NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas budi

"Kamu itu cuma anak supir. Mana pantas sekolah di sini. Dasar miskin!"

Gadis berseragam putih abu-abu dengan rambut dikuncir kuda itu terjatuh untuk yang ke sekian kalinya.

Lututnya terasa perih. Baru saja dia menghantam jalan setapak di samping perpustakaan sekolah karena di dorong oleh kakak kelasnya.

Air mata perlahan menetes. Rambut yang berantakan dan penuh lumpur terasa begitu menganggu.

Namun, gadis itu tak bisa apa-apa. Terakhir kali dia melawan, wajahnya babak belur dan itu membuat sang Ayah jadi khawatir.

"Kamu kayaknya haus, deh. Nih, aku kasih minum," ucap salah satu kakak kelas yang merupakan ketua dari geng pembully yang paling terkenal di sekolah.

"Nggak, Kak. Airnya kotor," tolak gadis itu sambil menggeleng cepat.

"Kotor? Nggak, ah. Airnya bersih, kok. Iya kan, teman-teman?"

"Yap. Betul. Airnya bersih banget, kok. Kamu jangan suka fitnah Kak Metha, ya!"

Seorang gadis dengan jepit rambut pita yang besar mendorong bahunya dengan kasar.

"Sekarang, cepat minum airnya!" titah gadis yang dipanggil Metha itu. Air keruh yang dia isi di wadah bekas air mineral itu ia arahkan ke mulut sang adik kelas.

Wajah yang semula ramah kini berubah bengis.

"Nggak mau," tolak gadis itu. Air matanya semakin deras mengalir.

"Minum, nggak?!" Metha tetap memaksa. Teman-teman yang lain sudah memegangi bahu gadis itu agar tak melawan.

"Hei, kalian ngapain?" tegur seorang pemuda yang tak sengaja lewat.

Dia menatap gadis dengan tubuh penuh lumpur yang duduk diatas genangan air yang kotor. Ekspresinya terlihat datar.

"Eh, ada Ibas," kata Metha yang tiba-tiba bersuara dengan nada manja.

"Aku tanya, kalian lagi ngapain?" Ibas melangkah mendekat. Tatapannya tajam, penuh intimidasi.

"Ka-kami cuma lagi main," jawab Metha seraya tersenyum kagok.

"Main? Main apaan sampai anak orang jadi kotor kayak gitu?"

"Hari ini dia ulang tahun. Jadi, kami cuma kasih dia kejutan. Iya kan, Al?"

Metha memelototi anak baru yang bernama Aliya itu. Dia memberi isyarat agar Aliya mau membantunya berbohong.

"Nggak," geleng Aliya. Dia berusaha berdiri meski lututnya terasa begitu sakit. "Kak, mereka bully aku."

"Bas, jangan percaya!" geleng Metha. "Anak ini cuma mengada-ada."

"Aku nggak mengada-ada. Aku beneran. Kak Metha dan teman-temannya bully aku."

Ibas memperhatikan sosok Aliya dari atas ke bawah. Meski sudah begitu kotor, namun gadis itu tetap terlihat manis di matanya.

"Kak, tolong..." mohon Aliya.

Ibas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Aih! Bagaimana ini? Sebenarnya, dia malas ikut campur dengan urusan orang lain.

Tapi, tangis adik kelas itu sungguh membuatnya terganggu. Ibas tak bisa tenang jika membiarkan gadis itu tetap di sini bersama Metha.

"Kamu, siapa nama kamu?" tanya Ibas.

"Aliya," jawab Aliya singkat.

"Aliya, kesini!" titah Ibas.

Aliya pun menurut. Dia berjalan ke arah Ibas meski agak pincang.

"Al, balik ke sini! kamu itu mainan aku!" kata Metha dengan suara menggeram.

"Mulai sekarang, Aliya ada didalam perlindungan ku. Siapapun yang berani ganggu dia, maka siap-siap untuk berhadapan sama aku!" ujar Ibas menegaskan.

"Ibas! Kamu apa-apaan, sih?" protes Metha.

"Metha, lebih baik kamu hilangkan kebiasaan jelek kamu ini. Kasihan kalau Om Anang sama Tante Ina sampai tahu bahwa anak kesayangan mereka malah jadi bos pembully di sekolah."

Setelah itu, Ibas menarik tangan Aliya untuk pergi dari tempat itu. Dan, sejak saat itu, Ibas benar-benar melindungi Aliya. Dia tak pernah membiarkan gadis itu dibully hingga akhirnya Ibas lulus sekolah.

"Kamu tenang aja! Selama ada aku, kamu akan selalu aman."

Aliya ingat tentang kalimat itu. Tapi, Ibas yang justru sudah lupa.

 .....

"Non Aliya, kenapa ngelamun?" tanya Bi Wati pada Aliya.

Aliya tersentak kaget. Dia tersenyum canggung kemudian melanjutkan kegiatannya untuk memotong wortel.

"Nggak apa-apa, Bi," jawab Aliya.

Ingatan tentang masa lalu muncul begitu saja. Aliya tak bisa mencegahnya sama sekali.

"Non Aliya masih mikirin soal yang tadi, ya?" tanya Bi Wati dengan senyum tak enak.

Dan, Aliya hanya menggeleng pelan sebagai jawaban.

"Sebaiknya, Non Aliya nggak perlu mikirin soal perempuan tadi. Dia itu cuma perempuan matre yang kerjanya cuma morotin duit Den Ibas doang."

"Tapi, Mas Ibas cinta sama dia kan, Bi?" timpal Aliya.

Bi Wati menghela napas. "Itu karena Den Ibas belum mengenal Non Aliya saja. Nanti, kalau Den Ibas sudah cukup tahu tentang Non Aliya, pasti cintanya Den Ibas bakalan beralih ke Non Aliya."

Mendengar itu, Aliya hanya tertawa kecil. Mungkin, dia memang jatuh cinta pada Ibas. Tapi, terkadang cinta tidak boleh dipaksakan.

Jika Ibas memang mencintai Nadia, maka Aliya tidak akan merebut pria itu dari Nadia. Aliya menerima kekalahannya dengan legowo.

Alasan dia bertahan, itu karena dia ingin membalas budi Ibas di masa lalu. walau bagaimanapun, jika bukan karena Ibas, mana mungkin Aliya sanggup bertahan di hutan rimba berkedok sekolah saat itu.

"Loh, kok Non Aliya malah ketawa, sih?" tanya Bi Wati heran.

"Bi, aku nggak butuh cintanya Mas Ibas," kata Aliya. "Mau dia dengan siapapun, itu haknya dia."

Kemudian, Aliya menjeda sesaat kemudian melanjutkan dengan suara yang nyaris tidak terdengar. "Toh, sebentar lagi aku juga akan pergi."

"Pergi? Siapa yang mau pergi, Non?" tanya Bi Wati.

Aliya agak kaget. Ternyata, suaranya masih bisa didengar oleh Bi Wati.

"Siapa yang bilang mau pergi? Bi Wati pasti cuma salah dengar."

"Masa' sih?" Perempuan paruh baya itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Udah, nggak usah dipikirin. Mending, Bi Wati bantu aku potongin ayam aja. Ya?"

"Ya udah, Non," angguk Bi Wati dengan hati yang masih merasa aneh.

Jelas-jelas, dia tak salah dengar. Dia yakin seratus persen dengan pendengarannya. Aliya memang mengatakan jika akan pergi dalam waktu dekat.

****

Sore harinya, Ibas kembali dengan wajah yang terlihat lelah. Ia duduk di sofa sambil melonggarkan dasi yang selama seharian ini sudah mencekik lehernya.

"Al, tolong bikinin kopi, dong!" pinta Ibas saat Aliya lewat disampingnya.

Aliya tak menjawab. Namun, perempuan itu tetap melaksanakan perintah Ibas. Walau bagaimanapun, istri yang sedang dalam masa iddah tetap dianjurkan melayani keperluan suaminya seperti soal makan dan minum.

"Ini kopinya," ucap Aliya sekembalinya dia dari dapur.

"Al, mau kemana?" tanya Ibas ketika Aliya tidak duduk dan langsung hendak pergi lagi.

"Mau ke kamar," jawab Aliya.

"Ngapain?"

"Nggak ngapa-ngapain."

"Kamu di sini aja! Temenin aku cerita. Hari ini, berat banget buat aku."

"Kalau Mas Ibas butuh teman cerita, kenapa nggak ketemu Nadia aja? Bukannya, tadi Mas Ibas udah janji mau ke tempat Nadia sehabis pulang kerja? Kok, malah pulang ke sini?"

Ekspresi wajah Ibas langsung berubah keruh. Dia tak suka melihat Aliya yang sekarang terlihat begitu masa bodoh.

"Al, kamu lebih senang kalau suami kamu pergi ke tempat perempuan lain?" tanya Ibas.

"Suami?" Aliya tertawa lagi. "Aku mana punya suami, Mas. Mas lupa, ya?"

"Apa maksud kamu, Aliya?" celetuk Saraswati yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka bersama Ikhsan.

"Bu-Bunda..." lirih Ibas dengan gugup.

1
Kar Genjreng
cinta di tolak bogem. bogem bertindak ya Bas,,,,jangan minta saja baik baik gitu ngomong secara baik jangan TREMOSI. juga ya sama Aufar. karena Aufar juga baik,,,bershujud Bas siapa tau dapat di mengerti oleh Aliya dan Aufar niatmu baik ya semoga ya ,,, tetapi luka Aliya memang dalam si Bas,,,,Yo berusahalah sekuat jiwa ragamu


👍😮👍👍👍💪
Ilfa Yarni
siapa yg bakal alya pilih augara atau balik ke iBas ya
sunaryati jarum
Tidak tahu malu dan menjilat ludahnya sendiri Ibas
Jangan sampai Aliya balikan sama Ibas.Seperti memperlakukan barang untuk uji coba, setelah dengan mantannya tidak enak mau coba istri yang telah dibuang dan dihina seperti barang dagangan dengan satu milyar, Alhamdulillah Aliya hanya mengambil 200 juta.
Kar Genjreng: kodrat kebanyakan laki laki kan seperti punya daya sendiri ,,,,setelah kehilangan baru lah menyesali,,,,
total 1 replies
partini
enak bener jadi Ibas,udah nyakitin menyesal minta rujuk
untung mantan istri cintanya tulus dan mulus jadi gampang rujuknya
Kar Genjreng
entah perasaan apa yang Aufar rasakan tetapi keliatan sangat menyayat hati,,,sedih campur lemes seketika. apakah nasibnya akan menjadi jomblo kembali dan cinta terpendam nya tidak pernah terealisasi 😭😭 tapi jodoh kadang kita tidak tahu,,,mungkin Ibas memang pernah gagal menjadi pasangan Aliya ,,, ya karena pengaruh dan belum tau rasanya kehilangan dan dalam keadaan terpuruk,,,nah sekarang baru menyadari ternyata wanita yang ada di samping nya dan telah di buang kini menjadi tempat untuk di rindukan,,,,maaf Aufar pasti akan ada gadis yang baik di tempat lain ,,,dan tentunya bisa menjadi rumah buat pulng untuk mu,,, biarlah asal. sepupu mu bisa bersatu ,,,kasih ultimatum bila menyakiti Aliya kembali tidak ada ampun,,, Ok lanjut
Ilfa Yarni
siapa yg akan dipilih alya aufar atau iBas penasaran
Aidil Kenzie Zie
nggak usah sok-sokan drama wong masalah ini kamu yang buat
Kar Genjreng
bas jangan TREMOSI dulu lo kan memang Aufar yang jaga Alya tetapi rupanya Aufar jaga adak
Kar Genjreng
😮 bagaimana ya kasih kesempatan tidak ya kalau ibas ngajak balikan,,,tapi kan tidak harus balikan to terserah juga si Aliya yg menguntungkan
Ilfa Yarni
.mknya bas jd laki2 itu jgn macam2 setelah sadar baru nyesel tp semua udah terlambat gmn sakit kan
Ilfa Yarni
bingung ya hrs milih siapa klo aku sih mending aufar tp ga tau jg kasian jg sebenarnya ibas
sunaryati jarum
Aufar nggak merebut tapi Aliya sudah kau lepaskan, lagian PD amat kamu jika.Aliya masih mau sama kamu
Kar Genjreng
cinta Aufar terkenzel kembali ya Allah melas men😄 deketin mantan sepupu nya di abaikan sekarang justru mantannya sedah berusaha sangat keras 💪 semangat Basss jangan kendor insyaf sudahan makanya lain kali punya wanita setia jangan di tipu dan ganjen abis haduuh rempes feh😮😮
Ilfa Yarni
m menyesalkan kmknya jd cowok itu yg benar iBas udah rasakan dulu apa yg dirasakan alya dulu
RaisyaMOM
Hai author mau nanya aja aku juga penulis dari 2020 waktu puncak jaya nya author ni mangatoon… sekarang masih kayak dulu gak si pambacanya 🥲 kangen nulis lagi
Kar Genjreng
ya karena Ibas sudah berubah dan ingin serius memperbaiki kembali bersama Aliya,,,,ya semoga saja Allah masih memberikan kesempatan buat orang yang sudah menyakiti tetapi sekarang sudah insyaf dan bertaubat. ,,,
Aidil Kenzie Zie
mana ada rebut Aliya dari kamu Bas kalian kan udah cerai
Arbaati
menarik, selalu ditunggu updatenya
Ilfa Yarni
imas knp dia sakit apa sebenarnya kasian jg iBas tp mau gmn lg itu udah konsekwensi dr perbuatannya pd alya dan skr baru menyesal
sunaryati jarum
Benar ikhlaskan Aliya itu konsekuensi dari perbuatamu padanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!