NovelToon NovelToon
Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Aisya harus menelan pil pahit, dua tahun pernikahan, ia belum dikaruniai keturunan. Hal ini membuat mertuanya murka dan memaksa suaminya menjatuhkan talak.

Dianggap mandul dan tak berguna, Aisya dicampakkan tanpa belas kasihan, meninggalkan luka yang menganga di hatinya.

Saat sedang mencoba menyembuhkan diri dari pengkhianatan, Aisya dipertemukan dengan Kaisar.

Penampilan Kaisar jauh dari kata rapi, rambut gondrong, jaket kulit lusuh, dan tatapan liar. Mirip preman jalanan yang tampak awur-awuran.

Sejak pandangan pertama, Kaisar jatuh cinta pada Aisya. Ia terpesona dan bertekad ingin menjadikan Aisya miliknya, memberikan semua yang gagal diberikan mantan suaminya.

Tapi, mampukah Kaisar meluluhkan hati Aisya yang sudah terlanjur hancur dan tertutup rapat? Atau apakah status dan cintanya yang tulus akan ditolak mentah-mentah oleh trauma masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Siang itu, suasana di dalam rumah Marni terasa seperti di dalam mall mewah. Bagaimana tidak, di atas meja ruang tamu yang biasanya hanya berisi toples kerupuk, kini berjejer tas kulit bermerek, beberapa kotak perhiasan emas, dan bungkusan makanan dari restoran bintang lima yang aromanya memenuhi ruangan.

Rima duduk dengan anggun di sofa, jemarinya yang lentik dengan cat kuku merah menyala sedang membuka sebuah kotak berisi kalung berlian.

"Tante, coba lihat ini. Kurasa warna emas putih ini sangat cocok dengan kulit Tante yang masih kencang," ucap Rima dengan suara semanis madu.

Marni hampir saja melompat dari kursinya. Matanya berbinar, tangannya yang kasar gemetar saat menyentuh perhiasan itu.

"Ya ampun, Rima, ini beneran buat Tante? Ini mahal sekali lho?"

Rima tertawa kecil, nada suaranya terdengar sangat merendahkan namun dibungkus dengan keramahan palsu.

"Ah, ini nggak seberapa, Tante. Untuk calon ibu mertuaku, apa sih yang tidak? Ayahku bilang, wanita hebat seperti Tante harusnya memakai barang yang berkelas, bukan daster diskonan."

Marni langsung memakai kalung itu di depan cermin kecil di ruang tamu. Ia mematut dirinya dengan bangga.

"Memang benar kamu, Rima. Kamu jauh berbeda dengan Aisya. Dia itu... duh, boro-boro kasih emas, belikan daster baru buat dirinya sendiri saja harus tunggu uang sisa belanja dari Hendra."

Rima menyeringai, ia mulai melancarkan serangan intinya. Ia mendekat, memegang pundak Marni dengan akrab.

"Tante, aku sungguh kasihan melihat Tante. Harusnya di usia sekarang, Tante itu tinggal menikmati hidup. Jalan-jalan ke luar negeri, belanja di mall tanpa lihat label harga, dan yang paling penting menggendong cucu yang tampan dan cantik."

Mendengar kata cucu, wajah Marni langsung berubah muram.

"Itu dia, Rima! Itu luka paling besar di hati Tante. Dua tahun mereka nikah, rahim si Aisya itu seperti tanah kering, tidak menghasilkan apa-apa! Tante malu sama tetangga."

"Nah, itu dia masalahnya, Tante," sahut Rima dengan nada prihatin yang dibuat-buat. "Apa Tante tidak takut kalau sebenarnya Aisya itu memang tidak subur? Atau jangan-jangan dia sengaja menahan diri karena sebenarnya dia punya pria lain di luar sana?"

"Apa?! Pria lain?!" Marni membelalak.

"Tante tahu kan, di pasar banyak preman. Aku sering dengar kabar kalau ada pelayan atau kurir yang sering menggoda wanita-wanita yang kelihatannya polos seperti Aisya. Apalagi Mas Hendra sibuk kerja, siapa yang tahu apa yang dilakukan Aisya di luar rumah?" Rima mengembuskan racunnya

dengan sangat halus.

Marni menggebrak meja. "Benar! Pantas saja akhir-akhir ini dia sering pulang terlambat dari pasar. Alasannya antre angkot, tapi jangan-jangan dia asyik berduaan!"

Rima membuka ponselnya, menunjukkan beberapa katalog liburan mewah ke Eropa.

"Tante, kalau mas Hendra menikah denganku, Ayahku sudah janji akan memberikan jabatan Manajer Area untuk mas Hendra bulan depan. Gajinya akan naik tiga kali lipat. Tante mau ikut kami liburan ke Paris?"

Marni menelan ludah. Bayangan dirinya memakai baju bulu-bulu di menara Eiffel langsung memenuhi kepalanya.

"Paris? Ibu-ibu pengajian pasti akan mati iri kalau Tante ke sana!"

"Tentu saja bisa, Tante. Tapi syaratnya cuma satu..." Rima menjeda kalimatnya, menatap Marni dengan tatapan tajam. "Mas Hendra harus bebas dari beban. Mas Hendra tidak bisa naik jabatan kalau reputasinya buruk karena punya istri yang dituduh berselingkuh dengan preman pasar. Tante harus bantu aku."

Marni mengangguk cepat, seolah tersihir oleh kilauan berlian di lehernya.

"Kamu tenang saja, Rima. Tante akan pastikan Hendra segera sadar. Tante akan buat hidup Aisya di rumah ini seperti di neraka sampai dia sendiri yang minta cerai! Lagi pula, siapa yang tahan kalau dituduh selingkuh terus-menerus?"

"Bagus, Tante. Oh iya, ini ada uang saku sedikit untuk Tante jajan sore ini," Rima menyelipkan amplop tebal berisi uang tunai ke tangan Marni.

"Duh, Rima... kamu benar-benar malaikat! Tidak salah Tante pilih kamu jadi calon menantu," puji Marni sambil menciumi amplop itu.

Tepat saat itu, terdengar suara pintu belakang terbuka. Aisya masuk dengan wajah kelelahan, menenteng kantong plastik berisi sayuran murahan. Ia tertegun melihat tumpukan barang mewah di ruang tamu dan keberadaan Rima.

"Eh, sudah pulang kamu, tukang selingkuh?" sapa Marni dengan nada ketus yang luar biasa.

Aisya mengerutkan kening. "Selingkuh? Apa maksud Ibu? Dan ini barang siapa, Bu?"

Rima berdiri, menatap Aisya dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tatapan menghina.

"Ini barang yang aku belikan untuk Tante Marni, Aisya. Kenapa? Kamu iri? Oh, maaf ya, mungkin kamu lebih suka barang pemberian teman pria kamu yang di pasar itu ya?"

"Maksud Mbak Rima apa? Saya tidak punya teman pria di pasar," jawab Aisya dengan suara bergetar.

"Alah, jangan sok suci!" bentak Marni sambil berdiri. "Sudah untung ada Rima yang baik hati kasih Ibu kemewahan begini, kamu malah datang bawa bau keringat pasar! Cepat masuk ke dapur! Dan ingat, jangan berani-berani sentuh barang pemberian Rima ini dengan tangan kotor kamu itu!"

Aisya berjalan menuju dapur dengan hati yang hancur. Di belakangnya, ia masih bisa mendengar tawa Rima dan Marni yang sedang asyik merencanakan cara untuk menunjukkan bukti perselingkuhannya kepada Hendra malam nanti.

Rima melirik ke arah dapur dengan senyum kemenangan yang keji.

"Sedikit lagi, Aisya. Setelah ini, bukan cuma rumah ini yang akan menolakmu, tapi juga suamimu," batin Rima puas.

1
Ila Lee
minta petunjuk dari Allah SWT insyaallah jika kiasar benar jodoh MU doa MU di makbulkan Allah Aamiin ❤️❤️
Ila Lee
sosewet mas Kaisar terus melamar dan mahu di jadi pendamping hidupnya dengar Aisya sejak pertama kali bertemu Kaisar sudah mencintai walaupun waktu itu kau isteri Hendra berengsek jantan keparat 😡😡😡
Ila Lee
pak Kaisar yg terus mencari MU Aisya orang yg sangup terluka kerana me boling MU dan orang yg mencintai dalam diam❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
semoga Sarah itu adalah Aisya Thor kasihan Kaisar MCM orang gila kerana terus mencari Aisya cinta itu buta Thor kerana cinta orang boleh jadi gila🤣🤣🤣🤣🤣
Leny Wijaya
Sholat minta petunjuk aisya kemana hatimu akan brlabuh😃😃moga jawabnya ada pada kaisar👍👍😃
Lilik24
selalu adalah kalau utk Mas Kaisar😍😍😍
zhelfa_alfira
akhirnya setelah babang kai galau selama 3 bulan kini sudah bertemu sama pujaan hati...
Leny Wijaya
eng ing eng kaisar bertemu aisya moga aisya mau balik ke jakarta bersama kaisar👍👍👍
partini
emang ganti nama Thor
apa Sarah nama tengah belakang atau samping 🤣
Senjakala: Nama samaran mak wkwk
total 1 replies
Huri Fah
Terima dong sarah, kasian bujang karatan 🤭
Senjakala: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
sunshine wings
kalo udah jodoh.. takdir akan mempertemukan dimana saja.. di kutub utara mas Kaisar akan sampai.. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Wulan Sari: betul say setuju banget semoga bisa bersama ya 🤲
total 1 replies
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
Leny Wijaya
Yes akhirnya nanti aisya brtemu kaisar lagi yg dulu menolongnya😃dah gk sabar nunggu bab lanjutan👍
Ila Lee
semoga kiasar cepat ketemu Aisya ya 😍😍😍😍
Ila Lee
pergi Aisya maruahmu telah diinjak 2 oleh suami yg kamu hormati hanya kerana wanita lain 😭😭😭😭😭
Ila Lee
pergi lh dari rumah yg seperti neraka yg penting bercerai dulu dari Hendra jantan pengecut dayus tidak kuat imannya digoda sikit terpedaya 😡😡😡😡😡😡
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Opi Sofiyanti
y iyalah msh rata.. orng yg mandul kan ank kamu.... 😁😁😁
Opi Sofiyanti
lah udh nikah wae ajaaaa.... 😜😜😜
Opi Sofiyanti
lah 3 bln apa 3 hr??? 😂😂😂
Senjakala: Angap aja gak nemuin pas di mobil kak wkwk
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!