Aira Anastasia mengalami kecelakaan dan begitu ia bangun,ia terbangun di tubuh antagonis yang akan mati tragis,dan memiliki nama yang sama dengannya,akankah Aira bisa menghindari nasib nya??ataukah ia justru akan mati untuk kedua kalinya??
nantikan kelanjutan kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riri Aira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
amarah morgan
Morgan duduk merenung menatap langit malam Dnegan tatapan rumit dan dalam,lelaki itu bangun menatap jam di pergelangan tangannya,lalu segera berlalu begitu saja,meninggalkan kamar hotel,tanpa memberi tau siapa pun,
Ia melangkah Dnegan sangat pelan,menuju parkiran,ia menaiki motornya Dnegan kecepatan sedang,
"halo datanglah ke tempat yang sudah aku berikan sekarang"ucapan Morgan begitu sambungan telpon terhubung,
Setelah sampai di tempat tujuan ia langsung menghubungi seseorang,sambil menunggu ia menatap kearah langit malam yang gelap,
pikirannya melayang jauh,namun tekad nya sudah bulat,asap rokok mengepul ,tak lama menunggu ia mendengar suara langkah kaki tergesa-gesa,
"maaf kak aku telat ya??tadi susah nyari taksi soalnya,"ucap Anita ngos-ngosan,karena lari cukup jauh,
"kamu datang sendiri??"tanya Morgan datar
"tentu saja kakak suruh aku datang sendiri,ada apa kak??kita masih bisa melanjutkan hubungan ini kan kak??aku mohon jangan talak aku kak,aku bakal berubah aku janji"ucap Anita buru-buru menjelaskan
Morgan hanya menatap Anita Dnegan tatapan datar dan acuh tak acuh,"naik"
Anita mengikuti instruksi Morgan,ia pun menaiki motor Dnegan pelan,Anita menikmati desir angin yang menyapu halus wajah nya,
[kak Morgan udah maafin gue??mungkin saja kak Morgan tadi hanya untuk menenangkan pak Fatih, bagaimana pun saat ini kak Morgan sedang lomba,jadi gak boleh ada kesalahan]
[iya pasti begitu, sebenarnya kak Morgan masih sayang sama gue,cuma semua itu terpaksa dilakukan,Demi juara pertama lomba kimia kali ini,sebagai istri yang baik gue harus bisa memaklumi kondisi nya,]
Keduanya menempuh perjalan cukup jauh,hingga tiba di sebuah gang sempit yang buntu,Morgan turun dari motornya,
Menarik tangan Anita kasar,melempar wanita itu ke tembok gang,membuat Anita mendelik tak percaya,
Bruk
tubuh Anita terbentur tembok sangat keras,membuat wanita itu meringis kesakitan,"kak Morgan kenapa??"tanya Anita binggung,
Morgan tak menjawab pertanyaan Anita,ia justru maju dan menamparnya berulang kali,hingga pipi nya bengkak,
"kak aku salah apa??kanapa kak Morgan jadi kasar banget kayak gini sama aku??"jerit Anita menatap lelaki yang selama ini ia cintai
Morgan tak menghiraukan sama sekali,ia mencekik leher Anita Dnegan keras,matanya memerah menatap Anita Dnegan tatapan jijik dan penuh kebencian
"gara-gara Lo semua impian gue hilang begitu saja, gara-gara Lo beasiswa gue ke kampus impian gue di luar, hilang begitu saja,semua gara-gara Lo jalang!!"ucap Morgan penuh emosi
plak plak plak plak
Tamparan demi tamparan membuat pipi Anita bengkak,darah keluar di sudut bibirnya,ia menatap Morgan yang kalap Dnegan tatapan sendu,air matanya mengalir deras, membasahi pipinya,ia mencoba meraih tangan Morgan,untuk melepaskan pelukannya,
Namun semakin berusaha ia lepas,Morgan semakin kuat mencekiknya,"apa maksud kakak semua gara-gara aku??"ucap Anita terbata
"gara-gara Lo,buat sekandal semua impian gue musnah,bokap gak ngizinin gue kuliah di luar, cita-cita gue harus terkubur gara-gara Lo sialan!!!!!!"teriak Morgan Morgan murka
"kak lepasin kak sakit,sadar kak aku mohon aku gak bisa nafas"ucap Anita lirih tatapannya dipenuhi rasa takut dan putus asa,selama ini ia tidak pernah melihat Morgan Dnegan emosi sebesar ini,
kali ini ia benar-benar di ambang kematian,dia masih ingin hidup "kak tolong maafin aku kak,lepasin aku, aku janji gak bakal ganggu Kakak lagi,aku bakal pergi jauh dari hidup kakak,aku janji"ucap Anita cepat menatap Morgan Dnegan tatapan memelas dan sayu
namun Morgan tak mendengar ucapan Anita, cengkraman nya pada leher Anita semakin kuat,membuat wajah Anita pucat pasi,bahkan ia tak bisa bernafas Dnegan benar,
tak lama Anita menghembuskan nafas terakhirnya,wanita itu mati Dnegan mata yang terbuka, melihat itu bukanya merasa bersalah, Morgan,justru mengambil sebilah pisau,
Ia menyayat mayat Anita Dnegan semangat,seoalah tengah mengerjakan hal yang paling ia sukai,sayatan demi sayatan membuat wajah Anita tak lagi terlihat penuh Dnegan luka sayatan,
Setelah puas,Morgan meninggalkan mayat Anita begitu saja di gang yang sempit,seoalah tak terjadi apapun,
Sementara Aira yang mengikuti mereka berdua diam-diam, kini kaki nya lemas tak bisa bergerak,
Tubuhnya gemetar ketakutan,keringat dingin membasahi punggungnya,selama proses itu ia merekam jelas kegiatan Morgan,namun ia tak pernah menyangka kalau Morgan akan sekejam itu,
[bagiamana mungkin tokoh utama pria,membunuh tokoh utama wanitanya??bagiamana ini terjadi??]
Aira membekap mulutnya sendiri,agar tidak muntah,melihat mayat Anita yang tidak lagi berbetuk manusia,morgan benar-benar kejam,
[pantas saja pemilik tubuh nasibnya tragis,Dnegan tokoh utama wanita saja dia sekejam itu,bahkan membunuhnya??apa yang harus gue lakukan ??]
Aira berlahan mulai bisa berdiri,ia mulai melangkah kearah jalan raya yang masih ramai,langkahnya pelan pikirannya terus berputar di mana ia melihat Dnegan Mata kepala nya sendiri,bagiamana Anita mati di tangan morgan,
Begitu sampai di hotel Aira langsung mandi dan tidur,berharap malam ini ia tidak mimpi buruk,karena perbuatan terkutuk Morgan!!!.....