Ini Kisah beberapa anak remaja dengan cerita cintanya masing-masing, kisah dimana ada beberapa gadis yang menemukan kekasihnya dengan jalan yang berbeda-beda. Sandra Aditama seorang gadis pendiam yang memiliki sahabat baru dari sekolah barunya yang bernama Lexa Arandita gadis tomboy dan Dinda Azani gadis yang periang serta aktif, Sandra juga memiliki sahabat lama yang bernama Desy Amanda Puspita, mereka tidak lagi bersahabat karena suatu masalah di antara mereka berdua.
Sandra yang di taksir beberapa di sekolah nya karena paras cantiknya itu juga memiliki beberapa musuh di sekolah nya.
hy readers mau tau kelanjutannya yuu simak ceritanya..
mohon dukungannya ya like,rate dan vote dan tambahkan ke daftar fav nya Terimakasih 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman masa kecil
"Mah Pah adek berangkat dulu yaa" ucap Sandra yang sudah selesai dengan sarapan nya.
"adek tunggu, Papa mau bicara?" ucap Papa Tio dengan memasang raut muka yang serius.
"emm ada apa Pah?" tanya Sandra
"kamu belum pacar-pacaran kan?" tanya Papa Tio dan maklejebb... membuat Sandra bingung mah jawab apa.
"deek, Papa tanya itu" ucap Mama yang melihat anaknya tidak menjawab pertanyaan Papa nya.
"eehh, eng-ga Pah" Sandra terlihat gugup, dia tau kalau Papa nya belum mengizinkan nya untuk berpacaran karena masih di anggap belum pantas.
"baguus, kamu harus inget ya deek,, Papa ga larang kamu untuk berteman dengan siapapun itu tapi Papa minta jangan pacaran dulu ya, belajar aja dulu yang benar, papa ga mau pelajaran kamu jadi terganggu karena pacar-pacaran" jelas Papa Tio dengan tegas.
"iy-iyah Pah,adek paham emmm kalau gitu adek berangkat dulu ya, teman ade udah nunggu di depan" pamit Sandra lagi dan di angguki orang tuanya.
Sandra berlalu pergi setelah mencium tangan orang tuanya.
Sandra keluar rumah dan menghampiri Rudy yang sudah menunggu dengan mobil putihnya.
"maaf lama Rud" ucap Sandra memasang muka seperti biasanya padahal hatinya dan pikiran nya sedang memikirkan ucapan Papa nya tadi.
"ga masalah kok,seabad pun aku siap kalau harus menunggu kamu heheh" gombal Rudy.
"iih apa siih, pagi-pagi ngegombal udah ayo berangkat" ucap Sandra yang langsung masuk ke mobil.
🍁🍁🍁🍁
Di sekolah Lexa dan Dinda sedang menunggu kedatangan Sandra yang tidak seperti biasanya belum muncul padahal bel sekolah 10 menit lagi akan berbunyi.
"Xa Sandra mana siih, kok belum data juga siih" tanya Dinda
"iya yaa, padahal tadi gue tanya katanya masuk kok" ucap Lexa.
mobil berwarna putih masuk dan parkir di parkiran khusus di sekolah Darmawangsa, keluar lah 2 orang yang selalu menjadi pusat perhatian di sekolah.
"Lex itu dia tuh orang nya" ucap Dinda menunjukbke arah Sandra yang baru keluar dari mobil bersama kekasihnya.
"iyaah, lah dia lagi santai banget jalannya" ucap Lexa.
"Sandraaaa, cepetan udah mau masuk ini" teriak Dinda tepat di dekat Lexa.
"woy Din suara lo anaknya Nikita mirzani ya suara lo kenceng banget, budeg dah kuping gua" omel Lexa
"heheh maaf, abisnya kesel gue liat Sandra santai banget" ucap Dinda cengegesan.
"hy gaes, oh yaa Rud aku ke kelas sama 2 manusia ini aja,kamu ke kelas kamu aja"ucap Sandra yang langsung menarik tangan 2 sahabat nya tanpa menunggu jawaban dari Rudy.
" wooy ga usah tarik-tarik sih San"omel Dinda.
"abis kalian lama" ucap Sandra dengan enteng nya padahal 2 sahabat nya itu yang menunggu dia datang.
"wooyy sadar, lo yang lama datangnya, malah kita yang di salahin" protes Lexa.
"iya iya maaf, gue lama karena ada sesuatu hal kok" ucap Sandra yang sudah sampai kelas dan duduk di bangku nya samping bangku Lexa.
mendengar ucapan Sandra jiwa kepo Dinda bergejolak.
"suatu hal apa San?" kepo Dinda yang sudah duduk di sebelah bangku yang di tempati Risa.
"hy Ris" sapa Sandra dan di jawab Risa dengan senyuman nya.
"tar aja gue ceritanya pas istirahat kita ke perpus ya"ucap Sandra lagi dengan muka sendunya.
" are u ok San? "tanya Lexa
" yeaa gue ok kok"jawab Sandra dengan memaksakan senyum nya.
Risa melihat muka sedih Sandra ikut merasa heran.
Sandra kaya lagi sedih,apa Aat buat kesalahan lagi, atau jangan-jangan mereka berantem lagi, "batin Risa.
🍁🍁🍁🍁
bel istirahat 10 menit lagi akan berbunyi, tapi Sandra izin pada guru untuk ke toilet.
" Bu saya izin ke toilet ya"izin Sandra.
"10 menit lagi istirahat Sandra, bisa kamu tahan saja tanggung juga" ucap sang guru.
Sandra yang tidak mendapat izin, dia malah menghampiri sang guru dan membisikan sesuatu pada gurunya.
"Buu pembalut saya penuh, kalau saya tunda nanti-nanti takut luber" bisik Sandra ke gurunya.
"ooh ya sudah sana, jorok sekali kamu ini" ucap gurunya.
"terimakasih Buu" ucal Sandra yang langsung keluar kelas.
Sandra hanya alasan pada gurunya, karena dia sudah tidak fokus dengan pelajaran nya karena masih mengingat ucapan Papa nya.
Sandra sekarang berada di belakang sekolah, dia duduk di bawah pohon sambil memikirkan bagaimana kalau Papa nya tau kalau Sandra sudah berbohong.
"maafkan Sandra pah, hufftt pasti Papa kecewa kalau gue udah bohongin papa" gumam Sandra.
"terus Rudy bagaimana, apa gue harus ngomong jujur sama Rudy kalau gue di larang pacaran" Sandra asik dengan pikiran nya sampai tidak menyadari ada seseorang yang memperhatikannya dari jarak 5 meter tempat dia duduk.
"lo Ara kan???? lamunan Sandra terpecah karena suara pria yang asing di telinganya.
"Lo siapa?? Sandra bingung dengan pria di depannya karena panggil nama kecilnya.
" lo benar Ara kan?"tanya pria itu lagi.
ini orang siapa ya,kok panggil gue pake panggilan kecil gue*batin Sandra.
"gue Sandra" jawab Sandra masih tidak mengerti dengan siapa dia bicara.
"iyah gue tau lo Sandra Aditama dan panggilan lo Ara kan" ucap pria berseragam sama seperti Sandra.
ya seperti nya dia juga bersekolah di sekolah Darmawangsa.
Sandra tersentak kaget karena pria di depannya tau nama dia bahkan tau nama kecilnya.
"lo kok tau nama lengkap gue sama nama panggilan kecil gue" tanya Sandra bingung.
"iyah pasti gue tau lah, gue kan teman kecil lo Ra, masa lo ga kenal gue" ucap pria itu dengan terkekeh geli.
"wait-wait lo teman kecil gue, siapa kok gue ga kenal ya"ucap Sandra yang masih tidak mengenali teman masa kecilnya itu.
"Gue Nhikole Ra, masa lo ga kenal gue" ucal pria bernama Nhikole itu.
"Nhikole??? " Sandra sedang berpikir keras rupanya.
"ga ga Nhikole teman gue itu gendutt lucu" ucap Sandra yang sudah mengingat nama Nhikole itu.
"iya emang gua ga boleh berubah apa, " jawab Nhikole jengkel.
"lo benar Nhikole 😱,astagaaaa Nhik lo bisa jadi ganteng begini " sandra berucap dengan tidak terkontrol sampai dia mengeraskan suaranya.
"heeee ga usah pake teriak-teriak kali, gue emang ganteng tapi jangan lo umbar giti juga dong" ucap Nhikole dengan percaya dirinya.
"sorry-sorry gue kaget soalnya, oh Nhikole gue kangen lo tau, lo kenapa pindah rumah ga bilang-bilang gue hah" Sandra memeluk Nhikole teman masa kecilnya dulu, terlihat Sandra sangat merindukan sosok temannya itu.
Nhikole pun membalas pelukan Sandra.
"gua juga kangen lo, iya sory waktu itu
keluarga gue pindah ke Belanda, gue emg
sengaja ga bilang-bilang lo karena gue tau kalo gue bilang ke lo, lo pasti nangis minta ikut hahah" ucap Nhikole yang melepaskan pelukan itu dan tertentu geli kala mengingat masa-masa kecill nya dengan Sandra.
"iisshh nyebelin lo" Sandra memukul lengan Nhikole karena kesal.
"awww sakit Ra,, heemm ga sngka gue Ara yang gue kenal dulu yang masih ingusan ijo sekarang malah jadi gadis yang sedikit cantik" ucap Nhikole masih mengejek Sandra, Sandra yang terus di ejek merasa sangat jengkel.
"ga usah ungkit-ungkit aib gue deh" ucap Sandra dengan melipat tangannya di depan dada.
"haha iya iya sorry" Nhikole pun berhenti menggoda Sandra karena melihat muka Sandra yang sudah sangat jengkel.
bel istirahat sudah berbunyi sedari tadi tapi Sandra tidak sadarkan itu karena asik mengobrol dengan temam masa kecilnya itu.
sedangkan 2 gadis bersetatus sahabat dari Sandra itu sedang sibuk mencari keberadaan sahabat nya itu.
"Lah si Sandra ilang kemana Xa, tadi kan dia izin nya ke toilet tapi kok ga ada ya, Jangan-jangan dia di culik sama penunggu toilet Xa"racau Dinda panik.
" huusstt ngomong sembarangan banget lo, ya ga mungkin juga lah" ucap Lexa yang juga bingung dengan keberadaan Sandra.
"ya terus dimana dong, di toilet ga ada, di kantin,perpustakaan, sampai di atap aja ga ada " ucap Dinda
"1 yang belum kita datengin Din" ucap Lexa yang saling menatap dengan Dinda.
"taman belakang sekolah" ucap mereka berbarengan.
"ya udah kuy lah kita cari si Kucing nakal itu" ucap Dinda menarik tangan Lexa tapi terhenti karena ada suara yang memanggil nama mereka.
"Lexa Dinda,,
Sandra mana, kok ga sama kalian" ucap Rudy yang menghampiri 2 gadis itu dengan 2 te mannya juga yang tak lain Attha dan Dendi.
"kalian mau kemana kok Lari-lari gitu" tanya Dendi
"hy Lexa" sapa Attha pada Lexa,dan Lexa hanya menjaw dengan senyum kecilnya.
"kita lagi cari Sandra" Jawab Dinda.
"cari Sandra?? emang kemana dia, kan biasanya kalian ga pernah misah kaya ban bajaj" ucap Dendi
"iyah tadi dia izin ke toilet sebelum jam istirahat, tapi pas kita cari di mana-mana ga ada, dan kita mau cari dia di taman belakang" jelas Lexa.
"kok bisa, apa Sandra punya masalah ya, soalnya waktu tadi pagi gue jemput dia, dia di dalam mobil kebanyakan bengongnya" ucap Rudy yang merasa khawatir.
"itu dia kata nya mau cerita sama kita,tapi malah dianya ngilang gini" Dinda juga Lexa ikut khawatir setelah mendengar ucapan Rudy.
sedangkan yang di khawatirin malah lagi asik melepaskan rindunya pada teman kecilnya itu yang sudah lama tidak berjumpa dengan cara bercerita ngalor ngidulnya.
bersambung...
happy reading..
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya,budayakan like vote dan rate⭐5nya ,terimakasih 🙏🤗
Kak May, perasaan aku masih sama seperti 2 bulan lalu. Makasih udah balikin namanya jadi Desi😭😭 Huaaaa Nikhole sweet amat lu, Pak.