NovelToon NovelToon
Penghujung Hati

Penghujung Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.6k
Nilai: 5
Nama Author: catatan kecil di sudut buku

Spin off Hati Untuk Arya
.
.
Ari putra wongso, mencintai seorang perempuan bernama Karina, namun tanpa sepengetahuannya sang kekasih mencintai sahabatnya sendiri. Ari selalu merasa Karina tak mencintainya,namun ia memilih bertahan dan berharap Karina akan mencintainya. Namun di penghujung jalannya ia menemukan sebuah jalan buntu. Rasa percaya dirinya runtuh karena takut tak bisa membahagiakan orang yang ia cintai.

Sementara Airil Karina Yatri menantang Ari untuk melangkah ke jalan yang serius, ia berjanji akan mencintai Ari setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Namun Ari gugup untuk melangkah, tak yakin cinta bisa tumbuh semudah Karina mengatakannya.

Kehadiran seorang janda bernama Vanessa aulia putri memberi warna berbeda bagi laki-laki yang tengah dilanda rasa kesepian karena mengakhiri hubungannya dengan Karina. Kedewasaan Vanessa membuat Ari begitu nyaman dengannya.

Siapakah yang akan menjadi penghujung hati Ari? sang kekasih Karina atau sang janda Vanessa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Ari tengah sibuk memeriksa laporan berbagai projek 3A Sahabat di ruangannya. Lumayan menumpuk karena sudah ia tinggal beberapa hari ini. Satu persatu berkas kerjanya ia selesaikan. Ia lihat jam tangan yang ia gunakan, sudah menunjukkan pukul 11 lewat. Siang itu ia ada jadwal pertemuan dengan dr. Arfi. di sebuah restoran. Alamat restoran itu sudah sangat familiar oleh Ari. Membuatnya sedikit merasa tak nyaman dengan ajakan dr. Arfi tersebut.

Ari menarik telfon intercom kantornya, ia hubungi Vanny untuk segera mengantar surat kontrak kerja untuk projek dr. Arfi.  Beberapa saat setelah dihubungi Ari, Vanny masuk dengan membawa sebuah map yang berisikan dokumen kontrak kerja yang akan mereka tanda tangani siang itu.

Seperti biasanya, Vanny menghadap Ari dengan wajah senyum manisnya. Sikap yang selalu ia pertahankan setiap ada di depan Ari, walau dibelakang Ari ia lebih sering mengeluh kesal jika Ari sudah bersikap semaunya. Tapi harus diakui Vanny jika semua yang dikerjakan dan diarahkan Ari selalu berdampak besar bagi keuntungan perusahaan mereka.

“ini dokumennya pak,” ucap Vanny menaruh dokumen yang baru saja ia print di atas meja Ari.

“makasih Van, kamu bisa keluar,” perintah Ari yang masih sibuk memeriksa laporan bawahannya di lapangan. Vanny kemudian keluar dengan cepat dari ruangan Ari menuruti perintah atasannya itu.

Ari segera menyelesaikan pekerjaannya, ia kembali melirik jam tangannya, sudah hampir setengah 12. Mau tak mau ia harus menunda dulu pekerjaan yang tersisa. Jika tidak, ia akan terlambat sampai di restoran tempat pertemuannya dengan dr. Arfi. Ari memeriksa sejenak map yang diberikan Vanny, memastikan tidak ada kesalahan dalam dokumen penting itu.

Setelahnya Ari bergegas menuju lokasi pertemuannya dengan dr. Arfi. Sekali lagi Ari melihat lokasi pertemuan itu. Restoran yang lokasinya dekat dengan rumah sakit Karina bekerja, berkali-kali Ari mengusap dahinya saat menyetir, berharap tidak akan bertemu Karina disana. Mungkin ia harus menuruti saran dari Arya untuk menghindari Karina agar ia dapat lepas dari perasaan itu.

Namun apa yang ia harapkan jauh dari kenyataan, baru saja ia melangkah masuk ke dalam restoran, matanya dan mata Karina bertemu, mereka saling pandang untuk beberapa saat sebelum sama-sama membuang muka. Ari segera menghampiri meja yang ditempati dr. Arfi dan Karina.

“siang, dok. maaf saya agak telat datangnya,” sapa Ari dengan menunjukkan rasa hormatnya.

“Siang juga, Ri. Duduklah, kami juga baru sampai” jawab dr. Arfi.

Ari kemudian menarik kursi yang kosong dan duduk disana, ia segera mengeluarkan dokumen yang akan mereka tanda tangani siang itu. Ia juga mengeluarkan cek bantuan sebagai bentuk dukungan untuk klinik dr. Arfi yang diberikan Arya dan juga ayahnya.

“aku sudah mendapatkan bantuan dari temanku sesama dokter, Ri. Mereka cukup antusias, bahkan menawarkan diri untuk menjadi dokter juga di klinikku ini,” ucap dr. Arfi memulai percakapan mereka.

Mata dr. Arfi melihat cek yang diberikan Ari, ia menelan salivanya, tak percaya salah satu donatur kliniknya adalah Arya ramadhana. CEO Adinata group yang wajahnya wara wiri di majalah bisnis.

“ini CEO Adinata group, Ri?” tanya dr. Arfi dengan mata tak lepas dari kertas itu.

“iya, dok.” jawab Ari dengan singkat.

“Aku benar-benar salut dengan mu, Ri. Kamu bisa mendapatkan donatur seorang CEO besar seperti dia, ini benar-benar di luar dugaanku, bahkan aku kirim teman-teman dokter ke sana pun, belum tentu dapat, Ri” jelas dr. Arfi.

“jangan berlebihan dok, Karina pun juga bisa melakukan apa yang aku lakukan ini,” tutur Ari dengan tersenyum santai.

Sementara Karina menghadapi keadaan itu dengan canggung, apa lagi setelah Ari mengucapkan namanya, hatinya terasa tersentak senang mendengarnya.

“jadi gimana dok? aku juga nggak bisa lama, jika masih ada yang  perlu di negosiasikan soal kontraknya, kita bisa negosiasikan sekarang,” ucap Ari sembari memperlihatkan dokumen yang telah disiapkan Vanny kepada dr. Arfi.

dr. Arfi membuka kacamatanya dan menaruhnya di meja makan, ia kemudian mengusap matanya sembari mengatur nafasnya. Ari dan Karina memperhatikan apa yang dilakukan dr. Arfi sembari menunggu jawaban dokter Senior itu.

“Pembangunan projek ini akan ku kasih ke Karina, Ri, aku hanya akan memantaunya sesekali saja, kalian sudah kenal lama, aku harap dengan keakraban kalian, pembangunan klinik ini akan berjalan lancar,” ucap dr. Arfi.

Nafas Ari dan Karina sama-sama tercekat mendengarnya. Mereka saling pandang dengan canggung. Sebelum akhirnya mereka sama-sama memilih untuk membuang muka ke arah lain.

“aku nggak masalah kerja sama dengan siapa pun, dok. Asalkan semua hak dan kewajiban masing-masing pihak jelas, apa semua pembangunan fisik gedung klinik itu akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami sebagai kontraktor, atau dokter dan Karina sebagai pemilik juga akan ambil tanggung jawab jika projek ini mengalami kendala nanti," jelas Ari panjang lebar.

dr. Arfi tersenyum, mereka mulai membicarakan projek tersebut dengan serius hingga tanda tangan kontrak kerja. Dilanjutkan dengan makan siang sembari mereka bicara tentang kesehatan. Karina tak banyak bicara, ia hanya sesekali bicara saat dr. Arfi bertanya kepadanya. Karina menikmati makanannya dengan tersenyum mendengarkan pembicaraan Ari dan ayahnya yang terlihat sangat akrab. Entah mengapa ia merasa senang melihatnya.

Setelah pertemuan itu selesai, dr. Arfi mengantar Karina lagi ke rumah sakit tempat Karina bekerja. Sebelum kembali ke rumah sakitnya karena ia ada jadwal operasi pasien malam itu. Karina segera menuju ruangannya, ia umbar senyum bahagia, setidaknya melalui kerja sama itu, ia bisa memulainya lagi dari awal untuk meyakinkan Ari tentang hubungan mereka yang telah hancur.

Sembari menunggu jam istirahat habis, Karina menyandarkan bahunya di kursi kerja. Ia melepas kacamatanya dan menaruhnya di meja, kemudian ia memejamkan matanya untuk istirahat sejenak. Belum sampai 5 menit matanya terpejam, pintu ruangannya terbuka. Ari masuk ke dalam tanpa mengetuknya lebih dulu, membuat Karina kaget dan lekas mengambil kacamatanya, tapi ia malah mendorong kacamata itu hingga jatuh lantai.

Karina lekas memungutnya dan memasang kacamata itu, Ia berdiri untuk melihat siapa yang datang. deg, tubuhnya terasa membeku melihat sosok Ari ada disana. “A,,Ari,” gumamnya dengan detak jantung tak beraturan.

“Hai, Rin, apa kamu menyukai sandiwara ku tadi,?” ucap Ari dengan nada menganggap remeh Karina.

“Sandiwara apa maksudmu, Ri?” tanya Karina yang bingung dengan ucapan Ari.

“Aku hanya ingin menyenangkan ayahmu, jadi ku terima saja kerja sama tersebut,” ucap Ari dengan jengkel, seharusnya Karina menghindarinya, tapi gadis itu malah membuat semuanya menjadi sulit sekarang.

“Seharusnya aku mendengarkan Arya agar Arbi saja yang mengurus projek ayahmu ini, jadi aku ...”

“kamu ini bicara sih, Ri. Aku nggak paham,” potong Karina yang bingung dengan arah pembicaraan Ari.

“kita sudah berakhir, Rin! seharusnya kamu menolak permintaan ayahmu ini, bukan menurutinya, aku nggak mau kerjasama dengan mantanku,” Ucap Ari dengan tegas.

Karina tersentak mendengarkan ucapan Ari, “Jadi kita benar-benar sudah berakhir, Ri?” tanya Karina dengan nada melemah.

“Apa?" Dahi Ari berkerut bingung mendengar ucapan Karina.

"kamu lupa ya, kamu yang mengusir aku dari ruangan ini hari itu. Aku sudah mau bangkit sekarang, Rin, seharusnya kamu tidak membuatnya semakin sulit, dengan menerima permintaan ayahmu agar kamu yang mengurus projek ini bersamaku," tukas Ari.

Karina diam tak menjawab, ucapan Ari masih coba ia cerna dengan baik, memahami makna dari kalimat Ari tersebut. “Sekarang kita bersikap professional aja dalam projek ini, Rin, dan juga kerja sama antara kamu dan perusahaanku."

"jangan melakukan sesuatu yang membuat aku kembali jatuh, Rin!” pinta Ari dengan tegas, ia kemudian berbalik meninggalkan Karina dengan melangkah ke arah pintu.

“Ri, tunggu,” ucap Karina mencoba mencegah Ari pergi, Ia berdiri dari kursinya hendak mengejar Ari.

Ari tak menggubrisnya, ia membuka pintu, dan terlihat dr. Rangga berdiri di depan pintu itu, membuat lutut Karina terasa melemah dengan keadaan yang tak ia inginkan itu.

“siang, dok,” Sapa Ari mencoba bersikap ramah kepada dr. Rangga.

“Siang juga pak, apa anda membahas kerja sama lagi dengan Karina?” tanya dr. Rangga dengan sopan.

“iya, tapi pembahasan kami sudah selesai, saya pamit dulu,” ucap Ari berlalu pergi meninggalkan Karina yang terasa tersayat di hatinya melihat kepergian Ari.

Ari sempat berbalik di ujung lorong, terlihat dr. Rangga tidak ada lagi di depan pintu. “bang saat” teriak Ari memukul dinding yang ada di depannya. Kenapa rasanya masih sakit seperti ini? Ari membatin.

1
Rizqi_Achmad
lanjut
Suherni 123
ga Karina ga Mila pas udah nikah manggil suami namanya doang
apalagi Karina yang katanya didikan agama nya lebih dari Ari
Suherni 123
Vanessa,,sabarmu sungguh luar biasa
Suherni 123
kalau udah perjodohan mah susah
Suherni 123
udah tarik nes,,ari go move on
Suherni 123
ngakak pas akhir baca
utya .S. firdaus
hanya orang orang yg satu server ma dia yg bisa memahaminya....

dan itu sangat jarang...
Semi Ota Priyani
dtggu thot
Urnisah Febriansyah
masih nunggu kisah cinta nya Vanessa
mega keyna
tp mmg ari sbnrnya ngk cocok sm karina,karakter mereka jauh berbeda kayak air dan minyak,tp kl status,mereka memang cocok,jd ngk ada slhnya jg mereka ber 1,tnggl mereka saling melengkapi aja pasti bahagia,,,,
Mimi Fitriani
Thor upny kpn lgi
Muh Ali Suarno
thor kapan up lagiii
Muh Ali Suarno
lnjuuut
NurInna
kumenunggu thor jgn pakek lama²...
Semi Ota Priyani
lanjut thort
Semi Ota Priyani
lanjut thor
Mimi Fitriani
lanjut thor ditunggu tunggu
Urnisah Febriansyah
lanjutin kisah cinta Vanessa dong kak
mega keyna
hahaha lucu antara arya sm mila,kayak mila org suci aja nesehatin org,ya walau pun skrg mereka udh sm2 cinta,tp ngk hrs menasehati jg x secara si mila dlu udh slh besar nyakitin suaminya,,, eèe,,, glrg skrg udh ngmg kayak gt aja kyk mila itu manusia sempurna,,, ngk ngaca dia,untng vanessa sabar,,,,
Suherni 123: bener,mila sok bener
total 1 replies
bunda Thalita
bukan Salman Thor tp SARMAN klo ga salah 😁 lanjuutttt akuh tunggu up nya Thor❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!