NovelToon NovelToon
Wasiat Tanpa Cinta

Wasiat Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ndo' Anha

Demi menyelamatkan hak waris adiknya dari keserakahan sang kakak tiri, seorang CEO wanita yang berhati dingin terpaksa terjebak dalam pernikahan kontrak. Ia harus bersanding dengan pengacara mendiang ayahnya—pria yang memandangnya dengan kebencian, namun memegang kunci kekuatan hukum yang ia butuhkan.

Tempaan hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok yang tegas dan tak kenal lelah. Di bawah atap yang sama, tak ada ruang bagi cinta, hanya ada dendam yang membara di hati sang suami. Demi ambisi masing-masing, keduanya terpaksa memerankan sandiwara rumah tangga yang sempurna di mata dunia.

Akankah benih cinta tumbuh di sela-sela permusuhan mereka, ataukah perpisahan pahit yang menjadi akhir dari kesepakatan ini?

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Jangan lupa baca di sini, ya. 🤗

Jangan lupa, like dan komentarnya sebagai penyemangat Author. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndo' Anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. WATACI

Taman kecil itu seolah menjadi saksi bisu kemesraan Adnan dan mantan kekasihnya. Dari kejauhan, Nika tak sekalipun memalingkan pandangan.

"Jadi kalian masih saja berhubungan, hah? Apa tidak bisa bersabar sebentar saja?" gerutunya.

Nika tak berniat pergi, ia justru melangkah menghampiri mereka berdua.

"Cukup pelukannya. Aku tahu kalian memang saling mencintai, tapi ingat, kau sudah menikah, Tuan Adnan."

Dalam keremangan malam, Nika menatap mereka tajam. Adnan tersentak, segera melepas pelukan Vivian, lalu mundur memberi jarak. Bak pencuri yang tertangkap basah, tubuhnya gemetar dan gugup.

"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Adnan sambil mendekat.

Nika bersikap acuh tak acuh. "Tentu saja mencari suamiku. Tapi ternyata, dia malah asyik berduaan dengan mantannya."

"Kau yang tega memisahkan kami! Kau tahu Adnan sangat mencintaiku, tapi kau tetap saja merebutnya!" pekik Vivian emosional.

Nika hanya membuang muka. "Heh, memisahkan kalian? Mungkin saja. Kau tahu sendiri, kan? Apa pun yang kuinginkan harus menjadi milikku."

Tangan Vivian mengepal kuat. Ia maju hendak menyerang Nika, namun Adnan segera menghalangi.

"Sudah, hentikan! Lagipula, kenapa kamu malam-malam ke sini? Ini bahaya, sudah larut!" tanya Adnan dengan nada meninggi.

Merasa tak terima dibentak, Vivian langsung mengubah taktik. Ia kembali bersikap manja, mendekap lengan Adnan dengan erat tanpa rasa canggung.

"Kamu membentakku? Dulu kamu tidak pernah seperti ini. Apa semua karena dia?" ucap Vivian dengan suara bergetar.

Mulai deh, jurus manjanya keluar, batin Nika kesal.

Tak mau kalah, Nika mengikuti permainan Vivian. "Lepaskan! Suamiku, apa kamu mau jadi bahan gunjingan orang? Berpelukan dengan wanita lain di tempat umum?"

Adnan tersentak dan menarik tangannya dengan kasar. Wajah Vivian memerah padam karena amarah yang memuncak.

"Kau...!" Vivian menghentakkan kakinya kesal, namun ia tak bisa berbuat lebih jauh. Sambil menunjuk ke arah Nika, ia mendesis, "Bagaimanapun kau mencoba memisahkan kami, ingat ini: di dalam hati Adnan hanya ada aku!"

Nika mencebik, sama sekali tidak terkesan. "Aku tidak peduli."

Nika melenggang pergi begitu saja, meninggalkan Vivian yang semakin meradang karena merasa diremehkan. Adnan kemudian mencengkeram tangan mantan kekasihnya itu.

"Untuk apa kamu ke sini lagi? Sudah kubilang, jangan menemuiku sembarangan!" bisik Adnan tegas.

Meski sudah pukul sembilan malam, orang-orang masih berlalu-lalang. Adnan merasa tidak tenang, takut ada yang mengenali mereka.

"Aku kangen. Kamu janji mau menemuiku, tapi kamu tidak datang-datang," ujar Vivian sembari mengusap punggung tangan Adnan.

Adnan melepas tangan itu dengan lembut. "Tolong, Vivian. Jangan seperti ini. Kamu tahu siapa yang kita hadapi. Aku sudah menikah. Ya, meski kamu tahu aku hanya mencintaimu, tapi statusku tetap suami orang."

Air mata mulai mengalir di pipi Vivian. "Kamu berubah. Kamu bukan Adnan yang dulu. Apa kamu mulai menyukai Nika?"

Adnan celingukan, merasa bersalah. Ia mengusap lembut pundak Vivian untuk menenangkannya.

"Bukan seperti itu. Aku mohon percayalah, aku akan kembali padamu. Tapi bersabarlah. Aku hanya ingin kamu percaya dan menunggu."

Vivian berusaha tegar dan mengangguk pelan. Adnan kemudian menghentikan taksi dan meminta Vivian untuk pulang. Setelah taksi itu berlalu, Adnan masih mematung, merenungkan ucapannya sendiri.

"Apa benar aku berubah? Tidak mungkin ... aku masih Adnan yang dulu," gumamnya, mulai ragu pada hatinya sendiri.

Langkah kaki Adnan terasa berat saat memasuki rumah. Di sana, Elano masih terjaga dengan kontroler di tangannya.

"Baru pulang, Kak? Sini, mabar bentar. Satu ronde aja," ajak Elano tanpa mengalihkan pandangan dari layar.

Adnan yang sedang butuh pengalihan segera mengangguk. "Siapa takut. Jangan nangis kalau kalah."

Kesepakatan itu pun melarutkan mereka dalam euforia permainan. Adnan seolah melupakan beban di pundaknya, sementara Elano bersorak puas setiap kali berhasil melakukan serangan telak. Suara tawa dan teriakan tertahan mereka memenuhi ruangan.

Sementara itu di lantai atas, Nika berkali-kali melirik jam dinding. Kekesalannya memuncak karena suaminya tak kunjung menampakkan batang hidung setelah kejadian di taman tadi. Dengan langkah tegas, ia keluar kamar untuk mencari Adnan.

Nika terpaku di ujung tangga melihat pemandangan di ruang keluarga. "Bisa-bisanya kalian masih asik main jam segini?"

Ia menghampiri mereka dengan tangan bersedekap. "Elano, berhenti sekarang. Kamu harus sekolah besok, jangan sampai terlambat."

Elano menoleh sambil menyeringai tipis. "Besok libur, Kak Nika."

Nika terdiam sejenak, lalu teringat bahwa besok memang tanggal merah. "Tetap saja, tidur terlalu larut tidak baik."

"Iya, iya, sebentar lagi," sahut Elano santai sebelum kembali menatap Adnan.

"Oh iya, Kak, besok temani aku ke waterpark, ya? Teman-temanku pada sibuk, tapi aku lagi pengen banget berenang."

Nika langsung memotong dengan nada ketus. "Temani? El, kamu itu sudah 17 tahun, bukan bocah sepuluh tahun yang harus dipantau di kolam renang. Pergi sendiri saja."

Namun, di luar dugaan Nika, Adnan justru meletakkan kontrolernya dan menepuk bahu Elano.

"Boleh. Besok aku temani. Sekalian kita cari makan enak di luar," ujar Adnan tenang.

Nika melotot, merasa suaranya sama sekali tidak dianggap. Ia menatap Adnan dengan tatapan penuh tanya, mencari tahu apakah pria itu sedang menghindarinya atau memang benar-benar ingin menjadi kakak ipar yang suportif.

1
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
mampuss luu🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wahh ada niat terselubung apa lagi si vivian ini
Resa05
novelnya keren thor, semoga makin rame semangat up terus!
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Aamiin,. makasih kak🙏
total 1 replies
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
aduhh ibuk... 🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
lahh kenapa nggak tidur bareng aja nika🤣🤣
Aldinakbar
bangun Elano jangan hanya berlindung dibalik kakakmu Bangun dan lindungi kakakmu selayaknya pria sejati
Aldinakbar
17 tahun udah bukan anak anak lagi harusnya udah ngerti,kebanyakan dimanja sih
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Iya kadang karena dia anak laki" perhatiannya dengan anak perempuan berbeda.
total 1 replies
Raine
nika yg badas kenapa jodohnya adnan sih, coba ceo kaya juga biar otaknya setara
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Jodoh gak ada yg tau ya kak🤭
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
cieee udah mulai naksir🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: wkwkwk iya yi🤣🤣
total 2 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iyalah.. nika istri nya, kmu cuma mantan/Tongue//Tongue//Tongue/
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
syukurin🤣🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
hayo lohh Adnan, kmu pilih siapa?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: harus nya istri lahh🤭🤭
total 4 replies
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Violin≛⃝⃕|ℙ$☘𝓡𝓳
Astaga belum juga kering makamnya udah sibuk masalah warisan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wahhh salut sama Nika wanita yg gak gampang ditindas, tapii ituu yg kenaa vas siapaa yaa?🤔🤭
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
Jawabannya ada di bab selanjutnya ya buk.. sumpah aku bener" keteteran ini buk nulisnya🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
apa Adnan ya yg menyelamatkan nika?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika🥺🥺🥺
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wkwkwkwk kesian adnan🤭🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
jngn bilang gaby kenap2 ya thor🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!