NovelToon NovelToon
AYAH SAMBUNG

AYAH SAMBUNG

Status: tamat
Genre:CEO / Cerai / Janda / Tamat
Popularitas:394.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mimah e Gibran

Siapa yang ingin bercerai? Bahkan jika hubungan pelik sekalipun seorang wanita akan berusaha mempertahankan rumah tangganya, terlebih ada bocah kecil lugu, polos dan tampan buah dari pernikahan mereka.

Namun, pada akhirnya dia menyerah, ia berhenti sebab beban berat terus bertumpu pada pundaknya.
Lepas adalah jalan terbaik meski harus mengorbankan sang anak.

Bekerja sebagai sekertaris CEO tampan, Elen tak pernah menyangka jika boss dingin yang lebih mirip kulkas berjalan itu adalah laki-laki yang menyelamatkan putranya.
laki-laki yang dimata Satria lebih pantas dipanggil superhero.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mimah e Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 - PULANG

Keluarga besar sang Ayah menyambutnya di rumah. Namun, sesuatu yang semakin membuat Divine kesal berada disana.

Noah, meski tanpa Cassandra di sisinya cukup membuat Divine tak siap. Kepercayaan dirinya terkikis seiring melihat tubuh tegap itu menatap ke arahnya dengan senyum. Meski Divine tahu, Noah sikapnya cukup baik, tapi Divine diam-diam memupuk kebencian kepada sepupunya.

"Mau langsung ke kamar?" tawar Rafael, ia tahu apa yang membuat Divine semakin muram begitu sampai di rumah.

"Tidak, cukup jauhkan aku dari jangkauan Noah!" titahnya.

Rafael mengangguk.

"Divine, aku senang kau sudah pulih. Kami semua khawatir!" ujar Noah, tampak senyum tersungging di bibirnya semakin membuat Divine muak.

"Terima kasih perhatiannya, aku masih perlu banyak istirahat!"

"Divine, setidaknya tinggal sebentar. Noah sudah menyempatkan waktunya untuk menyambutmu!" Djaja, sang kakek sedikit meninggikan suaranya.

"Ayah, sudah jangan marah! Noah bisa mengobrol dengan kami. Divine benar, dia perlu banyak istirahat." Wijaya mencoba menengahi, ia tak ingin sang anak semakin murung mendengar ucapan kakeknya yang sedari dulu lebih mengistimewakan Noah.

"Kakek, sudah! Tak apa, Divine belum pulih kakinya, biar dia istirahat!" ujar Noah, berusaha meredam Djaja.

Namun, dimata Divine. Sikap Noah yang seperti itu semakin membuatnya muak dan kesal, karena sudah dipastikan Djaja akan semakin memujinya melebihi apapun.

"Sedari kecil, bahkan kakek selalu memuji Noah di hadapanku. Kalau bukan karena mereka masih dalam ikatan 'keluarga', akutak ingin lagi berurusan dengan Noah,batin Divine.

"Baiklah," ucap Djaja dingin.

Rafael mendorong kursi roda Divine sampai kamar tamu. Sementara kakinya belum pulih, Divine akan tinggal di kamar yang terletak di lantai bawah.

"Divine, apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Rafael saat hanya ada mereka berdua, jauh dari jangkauan keluarga Divine.

"Soal apa?"

Rafael menghela napas, "soal Elen, apa kamu menyukainya?"

Divine tanpa ragu menggeleng.

"Div, aku tau kamu tertarik dengannya. Berhentilah kekanakan, mulailah menjadi laki-laki sejati dari sekarang! Aku tak akan menghalangimu, justru aku adalah orang pertama yang akan mendukungmu!" tegas Rafael.

"Aku tidak punya alasan untuk tidak menyukainya. Dia gesit, tangguh dan kokoh. Sama halnya dengan Satria, dia anak yang baik, tapi dibalik wajah polosnya menyimpan banyak luka. Setiap kali melihatnya, aku merasa seperti melihat diriku yang dulu. Hanya, aku lebih beruntung darinya," gumam Divine tanpa sadar.

Rafael terdiam beberapa saat, mencoba menelaah perkataan Divine hingga berfikir apakah lebih baik ia mundur?

Memutuskan mengalah, bukan berarti kalah. Hanya, ia merasa sosok yang dibutuhkan Elen ada pada Divine, bukan dirinya! Ia memang menyayangi Satria, tapi hanya sebatas rasa sayang dan belum sedalam Divine.

Meskipun, tak tahu pasti apakah Elen akan memulai kembali hubungan atau bertahan dengan statusnya saat ini.

Hari-hari berikutnya, Elen semakin disibukkan pekerjaan kantor. Terlebih, posisi Divine digantikan langsung oleh Wijaya. Namun, sangat beruntung karena ia akhirnya memiliki ruang kerjanya sendiri, tak lagi satu ruangan dengan CEO. Meski, sampai sekarang belum mengerti alasan kenapa Divine belum kembali bekerja, semua orang menutup mulutnya rapat-rapat termasuk Rafael.

"Rafael, sebenarnya alasan Divine tak lagi bekerja karena apa?" tanyanya yang sudah tak lagi bisa membendung rasa penasaran. Kemarin-kemarin ia masih bertahan dan kekeh tak ingin tahu. Namun, akhir-akhir ini bayangan wajah Divine yang langsung melajukan mobilnya kencang pasca penolakannya terus mengusik.

"Tidak apa, Elen. Dia hanya ingin menikmati hidupnya," bohong Rafael. Ia tak ingin menghancurkan kepercayaan diri Divine yang terkikis dengan kejujurannya.

"Benarkah, apa itu semua karenaku?" tanyanya lagi.

"Bukan, oh ya. Wijaya Group akan mengirim gajinya setiap tanggal lima. Kamu sudah mengurus ATM untuk menerima gaji kan?" tanya Rafael.

Elen mengangguk.

"Bagus, semoga setelah ini kamu dan Satria tak perlu khawatir memikirkan masa depan lagi," ujar Rafael lagi-lagi dijawab anggukan kepala oleh Elen.

"Besok, bolehkah aku izin? Aku harus segera menyelesaikan urusanku dengan Bram." Elen menunduk, ia takut tak mendapatkan izin dari Rafael.

"Boleh, aku akan bilang pada Om Wijaya!"

"Terima kasih, kamu sudah banyak membantuku!" Elen tersenyum manis, ini pertama kalinya Rafael melihat senyum itu. Andai Divine diposisinya, sudah dipastikan gunung es itu akan segera mencair.

***

"Elen, kau sungguh berbeda hari ini. Apa sudah berhasil mendapatkan laki-laki kaya?" sapa Bram setelah sidang perceraiannya usai. Semua berjalan lancar tanpa kendala dan hal itu yang membuat Elen lega sebab hak asuh Satria jatuh kepadanya.

"Bukan urusanmu, Mas. Mau aku dapat laki kaya atau miskin yang pasti dia nanti akan jauh lebih baik dari kamu," ujar Elen masih dengan nada rendah.

"Baguslah, baik-baik jaga Satria!" pesan Bram.

Entah kenapa ada yang janggal dari ucapan mantan suaminya itu. Jika biasanya Bram akan kasar dan frontal, hari ini dia bisa bersikap layaknya manusia yang punya hati, pikir Elen.

"Hm." Elen hanya membalas singkat, mengabaikan tatapan Bram yang entah hari ini sangat beda.

"Hati-hati di jalan!" sapaan terakhir Bram membuat Elen tertegun sepertian menit bahkan tak lagi melanjutkan langkahnya.

Bagaimanapun, Bram pernah menjadi suaminya meski bukan suami yang baik.

Tak lagi menjawab, apalagi menoleh. Elen terus melangkah ke depan meninggalkan pengadilan yang menjadi saksi putus hubungannya dengan Bram, ayah Satria.

"Bagaimana?" tanya Keyra yang menunggu Elen di luar, sahabatnya itu bahkan rela menunggu sampai sidang selesai dengan duduk tak jelas di warung seberang jalan.

"Done!" jawab Elen, ia langsung mendapat pelukan syukur dari Keyra.

"Seneng banget?" Elen merasa heran, pasalnya ia melihat Keyra sangat antusias menanti perceraiannya.

"Seneng. Tapi bukan berarti aku sahabat yang gak ada perasaan ya? aku seneng sekaligus lega akhirnya kamu bisa bebas, gak lagi menderita dengan si breng sek itu," seru Keyra.

"Makasih ya, Key! Kamu sahabat terbaikku." Elen dan Keyra berpelukan.

"Karena kamu libur, kita jemput Satria yuk? Ajak dia jalan-jalan!" ujar Keyra.

"Ah iya, boleh deh. Ayo!"

Mereka naik taksi untuk sampai di sekolah Satria mengingat jarak pengadilan ke sekolah Satria cukup jauh.

"Tapi nanti kita masih nunggu, kan ini belum jamnya pulang," ujar Keyra sembari melihat jam dipergelangan tangannya.

"Tak masalah."

Dua wanita sebaya itu turun di ujung jalan, perlu jalan kaki sekitar dua ratus meter untuk sampai di sekolah Satria. Hingga keduanya sudah berada di depan gerbang bercat hijau TK dan SD PELITA HARAPAN, Elen tersenyum senang. Nampak Satria dan teman-temannya sedang bermain di depan kelas.

"Elen lihat El, Bukanya dia boss kamu!" tunjuk Keyra pada seseorang yang tengah memperhatikan anak-anak dari jarak jauh, duduk di atas kursi rodanya.

"Siapa?" Elen mengerutkan kening, saat matanya mengkuti pergerakan telunjuk Keyra, Elen mematung seperkian detik.

"Pak Divine!" gumamnya terkejut, ia melihat Divine duduk di atas kursi roda, dan bersama wanita paruh baya di belakannya.

Pikiran Elen berkecamuk, puluhan pertanyaan menyerbu otaknya memaksa berfikir. Apa selama ini Divine tak ada ke kantor karena keadaannya? Apa kakinya bermasalah? Apakah dia baik-baik saja? Apa dia bersikap dingin waktu itu karena kakinya? Tapi bukankah sedari pertama mereka bertemu, Divine memang sudah dingin?

Elen semakin terdiam, saat pandangan laki-laki itu sedikitpun tak lepas dari aktivitas anaknya, Satria.

1
Elisanoor
belok ke sini, pdhl mu dowlod f**zzo 😅
Huru'in Alhamira: aku pdhal dlu mantan NT ksni gr gr nmu crita Alina jd blik k NT mau baca crta ortu2 mereka
total 2 replies
Sam Umar Studio
mantap
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: makasih kak ratenya🥰
total 1 replies
Andriani Rahmi
suka banget ceritanya... keren... menikmati alurnya, meskipun pas awal baca bisa melihat el sama keyra dan div sama elen
Dani Setiawan
semoga keluarga bahagia
Nurjannah Komar
ya udah tamat aja maseh penasaran ceritanya
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
BRRTI TTP BLM TAU JIKA KKEK DJAJA BKN KKEK KNDUNGNYA,, AYAH WIJAYA PSTI BLM CERITA KE DIVINE...
Sulaiman Efendy
SMKIN TUA, TK MNJAMIN SMKIN DEWASA, SMAKIN BIJAK & SEMAKIN MAWAS DIRI, MNCINTAI MMANYA WIJAYA, TPI TK MNERIMA WIJAYA,, HNY MNCINTAI DARAH DAGINGNYA SENDIRI, YAITU WILLIAM & NOAH,, SDNGKN KE WIJAYA & DIVINE, KAKEK DJAJA PILIH KASIH YG KENTARA.. HRUSNYA KKEK DJAJA BLAJAR DRI DIVINE YG LBH MNCINTAI SATRIA DLU SBLM MNCINTAI MOMMY NYA SI ELEN, SAMPE UDH TAU ELEN PEWARIS KLUARGA SHAIN SJA KKEK DJAJA MSH BLM PUAS, KRN KTDAK SUKAAN NYA TRHADAP WIJAYA YG BKN ANAK KANDUNGNYA, DN BRIMBAS KE DIVINE YG TDK TAU MNAU SJARAH PAPA WIJAYA..
Sulaiman Efendy
TPI SURVEY DILAPANGN, DI BANDINGKN WANITA YG MNJADI STEP MOTHER, PRIA YG MNJADI STEP FATHER, DARI 100%, SKALA 65-70% MRK BRHASIL MNJADI STEP FATHER, DN 100%, SKALA 70% GAGAL WANITA MNJADI STEP MOTHER, HNY 30% YG BRHASIL, DN YG LUCUNYA DARI SKALA 70% WANITA YG GAGAL JDI STEP MOTHER, ADA WANITA2 YG DICAP SHALEHAH, WANITA YG TAU AGAMA, TAU AHKLAK, TPI MRK GAGAL JDI IBU SAMBUNG. APALAGI JIKA SAMA BAWA2 ANAK...
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: bener bang
total 1 replies
Sulaiman Efendy
TOKCER JUGA BENIH SI DAVE...
RAHIM ELEN JUGA SUBUR....
Sulaiman Efendy
MESKI KAU YG TIDUR MA CASSANDRA, SAAT CASSANDRA MSH STTUS KKASIH DIVINE SPUPU LO, TPI CASSANDRA BKN WANITA YG BAIK BUAT JDI ISTRI, SIFAT CASSANDRA SDH MNDARAH DAGING,, JDI SAMPAI KPNPUN TKKN BRUBAH, INGAT, SAAT MSH KKASIH DIVINE,,DY SLINGKUH MA LO & BRZINAH, STELAH MNJDI TUNANGAN LO, DY BKN MNJENGUK LO DI PENJARA, TPI INGIN GODA DIVINE LAGI, DN TIDUR DGN BBRPA PRIA..
Sulaiman Efendy
JADI OBAT NYAMUK SI ANITA....
Sulaiman Efendy
BUKAN TK ENAK BADAN TU SI KAKEK BAU TANAH, TPI MALU DGN KLUARGA SHAIN, KRN UDH HINA PEWARIS KLUARGA SHAIN...
Sulaiman Efendy
BIAR MMPUS DN MUNTAH DARAH TU SI KAKEK DJAJA TAU KLO ELEN YG SLLU DIRENDAHKNNYA ADALH PEWARIS KLUARGA SHAIN..
Sulaiman Efendy
PREMPUAN KOTOR DN MURAHAN, GK NYADAR SIAPA DIRI LO, AYAH LO SAJA ANJING KLUARGA SHAIN, UNTUNG DIVINE & NOAH GK JDI SMA PREMPUAN YG LBH KOTOR DARI PELACUR
Sulaiman Efendy
KAKEK DJAJA GK TAU TU KLO ELEN PEWARIS KLUARGA SHAIN YG MNGKIN KKAYAANNYA MLEBIHI KLUARGA DIVINE....
Sulaiman Efendy
TERNYATA DIVINE ATAU YG DIPANGGIL DAVE, ADALH COWOK YG DISUKAI ELEN SEJAK SMA..
Sulaiman Efendy
TERNYATA ELEN KTURUNAN KLUARGA KAYA DRI SBLAH IBUNYA, KRN TRLAHIR PREMPUAN, ELEN GK DIANGGAP...
Sulaiman Efendy
PASTI DIVINE BWA MOBIL SAMBIL EMOSI KRN ELEN NOLAK DI ANTAR PULANG OLEHNYA, HRSNYA ELEN GK BOLEH GITU SAMA ATASANNYA..
Sulaiman Efendy
DIVINE BOSS LO LEN, YAA SUKA2 DIVINE.. DY YG BUAT PRATURAN, TENTU HAK DIVINE BUAT MLANGGAR SENDIRI..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!