The Queen of Mafia Love Stories
Sebuah kisah yang menceritakan tentang pembalasan dendam seorang gadis cantik untuk Mommy nya yang mengalami koma selama bertahun tahun yang membuat nya tidak bisa tinggal bersama orang tua kandung nya.
Yang akhirnya jatuh cinta pada sosok lelaki yang ternyata adalah putra dari orang yang menyebabkan Mommy nya koma.
Seperti apa kelanjutan nya?apakah mereka akan bersatu atau gadis itu akan bersama lelaki lain?atau apa Mommy nya bisa sembuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meli Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu (4) Eps. 26
"Bagaimana penyelidikan mu" tanya Rio.
"Beberapa bulan yang lalu tepat nya setelah kejadian di taman waktu itu, Nona Ais ternyata mendapat banyak ancaman dan teror dari gadis - gadis yang mencoba mendekati tuan, bahkan teror itu sudah sampai ke rumah nya. Beberapa ancaman sudah di realisasikan bahkan ada yang sampai mencoba untuk menyakiti nya" ucap Bima seketika raut wajah Rio berubah jadi amarah mendengar wanita yang ia sukai di ganggu bahkan sampai menyakiti nya.
"Siapa orang nya" tanya Rio yang sambil memegang gelas berisi air putih.
"Ini daftar nama - nama orang itu tapi yang sampai berani menyentuh Nona Aisyara adalah nona Rina, nona Bella dan nona Clara yang lain nya hanya berupa ancaman kosong tetapi tetap selalu memandang sinis dan selalu membicara kan nona Aisyara di belakang" ucap Bima memberi penjelasan setelah memberikan beberapa lembar kertas.
Rio langsung melihat dan mengingat nama - nama itu, "Beri mereka semua pelajaran yang akan mereka ingat seumur hidup mereka kecuali 3 iblis itu" perintah Rio dan di balas anggukan oleh Bima.
Setelah kepergian Bima amarah Rio kembali membuncah ketika melihat nama - nama gadis yang sudah berani menyakaiti Aisyara dan membuat gelas yang di pegang nya pecah dan meninggalkan banyak bercak darah di tangan kekar Rio.
Tak peduli dengan luka nya Rio justru langsung meninggalkan kamar nya dan hendak menemui gadis yang ia sukai.
"Aah kemana aku harus mencari gadis itu" ucap Rio seraya berfikir.
"Aah iya bukan kah biasa nya ia akan membagikan makanan pada para pengemis di jalan dekat kampus" lanjut nya lalu masuk ke dalam mobil nya.
Rio mencari Ais kemana - mana namun tidak juga menemukan nya, bahkan ia sampai berjalan kaki untuk menuju gang - gang sempit dan kumuh itu.
"Ah kemana gadis itu, oh apakah ia tidak melakukan nya saat libur kuliah" ucap Rio sambil berjalan dan berfikir saat tiba - tiba ada seseorang menepuk bahu nya Rio baru tersadar dan menoleh ke belakang nya.
"Cari siapa nak" ucap seorang pengemis tua.
"Ahh iya pak, emm saya mau tanya gadis yang sering membagikan makanan untuk orang - orang di sekitar sini apakah ia tidak melakukan nya jika hari libur" tanya Rio.
"Oh iya gadis itu aaah siapa nama nya" ucap pengemis tua itu seraya mengingat.
"Oh iya nona Ais, nona Aisaya apa dia yang anda cari nak" lanjut nya dan di angguki oleh Rio.
"Hmm setau saya kalau hari libur begini nona Ais akan mengajar anak cucu kami yang kurang beruntung tuan, ia selalu mengajari anak cucu kami membaca menulis bahkan memanah sungguh gadis itu memiliki hati yang sangat tulus dan baik hati" ucap pengemis itu seraya membayangkan sosok Aisyara.
"Benar kah pak, apa dia sebaik itu hmm boleh saya tau di mana tempat ia biasa mengajar" tanya Rio.
"Tentu saja tuan bahkan dia juga memiliki wajah yang sangat cantik kami di sini sangat senang melihat nya, jarang ada gadis seusia nya yang memperhatikan orang - orang tidak mampu seperti kami" ucap nya.
"Ah tuan ingin menemui nya bukan" tanya pengemis tua itu dan di angguki oleh Rio, "Mari saya antar" lanjut nya.
Mereka berjalan cukup jauh dengan melewati gang - gang yang sangat sempit dan kumuh bahkan ada yang tinggal di dekat pembuangan sampah yang sangat busuk dan sunggung tak layak di huni oleh siapa pun.
"Sudah sampai" ucap pengemis tua itu.
Rio melihat sekeliling nya tapi hanya ada tumpukan ban - ban bekas di sana, "Dimana" tanya Rio mengamati sekitar dan pandangan nya langsung terkunci saat melihat gadis nya sedang membidik sasaran lalu memanah tepat pada sasaran nya dan mendapat tepuk tangan meriah dari orang di sekitar nya.
"Waaah kakak keren banget"
"Hebat kak"
"Aku mau kaya kakak" ucap anak - anak itu.
"Kalau kalian mau kaya kakak kalian harus rajin belajar dan berlatih yah" ucap Ais dan terus melempar senyum manis nya.
"Iya kakak Ais yang cantik" ucap mereka bersamaan dan membuat Ais tersenyum kembali.
"Eeheemm" terdengar suara deheman seseorang dan membuat Ais dan yang lain menoleh.