Bagaimana jadinya jika seorang Mafia tampan jatuh hati pada gadis ketus?
Perjuangan Afra Revix Saputra dalam mendapatkan gadis bernama Shyla Agatha Afriansyah dan hatinya.
Mengalami berbagai rintangan hingga ancaman kematian.
Mengingat perjuangan Afra, bukankah akhir bahagia pantas dia dapatkan?
_______-_________
Season 3 dari:
• The Bad Girl
• Love, My Queen Of Mafia
Note: Jangan Lupa Tinggalkan Jejak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Horor Berujung Romance
Sedangkan di tempat lain, terlihat sekumpulan muda-mudi yang sedang terduduk di atas tanah yang beralaskan karpet panjang dengan mulut yang sibuk mengunyah BBQ yang sudah matang di panggang.
Shyla terduduk di antara Rania dan Fania, sedangkan Nathan, Afra dan Kenandra terduduk tepat di depan ketiga gadis itu. Berbeda dengan Nathania, Martin dan Adnan yang terduduk melengkung di sisi para pria dan wanita karena memang mereka membuat lingkaran saat menyantap makanan di bawah langit hitam itu.
" Sumpah, jago masak juga lo Nat. Gak nyangka gue, cowok model lo bisa juga di andalkan. " Puji Rania dengan mulut yang terisi penuh.
Nathan berdecak sebal melihat teman satunya itu. Benar kata Kenandra, sifat bobrok dan ceplas-ceplos gadis itu masih menempel lekat. Bahkan mungkin semakin bertambah parah hanya dengan berpisah selama 3 tahun.
" Ran, setelah ini nobar kuy! " Ajak Nathania.
" Siap! Gue punya recom film horor, " Jawab Rania tanpa melihat Nathania.
Mendengar kata horor, semua wanita melirik pada Shyla. Dan yang di lirik tentu saja memasang wajah malasnya.
" Bully aja bully, ayo pada bully gue! " Parah Shyla karena dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
" Haha,, " Pecahlah tawa Nathania dan Rania.
Sedangkan Fania hanya menyimak saja.
" Gila, masih penakut aja lo rupanya Shy. Ha ha..Patut di jaga abang gue ini mah, " Ucap Nathania di sela-sela tawanya.
" Abang? " Ulang Rania.
Rania berbalik menatap Nathan dan Afta secara bergatian.
" Yang mana nih? Yang dingin apa yang playboy? " Celetuk Rania.
" Tapi menurut gue gak ada yang cocok buat Shyla, mending sama Martin aja. " Lanjut Rania kelewatan jujur.
Martin yang merasa namanya di panggil langsung mendongak menatap Rania yang kini sedang menatapnya dengan alis yang naik turun.
" Boleh, sampe mati pun boleh. "
" Anj*yy damagenya bos kuh! " Rame Rania sambil bertepuk tangan.
" Cih, apaan. Udah buat lo aja sono tuh Tania! " Ucap Shyla.
" Apanya yang buat gue? " Tanya Nathania polos.
" Martin, " Ucap Rania dan Shyla serempak.
" Iii..Ogah, hari pertama aja udah mati gue kalo punya doi kek begituan. " Jawab Nathania yang seketika merinding sendiri.
Semua orang di buat tertawa dengan jawaban Nathania. Sedangkan Martin menatap gadis itu tidak suka. Awas saja, batinnya.
" Eh btw, jadi gak nih? " Tanya Rania.
" Gue si ayok! "
Kembali lagi mereka menatap Shyla penuh harap, sedangkan yang di tatap hanya menggigit jarinya bingung harus menjawab apa.
" Gue si mau, tapi takut. " Cicit Shyla.
" Ha ha,, " Kini giliran Afra yang tertawa.
" Anaknya Queen takut sama film doang, apa kata dunia hitam! " Ucap Afra keceplosan.
Shyla menatap Afra jengkel, dia mengambil sendok dan langsung melemparkannya tepat pada hidung Afra.
Plak.
" Awh, " Ringis Afra sambil mengusap hidungnya.
" Sakit Shy, lo galak amat jadi cewek. " Ucap Afra sambil menggosok hidungnya yang memerah.
" Biarin! Lagian otak lo geser ya Afra? Ratu, dunia hitam. Lo kira bunda gue titisan alam mana? " Semprot Shyla tidak terima.
Afra langsung cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Rupanya Shyla belum tahu tentang masa lalu kedua orang tuanya, baguslah.
" Ya lo tau sendirilah Shy, karena apa gue sakit. ".
" Emang kenapa? " Tanya Shyla dengan bodohnya.
" Cie..Perhatian, " Celetuk Afra sambil menunjuk Shyla.
" Cih, sinting lo! ".
Shyla membuang mukanya malas untuk menatap Afra. Hingga dia tidak sengaja bertatapan dengan Fania, munculah ide cemerlang di otak cerdasnya.
" Eh, gimana kalo kita liat film romance aja? " Tawar Shyla.
" Ayok! " Ucap Rania dan Nathania serempak.
" Enggak ah, " Tolak Afra tiba-tiba.
" Apa si, lagian siapa juga yang minta pendapat lo? " Sewot Shyla.
" Emangnya lo mau tanggung jawab kalo kita tegang? Lo tau kan di rumah gak ada orangtua? Gimana kalo pas nonton terus ada adegan gitu-gitunya, terus cowok pada khilaf semua deh. Abis kalian entar, " Jelas Afra sambil menunjuk semua wanita.
Shyla, Nathania, Rania bahkan Fania langsung menggeleng dan bergidik ngeri mendengar ucapan Afra.
" Nah kan, takut juga kan lo pada. ".
" Udahlah! Horor aja, " Putus Rania.
" Iya deh, nanti-nanti aja nonton yang romancenya kalo gak lagi sama cowok. " Lanjut Nathania.
" Ih.. Jangan yang horor juga kali, Fania kan takut. " Celetuk Shyla.
" Hem? Kok gue? " Heran Fania yang di sebut namanya.
" Alah, lo sula mojok-mojokin orang aja. Ngaku aja lo yang takut Shy, " Ucap Kenandra.
" Eh si bang°ke, bukannya belain adeknya malah belain cewek lain. Lo suka ya sama Fania? " Ucap Shyla asal.
" Eh, ya-ya enggaklah! " Elak Kenandra langsung.
" Awas aja kalo nanti bilang suka, gak akan Martin restuin! Ya gak Mar? ".
" Iya, " Jawab Martin mendukung Shyla.
" Lah, kok? ".
" Mam*us! " Ucap semua orang serempak yang di akhiri dengan tawaan.
Kenandra mendengus malas, niatnya ingin membela Fania malah dia sendiri yang kena imbasnya. Sungguh miris nasibnya.
" Eh, bentar deh. Dek, kalo gak salah lo se SD kan sama Fania? " Tanya Shyla pada Adnan tiba-tiba.
Adnan yang tadinya sibuk mengunyah makanan langsung mendongak menatap Shyla, kemudian tatapannya beralih pada Fania yang juga menatapnya.
" Nia! " Seru Adnan girang.
Uhuk.
Fania langsung tersedak mendengar panggilan yang sudah lama tidak terdengar di telinganya. Dia menyambar satu gelas air putih dan langsung meminumnya sebelum akhirnya dia kembali menatap Adnan.
" Nan, lo Adnan si gendut kan? " Ucap Fania tidak percaya.
" Iya, ".
" Gila, gak nyangka temu lo di sini. " Ucap Fania sambil tersenyum senang.
" Iya, sini peluk! " Ucap Adnan sambil merentangkan tangannya.
" Elo yang sini, sini peluk! " Ralat Fania yang sama-sama merentangkan tangannya.
Tanpa menunggu lagi, Adnan pun bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Fania erat. Mereka berpelukan layaknya teletubies yang dipisah lama. Bahkan Adnan sampai membolak-balik pelukannya ke kanan ke kiri saking bahagianya bertemu cs dinginnya sewaktu SD.
Berbeda dengan mereka yang bahagia karena berhasil reuni, semua orang yang ada di sana malah melongo menatap mereka.
" Lah, bukannya kita udah lama yah di sini? " Ucap Nathania dengan wajah bingungnya.
" Iya, terus tu anak?- " Rania menggantung ucapannya.
" Dasar sinting! " Sorak semua orang.
--
Setelah lama berbincang di ruangan terbuka, akhirnya mereka semua pun beranjak menuju ruang keluarga dan membenahi ruangan itu seluas mungkin untuk mereka duduk sambil menonton nanti.
Karena takut dengan ucapan Afra, akhirnya para wanita pun setuju dengan keputusan akhir yang menonton film horor. Tentu saja kecuali Shyla! Gadis penakut itu berulang kali bergelayut manja di lengan Rania dan Nathania agar mereka membatalkannya. Tapi tidak, tidak ada yang mendengarnya.
" Shy, cepetan! " Teriak Rania dari bawah.
Shyla yang sedang di lantai atas itu langsung berlari turun ke ruang tengan dengan membawa selimut yang akan di pakainya bersembunyi saat hantu muncul di depan layar tv. Itulah kebiasaan Shyla jika menonton film horor.
Saat Shyla sudah berada di ruang tengah, dia langsung diam mematung.
Pasalnya, gadis itu bingung mau duduk dimana. Satu sisi Rania dan Nathania sudah berdempetan seolah tidak ada ruang untuknya. Disisi lain Fania, Adnan serta Kenandra sudah mendempet gadis dingin itu. Dan yang tersisa hanyalah Martin, Nathan dan Afra yang duduk bersebelahan.
Jika Shyla terduduk bersama Martin, berarti dia berada di pojokan. Karena memang posisi Martin yang sedikit menyengkong menghadap televisi. Jika bersama Nathan, bagaimana dengan Afra yang ada di samping adiknya itu?.
" Lah bodo, pokoknya gue deket Nathan. " Putus Shyla.
Shyla berjalan mendekat dan berdiri tepat di depan Nathan dan Afra yang sedang fokus pada film yang sebentar lagi akan dimulai.
" Afra, awas! Gue mau sama Nathan, " Usir Shyla.
" Apaan, ogah banget. " Tolak Afra.
" Afra lo- "
Hi hi hi hi hi...
" Aaaa!! " Jerit Shyla yang reflek langsung loncat ke dalam pangkuan Afra.
Semua orang yang ada di sana terbengong menatap tingkah aneh Shyla, hingga terdengarlah suara gadis itu yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
" Afra, jangan gr ya. Ini semua gara-gata nyi kunti yang datang tiba-tiba, ".
" Ha ha ha...! " Semua orang langsung tertawa ngakak mendengar ucapan Shyla, bahkan Afra pun ikut tertawa.
" Shy, itu baru awalan. Filmnya aja bahkan belum dimulai, " Ucap Nathan sambil terkikik.
" Hah? " Beo Shyla.
" Belum Shy, noh! " Ucap Nathania sambil menunjuk tv.
" Terus tadi suara apa? " Cicit Shyla.
" Itu awalan filmya Shy, lo tau gak sih awalan? Prolog prolog, " Ucao Kenandra gemas sendiri.
" O-oh, hehe.. Awas lo! " Semprot Shyla pada Afra.
Gadis itu bangkit dari atas Afra dan langsung terduduk di tengah-tengah Afra dan Nathan sambil menggerutu kesal.
" Haduh, dasar elo Shy. " Ucap Nathania sambil menggeleng pelan.
" Yo guys, 5 detik lagi. " Ucap Rania yang sudah bergerak mencari posisi nyaman.
" Satu, ". Ucap Rania.
" Dua, " Lanjut Nathania.
" Tiga, " Tambah Kenandra.
" Empat, " Sambung Nathan.
" Lima! " Sorak semua orang kecuali Shyla yang langsung menarik selimutnya dan bersembunyi di dalamnya.
" Nat, hantunya ada? " Bisik Shyla di balik selimutnya.
" Gue Afra, " Ucap Afra dengan nada kesal.
" Eh salah, ".
Shyla langsung bergeser dan berbisik pada orang di sebelahnya yang dia yakini itu Nathan.
" Nat, hantunya- "
" Hi hi hi,, " Afra si jahil langsung berbisik menyerupai suara hantu di telinga Shyla.
" Ah bunda! " Jerit Shyla yang langsung memeluk Nathan.
" Eh elah, gue yang usaha kok lo yang menang banyak si Nat? " Protes Afra tidak teriama.
" Sialan lo, Afra!! " Teriak Shyla kesal.
Dan pada akhirnya mereka pun tidak fokus lagi menonton filmnya, karena mereka sibuk di buat tertawa sampai sakit perut oleh tingkah Afta yang selalu menakut-nakuti Shyla. Dan tentunya, selalu berakhirnya Shyla dalam pelukan Nathan yang menyisakan kekecewaan di hati Afra.
_-_
Tbc!
psti dia punya rencana jahat ya thor