NovelToon NovelToon
Tergoda Paman Tunanganku

Tergoda Paman Tunanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Terlarang
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

💗 Dijodohkan dengan keponakannya malah tergoda dengan pamannya.

------------- 💫

‎Viona dijodohkan dengan anak dari sahabat mendiang ayahnya yang bernama Farel. Awalnya Viona menyetujui, namun kehadiran Arsen yang merupakan paman dari Farel menggoyahkan hatinya.

‎Bukan sekedar ingin ikut menjaga, tapi sikap yang Arsen tunjukkan lebih dari itu. Kedekatan yang terjalin diantara keduanya membawa mereka pada hubungan yang tak seharusnya.

‎"Jatuhnya begitu alami. Ataukah, kamu memang sengaja ingin menggodaku?" - Arsen.

‎Ketika rahasia hubungan mereka mulai terbongkar, ketegangan melanda keluarga besar. Viona harus memilih antara memenuhi harapan mendiang ayahnya dengan menikahi Farel, atau mengikuti hatinya yang menginginkan Arsen.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 : Dua rencana gelap.

Bima mengangkat kepalanya dari tumpukan dokumen, matanya yang biasanya tegas sedikit melunak saat melihat wajah putranya yang tampak sangat bersemangat. Dia menutup berkas merah yang ada di mejanya sebelum menatap Farel dengan seksama.

‎‎"Tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu langsung meminta izin seperti ini," ucap Bima dengan nada yang tegas namun tidak menyakitkan. Dia menghela napas lalu menambahkan, "Untuk apa kamu ingin mengajak Viona menginap di villa? Jangan berpikir Papa akan memberikan izin apalagi jika sampai harus menginap. Papa sudah berjanji kepada mendiang ayahnya Viona untuk selalu menjaganya, jadi Papa harap kamu juga bisa menjaga Viona dengan baik, apalagi sekarang kamu adalah tunangannya."

‎‎Farel mendekat dan duduk di kursi depan meja kerja Papanya, tetap dengan senyum yang tidak surut. "Pa, aku sudah mulai mencintai Viona dan ingin selalu menjaganya, jadi aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk padanya. Aku hanya ingin menghabiskan waktu dengannya, menunjukkan padanya betapa seriusnya aku dengan hubungan ini sebelum kami resmi menikah. Lagipula kami tidak pergi berdua, ada teman-temanku juga nanti disana."

‎‎Bima mengangguk perlahan, jari-jarinya menyentuh dagunya seolah sedang mempertimbangkan. "Papa tidak keberatan dengan permintaanmu, namun ada satu syarat. Kamu harus menjamin keamanan Viona selama berada di sana."

‎‎Farel mengangguk cepat dengan senyuman yang semakin lebar, "Terima kasih Pa! Aku tidak akan mengecewakan Papa dan pasti akan menjaga Viona dengan sebaik mungkin."

‎‎Senyum diwajahnya perlahan memudar, Farel melanjutkan ucapannya, "Tapi aku ingin Papa yang membujuk Viona supaya dia mau ikut pergi bersamaku. Jika aku yang mengajak, Viona pasti akan menolak dengan berbagai alasan."

‎‎Bima menghela napas lagi, mencoba memahami keinginan putranya yang ingin bisa mengenal Viona lebih dekat sebagai calon istri. Dia berdiri dan berjalan ke arah jendela kaca yang memperlihatkan pemandangan kota siang itu sebelum menoleh kembali ke Farel.

‎‎"Baiklah, Papa akan coba bicarakan dengan Viona besok pagi." ucap Bima dengan senyum tipis. "Namun ingat, kali ini kamu harus menjaga kepercayaan Papa. Papa sangat berharap kamu bisa benar-benar berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik."

‎‎Farel segera berdiri dan mengangguk dengan wajah yang penuh tekad, "Aku janji, Pa. Kali ini aku akan menunjukkan bahwa aku benar-benar layak untuk Viona dan pantas mendapatkan kepercayaan dari semua orang, khususnya Papa."

‎‎Bima mengangguk perlahan, sepertinya keputusannya untuk menjodohkan Farel dengan Viona adalah keputusan yang sangat tepat. Dia bisa melihat kesungguhan di mata putranya yang dulu sering membuatnya khawatir karena sikapnya yang ceroboh.

‎‎"Sekarang kembalilah ke ruanganmu dan selesaikan pekerjaanmu. Masalah Viona nanti biar Papa yang urus," ucap Bima.

‎‎Farel mengangguk, senyum kembali muncul di wajahnya. "Baik, Pa. Aku akan segera kembali ke ruang kerjaku dan menyelesaikan semua tugas yang belum aku selesaikan."

‎‎Farel melangkah menuju pintu, dia berhenti sejenak diambang pintu dan menoleh kembali. "Sekali lagi terimakasih Pa. Dan maaf karena dulu aku sering membuatmu kecewa."

‎‎Setelah mengatakan itu, Farel keluar dari ruangan papanya. Senyum licik di wajahnya makin jelas, dia sudah merencanakan semuanya dengan matang.

‎‎"Sudah lama aku menunggu kesempatan seperti ini," gumamnya pelan sambil melangkah menuju lift. "Kami sudah bertunangan, jadi tidak masalah jika harus berhubungan badan supaya hubungan kami semakin dekat."

-

-

-

Arsen tiba di kafe tepat pukul sebelas siang. Dia memilih meja di sudut yang tenang, jauh dari keramaian tamu lainnya. Sementara menunggu, dia mengecek beberapa pesan yang dikirimkan oleh Viona. Sepertinya gadis itu benar-benar takut jika dia akan terpesona pada wanita yang akan dia temui.

‎‎📩 "Apa Paman sudah sampai di kafe?"

‎‎📩 "Bagaimana wanita itu menurut Paman?"

‎‎📩 "Jangan menatapnya terlalu lama dan jangan coba-coba jatuh cinta padanya!"

‎‎📩 "Cepatlah kembali, aku merindukanmu Paman."

‎‎Arsen menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum hangat saat membacanya. Belum sempat dia mengetik balasan, seorang wanita dengan rambut coklat panjang yang diikat rapi memasuki kafe dengan memegang ponsel yang terpampang foto Arsen di layarnya. Pandangannya berkeliling hingga akhirnya menemukan Arsen yang duduk di sudut kafe, lalu dia mengangkat tangan sebentar sebagai sapaan sebelum melangkah mendekat.

‎‎"Kamu Arsen? Aku Clara. Maaf jika sedikit terlambat, jalanan agak macet tadi," ucapnya dengan senyum ramah.

‎‎Arsen segera menyimpan ponselnya ke dalam kantong jasnya kemudian berdiri. "Tidak apa-apa, Nona Clara. Saya juga belum menunggu lama."

‎‎Dia menunjuk ke kursi di hadapannya dengan senyum sopan sebelum memanggil pelayan yang lewat. "Silakan duduk dulu. Saya sudah pesan minuman untukmu, semoga sesuai dengan seleramu."

‎‎"Terima kasih, Arsen." Clara mengangguk dengan senyuman hangat, kemudian duduk di depan Arsen.

‎‎Clara mengedarkan pandangannya ke sekeliling kafe. "Kafe ini sangat nyaman ya, pemilihan tempatmu sangat tepat. Aku suka tempat yang tenang seperti ini."

‎‎"Saya sengaja memilih duduk disini supaya kita bisa berbicara dengan nyaman," jawab Arsen sambil kembali duduk. Tak lama kemudian pelayan datang membawa segelas jus segar untuk Clara, serta kopi hitam untuk Arsen.

‎‎Setelah pelayan pergi, Clara mengambil gelas jusnya dan meminumnya sedikit sebelum menoleh pada Arsen. "Kak Saskia sudah cerita banyak tentangmu, Arsen. Dan aku langsung tertarik saat mendengar cerita tentangmu dan melihat fotomu."

‎‎Arsen mengangguk perlahan, namun ekspresinya mulai terlihat lebih serius. "Tapi sebenarnya saya ingin mengatakan sesuatu yang penting sebelum kita melanjutkan pembicaraan lebih jauh, Nona Clara."

‎‎Clara sedikit menurunkan gelasnya, menatap penuh pada Arsen. "Tentu saja, silakan saja. Ada apa, Arsen?"

‎‎"Sebenarnya tujuan saya datang kemari bukan untuk mempertimbangkan perjodohan seperti yang diusulkan oleh Kak Saskia," ucap Arsen dengan nada yang tegas namun tetap lembut. "Saya sudah memiliki seseorang yang saya cintai dengan tulus, seorang gadis yang sangat berarti bagi saya. Jadi tidak ada lagi tempat untuk orang lain."

‎‎Clara terlihat kecewa mendengarnya, dia sudah langsung tertarik pada Arsen sejak melihat fotonya dan mendengar cerita tentangnya dari Saskia. "Tapi Kak Saskia bilang kamu tidak pernah dekat dengan wanita lagi semenjak putus dari mantan kekasihmu lima tahun yang lalu,"

‎‎Arsen tersenyum tipis. "Itu benar, Nona Clara. Selama lima tahun ini memang saya tidak pernah merasa tertarik pada siapapun sampai gadis itu muncul dalam hidup saya."

‎‎"Maaf jika ini membuatmu kecewa," ucap Arsen dengan sopan. "Saya tidak ingin menyembunyikan hal ini. Kamu adalah wanita yang baik, dan pasti akan menemukan orang yang tepat untukmu."

‎‎Arsen berdiri tanpa menyentuh minumannya sedikitpun, "Saya harus pamit dulu, Nona Clara. Ada seseorang yang sedang menunggu saya, dan saya tidak ingin membuatnya menunggu terlalu lama."

‎‎Arsen menatap Clara sejenak sebelum beranjak pergi meninggalkan meja yang mereka duduki. Clara hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang penuh kecewa dan sedikit kebencian. Dia menggenggam gelas jusnya dengan erat, kemudian berdiri dengan cepat.

‎‎"Jadi kamu hanya datang kesini untuk menyampaikan itu saja?!" seru Clara, "Tanpa mau memberiku sedikit kesempatan untuk mengenalmu lebih dekat?"

‎‎Arsen menghentikan langkahnya, menoleh perlahan menghadap Clara dengan wajah tenang namun tegas.

‎‎"Saya pikir jujur adalah hal paling baik untuk dilakukan. Memberikan kesempatan palsu hanya akan menyakitimu lebih lama, Nona Clara." ucapnya dengan nada yang lembut namun jelas, kemudian berbalik dan melanjutkan langkahnya pergi.

‎‎Clara menggelengkan kepalanya, matanya sedikit memerah karena emosi yang memuncak. Kedua tangannya tergenggam erat di sisi tubuhnya sambil pandangannya menatap ke arah kepergian Arsen yang semakin menjauh.

‎"Mari kita lihat, aku pasti bisa membuatmu berubah pikiran Arsen."

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
drama perpisahan di depan mata noh paman Bima🤧🤧
Zuri
mna bisa begitu... cobranya udah dapet sarang yg enak mana mau dilepas.. ehh/Silent//Silent/
Zuri
jujur lebih baik ya Vio
Zuri
mana bisa bgituu... yg jebol gawang Arsen loh/Slight//Slight/
Zuri
Farel itu ngamuknya gegara gagal unboxing🤣🤣
Zuri
disidang🤧🤧
zee
wah tambah seru nih
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak masih setia menyimak 🙏😁
total 1 replies
Zuri
salah sendiri punya pikiran kotor🤧🤧
🔥Violetta🔥: Nggak kotor nggak anuuun🤣🤣
total 1 replies
Zuri
sadar kali kak, bukan dasar/Silent/
🔥Violetta🔥: Efek mabok tulisan 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zuri
tenang saja vio.. pamanmu akan melindungimu🤭🤭
🔥Violetta🔥: Melindungi sampai kedalam-dalam 😅😅
total 1 replies
Mita Paramita
Arsen dan viona udh ga bisa dipisahkan ini🤣 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Sudah menyatu seakar-akarnya, Kak🤭🤣🤣
total 1 replies
Zuri
mereka lagi main bareng🤣
🔥Violetta🔥: Main bola /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zuri
sedia payung sebelum hujan🤣🤣
🔥Violetta🔥: Udah nahan dia dari lama 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
jebol juga akhirnya kalo godaannya gini
🔥Violetta🔥: Mana tahan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zuri
mau nerkam apa gimana dirimu Arsen😏😏
🔥Violetta🔥: Sudah tidak tahan dia 🤭🤭🤭
total 1 replies
Zuri
dirimu kn emang gak bisa jaga Vio. mau ngrusak iya/Smug/
Zuri
udah di bawa kabur🤣🤣
Zuri
rencanamu mau unboxing gagal total rell🤣
Zuri
mendadak jadi maling/Facepalm//Facepalm/
🔥Violetta🔥: Maling cinta 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
bukannya eemang itu ya yang kamu harapkan? hayoo ngakuu😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!