NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Dengan Abang Sahabatku

Jatuh Cinta Dengan Abang Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Beibe

Dea Kanita putri gadis remaja berusia 18tahun dia adalah putri bungsu dari keluarga Wijaya yaitu Adison Wijaya dan Rianti Wijaya
Dea menyukai Abang dari sahabatnya yaitu Rion jovian tapi karna tak pernah mendapat respon dari Rion akhir nya dia berusaha untuk tak peduli lagi dengan perasaan nya,,

lalu bagaimana dengan Rion setelah Dea tak lagi mengganggu dan mengusili nya,yuk ikuti kisah ini agar tau kelanjutannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beibe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

setelah melewati masa awal kehamilan yang cukup sulit kini kandungan Dea, sudah memasuki trimester ketiga .Di Trimester ketiga ini Dea, sudah tak lagi merasakan mual dan pusing lagi. Malah nafsu makan nya semakin meningkat. Membuat tubuh nya sedikit lebih berisi dari biasanya.

"badan Dea, jadi gemuk sekarang ya bang. Pasti Dea, jelek banget sekarang. Abang pasti ilfil liat Dea, iya kan bang..?"nah ini lah Dea sekarang ia mengalami krisis percaya diri dan sangat sensitif.

Rion tertegun mendengarnya, jawaban apa yang harus ia berikan agar mood Dea, membaik.huff Rion menghela nafas terlebih dahulu sebelum menjawab..

"wajar sayang kan lagi hamil memang seperti itu hormon ibu hamil. kamu tambah cantik sayang.."sedangkan Dea, masih cemberut.

"nggak papa sayang. Yang, penting kamu sama baby nya sehat.."Rion memeluk istrinya dari belakang mengelus lembut perut istri nya yang sudah agak buncit.

"sekarang kita makan dulu yuk, nanti keburu dingin makanan nya."ajak Rion sa'at sudah tiba waktunya makan malam.

"Nanti siang jadwal nya, periksa kandungan kan sayang.?"tanya Rion memastikan.

"iya, Abang kalau nggak bisa nggak papa. Dea, nanti minta temenin sama mbak. Di anterin supir.."jawab Dea.

"Rion menghela nafasnya.."ma'af sayang, Abang nggak bisa nemenin kamu.."ucap Rion. "sayang ma'af ya, papa nggak bisa nemenin kalian. Baik-baik sama mama ya nak.."Rion berbicara di depan perut Dea, lalu mengecup perut istri nya...

selesai sarapan Rion hendak berangkat ke kantor dan Dea,memutuskan untuk cuti kuliah dan mengulang tahun depan jika masih ada minat nya untuk kuliah.

"hati-hati bang. Semangat papa kerjanya.."ucap Dea, menirukan suara anak kecil. Yang membuat Rion tertawa.

"iya, sayang.muaacchh"Rion mencium pipi istri nya, entah lah. Kali ini rasanya berat melepaskan istrinya berangkat sama supir tapi pekerjaan nya,kali ini tak bisa di tinggalkan.

Dea, sedang siap-siap di kamar karena sebentar lagi ia akan berangkat ke rumah sakit tempat dimana ia biasanya periksa kandungan..

"ayo mbak, kita berangkat."ucap Dea.

Mobil yang di tumpangi Dea, berhenti di lampu merah setelah menunggu beberapa menit akhirnya mobil kembali jalan. Tiba di jalan tikungan yang sudah dekat dengan rumah sakit. Ketika mobil hendak berbelok. dimana rumah sakit itu sudah kelihatan tiba-tiba mobil yang di tumpangi Dea, di hantam keras dari belakang membuat mobil itu kehilangan kendali karena benturan keras dari belakang..

Braakkk...

Suara dentuman tabrakan terdengar... mobil Dea, menabrak beberapa mobil di depan nya. Hingga akhirnya mobil nya berhenti setelah nabrak pembatas jalan..

"astaghfirullah kecelakaan beruntun"seru orang-orang yang ada di sekitar dan melihat kejadian tersebut.

Mobil yang di tumpangi Dea, sudah hancur bagian depan dan belakang penghuni mobil itu sudah tak sadarkan diri semua..

Orang-orang di sekitar sudah berhasil mengevakuasi Dea, dan yang lainnya, keadaan Dea cukup mengenaskan dengan kepala yang sudah bersimbah darah. entah terbentur apa kepala nya, sehingga membuat darah bercucuran di kepala nya...

Di kantor Rion sedang melakukan rapat dengan beberapa client nya.

Tiba-tiba sang asisten membisikkan sesuatu pada nya, membuat Rion langsung berlari keluar meninggalkan rapat tanpa sepatah kata pun..

"ma'af tadi saya mendapat kabar kalau istri pak Rion mengalami kecelakaan beruntun sa'at menuju rumah sakit.."jelas asisten Rion pada orang-orang yang ada di ruang rapat.. mereka mengangguk memahami keadaan dan mendoakan semoga Dea, dan yang lainnya baik-baik saja.

Dea, sudah di bawa masuk ke dalam ruang operasi ternyata Dea, mengalami pendarahan yang cukup hebat..

Rion berlari menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang operasi di mana istrinya berada ia,tak peduli dengan orang sekitar ia hanya perlu melihat istri nya.

harapan nya, istri nya sedang duduk di ruang dokter tempat biasa nya ia periksa. Untung nya ia bertemu dengan dokter fisya. Lalu membawa nya menuju dimana istri nya berada.

"istri Lo sedang di tangani oleh dokter di dalam. berdoa lah semoga semuanya baik-baik saja."dokter fisya menepuk pundak teman nya itu yang terus menatap ruangan di depan nya..

"gimana keadaan istri gue sya, gimana juga dengan kandungan nya...?"tanya Rion tanpa mengalihkan pandangannya.

Dokter fisya hanya menggeleng tanda ia pun belum tau keadaan istri temannya tersebut yang ia dengar istri Rion mengalami pendarahan yang cukup hebat dan cidera di kepalanya tapi ia tak mengatakan nya,biar dokter yang menangani Dea, yang menjelaskan.. sedang supir sudah di bawa ke UGD ia hanya mengalami benturan di kepala nya, yang menyebabkan ia pingsan dan sudah di tangani oleh dokter. dan mbak yang menemani Dea juga masih di ruang operasi ia mengalami patah tulang di kaki sebelah kanan..

Rion duduk di kursi tunggu setelah mengabari orang tua dan mertua nya. tak lama mertua nya datang.

"gimana keadaan Dea, Rion."tanya mama Rianti yang sudah menangis sesenggukan..

papa Adison cukup tenang pembawaannya, meskipun dalam hati sudah tak karuan memikirkan apa yang terjadi pada putri bungsu nya. Ia menepuk bahu menantunya "doakan istri mu semoga semuanya baik-baik saja."ucap papa Adison lalu ia memeluk istrinya..

orang tua Rion masih dalam perjalanan. Mereka langsung memesan tiket pesawat begitu mendapat kabar dari putra nya.

Setelah cukup lama menunggu akhirnya pintu ruang operasi terbuka membuat membuat tiga orang yang menunggu langsung berdiri menghampiri.

"gimana keadaan istri saya dok?"tanya Rion.

"Gimana keadaan anak saya dok?"tanya mama Rianti serempak dengan Rion.

Dokter menatap ketiga orang yang berdiri di depan nya menanti jawaban.

"pasien mengalami benturan di kepalanya, dan mendapatkan beberapa jahitan juga di kepalanya.sehingga membuat nya,tak sadarkan diri selama beberapa waktu ke depan, tapi tenang semua nya baik-baik saja pasien hanya mengalami syok."jelas dokter lantas tak membuat tiga orang tersebut tenang.

"lalu bagaimana dengan kandungan istri saya dok.?"tanya Rion

dokter menghela nafas sebelum menjelaskan."istri bapak mengalami pendarahan yang cukup hebat. Sehingga pasien banyak kehilangan darah.untung nya,stok darah yang di butuhkan tersedia sehingga kandungan pasien dapat tertolong dan bertahan. Dan karena usia kandungan belum cukup untuk dilahirkan pasien mau tak mau harus bedrest setelah siuman nanti hingga waktu nya melahirkan."dokter tersenyum setelah menjelaskan semua nya.."saat ini pasien sudah selesai di tangani dan akan di bawa ke ruang observasi."lanjut dokter.

ketiga orang itu cukup lega mendengar nya, tapi mengingat bahwa Dea, tak akan sadar kan diri selama beberapa waktu ke depan membuat mereka kembali termenung...lalu Dea keluar dari ruang operasi. Di atas brankar tampak Dea, terbaring lemah dengan kepala di perban dan kantung darah yang tergantung.

"sayang kamu denger Abang kan. Yang kuat ya sayang. Anak kita juga kuat dia mampu bertahan sayang. Kamu juga harus kuat.."ucap Rion. ia langsung menghampiri istri nya. Menggenggam tangan nya..rasa penyesalan tiba-tiba hinggap di hati nya. Tapi itu sudah takdir tak ada yang bisa menghindari nya.

"pasien mau di bawa ke ruang observasi dulu ya pak"ucap perawat yang mendorong brankar Dea, membuat Rion,tersadar ia, langsung menegakkan kembali tubuhnya. Lalu mengikuti kemana istrinya di bawa.begitu juga dengan orang tua Dea.

Sofia datang bersama suaminya.putra nya, yang baru berusia satu tahun setengah ia tinggal di rumah orang tuanya dengan pengasuh nya, tidak mungkin membawa bayi ke rumah sakit.

Sofia melihat orang tua nya dan Rion duduk di depan salah satu ruangan. Ia langsung menghampiri.

"mah,pah,Rion."sapa nya, setelah berada di dekat mereka..

"kak...."mama Rianti menangis lagi ia memeluk putri sulungnya..

"tenang mah, Dea baik-baik saja kan..?"tanya nya..

"Dea, berhasil melewati masa kritis nya, kandungan nya, juga mampu bertahan."jawab Rion...

"Alhamdulillah "gumam Sofia dan Aldo.

"tapi untuk sa'at ini Dea, tidak sadar kan diri sampai beberapa waktu ke depan.."lanjut Rion. membuat Sofia mematung air mata nya, mengalir di pipi nya, Aldo gegas memeluk istrinya..

"kita berdoa semoga Dea, lekas membaik dan segera kembali.."bisik Aldo di telinga istrinya.

"sekarang yang bisa kita lakukan hanya lah berdoa, jangan putus berdoa untuk kesembuhan Dea."ucap papa Adison. Mereka terdiam.

tak lama mama Mirna papa Harris dan Gita tiba di rumah sakit..

"gimana keadaan Dea,?"mama Mirna langsung memeluk mama Rianti..

"sudah berhasil melewati masa kritis nya. Sekarang kita tinggal menunggu Dea, sadar. Kandungan nya juga Alhamdulillah kuat dan mampu bertahan."jawab mama Rianti mengelus punggung besan nya.

"Alhamdulillah jika sudah membaik. sekarang kita semua harus banyak-banyak berdoa."ucap papa Harris.

Gita duduk di sebelah Abang nya,ia masih tak menyangka jika sahabat nya mengalami kejadian seperti ini.. dan Gita cukup lega berada di kota ini karena ia bisa kabur dari cowok gila yang beberapa bulan lalu sudah melamar nya, laki-laki itu tak peduli dengan penolakan Gita, dan kebencian yang di ungkapkan oleh Gita untuk nya.

"gimana hubungan kamu dengan Nathan.?"tanya Rion. Gita memutar matanya malas.."nggak usah bahas itu lah, dan nggak usah sebut-sebut namanya juga.."cebik Gita..hal ini cukup menghibur perasaan Rion.

"kamu hanya terlalu menutup hati kamu buat dia,coba lihat pelakuan Nathan sama kamu apa dia ada menyakiti kamu selama ini.? Jangan terlalu keras sama kamu sendiri yang bisa merasakan dan menilai nya. Abang yakin kamu bisa.."nasihat Rion ia sudah bertemu dengan cowok gila kata adiknya itu waktu acara lamaran yang tidak di inginkan oleh Gita, Rion dan Dea menghadiri nya..

Gita terdiam..."apa dia ada menyakiti kamu"kata-kata itu terngiang di otak nya..."cihh,, belum aja kali.."Gita berdecih lirih.. karena nyatanya laki-laki itu selalu memprioritaskan dirinya, hanya saja Gita tutup mata akan hal itu..

°

°

°

°

° hallo fren boleh di komen dong enaknya cerita Gita jadi satu di lapak ini atau bikin lapak sendiri ya....? kasih saran nya ya fren. jangan lupa di like komen vote dan hadiah nya ya terimakasih kesayangan ❤️ 🙏

1
Belinda Dayes
Sempurna deh ini. 👌
B.P.Sari: terimakasih kak semangat nya😊
total 1 replies
Aiko
Karakter keren! 😍
B.P.Sari: terimakasih sudah mampir di karya saya🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!