NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Single Mom
Popularitas:919
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Naura hanya seorang gadis yang jatuh cinta terlalu dalam… dan harus membayar semuanya dengan kehilangan.

Ditinggalkan oleh lelaki yang ia cintai 'tanpa pernah tahu bahwa itu semua hanyalah kebohongan kejam'. Naura memilih pergi, membawa luka dan kehidupan baru yang tumbuh dalam rahimnya sendirian.

Selama delapan belas tahun, ia bertahan di tengah kemiskinan, mengorbankan segalanya demi satu alasan: anaknya, Genesis.

Namun saat dunia Genesis hanya tersisa ibunya… takdir kembali merenggut satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Kini, di antara sepi, kehilangan, dan batas tipis antara kewarasan dan kegilaan…

Satu minggu kemudian, Alexa datang menyelamatkan Genesis yang sedang terpuruk setelah Naura meninggal.

Namun ternyata, Alexa adalah Naura...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Debu jalanan yang beterbangan tertiup angin sore seakan ikut menyaksikan kehancuran yang baru saja terjadi. Di ujung gang sempit itu, Genesis masih terduduk lemas di atas tanah yang keras dan kering. Matanya menatap kosong ke arah jalan setapak di mana mobil hitam mewah itu tadi berlalu pergi membawa sosok yang paling berharga dalam hidupnya.

Tangannya mengepal kuat hingga kuku-kukunya menancap dalam ke telapak tangan, membiarkan rasa sakit fisik mengalahkan sedikit rasa sakit yang menggerogoti hatinya saat ini.

“Lex...” bisiknya parau, suaranya serak dan pecah. “Kenapa harus terjadi lagi... kenapa semuanya harus diambil lagi dari gue...”

Hanya semalam. Hanya semalam mereka resmi mengikat janji sebagai sepasang kekasih. Hanya semalam ia merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, merasakan memiliki seseorang yang dicintai dan mencintainya kembali. Ia sudah berjanji di dalam hati untuk menjaga Alexa, untuk bekerja lebih keras, untuk membahagiakan wanita itu. Tapi takdir seakan terus menerus mengejeknya.

Orang-orang kaya itu datang. Mereka datang dengan gagah, dengan kekuasaan, dan dengan mudahnya merenggut apa yang paling ia sayangi.

Dan satu nama yang terus berputar di kepalanya membuat darahnya mendidih.

Genta.

Siapa dia sebenarnya?

Kenapa wajah Alexa berubah pucat pasi dan gemetar hebat saat mendengar nama itu?

Kenapa wanita yang baru saja ia cintai itu tadi terlihat begitu syok dan bingung seolah nama itu milik seseorang dari masa lalu yang kelam?

Apakah benar semua terhubung?

“Genta...” Genesis menggumamkan nama itu dengan nada penuh kebencian dan cemburu yang membara.

“Jadi itu nama calon suaminya... Jadi selama ini lo nyimpen rahasia sebesar ini dari gue, Lex?”

Rasa cemburu dan rasa dikhianati mulai merayap masuk ke dalam relung hatinya. Ia ingat betul kata-kata pria paruh baya itu tadi: “Persiapan pernikahan mereka sudah di depan mata.”

Mereka akan menikah.

Alexa... wanita yang tadi malam memeluknya erat, wanita yang bilang sayang padanya, wanita yang menjadi alasan ia hidup kembali... akan menjadi milik pria lain.

“BULLSHIT!”

Genesis membentak keras, menendang sebuah batu kecil dengan sekuat tenaga hingga batu itu terpental jauh menabrak tembok bata. Dadanya terasa sesak, napasnya memburu cepat.

“Gue nggak terima! Gue nggak bakal nerima kenyataan ini! Sialan!”

Selama ini Genesis adalah sosok yang pendiam, pekerja keras, dan apa adanya. Ia terbiasa menelan pil pahit kehidupan, terbiasa kehilangan, dan terbiasa pasrah pada keadaan. Tapi kali ini berbeda. Kali ini menyangkut perasaannya. Menyangkut orang yang ia cintai.

Sesuatu di dalam dirinya berubah. Ada sisi gelap yang mulai bangkit. Rasa takut kehilangan yang luar biasa itu berubah menjadi sifat posesif yang sangat kuat. ia tidak ingin merasakan kehilangan lagi, walau hanya sebentar.

Ia tidak bisa membayangkan Alexa berada di pelukan pria lain. Ia tidak bisa membayangkan Alexa tersenyum manis pada orang lain selain dirinya. Apalagi pria itu pasti orang kaya, orang berpunya, yang bisa memberikan apa saja pada Alexa.

“Lo milik gue, Lex. Lo denger itu?! LO MILIK GUE!” teriaknya ke udara kosong, seolah berharap suara itu bisa terdengar sampai ke mana pun Alexa berada sekarang.

“Lo udah janji sama gue semalam! Lo udah bilang cinta sama gue! Jangan berani-berani lo lupa!” Ia berdiri perlahan, membersihkan debu di celananya dengan gerakan kasar. Matanya yang tadi sendu dan sedih, kini berubah menjadi tajam, dingin, dan penuh tekad yang membara.

Ia berjalan masuk ke dalam rumah kecil mereka yang kini terasa sangat sepi dan gelap. Bau masakan tadi masih tercium, tapi tidak ada lagi sosok wanita yang menunggunya. Meja makan itu masih berantakan dengan piring-piring yang belum dicuci, saksi bisu kebahagiaan mereka yang baru saja berlangsung singkat.

Genesis berjalan mendekati tempat duduk Alexa tadi. Ia meraba permukaan meja kayu itu, seakan masih bisa merasakan sisa kehangatan tangan wanita itu. Di atas meja bahkan masih ada sisa makanan hangat yang belum tersentuh, membuat hati Genesis semakin panas.

“Mereka pikir dengan bawa lo pergi ke rumah mewah, dengan nunjukin kekayaan dan kekuasaan, gue bakal nyerah?” bisiknya pelan, namun setiap kata yang keluar terdengar sangat berat dan berwibawa. “Salah besar. Gue bakal berjuang. Gue bakal berjuang sampai titik darah penghabisan.”

Ia berjalan menuju dapur, mengambil sebuah pisau dapur yang cukup tajam, lalu dengan tegas ia mencukur habis rambut panjangnya yang agak gondrong.

Szzzt... Szzzt...

Rambut-rambut hitam berjatuhan ke lantai. Ia ingin berubah. Ia ingin menjadi lebih kuat. Ia tidak mau lagi terlihat lemah dan menyedihkan seperti sebelumnya. Setidaknya sampai bertemu dengan Alexa, ia tidak ingin menampilkan wajahnya yang kumuh. Ia harus tampil sebaik mungkin.

Setelah selesai, ia menatap pantulan dirinya di kaca cermin retak yang ada di dinding. Wajahnya kini terlihat lebih dewasa, lebih tegas, dan tatapannya sangat tajam.

“Denger ya, Genta... atau siapa pun lo,” gumam Genesis pada bayangannya sendiri, jari telunjuknya menunjuk ke arah cermin seakan menunjuk wajah musuhnya.

“Lo boleh punya harta, lo boleh punya kekuasaan, tapi satu hal yang lo nggak bakal pernah punya... itu adalah hati Alexa. Hati itu udah jadi milik gue.”

Rasa posesifnya semakin menjadi-jadi. Di dalam pikirannya, ia sudah melabeli Alexa sebagai miliknya mutlak. Siapa pun yang berani menyentuh, berani mendekat, atau berani mencoba mengambilnya, adalah musuhnya. Musuh yang harus ia kalahkan.

Ia berjalan menuju kamar, membuka lemari pakaian yang hampir kosong, mengambil sebuah jaket kulit tua namun masih layak pakai, dan memakainya.

“Gue nggak tahu di mana lo sekarang, Lex. Tapi gue janji... gue bakal cari lo. Gue bakal temuin lo,” bisiknya tegas. “Dan pas gue ketemu lo nanti, gue nggak bakal ngelepasin lo lagi. Sekali pun harus perang sama dunia, gue bakal lakukan.”

Ia mengambil dompetnya, memasukkan KTP dan sedikit uang yang tersisa. Semua yang ia perlukan sudah di kemas rapi. Langkahnya mantap menuju pintu keluar.

Rumah itu ia kunci rapat-rapat. Bukan karena ia tidak akan kembali, tapi karena ia berjanji akan membawa penghuninya kembali bersamanya.

“Tunggu gue, Sayang... Tunggu gue datang jemput lo,” gumamnya terakhir kali sebelum melangkah pergi meninggalkan kesunyian rumah itu.

Malam itu, langit Jakarta tampak mendung gelap. Namun di hati Genesis, badai yang jauh lebih besar sedang bergemuruh kencang. Cintanya yang murni kini bercampur dengan rasa cemburu, ambisi, dan sifat posesif yang tak tertandingi.

Perjuangan untuk merebut kembali cintanya baru saja dimulai. Dan ia tidak akan membiarkan siapa pun termasuk pria bernama Genta itu mengambilnya pergi lagi.

1
Mak e Tongblung
insting gen hebat👍
Mak e Tongblung
kukira genesis itu perempuan 😄
zhafira: laki kak.. 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!