Kris selalu di bully disekolahnya karena tak hanya lemah dan anak panti tapi juga memiliki wajah dibawah rata-rata. Suatu hari ia mendapatkan sistem pilihan, dia harus memilih satu dari dua pilihan setiap harinya. Mampukah Kris menjadi orang kuat dan kaya raya seperti impiannya dengan adanya sistem ditubuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Membeli apartemen
''sayang ayo kita bersiap-siap'' ajak Kris saat ia dan Alan memasuki kamar Kris lagi.
''ok'' jawab Luna dan Desi lalu mereka memilih pakaian yang ingin mereka pakai, Mira juga kembali ke kamar tamu yang ia tempati dengan diikuti Alan.
''oohhh mau menggodaku lagi ya'' ucap Kris saat melihat kedua kekasihnya berganti pakaian didepannya.
''hehehe'' kekeh keduanya yang malahan semakin bermain api didepan Kris.
Tongkat sakti Kris memang bereaksi namun ia tak menyerang keduanya sebab mereka mau membeli apartemen, sedangkan besok dan kedepannya ia bakalan sibuk dan tak tau apakah masih bisa menemani kedua pacarnya.
Kris tak bergerak sedikitpun, ia terus saja memerhatikan pemandangan indah didepan matanya. Siluet kedua pacarnya yang tanpa busana benar-benar membuat Kris terpesona dan candu padahal baru tadi malam ia melihat semuanya.
''benar-benar sangat indah'' puji Kris hingga membuat Luna dan Desi senang.
''hehehe'' kekeh keduanya bahkan melakukan berbagai pose didepan Kris.
''cepatlah sayang, jangan menggodaku lagi atau kita nggak jadi beli apartemen dan berganti aku yang akan memakan kalian'' Kris sudah benar-benar tak tahan dengan godaan kedua pacarnya.
''hehehe baiklah'' jawab keduanya lalu segera memakai pakaian mereka, Kris juga melakukan hal yang sama. Ia melepaskan seragam sekolahnya dan membuat kedua pacarnya berbinar saat melihat barisan otot Kris yang benar-benar memanjakan mata.
TOK TOK TOK
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu lalu setelahnya juga terdengar suara Alan.
''apa sudah selesai Kris?'' tanya Alan.
''sebentar lagi'' jawab Kris lalu beberapa saat kemudian ia keluar bersama kedua pacarnya.
Diluar sudah ada Alan dan Mira sekaligus Ridho.
''kak Ridho'' bingung Kris.
''aku mau ikut, tak apa-apakan?'' tanya Ridho.
''tentu saja kak, dengan adanya kakak maka kami pasti bisa mendapatkan apartemen yang bagus. Ayo kak'' mereka pun memasuki garasi mobil dan kembali membuat Ridho ternganga sebab semua mobil yang terparkir adalah mobil sport.
''pilih saja salah satu sebagai kendaraan buat kakak kerja'' ucap Kris hingga lagi-lagi membuat Ridho terkejut dan terdiam.
''tapi kalau kakak tak suka maka kita bisa membeli mobil yang kakak mau'' sambung Kris saat melihat Ridho yang terdiam dan tak menjawab.
''mobil sport terlalu mewah buat kakak, lebih baik kamu belikan kakak mobil yang biasa saja'' jawab Ridho, ia merasa tak nyaman kalau bekerja harus menggunakan mobil sport yang harganya puluhan hingga ratusan milyar rupiah.
Kalau terjadi kecelakaan maka ia jamin Kris tak akan meminta rugi namun ia yang malah merasa tidak nyaman jadi Ridho pikir lebih baik menghindari masalah.
''baiklah nanti setelah membeli apartemen kita ke showroom mobil'' putus Kris.
Mereka berenam segera menuju perusahaan real estat lalu memasukinya setelah sampai.
Mereka disambut dengan sangat ramah sebab datang dengan dua buah mobil sport sebab Ridho duduk didepan disamping Kris yang sebagai pengemudi mobil.
''mau yang mana sayang?'' tanya Kris setelah melihat kedua kekasihnya dan Mira membaca setiap fasilitas yang ada disetiap unit apartemen yang dijual.
''aku mau yang ini'' tunjuk Luna.
''sama, aku juga mau yang ini biar kami bersebelahan'' angguk Desi.
Mira sebenarnya juga sangat tertarik dengan unit yang dipilih Luna dan Desi namun harganya sangat mahal karena apartemen yang mereka pilih adalah apartemen terbaik di kota mereka.
Hal itu dilihat Kris lalu ia menyenggol Alan. Alan mengerti dan segera mendekati Mira.
''sayang kalau kamu mau yang sama seperti mereka maka aku akan membelikannya, aku yakin bisa membayarnya dikemudian hari'' ucap Alan lalu membisiki Mira hingga membuat Mira terkejut sebab yang dibisikkan Alan adalah gajinya perbulan yang 30 juta rupiah.
''tapi beneran nggak papa kalau aku ambil apartemen yang sama seperti mereka?'' tanya Mira kembali memastikan sebab dirinya tak mau terlalu membebani kekasihnya yang akan menjadi pasangan hidupnya.
''nggak papa, lagian apartemen itu cukup besar dan cukup untuk kita dan anak-anak kita nantinya'' jawab Alan hingga membuat Mira memerah malu saat mendengar kata anak-anak mereka.
'ck ada apa dengan dua bocah ini? bikin orang iri saja' batin Ridho berdecak kesal.
'sepertinya aku juga harus mencari pasangan juga sebab umurku sudah 30 tahun' batin Ridho lagi mulai memutuskan akan mencari kekasih demi masa depannya, ia berpikir untuk apa sukses dikemudian hari kalau tak memiliki pasangan hidup maka hal itu sama saja tak sukses namanya.
Akhirnya ketiganya mengambil unit apartemen dilantai yang sama lalu Kris membayar dengan total 150 milyar rupiah hingga membuat Ridho kembali menganga sebab Kris bisa mengeluarkan uang sebesar itu dengan sangat mudah.
TING
Ponsel Kris berbunyi lalu ia menyeringai saat ada saldo masuk sebesar 750 milyar.
'hohoho panen duit lagi nih' batin Kris tertawa senang.
''apa kalian mau lihat dulu sayang?'' tanya Kris dan keduanya segera mengangguk lalu mereka pergi memeriksa apartemennya.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai didalam unit apartemen yang baru mereka beli.
''ternyata lebih bagus dari yang digambar'' ucap Kris.
''betul, sangat jarang ada yang lebih bagus dari fotonya'' sahut Ridho.
Setelah puas melihat apartemen yang mereka beli, mereka segera menuju showroom mobil untuk membeli mobil Ridho.
''mau yang mana kak?'' tanya Kris.
Ridho menujuk pada sebuah mobil Avanza hingga membuat Kris mengernyit sebab dengan membeli mobil itu maka uang cashback yang ia dapatkan hanya sedikit.
''terlalu murah kak, bagaimana kalau BMW atau mercedes-benz? atau audi itu?'' tunjuk Kris pada ketiga mobil yang nampak terlihat lebih keren dari mobil yang lainnya.
''terlalu mahal Kris'' tolak Ridho.
''kakak sangat tak cocok pakai mobil yang kakak tunjuk tadi, lebih cocoknya sama yang diantara tiga tadi'' geleng Kris.
''tapi yang kamu pilihkan terlalu mahal Kris, mobil biasa saja tak masalah asalkan bisa jalan'' Ridho tetap pada pendiriannya.
''kalau pakai mobil yang kakak tunjuk tadi bakalan susah menggaet cewek'' kali ini perkataan Kris sukses mendapat anggukan dari Alan dan ketiga gadis yang yang datang bersama mereka, bahkan para agen showroom mobil juga mengangguk.
'Kris benar juga. Kalau aku pakai mobil mahal pasti bakalan mudah dapat cewek, soalnya di zaman ini para wanita lebih menyukai pria mapan' batin Ridho mengakui perkataan Kris sangatlah benar.
''baiklah, menurutmu diantara tiga tadi mana yang lebih murah?" tanya Ridho setelah sepakat dengan usulan Kris.
''nah gitu dong, menurutku harganya sama saja jadi pilih saja yang sesuai selera kak Ridho'' jawab Kris kembali menyerahkan pilihan pada Ridho sebab Ridho yang akan memakai mobilnya dan bukan dirinya.
Ridho menatap ketiga mobil itu dan entah kenapa pilihannya lebih condong pada BMW.
''aku pilih BMW saja'' putus Ridho.
''gesek kak'' ucap Kris menyodorkan kartu kreditnya pada agen showroom mobil yang melayani mereka sejak awal mereka datang.
TING
Ponsel Kris kembali menerima notifikasi saldo masuk sebesar 50 milyar.
'yessss panen 800 milyar hari ini hahahaha' batin Kris tertawa terbahak-bahak.