanjutkan kasusnya atau papa hentikan sampai disini ya mungkin Banyu bisa kehilangan ijin prakteknya ah dan juga bapaknya yang guru itu bisa di pecat atau di suruh pensiun sekarang, papa sudah bilang ke kamu kan jika Banyu berusaha dengan keras papa akan jauh lebih keras berusaha menjadi martabat keluarga kita."
" Martabat macam apa yang papa jaga papa tega melakukan hal keji seperti ini Aliya gak sangka papa setega itu."
" Aliya kamu itu satu satunya putri papa penerus keluarga ini haruslah berasal dari keluarga yang jelas terpandang dan terhormat sejajar dengan keluarga kita, kamu sudah tau kan sekarang terserah kamu mau lanjutkan permainan ini sampai disini atau sampai dipengadilan bahkan jika kamu menjadi pengacara Banyu papa juga sudah siapkan pengacara papa untuk melawan kamu di pengadilan, siap siap saja nama dokter dari Banyu hilang kan kamu yang bertanggung jawab atas semuanya karena tidak mematuhi apa kata papa."
Agung Darmawangsa papa Aliya beranjak pergi meninggalkan Aliya disana bersama istrinya. Mama Aliya lalu mendekati Aliya dan mencoba memberikan nasehat pada Aliya agar menuruti saja apa kata papanya jika semua ingin berjalan baik baik saja.
" Aliya kamu tinggal mengalah dan turuti saja mau papa kamu, pergi ke luar negri ambil sekolah S2 kamu lalu bersiaplah bertunangan dengan pria pilihan papa kamu lanjutkan bisnis keluarga kita, tinggalkan Banyu dan semua akan baik baik saja, atau papa kamu akan bertindak lebih jauh lagi mama tidak tau jika papa kamu bisa saja melakukan rencana yang lainya pikirkan baik baik Aliya ini juga demi masa depan kamu."
Mama pergi menyusul suaminya dan meninggalkan Aliya sendiri disana.
Aliya masih bingung harus bagaimana dia megurung diri dikamarnya sejak siang tadi dan sampai malam ini belum keluar dari kamarnya.
Aliya sedih air matanya terus saja mengalir memikirkan banyak hal mimpinya bersama Banyu dan pastinya apa yang akan dia katakan pada Banyi jika semua kejadian buruk yang menimpa keluarganya adalah ulah papanya bagaimana caranya dia menjelaskanya.
Dalam pikiranya apa dia harus menyerah atau harus tetap teguh pada pendiriannya atau dia ajak saja Banyu lari tapi banyak hal lain yang menjadi pertimbangan Aliya. Karir Banyu keluarganya. Egois sekali kamu Aliya jika kamu tidak memikirkan karir Banyu masa depan Banyu menjadi dokter adalah mimpinya apa Aliya tega menghancurkan mimpi Banyu.
Ya Tuhan apa yang harus Aliya lakukan harus bagaimana Aliya mengambil keputusan.......
Kita tinggalkan Aliya yang masih terpukul dengan kenyataan hidup dia harus memilih antara Banyu atau menurut kepada orang tuanya?
Keesokan harinya.
Jenar tengah sibuk membuat kue di dapur toko kuenya bersama beberapa orang yang membantunya. Toko kue milik jenar semakin hari semakin ramai pelanggan. Dalam seminggu lagi cafenya juga akan segera buka makanya Jenar benar benar sibuk untuk mempersiapkan semuanya.
Setelah urusan di dapur selesai Jenar menyerahkan pada karyawanya untuk melanjutkan semua pekerjaanya. Jenar pindah ruangan lain dan mengirim beberapa undangan untuk opening cafenya, dan salah satu yang mendapatkan undangan adalah Gita lewat pesan singkat.
Mereka berdua akhir akhir ini memang sudah cukup akrab. Serasa Jenar punya adik perempuan. Ditambah Jenar penasaran dengan soup buntut yang Gita pernah berikan. Bahkan Jenar ingin sekali bertemu dengan ibunya Gita.
Karena rasa masakannya enak dan membuat ketagihan apalagi kakek Jenar yang memang tengah mencari soup buntut dengan cita rasa yang pernah dia rasakan sewaktu muda dulu.
Karena Jenar membawanya pulang dan Kakek pun mencicipi masakan ibu Gita. Membuat kakek juga penasaran dengan siapa yang memasaknya. Rasanya beda dari yang lain.
Tiba-tiba kakek datang ke toko LEGiT milik cucunya. Kedatangan kakek yang tiba tiba membuat Jenar terkejut.
" Eyang kuk datang tiba tiba gak bilang atau telepon ke Jenar."
" Memangnya kenapa kalau kakek kesini apa harus ijin dulu sama kamu"
"Gak lah Yang....cuma kan kalau bilang Jenar bisa siap siap ." Hehehe Jenar kemudian membawa kakeknya berkeliling toko dan cafe.
" Gimana Yang.... Bagus tidak."
" Bagus dari dulu juga kue kamu enak enak Eyang suka , sekarang coba kamu bungkus semua kuenya hari ini Eyang borong dan bagikan semua yang lewat."
"Eyang gak bisa begitu dong manti toko Jenar gak ada isinya gimana kalau ada pelanggan datang kecewa dong kalau toko kue gak ada kuenya , Jenar tau uang Eyang banyak tapi disini gak laku uangnya Eyang."
"Lhoo kamu ini gimana sih Eyang mau borong biar toko kamu cepet tutup malah gak mau, sekarang kalau gitu kita cari rumah anak yang kamu bilang ngasih kamu soup buntut waktu itu."
" Gita maksudnya.....tapi gak bisa dong kita datang dadakan begini gak papa tinggal saja minta alamatnya katanya tidak jauh dari ini."
Kakek terus memaksa Jenar mencari rumah Gita dan ya Jenar akhirnya meminta alamat pada Gita dan untungnya Gita ada dirumah dan segera mengirimkan alamatnya.
Jenar dan kakeknya segera berangkat begitu mendapatkan alamat dari Gita. Gak tau kenapa kakek bersi keras segera ingin ke sana. Mungkin saking penasaran dengam soup buntut Ibu atau ada hal lainya.......
Kita akan tau di episode berikutnya ya......
Bersambung.
Yuk tinggalkan like dan komen untuk semangatin aku yang udah lama gak nulis dan sekarang aku kembali. Terimakasih semua.