NovelToon NovelToon
Dijodohkan

Dijodohkan

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Tamat
Popularitas:59.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: samar

Follow IG @samar_jenny1

Zia adalah gadis yang membenci perjodohan, itu menjadi sebuah prinsip yang dijalani. Zia sudah mempunyai kekasih mereka saling mencintai, namun sayang cinta mereka tidak mendapat restu dari orang tua.


Justru tanpa perundingan ia dijodohkan dengan lelaki pilihan sang ayah. Untuk membayar jantung, yang didonorkan seseorang.

Zia bagai menelan pahit di satu sisi ada orang tuanya, di sisi lain ada kekasih yang ia cintai. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya terjerat cinta segitiga. Di dalam perjodohan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulang tahun

Di keesokan hari di rumah Raka Sanjaya.

Ziara terlihat masih malas di atas tempat tidur, tubuhnya terasa sangat lelah karna Raka mengerjai nya kemarin seharian. Sehingga dia tak ingin beranjak dari tempat tidur. Sedang kan Raka masih tedur nyenyak di sofa.

Suara poncel Ziara berdering.

Ziara melihat siapa yang menelfon nya.

ternyata adalah ibu nya.

Zia: Hallo ibu..

ibu: Sayang..

Zia: Ibu kenapa pagi pagi sekali menelfon Zia.

ibu: Ibu cuma mau ngucap kan selamat ulang

tahun sayang... ibu masak untuk nanti

malam datang lah.. bersama suami mu.

Zia: Terima kasih bu.. bahkan Zia lupa kalau

hari ini adalah hari ulang tahun Zia..

ibu: kamu ini Ziee.. masih aja tidak berubah,

ya sudah ibu tutup telfon nya ibu mau

ngasih minum Ayah obat dulu..

Ziara masih duduk di atas tempat tidur menggenggam ponsel nya, ternyata Raka sudah bangun dan membawa handuk menuju Kamar mandi.

“Yang mulia kamu sudah bangun? sejak kapan kamu bangun? aku tidak melihat nya.”

Ziara berkata dengan lembut.

“Sejak tadi, sejak kamu menelfon ibu mu” ucap Raka.

“Apa kamu mendengar nya..?” tanya Ziara

“Iya” jawab Raka.

“Apa kamu mau menemaniku kerumahku, malam ini?” ucap Ziara

“Kenapa aku harus menemani mu! memang nya siapa kamu!” raka

“Aku kan istrimu...” Ziara mencoba membujuk Raka.

“Istri..? hekm!! bahkan kamu tidak pernah menjalan kan tugasmu sabagai seorang istri dengan benar." Raka memandang sinis

Ziara terdiam karna dia menyadari memang benar dia tidak pernah menjalankan tugas nya sebagai seorang istri.

Sedangkan Raka berlalu pergi mandi, dan keluar melihat Ziara masih memaku diatas ranjang.

“Aku minta maaf karena belum bisa menunaikan kewajiban ku sebagai seorang istri, tapi semua ini terlalu mendadak untukku bahkan aku tidak mengenalmu sebelum nya.

Pernikahan kita berlangsung sangat cepat

Aku ingin melakukan hubungan suami istri bedasarkan rasa cinta, bukan nafsu belaka.

Untuk saat ini Aku belum bisa, maaf..” Ziara dengan raut wajah sedih.

"Sudah! jangan bersedih begitu! aku akan menemani mu kerumah orang tuamu.

Lagi pula aku tidak berselera dengan mu!” ucap Raka.

Raka sebenar nya sangat menginginkan Ziara namun dia menahan hasrat itu sampai Ziara bersrdia melayani nya.

"Benarkah!!! terimakasih..” emuah! Ziara mengecup pipi Raka dan berlari menuju kamar mandi.

Raka terkejut mendapat kecupan dari Ziara, memegangi pipi nya karna rasa hangat bibir Ziara seperti masih tertinggal disana.

“Kau yang memulainya sayang!” gumam Raka.

Raka bersiap-siap sudah mengenakan pakaian kemeja dan celana hitam nya sedangkan Ziara saat keluar kamar mandi sudah mengenakan pakaian nya.

"Heyy, sini pasangkan dasi ku." perintah Raka

Kenapa aku? Biasanya juga kamu pasang sendiri.

"Baiklah, berikan," Ziara meminta dasi yang di pegang Raka dan mengalungkan di leher Raka dengan badan nya sedikit menjinjit.

Ziara nampak serius memasangkan dasi Raka. Dan Raka menatap wajah Ziara yang tidak menatap nya.

Raka merangkul pinggan Ziara. cup, Raka mencium bibir Ziara.

“Itu sebagai balasan” ucap Raka.

Ziara wajah nya seketika menjadi merah merona karna malu.

“Aku... aku, akan segera turun. tapi.. oh, iya aku lupa belum merapikan rambut ku.” Ziara menjadi salah tingkah setelah mendapat kan ciuman dari Raka.

Sedangkan Raka tersenyum bahagia.

Dan pergi keluar kamar.

******

Di tempat lain di dalam kamar Rio.

Rio terlihat sedang memegang sebuah kado berbungkuskan kertas dan sebuah karangan bunga mawar putih dan merah.

“Sayang entah sampai kapan kamu akan memaaf kan aku, aku sungguh menyesal.

aku, bodoh! karna menghianati mu.

Sayang aku tidak akan menyerah, untuk mengejar cinta mu kembali.

Aku akan terus berjuang. Aku yakin suatu saat pasti kamu mau menerima ku kembali”

Di kediaman Raka sanjaya.

Raka suasana hati nya sangat baik kali ini.

Wajah nya begitu berbinar.

Raka dan Ziara sedang duduk di meja makan.

Raka terus menatap Ziara dengan wajah nya yang menggoda, sedangkan Ziara saat tau kalau Raka memperhati kan nya, dia menjadi salah tingkah, wajah nya tersipu malu,

setelah sarapan mereka akan pergi ke kantor. “Sayang ayo kita pergi" ucap Raka.

“Kau panggil aku apa tadi?” tanya Ziara

“Aku harus berlatih memanggil mu sayang!

Karna untuk nanti malam, kita akan menemui Ayahmu, kamu mau, Ayah syok karna putri nya selalu membenci suami nya.

Apa..? Kamu ingin aku menceritakan semua tentang hubungan kita?” ucap Raka

“Jangan! jangan, ceritakan apapun, berpura-puralah, kamu menjadi suami yang pada umum nya mencintai istrinya, meski kenyataanya kamu bukan laki-laki seperti itu

kumohon.. bantu aku, karna Ayah saat ini kesehatan nya kurang baik” ucap Ziara.

“Oke baiklah.... Ayo kita pergi.” ajak Raka

“Tapi dimana pak handoko? Kenapa belum Datang?” tanya Ziara

“Dia.. ijin sakit harini, jadi aku yang akan mengemudikan mobil nya.” kata Raka

“Baiklah.. syo kita pergi” Ziara mengajak dan membawa tas nya

Kedalam mobil sport hitam milik Raka.

Raka melajukan mobil dengan sangat keren bahkan dia nampak serius menatap kedepan. Ziara melirik pria disamping nya

dengan tatapan kagum.

Setelah beberapa menit perjalanan mereka sampai di gedung perusahaan Sanjaya Grub.

Raka masuk dan Ziara mengikuti di belakang nya seperti biasa para pegawai perusahaan menyapa Raka sedangkan Raka tidak menjawab sapaan mereka.

Sesampai nya didepan ruangan Raka di sambut sekertaris meysa.

“Selamat Pagi tuan” Meysa menurun kan pandangan nya.

“Pagi! Meysa.. Ada perkembangan pada proyek kita?” kata Raka

“Ada.. tuan, proyek kita yang sempat terhenti karna sengketa lahan kini sudah beres, mereka sudah menyepakati permintaan perusahaan kita” jawab Meysa.

“Baguslah.. beri mereka, harga lahan mereka dengan Empat kali lipat dari pada harga sebenar nya.” perintah Raka

“Baik tuan,saya akan mengurus nya.”

Meysa segera keluar dan menatap Ziara dengan sinis.

merasa tidak ada hubungan nya dengan pembicaraan mereka Ziara memilih memain kan ponselnya disofa.

“Asisten... ku..” ucap Raka mendekat ke sofa dan mengangkat kedua tangan nya ke atas sandaran kursi, sehingga tepat di belakang kepala Ziara.

"Tuan ada yang bisa saya bantu?”

“Tentu, apakah kamu mau memperbaiki dasiku? seperti nya ini terlalu kencang” ucap Raka Yang memegangi dasi nya.

pasti dia mau mengerjai ku lagi!

setelah aku memasang dasi nya lalu, dia akan mencium ku! tidak, tidak! aku tidak akan membiarkan dia mencium ku se enak nya sendiri. ziara

“Tapi tuan, aku memang tidak pandai memasang dasi, bukti nya sekarang kamu kekencangan, aku akan memanggil Meysa mungkin dia bisa membetulkanya”

Ziara menemukan alasan untuk tidak memasangkan dasi untuk Raka.

Ziara segera keluar untuk memanggil Meysa dan membawa Meysa ke hadapan Raka.

“Anda memanggil saya tuan?” kata Meysa

“Tidak! pergilah!” ucap Raka yang kesal karna dia hanya ingin merasakan sentuhan istrinya. tapi ternyata Ziara malah memanggil

Meysa.

Ziara hanya tersenyum sembunyi melihat meysa yang di bentak oleh Raka, keluar dengan menunduk.

Waktu sudah puku Enam sore.

Ziara merapikan berkas-berkas yang berserakan di atas mejanya Raka, dan bersiap -siap untuk ke rumah orang tua nya.

“Apa kau sudah selsai? ayo kita pulang.”

“Aku sudah selsai membereskan nya mari”

“Apa kamu akan ke rumah orang tuamu, berpakaian seperti ini?” tanya Raka

“Aku lupa menyiapkan pakaian tadi saat di rumah”

“Tidak apa-apa didekat sini ada butik terkenal carilah pakaian disana aku akan mengantarmu, ayo kita pergi” ajak Raka

Mereka meninggalkan perusahaan dan sampai di depan butik. Ziara masuk kedalam di temani Raka.

Saat ia masuk kedalam melihat pemilik butik sedang menata pakaian yang tergantung sepertinya tidaklah asing bagi Ziara, dia adalah Arini. “Arini...!!” ucap Ziara karna terkejut melihat sahabat nya, yang ada disana.

“Ziara...” Arini menoleh karna melihat Ziara berdiri di dekat pintu.

Ziara keluar saat mengetahui itu adalah butik, Arini.

“Kamu kenapa?Apa kamu mengenal pemilik butik tersebut?” tanya Raka dengan bingung. karna tiba tiba Ziara pergi masuk ke dalam mobil.

“Tidak, aku tidak mengenal nya, aku hanya tidak tertarik dengan pakaianya saja”

"Baiklah, kita cari butik yang lain." ucap Raka.

Raka melajukan mobil ke butik lain yang tidak jauh dari sana.

Setelah sampai. Ziara memilih milih pakaian yang cocok untuknya. Tiba tiba Raka membawa sebuah dress yang berwarna biru tua di bagian lengan terbuka.

“Cepatlah Pakailah ini! ini sudah hampir malam, kamu sangat lambat memilih pakaian." Raka menyodor kan dres yang ia pegang untuk Ziara.

Ziara mengambil nya dan berganti pakaian, di ruang ganti.

Setelah selsai mengganti pakaianya Ziara keluar dengan dres biru tua lengan terbuka dan panjang selutut, rambutnya yang bergelombang terurai.

“Waaoooow” Raka menatap tanpa berkedip hingga menelan ludah.

“Ayo kita pergi.”

“Ayo” ucap Raka

mereka pergi menuju rumah Orang tua Ziara.

Dan sampai di rumah. tanpa menunggu Raka Ziara segera lari masuk kedalam rumah karna dia sangat merindukan Ayah dan Ibunya.

“Ayah... Ibu... Zia datang...” Ziara sangat merindukan mereka karna semenjak ia menikah belum pernah mengunjungi mereka.

“Zia.. kamu sudah datang sayang.. Ayah dan ibu sudah menunggu mu sejak tadi. Ngomong ngomong.. kenapa kamu datang sendiri? kemana suami mu? tanya ibu

“Aku disini ibu...” Sahut Raka yang muncul dari belakang Ziara.

“Ini sudah malam, ayo kita makan nanti keburu dingin” ucap Ibu menggandeng suaminya kemeja makan. Ziara dan Raka mengikuti nya dibelakang. Ibu Denar nama ibu Ziara.

Sedang menyiapkan makanan di dapur Ziara membantu ibunya di dapur sedangkan Raka berbincang bersama Ayah Harto.

Ziara dan ibu nya bergabung di meja makan

dan mereka semua mulai makan bersama

"Oohh ya Zei... kapan kalian akan berbulan madu? tanya ayah Ziara

Uuhhuukkk.... Ziara yang sedang asik melahap makanan terkejut mendengar pertanyaan ayah nya.

“Pelan-pelan dong sayang, makanya”

Raka memberi minum Ziara.

“Aduuh.. kalian mesra sekali.. ibu jadi teringat

saat muda dulu.”

“Kalian tidak menjawab pertanyaan ku?” ucap ayah Ziara.

“Tentu saja Pak.. kami akan segera lergi untuk bulan madu. Aku sudah mempersiapkan semuanya tinggal Ziara menyetujuinya”

“Zia kenapa kamu tidak menyetujui nya? Ayah sudah tidak sabar pengen jadi kakek”

“Emmm Zia... belum siap Ayah, Zia masih sibuk bekerja.”

“Jadi kamu masih bekerja sayang? kamu kan sudah punya suami, bagai mana kamu mengurus nya kalau kamu sibuk bekerja?”

“Ayah anakmu ini sangat keras kepala, aku sudah menyuruhnya berhenti, namun dia tidak mendengarkan, tapi tenang saja Ayah. Dia sekarang tidak bekerja dia hanya selalu Ingin dekat denganku, dan menemaniku, setiap hari di kantor” ucap Raka dengan bangga, lalu Ziara mencubit tangan Raka yang di sampingnya.

“Sayang, ayo kita pulang, ini sudah malam” ucap Ziara yang pura-pura lembut.

“Kenapa, kita pulang kita akan tidur disini, benarkan ayah?” ucap Raka

“Tentu saja, ziarahra ajaklah suami mu kekamar untuk istirahat, kalian pasti lelah" ucap ayah

Ayah mengerti lah,, keadaan ku saat ini..

kamar ku begitu kecil tidak ada sofa disana bahkan kamar mandi yang biasa ku gunakan untuk menghindar tidak ada, kamar mandi ada di luar. tidak mungkin juga aku tidur di sofa depan televisi. ayah bisa pingsan kalau mengetahui nya. aku haruss bagai manaa... suara dalam hati Ziara

"Sayang, kenapa melamun ayo tunjukan dimana kamar mu" Raka menggandeng Ziara

Ziara menarik bibir tersenyum terpaksa. Membawa Raka masuk kekamar nya.

"Jadi ini kamar istri ku tersayang, " ucap Raka dan menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur.

"Tidak ada sofa disini, jadi kita berbagi tempat tidur malam ini" ucap Ziara

"Benarkah?" Ucap Raka yang menatap Ziara namun tangan nya mengelus elus tempat tidur.

Bersambung....

1
菲菲 Dwi L Arema
Kenapa ziara oon sikapnya
Enus Cornelius
bagus banget
Sarina Hendri
aku da pernah baca cerita ini sampai habis dan cerita nya bagus gak ada yang di skip dan alur cerita nya nyambung, lah ini kok cerita nya beda ya banyak di skip gak seru Thor kayak palagiat nie novel nya
samar: aku gak pernah ubah apa pun kak, dan tulisan ini tulisan pertama aku emang begini 🥲
total 1 replies
Bungatiem
jalan cerita nya lumayan bagus, cuma kurang detail dan greget aja dikit
samar: ya, cerita pertama soalnya kak, masih belajar 🤗
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Cup cup maafkan diriku othor ...baru berkicau semoga othor lebih semangat lagi berkarya. ya...
gemini_girl
Knp Dk Bisa D Dwonload Ka,Ceritanya?
Putri Sifani
novel yang sangat bagus dh 2x baca pertama waktu 2019 dan skrg ketemu lagi saat pencarian novel yg bagus ternyata tanpa sengaja dg pengarang nya #samar jeny
samar: Masa Allah, makasih kak🙏
total 1 replies
Putri Sifani
sebagian Tek nya hilang karena disini TK ada adegan mencuri ciuman di bagian ahir
Asradiarmi
Kecewa
Idah Ciemuet Ciemuet
kurang panas
Irene
suka alur ceritanya
Akbar ramdani3*
👍
🎀💞 Chaca Sulistio 💞🎀
Sebenernya si rio itu namanya siapa si perasaan banyak amat nama nya
Antoni Purba
kebahagiaan yang lebih sdh dekat ...
Antoni Purba
apa wanita hamil muda betul gitu ya ..
Antoni Purba
darah tdk bisa dipisahkan ...
Antoni Purba
bersemi kembali ...
Antoni Purba
🙏🙏👍👍
Antoni Purba
frustrasi Krn tahu Raja sdh menikah ...
Antoni Purba
senang s dih berganti ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!