NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Mengkhawatirkannya.

Ketika baru saja mendapat kenyataan membuat Arash sepertinya frustasi dengan semua pemikirannya yang terlihat tidak tenang. Saat ini dia berdiri di lantai 2, dengan kedua tangannya diletakkan di dinding pagar dan perhatiannya tertuju ke arah kolam renang.

Istrinya sudah kembali dengan aktivitasnya yang duduk didekat kolam renang sembari tangannya terlihat memainkan air.

"Hentikan semua ini Arash!"

Arash terbuyar dari lamunannya ketika mendengar suara tersebut. Nenek berjalan menghampirinya membuat Arash menghadap wanita tegas yang saat ini berdiri di depannya.

"Masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Kamu sudah mengetahui kebenarannya bahwa Amelia memang sudah menyusun rencana sejak awal dan melibatkan kematian Chantika untuk memenuhi semua kepuasannya membawa Thoriq," ucap Nenek.

"Mungkin dia memiliki masa lalu dengan laki-laki itu, tetapi tidak menutup kenyataan bahwa laki-laki itu tetap harus bertanggung jawab atas kematian Chantika!"ucap Arash.

"Arash sampai kapan kamu harus seperti ini? Bukankah Shafiya sudah cukup menderita dengan semua perbuatan kamu, dia bahkan bukan seperti gadis yang pada umumnya lagi, mentalnya sudah hancur dan kamu masih tetap akan menekannya? Apa kamu akan melakukan ini sampai dia benar-benar sudah tidak ada lagi di dunia ini?"

"Apa kamu tidak akan menyesal? Bagaimana jika ayahnya tahu bahwa putrinya mati sia-sia karena perbuatan kamu, suatu saat nanti kamu memiliki istri memiliki keturunan dan hidup bahagia? Apa kamu pikir keturunan kamu tidak akan menanggung semua perbuatan kamu karena pernah menyakiti seorang wanita?" tanya Nenek memberi gambaran yang menakutkan pada Arash.

Dendam Amelia pada pria yang dia cintai dan pria itu meninggalkannya, dilanjutkan dengan kamu yang dendam kepada Thoriq dengan melibatkan putrinya dan mungkin suatu saat nanti Thoriq atau keluarganya memiliki dendam kepada kamu karena mereka kehilangan Putri kesayangan di rumah mereka, lalu semua itu akan terus dari tahun ke tahun puluhan tahun sampai menjadi dendam turunan yang tidak akan pernah selesai? Kamu sungguh menginginkan semua itu?" tanya Nenek.

"Chantika sudah bahagia di atas sana, dia sudah tenang, dengan kamu melakukan semua ini justru membuatnya sedih," lanjut Nenek.

"Di luar permasalahan tentang Amelia dengan pria itu, aku juga tidak bisa tenang melihat pria itu masih tetap berkeliaran tanpa mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Arash.

"Kamu berhasil menyelidiki hanya karena Nenek memberi gambaran kepada kamu dan kamu menemukan hubungan Amelia dengan Thoriq sehingga terjadi adanya dendam, tetapi kenapa kamu sampai saat ini tidak berhasil untuk mencari kebenaran, benar atau tidak Thoriq yang telah mencelakai Chantika," ucap Nenek.

"Bagaimana mungkin aku harus mencari kebenarannya, di depan mataku dia keluar dari mobil itu dan kemudian pergi begitu saja," jawab Arash.

"Tetapi kamu tidak melihatnya secara langsung bahwa mobil itu yang mencelakai Chantika," jawab Nenek.

Arash tidak berkutik dan kembali mengingat bagaimana insiden kecelakaan, memang kecelakaan Chantika terjadi tepat di depan matanya, saat ingin berlari mengejar Chantika yang sudah tergeletak di aspal tiba-tiba saja bus lewat cukup panjang sehingga membuat Arash tidak melihat apapun sampai akhirnya melihat seorang pria keluar dari mobil.

"Arash semua belum terlambat, kamu masih bisa memperbaikinya, kamu masih bisa memperbaiki rumah tangga kamu bersama dengan Shafiya, percayalah kehidupan pernikahan kamu akan dipenuhi dengan kebahagiaan, jika kamu memberi ketulusan kepadanya karena selama ini Shafiya berusaha untuk memberikan ketulusan kepada kamu," ucap Nenek.

Byurr

Arash dan Nenek sama-sama kaget mendengar suara benda yang cukup keras masuk ke dalam air membuat mereka menoleh ke arah kolam renang.

Permukaan air yang tenang berubah menjadi kacau membuat mata Arash melotot ketika melihat Shafiya sudah berada di tengah-tengah kolam renang dengan kedua tangannya tampak melambai ke atas mencakar udara kosong, berusaha meraih apa saja yang bisa dia dapatkan.

"Shafiya!" pekik Arash tanpa menunggu lama langsung meninggalkan tempat itu dan berlari.

Cipak... Cipak.

Air memercik liar mengikuti gerakannya yang panik. Wajahnya muncul sesaat di permukaan, mata membelalak, lalu kembali tenggelam.

“Glub… blub…” gelembung-gelembung kecil naik ke atas, menjadi satu-satunya tanda ia masih berjuang di bawah sana.

Sampai akhirnya Arash sudah tiba di sana dan tanpa menunggu perintah apapun membuat Arash melompat ke dalam kolam renang. Shafiya hampir saja tenggelam dengan tangan Arash yang dengan cepat menahan dirinya.

Nenek di atas sana merasa lega Arash datang tepat waktu dan tidak terjadi sesuatu Shafiya yang saat ini berhasil di naikkan ke daratan.

"Shafiya!'

"Shafiya!"

Dengan basah kuyup Arash membangunkan Shafiya dengan memukul-mukul lembut pipinya.

"Shafiya bangun!"

"Shafiya!"

Tidak mendapat respon apapun membuat Arash secara langsung memberikan nafas buatan. Nenek sejak tadi berada di atas sana melihat hal itu mengalihkan pandangannya, cucunya itu sepertinya begitu khawatir sehingga memberi nafas buatan berkali-kali.

"Aku sangat yakin keadaan Shafiya seperti ini akan mampu meluluhkan Arash untuk menghentikan semua dendamnya," batin Nenek penuh dengan harapannya.

Uhuk-uhuk-uhuk.

Akhirnya setelah memberi lebih dari satu kali nafas buatan Shafiya membuka mata dengan batuk-batuk, keluar air dari dalam mulutnya. Arash membantunya untuk duduk agar mempermudah Shafiya mengeluarkan air yang sudah terlanjur masuk itu.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Arash.

Shafiya tidak merespon apapun dan masih sibuk dengan tubuhnya yang terasa begitu lemas, matanya melihat kearah Arash, tetapi ekspresinya tampak datar, seperti tidak mengetahui siapa laki-laki di hadapannya itu, bener-bener tidak ada respon.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Arash kembali dengan nafas berat.

Shafiya tetap saja tidak merespon pria yang begitu khawatir kepadanya di hadapannya itu.

Shafiya saat ini sudah berada di dalam kamar, Bibi membantunya untuk mengganti pakaian dan untung saja Arash cepet datang menyelamatkan dirinya jika tidak maka Shafiya aka tenggelam.

Setelah membantu untuk mengganti pakaiannya. Bibi keluar dari kamar Shafiya dengan Arash yang sejak tadi menunggu di depan pintu kamar.

"Bagaimana? Apa dia sudah selesai mengganti pakaiannya?" tanya Arash.

"Sudah tuan, Saya ingin ke dapur untuk mengambilkan teh jahe agar diberikan kepada Nona Shafiya agar kondisinya jauh lebih baik," jawab Bibi

"Baiklah, kamu lakukan saja dan berikan apa yang dia mau," ucap Arash.

"Baik tuan," sahut Bibi kemudian langsung berlalu dari hadapan.

Ternyata Tami berada di balik tembok melihat bagaimana khawatirnya Arash kepada Shafiya.

"Jadi benar apa yang dikatakan tante Amelia bahwa Arash setiap hari memberi perhatian secara diam-diam kepada Shafiya melalui asisten rumah tangga," batin Tami melihat secara nyata di depannya.

"Tetapi tidak mungkin perhatian yang diberikan Arash karena ada sesuatu dan sudah pasti karena Arash hanya tidak Shafiya sampai menjadi mayat di rumah ini," batin Tami.

Bersambung....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!