AFI seorang gadis yang berusia 21 tahun ,yang masih menduduki bangku perkuliahan yang harus menikah muda karna perjodohan dengan seorang abimana
salah seorang dokter muda ,sifat nya yang dingin ,cuek, dan muka datar nya namun tidak untuk istri nya ,ketika bersama istri nya Abi selalu bersikap lembut ,bawel, dan yang tentunya selalu menyayangi dan mencintai AFI,,,
jangan lupa mampir ke cerita ku ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26
Setelah membeli banyak barang Afi mengajak Adena ,Alice dan Adiba untuk pulang karena sudah hampir sore ,
" jadi ini kerjaan kamu ! Menghambur hambur kan uang suami ? " suara seorang wanita tua yang menghentikan langkah ke empat gadis , yang baru selesai berbelanja .
Afi menatap wanita tua didepan nya , Afi mencoba untuk tersenyum , Afi meraih tangan yang sudah kelihat keriput itu , namun belum sempat disentuh nya , Oma Jihan langsung menjauhi tangan nya ,.
Oma Jihan mendekati Afi , menatap wanita itu dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis nya " harus nya kamu Sadar diri , kamu dan cucu saya itu tidak sepadan , bisa dibilang cucu saya bagai kan berlian dan kamu ,! Hanya secuil debu "
DEG.... Hati Afi rasanya bagai tercubit , Afi menghela nafas nya mencoba untuk tidak memasuk kan kedalam hati kata-kata oma Jihan
Adiba yang melihat sahabat nya di perlakukan tidak baik pun tidak tinggal diam
" jaga ucapan anda " kata Diba dengan emosinya .
" udah jeng ! mereka masih muda jadi wajar kalau mereka sesekali menikmati masa mudanya , " kata seorang wanita tua memandang Afi dengan kekaguman nya .
Wanita itu berpikir dimana Jihan tidak menyukai gadis ini ,
" wajar bagi orang yang belum menikah , " jawab Oma Jihan masih dengan pendirian nya , " kalo dibanding kan dengan calon yang sudah saya siap kan untuk Abi , kamu bejauh " ambung nya .
Afi menghela nafas kasar nya sudah cukup ! kesabaran nya sudah habis , dia menatap Oma Jihan " Oma boleh tidak menyukai Afi , tapi jangan pernah bandingkan Afi dengan wanita lain " kata Afi tegas tanpa rasa takut sedikit pun
" dan kalaupun Oma tidak menyukai Afi , Afi tidak perduli ,"
Plak....
Sebuah tamparan dilayangkan Oma Jihan pada pipi Afi , Adena , Alice, dan Adiba yang menyaksi kan nya membulat kan bola mata nya , Afi memegang pipinya yang tersa sakit ,dan bahkan memerah , tamparan Oma Jihan memang terlalu kasar ,dan tidak berperasaan .
" cukup ... " kata Alice yang tidak terima sahabatnya diperlakukan kasar , " perbuatan anda sudah terlalu jauh , memang nya dimana letak kesalahn Afi dalam berumah tangga dengan cucu anda , mereka yang menjalinya bukan anda jadi anda tidak ada hak sedikit pun memperlaku kan sahabat saya seperti tadi " kata Alice yang sudah muak melihat nenek- nenek didepan nya .
" kamu berani dengan saya ???" tanya Oma Jihan dengan emosinya .
" kenapa saya harus takut , kita sama-sama Manusi , dan juga sama-sama makan nasi ,jadi apa yang harus takut kan dari anda ? " jawab Alice tanpa takut sedikit pun .
Afi menarik tangan Alice , mengajak sahabat nya pergi dari sana , Alice yang mengerti kalau Afi sudah tak ingin disana pun langsung berlalu dari sana
🍁🍁🍁
Afi terduduk di depan meja rias nya , memandang pipi nya yang masih memerah , wanita itu , menerawang jauh , sulit bagi Afi untuk tidak mengingat , semua ucapan Oma Jihan pada nya tadi .
Suara handle pintu kamar yang terbuka , mengalih kan atensi Afi pada orang yang berdiri di ambang pintu dengan memperlihat kan senyum Nya , Afi membalas senyuman laki-laki yang menjadi suami nya itu ,
" mas Abi udah pulang " kata Afi mendekati Abi, lalu berdiri di depan Abi , Afi membuka kan dasi dan juga kaos kaki Abi , " mas Abi mau makan dulu atau mandi dulu ? " tanya Afi mencoba terlihat baik baik saja .
Abi mengerut kan kening nya memandang pipi istri nya yang memerah dan juga di area bawah mata nya ada sedikit ke unguan ,
" mas mandi dulu aja sayang ! " jawab Abi mengecup pucuk kepala Afi dan setelah nya berlalu kedalam kamar mandi , Afi memandang punggung suami nya yang mulai menghilang dari pandangan nya , Afi menghela nafas nya lelah , memang benar apa yang di kata kan Oma Jihan , Abi itu sempurna , tampan iya , badan nya bagus , tajir , baik bisa dikata kan kalau menurut Afi laki-laki itu sempurna ,
" udah Afi jangan terlalu di pikirin , lupain mungkin Oma bilang gitu karna belum bisa Nerima kamu aja " gumam Afi menyemangati dirinya sendiri .
Suara handle pintu kamar mandi mengalih kan atensi nya , wanita itu tidak bisa berkedip melihat , Abi yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya , dan handuk kecil yang berteger di pundak nya .
AFI menelan ludah nya melihat betapa indah nya ciptaan tuhan ," kedip sayang ," kata Abi yang sudah berdiri di hapan Afi , Afi memaling kan wajah nya ke arah lain ia jadi malu sendiri , karna ketauan mengagumi suami sendiri.
" mas Abi pakek baju dulu sana , Afi tunggu dibawah " kata Afi lalu berlari keluar kamar , keadaan seperti tadi tidak aman bagi jantung nya ,
" pakein dong sayang " teriak Abi menggoda istri nya ,
" dasar mas Abi nggak jelas ," jawab Afi dari luar kamar ...
BERSAMBUNG.....
jangan lupa buat vote , like , and komen , ya biar author semangat up nya .. Salam hangat dari authorʘ‿ʘ