NovelToon NovelToon
Aku Tak Rela Dimadu

Aku Tak Rela Dimadu

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:76k
Nilai: 5
Nama Author: UmiR

Melinda dan Rauf sudah menikah selama tiga tahun, tetapi sampai saat ini belum juga di karuniai seorang anak. tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, hingga membuat Tini-- Ibu mertuanya meminta Rauf-- putranya untuk menikah lagi.

"nak, menikalah dengan Sintia tanpa sepengetahuan istrimu!"

bagai disambar petir disiang hari, membuat tubuh Rauf terdiam kaku dengan perasaan yang gelisa. permintaan itu benar benar membuat Rauf dilema. disisi lain dirinya tidak ingin menduakan istrinya, tetapi disisi lain Rauf juga sulit untuk menolak permintaan sang ibu.

lantas, bagaimana kelanjutannya? apakah Rauf akan mengikuti ucapan ibunya? jika iya, lalu bagaimana nasib Melinda? serta, bagaimana perasaan Melinda setelah tau jika suaminya akan menikah lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmiR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

Sintia lagi santai di ruang tamu, dan tiba - tiba sintia mendengar suara orang yang memberi salam dari luar, dan sintia langsung membuka pintu rumahnya, dan ternyata yang datang ada lah pak hendi, orang suruhannya naila.

" pak hendi, mari masuk, silahkan duduk pak! ada keperluan apa sampai pak hendi datang pagi-pagi begini." tanya sintia, sambil mempersilahkan pak hendi duduk.

" maaf bu sintia, pagi- pagi saya sudah datang menggangu, dan bertamu ke rumah ibu sintia, maksud kedatangan saya kemari, ingin menawarkan sesuatu sama ibu sintia." ucap pak hendi.

" emangnya ada tawaran apa pak.?" tanya sintia.

" pak hendi yakin, ibu sintia pasti tertarik dengan tawaran ini, karena tawaran ini sangat menguntungkan buat ibu sintia." ucap pak hendi.

" emangnya tawaran apa sih pa, bikin sintia penasaran saja.?" tanya sintia dengan penuh penasaran.

" ini bu, tawaran dari bos saya, tentang perkebunan ibu yang ada di kampung ini." ucap pak hendi.

" langsung saja pak, agar saya tidak penasaran mendengarnya, maksudnya kenapa dengan perkebunan saya.?" tanya sintia dengan penuh penasaran.

" ini bu, perkebunan milik ibu, ada yang menawarkan harga yang begitu tinggi berapa pun ibu mau, bos saya akan membayarnya yang penting ibu menjualnya ke bos saya." ucap pak hendi.

" benarkah itu pak hendi, emangnya siapa bos pak hendi, yang begitu tertarik dengan perkebunan ini, dan untuk apa bos kamu ingin membeli perkebunan saya. ?" tanya sintia.

" iya bu, ini benar, kalau bos saya namanya ibu naila, dan katanya dia akan membangun rumah sakit di lahan perkebunan ini, dan kalau ibu tertarik, sebentar sore kita akan transaksi, yang penting surat- suratnya ada di tangan ibu." ucap pak hendi.

" naila, bos kamu, ingin membayar perkebunan saya berapapun yang saya minta.?" tanya sintia.

" iya bu, berapapun yang ibu minta, bos saya akan membayarnya."ucap pak hendi.

" baiklah pak hendi, sampaikan pesan dari saya, kepada bos kamu ibu naila, kase waktu kepada saya untuk mengurus surat- suratnya dulu, nanti kalau surat- suratnya sudah beres, saya akan menghubungi pak hendi secepatnya." ucap sintia.

" baik lah bu, kalau begitu saya pamit dulu, saya tunggu informasi dari ibu." ucap pak hendi, langsung berdiri.

"iya, secepatnya saya akan informasikan kepada pak hendi." ucap sintia.

" ini nomor hp saya bu." ucap pak hendi sambil memberikan nomor ponselnya.

dan sintia sudah mengambil nomor hpnya pak hendi, dan pak hendi langsung pergi dari rumahnya sintia.

sementara sintia, sedang memikirkan bagai mana caranya untuk mengambil surat-surat perkebunan dari tangan ibu tini, karena sesuai perjanjian, surat tanah dan semua perkebunan yang ada di kampung, akan di serahkan kepada sintia, jika rauf dan sintia bercerai.

Tapi, rauf dengan sintia tidak jadi bercerai, karena sintia sedang hamil.

sintia bingung entah bagai mana caranya.

dan sintia punya ide, agar dia mendapatkan surat-surat perkebunannya rauf, sintia mengambil ponselnya dan menelpon ibu tini.

tut.. tut.. tut.

ibu tini langsung mengangkat telponnya.

" halo.. sintia kenapa? tanya ibu tini di telpon.

" ibu, rauf bagai mana sih, katanya mau menginap dulu untuk beberapa hari di rumahnya sintia, rauf kan sudah janji, sintia sudah tidak percaya lagi sama rauf." ucap sintia di telpon

" mungkin rauf ada urusan di kantornya." ucap ibu tini.

" tidak bu, sintia tidak terima, pokoknya sintia akan balik lagi kerumahnya rauf." ucap sintia.

" sintia.. ibu mohon, tolong jangan ya, jangan kembali lagi ke rumah ini, nanti ibu kase uang yang lebih banyak lagi ke kamu, atau ibu belikan kamu mobil baru, atau apa yang kamu inginkan ibu akan kasih, yang penting kamu tidak balik lagi ke rumah ibu." ucap ibu tini.

" benar bu, kalau sintia minta sesuatu ibu akan kasih." ucap sintia.

" iya sintia, yang penting kamu tidak balik lagi ke rumah ibu ya." ucap ibu tini.

" baiklah bu, sintia minta sertifikat perkebunan yang ada di kampung." ucap sintia.

" lancang kamu sintia, perkebunan yang ada di kampung semuanya akan menjadi milik kamu, apa bila kamu bercerai dengan rauf." ucap ibu tini.

" iya bu, sintia tau, sertifikat itu hanya jaminan saja, kalau anak sintia perempuan dan rauf menceraikan Sintia kan, sintia tidak khawatir kalau rauf berbohong, kan surat- surat nya sudah ada kepada sintia." ucap sintia.

" tapi sintia, nanti rauf marah sama ibu." ucap ibu tini

" rauf jangan sampai mengetahuinya, to sintia hanya menyimpannya sebagai jaminan, to, kalau sintia di ceraikan, perkebunan ini juga akan menjadi milik sintia." ucap sintia.

" tapi sintia.." ucap ibu tini.

" kalau ibu tidak akan memberikan sertifikat itu, sintia sekarang akan balik lagi ke rumah ibu." ucap sintia.

" baik- baiklah nanti ibu antarkan." ucap ibu tini.

" tidak usah ibu mertua, nanti sintia mengirim orang nya sintia untuk mengambil sertifikat itu, dan sekalian ibu tanda tangan ya, surat penyerahan kepada sintia." ucap sintia.

" surat penyerahan bagai mana sintia.?" tanya ibu tini.

" surat penyerahan sementara, seandainya anak sintia nanti lahir anak perempuan, semua perkebunan yang ada di kampung, menjadi milik sintia, itu saja kok bu, ibu tinggal tanda tangan saja." ucap sintia.

" baiklah, nanti ibu sediakan surat- suratnya dulu." ucap ibu tini sambil mematikan ponselnya.

ibu tini, tidak ada pilihan lain, selain menyerahkan sertifikat nya, kepada sintia,

dari pada sintia balik lagi ke rumahnya, dan menambah masalah kepada rauf dan ibu tini.

sementara sintia, menelpon pak hendi yang mana besok pagi, akan mengadakan transaksi antara pak hendi dengan sintia, tapi sebelumnya sintia menelpon orangnya dulu, untuk menjemput sertifikat di rumah ibu tini.

setelah sintia menelpon pak hendi, dan orangnya, bernama riko, sintia keluar dan pergi ke rumah bapa dan ibu nya untuk mengabarkan berita yang menyenangkan.

sementara, pak hendi menelpon naila, untuk memberi tahu tentang kabar dari sintia.

tut.. tut..

naila langsung mengangkat telpon dari pak hendi.

" halo.. pak hendi, bagai mana, sudah ada informasi.?" ucap naila sambil bertanya. di telpon.

" iya bu, sudah ada informasi, ibu sintia mau menjual perkebunan milik pak rauf, dan katanya, besok kita adakan transaksi pembayaran, dan surat- suratnya sementara di urus oleh ibu sintia." ucap pak hendi.

" baiklah pak, terima kasih banyak informasinya pak, nanti di urus semuanya ya pak, berapa pun yang di mintanya nanti saya transfer ke rekeningnya.

" iya bu, nanti saya urus semuanya." ucap pak hendi.

sintia tidak mengetahui, siapa sebenarnya naila, apakah naila adalah melinda yang menyamar, atau naila orang suruhannya melinda...

1
dwie 2025
Ga hbs fikir ada laki yg bisa jd boneka ibunya nurut ja kata ibu diajak masuk sumur pun pasti mau..,/Pooh-pooh/
dwie 2025
Melinda dan Rauf sama2 bodoh bikin greget sama sikap mereka /Angry/
dwie 2025
suka sama laki modelan ayah Melinda tegas 👍
dwie 2025
Lahhh perasaan km gmn Rauf sayang cinta sama siapa....bukan malah jenis kelamin anak kaya sayembara gtu lahh klo anaknya laki semua gmn it....
dwie 2025
Rauf plinplan ga bisa ambil keputusan
dwie 2025
pergi Melinda jangan mau dimadu dg cara sprti it...
dwie 2025
males ak tor ma lakik model begituan celup sana celup sini ngegombal sayang dan cinta hilih muaknyaaaaaa....
dwie 2025
sesimpel itu🤣
dwie 2025
Ada ya suami nurut gtu ga mikirin perasaan istrinya....
Dewi Dama
mertua laknat
Dwi Kustanti
Melinda knp sih baik banget jd gedeg
Dwi Kustanti
rauf rauf iman tempe
iim tanjung
bagus ceritanya bunda suka
Endang Supriati
aneh ya mana bisa proses hukum msin lepas aja. hrs ada proses penyifikan dan penyelidikan mana bisa main lepas begitu,
Endang Supriati
siapa bilang lg hakil tdk bisa dicerai,bisa kok masa idahnya setelah ansknya lahir. baru perjanjian dgn manusia, si sinta perempuan yg sfh tahu rauf punya istri..rauf pada saat nikah dgn sinta sfj melaggar sumpah setia tethadap melinda dgn saksinya adalah Allah.
Endang Supriati
melinda bandel,tdk nurut org tua. klu sdh begitu nurut sama org tua.
Endang Supriati
sayang babget melinda anaknya perempuan! anak perempuan yg akan menerima semua perbuatan bejad bpknya. analnya nsnti punya suam8! suaminya akan 🤣 akan veringkah sama dgnvmertua laki1nya punya istri dua dan punya ansk lain dr istri yg beda. bpk adalah kewibawaan anak perempuan,klu sfh begitu sdh tdk ada wibawa dan rasa hormat dr menantunya.
Endang Supriati
penulis kdg salah kaprah, surga anak lelaki di ibunya memang tp tdk dgn menyakiti istrinya. anak lski setelah menikah surganya ada di istrinya, doa istri utk susmi langsung di ijabah.. dosa besar sbg ibu menghancurkan rumah tangga anaknya.!! ketika menilah ijan kabul anak lako hrs tanggung jawan dunia akherat terhadap istrinya. kepada ibunya cukup dgn mengurus hidupnya baik sandang dan pangan. bukan mengikuti hal yg berdosa.
Didin Wahidin
melinda goblok bgt
Maria Nurbaeti
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!