NovelToon NovelToon
The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembunuhan / Sistem / Pembaca Pikiran / Time Travel / Transmigrasi / Solo Leveling
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sands Ir

Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.

Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.

Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.

Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.

Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?

Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.

Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Lonceng Kebenaran

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Angin malam menerpa wajah Haneen saat dia melompat dari atap satu ke atap lain. Kaki nya mendarat ringan di atas genting keramik. Tidak ada waktu untuk melihat ke bawah. Jurang gelap menganga di antara bangunan sekte.

Di belakang mereka, puluhan cahaya obor bergerak cepat. Teriakan para murid mengejar mereka menggema di udara malam.

"Jangan biarkan mereka lolos!" teriak seseorang dari belakang.

Panah api meluncur dengan deras. ‘Wush!’ Haneen tidak menoleh. Dia tahu persis kapan harus menghindar, badannya ke kiri. Panah itu meleset hanya beberapa sentimeter dari telinga nya.

"Arah Kiri! Ada musuh!" teriak Yan Ling.

Di atap sebelah kiri, tiga murid senior sudah menunggu. Pedang mereka siap menebas.

Yan Ling tidak memperlambat larinya. Dia justru loncat lebih tinggi diudara, kemudian memutar badan. Pedangnya menyambar dengan cepat. ‘Zing’ Tiga murid itu terlempar ke belakang. Mereka terjatuh ke atap bawah dengan suara berat.

"Bagus," kata Haneen singkat. Dia tidak berhenti. "Menara tinggal seratus meter lagi."

"Tapi tetua Zhao juga makin dekat," ingat Yan Ling. Dia melihat ke belakang. Sosok jubah putih terbang dengan rendah di atas atap. Aura tekanan nya kuat. Itu Tetua Zhao.

"Biarkan dia datang," kata Haneen dingin. "Aku justru membutuhkan dia ikut dengan kita."

Mereka sampai di dasar menara lonceng utama. Bangunan kayu tinggi menjulang ke langit. Pintu besar tertutup rapat. Ada formasi pengunci di sana.

Haneen tidak buang waktu membuka pintu. Dia keluarkan item sistem. [Bom merekat Penembus Formasi. Harga: 500 IP.]

Dia menempelkan bola kecil di pintu. ‘Bum!’ Ledakan kecil. Kayu pecah. Formasi berkedip lalu mati.

"Masuk!" perintah Haneen.

Mereka lari menaiki tangga spiral di dalam menara. Kayu berderit setiap langkah kaki mereka. Semakin tinggi, angin semakin kencang.

Sampai di puncak. Ada lonceng perunggu besar tergantung di tengah ruangan. Palu pemukul ada di sampingnya.

Haneen lari ke tepi menara. Melihat ke bawah. Seluruh area sekte terlihat dari sini. Asrama murid. Aula latihan. Paviliun tetua. Semua lampu sudah menyala. Orang-orang keluar dari kamar.

"Tetua Zhao ada di belakang," lapor Yan Ling. Dia sudah siap di pintu masuk puncak menara. Pedang nya berlumuran darah sedikit.

"Biarkan dia masuk," kata Haneen. Dia tidak melihat lonceng. Dia melihat sistem.

[Siapkan Pengeras Suara Area Luas. Jangkauan: Seluruh Gunung. Harga: 1000 IP.]

Haneen membeli item itu. Bentuk nya seperti mikrofon kecil. Dia menghubungkannya ke sistem.

Tiba-tiba, pintu puncak menara terbuka lebar. Angin kencang masuk membawa debu.

Tetua Zhao berdiri di ambang pintu. Jubah putih nya kotor sedikit. Wajah nya marah besar. Mata nya menyala merah karena aura membunuh.

"Kalian pikir bisa lolos?" geram Zhao. Dia melangkah masuk. Pintu tertutup sendiri di belakang nya. Formasi aktif lagi. Mereka terjebak di puncak menara.

"Aku sudah bilang," kata Zhao sambil angkat pedang. "Kekuatan itu hukum. Kalian cuma tikus kecil."

Haneen hadapi Zhao. Tidak takut. Dia malah senyum. "Tikus kecil bisa gigit ular besar, Pak Tua."

"Omong kosong!" Zhao ayun pedang. Energi spiritual berbentuk naga kecil terbang ke arah Haneen.

Yan Ling loncat maju. Dia tangkis serangan itu dengan pedang. ‘Brak!’ Tenaga benturan bikin Yan Ling mundur beberapa langkah. Tapi dia tidak jatuh.

"Dia terlalu kuat," bisik Yan Ling. Darah keluar dari sudut mulut nya.

"Tahan sebentar," kata Haneen. Dia sudah siap kan item di tangan. "Aku butuh waktu tiga puluh detik."

Yan Ling gigigit bibir. Dia tahu ini taruhan nyawa. "Baik. Tiga puluh detik."

Yan Ling menyerang duluan. Dia pakai semua teknik yang dia tahu. Cepat dan agresif. Memaksa Zhao bertahan sebentar. Pedang mereka berbenturan berkali-kali. ‘Clang! Clang! Clang!’

Tetua Zhao makin marah. "Kau berani melawanku? Mati saja kau!"

Zhao melepaskan satu tangannya. Telapak tangan nya glow merah. Dia tekan ke udara. ‘Boom’ Gelombang kejut keluar.

Yan Ling terlempar ke dinding. Dia jatuh lemas. Napas nya sesak. Tidak bisa bangun lagi.

"Yan Ling!" teriak Haneen.

"Sekarang giliran kau," kata Zhao. Dia jalan pelan ke arah Haneen. Pedang nya angkat tinggi. "Siapa suruh kau ikut campur urusan sekte?"

Haneen mundur sampai mentok di tepi menara. Angin kencang kibaskan rambut nya.

"Aku tidak ikut campur urusan sekte," kata Haneen tenang. Dia angkat tangan. Ada alat kecil di sana. "Aku cuma siarkan kebenaran."

"Kebenaran?" Zhao tertawa. "Buku itu sudah aku ubah. Tidak ada bukti!"

"Buku mungkin bisa diubah," kata Haneen. Senyum nya makin lebar. "Tapi suara tidak bisa bohong."

Haneen tekan tombol di alat itu.

Tiba-tiba, suara Zhao terdengar keras. Menggema ke seluruh gunung. Bukan dari mulut tetua Zhao sekarang. Tapi dari pengeras suara sistem yang Haneen aktifkan.

["Isi buku itu sudah aku ubah... Kalau kalian bawa keluar, itu justru jadi bukti palsu..."]

Suara itu jelas. Terdengar sampai ke asrama murid. Terdengar sampai ke paviliun tetua lain.

Zhao kaget. Wajah nya pucat. "Apa... apa itu?"

["Kekuatan itu hukum. Bukan kertas..."] suara tetua Zhao lagi terdengar. Kali ini lebih keras.

Murid-murid di bawah mulai berbisik. "Itu suara Tetua Zhao?" "Dia mengaku mengubah buktinya?" "Dia korup?"

Kekacauan mulai terjadi di bawah. Orang-orang mulai ragu. Beberapa tetua lain yang tidak setuju dengan tetua Zhao mulai keluar dari kamar mereka.

"Matikan alat itu!" teriak tetua Zhao. Dia lupa sama Haneen. Dia menyerang alat di tangan Haneen.

Haneen menghindar dengan cepat. Dia melempar alat itu ke udara. Alat itu tetap menyiarkan suara meski jauh dari tangan.

["Bayar ke Serikat Naga Merah... Lima ribu batu spiritual..."]

Rekaman transaksi tadi malam di gedung arsip ikut keluar. Sistem ternyata merekam otomatis saat Haneen baca buku tadi. Zhao tidak tahu itu.

Wajah Zhao merah padam. Malu. Marah. Takut. "Kau... kau!"

"Aku agen," koreksi Haneen. "Tugasku untuk mengungkap rahasia."

Tetua Zhao tidak tahan lagi. Dia terkutuk. Aura nya meledak maksimal. "Akan kubuh kau dan menghancurkan alat itu!!"

Zhao terbang ke arah Haneen. Pedang nya siap menusuk jantung.

Haneen tidak menghindar. Dia justru mundur sampai kaki nya di tepi menara. Satu langkah lagi, dia terjatuh.

"Tetua Zhao!" teriak suara dari bawah.

Itu Tetua Kepala Sekte. Dia baru datang. Dia mendengar semua siaran tadi. Dia terbang naik ke puncak menara. Aura nya jauh lebih kuat dari Zhao.

"Zhao! Turun!" perintah Tetua Kepala.

Zhao berhenti. Pedang nya berhenti beberapa sentimeter dari wajah Haneen. Dia melihat ke bawah. Tetua Kepala sudah di depan menara. Di belakang nya, ada sepuluh tetua lain. Semua menunjukkan wajah yang marah.

"Kepala Sekte... ini fitnah..." coba Zhao bela diri. Tapi suara nya gemetar.

"Semua sudah terdengar," kata Tetua Kepala dingin. "Turun. Kita bicara di aula utama."

Zhao jatuh belutut. Pedang nya lepas. Dia tahu ini akhir karir nya. Mungkin akhir hidup nya.

Haneen melihat situasi. Musuh utama sudah lumpuh secara moral. Secte akan mengurus tetua Zhao sekarang.

"Waktunya pergi," bisik Haneen pada Yan Ling.

Yan Ling sudah bangun. Dia jalan tertatih-tatih ke sisi Haneen. "Tetua Zhao tidak dibawa?"

"Sekte akan urus sampah mereka sendiri," kata Haneen. "Kita bukan polisi. Kita cuma membawa bukti."

Haneen keluarkan item terakhir. [Parasut Energi Lipat. Jumlah: 2 unit.]

Dia memberikan satu pada Yan Ling. "Pasang di punggung. Jangan buka sebelum aku bilang."

Mereka naik ke pagar pembatas menara. Tinggi nya ratusan meter dari tanah.

"Kalian mau pergi?" teriak Tetua Kepala lihat mereka. "Tunggu! Kami mau menanyakan sesuatu"

"Tidak ada waktu," jawab Haneen. "Terima kasih atas kerjasamanya."

Haneen loncat dulu. Yan Ling ikut di belakang.

Angin menderu kencang. Tubuh mereka jatuh dengan bebas. Murid-murid di bawah berteriak kaget. "Mereka bunuh diri!"

Tiga detik jatuh.

"Buka!" teriak Haneen.

‘Wush!’ Dua parasut energi terbuka. Bentuk nya seperti sayap cahaya. Mereka tidak akan jatuh. Mereka melayang pelan menuju arah hutan belakang.

Tetua Zhao melihat dari atas menara. Wajah nya penuh dendam. Tapi dia tidak bisa mengejar mereka. Kepala sekte telah menahannya.

"Biarkan mereka pergi," kata Tetua Kepala. "Fokus kita sekarang bersihkan sekte."

Haneen dan Yan Ling mendarat lembut di hutan belakang. Mereka melepas parasut. Item itu hilang dengan cahaya.

"Kita berhasil," kata Yan Ling. Dia duduk di tanah. Lelah sekali.

"Belum selesai," kata Haneen. Dia melihat ke arah puncak gunung. Cahaya di menara masih menyala. "Tetua Zhao mungkin sudah tamat. Tapi jaringan nya masih ada. Serikat Naga Merah masih di luar sana."

Haneen cek sistem. [Misi Infiltrasi Selesai. Hadiah: 10000 IP + Teknologi Penyamaran Tingkat Tinggi.]

Poin nya masuk. Haneen simpan item baru. Itu bisa dipakai nanti.

"Kita istirahat sebentar," kata Haneen. Dia duduk di samping Yan Ling. "Lalu kita pindah ke kota. Sekte ini akan jadi bahan pembicaraan seluruh benua. Kita tidak bisa dekat-dekat disini lagi."

Yan Ling angguk. Dia lihat Haneen. "Kapan kau merekam suara tetua Zhao?"

"Saat dia bicara di gedung arsip," jawab Haneen. "Sistem punya fitur rekam otomatis. Dia tidak tahu."

Yan Ling tertawa kecil. "Kau memang licik."

"Itu sebabnya kita masih hidup," balas Haneen.

Mereka duduk diam sebentar. Mendengar suara gemuruh dari arah sekte. Lonceng berbunyi tanda darurat. Tapi bukan untuk mereka lagi. Itu untuk sidang pengadilan Tetua Zhao.

Haneen berdiri. Menjulurkan tangan pada Yan Ling. "Ayo. Perjalanan masih jauh."

Yan Ling pegang tangan itu, lalu berdiri. "Ke mana sekarang?"

"Kota berikutnya," jawab Haneen. "Mencari informasi tentang Serikat Naga Merah. Kalau Zhao jatuh, mereka akan cari ganti rugi. Dan kita ada di daftar hitam mereka."

Mereka mulai jalan masuk ke hutan gelap. Meninggalkan Sekte Pedang Langit di belakang. Meninggalkan masa lalu sebagai murid luar yang di-bully.

Sekarang mereka bukan lagi murid. Mereka adalah agen bebas. Dan dunia kultivasi baru saja tahu nama mereka.

Haneen melihat ke langit. Bintang-bintang berkelip tenang. Tidak peduli dengan konflik di bawah.

"Sistem," panggil Haneen dalam hati. "Ada misi baru?"

[Memindai... Misi Baru: Bongkar Jaringan Naga Merah. Deskripsi: Hancurkan markas utama Serikat Naga Merah. Hadiah: 50000 IP + Senjata Plasma.]

Haneen senyum. Lima puluh ribu poin. Itu besar.

"Bagus." gumam Haneen.

Yan Ling dengar gumaman itu. Dia tidak tanya detail. Dia hanya mengikuti langkah Haneen.

Dua sosok hilang di antara pohon besar. Meninggalkan legenda baru di belakang mereka. Legenda tentang dua wanita yang menjatuhkan tetua sekte yang korup dalam satu malam.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Bersambung… ...

Jangan lupa like, komen dan share😄

1
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
huh ... thor serasa ikut dalam cerita...👍👍
Mbu'y Fahmi
deg² thor takut ketauan😄
Ahyar Alkautsar Rizky
keren thor😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
lanjut thor... makin seru cerita nya
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor 🔥
Ara putri
semangat kak. jgn lupa mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Ahyar Alkautsar Rizky
izin save gambarnya ya thor 🙏
Fajar Fahri
ikut kedalam cerita
Fajar Fahri
visualnya kerenn 👍
Intan21
😍
Intan21
good
Saskia Natasya
alur cerita nya bagus
Ahyar Alkautsar Rizky
seru kali thor 😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor please
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!