NovelToon NovelToon
Perpisahan Kedua

Perpisahan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintamanis / Mafia / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

Wajib baca Novel Tawanan Dua Mafia.

Helena harus berjuang saat pria paling dicintainya dinyatakan tewas dalam pertempuran. Satu persatu orang yang disayangi Helena haeus tewas di depan matanya.
Helena harus tetap bertahan di saat situasi dan kondisi tidak lagi menguntungkan baginya.
Akankah Helena berhasil mengalahkan musuh yang tidak lain adalah sepupu suaminya sendiri?

"Strike, kau harus tetap hidup."
"Pergi, Nona. Pergi. Maafkan saya tidak bisa menjaga anda lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

Helena mematuhi perintah Jason. Kini dia duduk di sofa sambil menunggu makanan yang diinginkannya matang. Helena melirik beberapa pil yang akan dia minum setelah sarapan. Perutnya terasa jauh lebih baik jika dia tidak memasukkan makanan maupun minuman ke dalam mulutnya.

Melihat sepiring apel ada di meja dapur membuat Helena mengernyitkan dahinya. Dia segera beranjak. Helena suka sekali sama apel selama kehamilannya ini. Entah kenapa.

Helena melangkah ke dapur. Dia melihat Jason baru selesai memasak pancake yang diinginkannya tadi. Terlihat begitu menggugah selera. Rasanya Helena juga sudah tidak sabar untuk memakannya.

"Aku mau apel," pinta Helena.

"Ambillah. Kau bisa memakannya sesukamu." Jason menghidangkan masakannya di piring.

Helena segera mengambil apel yang ada di meja. Tidak jauh dari Jason. Mereka saling memandang untuk beberapa saat sebelum Helena memalingkan wajahnya.

"Satu saja cukup," ucap Helena pelan. Dia segera melangkah pergi. Helena ingin kembali ke sofa untuk duduk santai di sana.

Tiba-tiba saja Jason sudah memeluk Helena dari belakang. Pria itu menahan langkah Helena. Dia memejamkan matanya untuk beberapa saat. Melepaskan rindu yang selama ini terpendam. "Aku merindukanmu. Aku sangat menyayangimu, Helena."

Helena memejamkan matanya. Air matanya mengalir. Dia tidak akan mau mengkhianati suaminya meskipun kini semua orang berpikir kalau Aberzio telah tiada. "Tapi, kita tidak bisa bersama lagi."

"Aku mengerti. Izinkan aku tetap menyayangimu seperti ini. Melindungimu, Helena. Dengan seperti ini aku merasa jauh lebih bahagia. Jangan memintaku pergi menjauh. Aku tidak bisa bernapas dengan tenang jika kau tidak aman. Biarkan aku ada di sisimu sampai Aberzio kembali. Aku akan menjagamu dengan baik."

Helena memutar tubuhnya. Dia memandang wajah Jason dan mengusapnya dengan lembut. "Kau hanya sedang menyiksa dirimu sendiri, Jason. Kenapa kau tidak bisa membenciku? Aku sudah menyakiti hatimu."

Jason mengambil tangan Helena. Mengecupnya. "Karena aku mencintaimu. Aku tidak mau kehilangan wanita yang aku cintai. Helena, jika Aberzio benar-benar tidak kembali. Maukah kau menikah denganku?"

Dari balik pintu, Strike menguping pembicaraan mereka berdua. Pria itu semakin geram. Dia segera pergi dari sana dan memikirkan cara agar bisa membawa Helena segera kembali ke Rio. Dia tidak mau lama kelamaan nanti justru Helena kembali luluh dan kembali mencintai Jason.

Helena menggeleng pelan. "Jason, aku tidak bisa membalas cintamu lagi. Aku sudah berjanji pada Aberzio untuk tidak mencintai pria lain meskipun dia sudah mati. Jika memang dia tidak akan pernah kembali, aku akan tetap sendiri. Maafkan aku, Jason. Aberzio menungguku dengan setia saat aku dinyatakan tewas dalam kecelakaan. Sekarang aku juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan. Aku akan tetap menunggunya. Entah sampai kapanpun itu."

Jason tersenyum. "Mau makan sekarang?" Dia berusaha menyembunyikan kekecewaan di dalam hatinya. Memutar tubuh dan mengambil piring yang sudah tersaji seporsi pancake di sana.

Helena menunduk sedih. "Aku akan setia padamu Aberzio."

***

Jason merasa tubuhnya begitu lelah. Sore harinya Jason berbaring di sofa. Sedangkan Helena masih di dalam kamar. Entah apa yang dilakukannya di dalam sana. Sudah beberapa hari Jason tidak tidur.

Detik itu matanya terasa begitu berat. Perlahan Jason mulai memejamkan matanya. Dia akan segera menghilangkan rasa kantuknya setelah tidur beberapa menit sebelum kembali menjaga Helena.

Jam berputar dengan sangat cepat. Jason tersentak kaget ketika jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Satu jam dia tertidur. Jason segera beranjak dari sofa dan berlari menuju ke kamar Helena. Dia ingin memastikan Helena baik-baik saja.

Namun yang dilihat Jason justru hanya kamar kosong. Kemana Helena? Hari juga sudah sore. Sebentar lagi langit akan berubah gelap.

Jason mengisi senjata apinya dengan peluru. Pria itu membawa senter dan memakai jaket. Jason segera keluar meninggalkan rumah kayu sederhana tersebut. Melihat mobil masih terparkir membuat Jason yakin kalau Helena hanya pergi di dekat rumah. Tidak akan mungkin pergi terlalu jauh.

"Helena!" Jason berteriak memanggil nama Helena. Di tengah kesunyian hutan, suara Jason terdengar begitu nyaring.

"Kau mencarinya?"

Jason menahan langkah kakinya dan memandang ke belakang.

Helena muncul dengan seorang pria yang kini menodongkan senjata di kepalanya. Bibir Helena mengeluarkan darah. Sebelah matanya memar. Bisa dipastikan pria itu sengaja memukul Helena saat Helena berontak.

"Hai, Bos. Bagaimana kabar anda?"

Jason mengepal kuat tangannya. Pria itu menatap mantan anak buahnya yang pernah bersekongkol dengan Antoni. Sayang sekali memang waktu itu dia tidak tertangkap. Bahkan Ben dan Jason juga memutuskan untuk menyudahi masalah ini. Dia hanya pria bersenjata yang tidak memiliki kekuasaan. Apa yang harus ditakutkan? Tidak disangka kini pria sialan itu menimbulkan masalah baru bagi Jason.

"Apa yang kau inginkan? Kau benar-benar cari mati." Jason melangkah maju. Dia sama sekali tidak takut.

"Berlutut. Aku ingin kau berlutut di hadapanku. Kalau tidak, wanita ini akan aku bunuh?" ancam pria itu dengan penuh emosi.

Sebenarnya Jason tidak terlalu takut. Tapi pria di depannya ini pria gila. Bagaimana kalau dia nekad menembak Helena?

"Helena, kau mendengarku?"

Jason kembali diam. Helena bahkan tidak menjawab pertanyaannya. Jason memandang Helena dan berharap wanita itu bisa bekerja sama dengannya. Akan tetapi Helena hanya diam melamun. Tatapan wanita itu terlihat kosong.

"Berlutut atau dia mati!" Pria itu kembali memberi ancaman.

Jason menjatuhkan tubuhnya di tanah. Satu kakinya di tekuk. Pria itu menatap tajam ke arah pria yang sudah berani mengancam Helena. Tentu Jason sudah menyiapkan sebuah rencana. Helena pasti akan selamat.

"Katakan kalau-"

Sebuah peluru mendarat di kepala pria itu. Darah segar mengotori wajah Helena. Dalam sekejap dia terjatuh dengan mata melotot. Bahkan pistol yang ada di genggamannya sudah terlepas dan tergeletak di bawah kaki Helena.

Helena masih berdiri diam. Dia bahkan tidak mau memandang pria di bawah kakinya. Helena tahu pria itu sudah tewas tertembak saat ini.

"Helena." Jason berlari dan menarik Helena ke dalam pelukannya. Pria itu memandang ke samping. Dia melihat seorang pria tangguh berdiri di sana.

"Strike? Dia uda ada di sini?"

Strike kembali menghilang. Pria itu masih fokus mencari keberadaan Clara. Biar urusan menjaga Helena saat ini dia serahkan kepada Jason. Dia percaya kalau Jason pasti akan menjaga Helena dengan baik.

Mengetahui Strike pergi membuat Jason kembali memandang wajah Helena. Dia mengusap darah yang ada di wajah wanita itu. Mengusap luka di sudut bibirnya. "Ayo kita masuk. Aku akan mengobati lukamu, Helena."

Helena menatap wajah Jason. Dia menyentuhnya dengan lembut. "Kau harus tetap hidup, Jason. Jangan pergi seperti mereka."

Jason menarik Helena ke dalam pelukannya. "Aku akan tetap hidup. Aku akan melindungimu." Jason mengecup pucuk kepala Helena sebelum memeluknya lagi.

***

Sudah hampir satu minggu Helena dan Jason bersembunyi di rumah tengah hutan. Helena mulai bisa mengendalikan morning sickness nya. Selama satu minggu ini Jason dan Helena hidup tanpa mengetahui informasi yang terjadi di luar sana.

Tidak ada seorangpun yang muncul untuk memberi tahu informasi terbaru mengenai keberadaan Clara. Strike juga belum ada memperlihatkan barang hidungnya. Sore itu Helena mengajak Jason untuk mengunjungi sebuah tebing yang menghadap langsung ke laut.

Helena memang sangat menyukai laut. Selama satu minggu menjelajahi hutan, baru hari ini dia tahu kalau rumah mereka letaknya tidak terlalu jauh dari tebing yang memiliki pemandangan bagus.

"Jangan lakukan hal yang aneh-aneh, Helena. Duduk dan nikmatilah pemandangannya," ucap Jason memperingati.

Memang sudah satu minggu ini Helena terlihat patuh. Dia tidak melakukan sesuatu yang aneh-aneh. Sesuatu yang berkaitan dengan kata bunuh diri.

Helena hanya diam saja. Dia duduk di atas bebatuan. Memandang ke depan. Membebaskan terpaan angin yang kini menyentuh tubuhnya. Rambutnya. Sesekali Helena tersenyum. Jason juga bahagia melihatnya.

Dari kejauhan, Strike muncul dengan luka di wajah dan tangannya. Jason mengernyitkan dahi melihat keadaan pria tangguh itu. Dia segera berlari menghampirinya. Jason tidak mau Strike kabur lagi.

"Apa yang terjadi? Kau gagal menangkap Clara?"

Strike memandang Jason sejenak sebelum memandang ke arah Helena lagi. "Saya hampir berhasil menangkapnya. Kalau saja anak buah Robert tidak muncul. Anggota saya tewas di tangan Robert. Tempat ini juga sudah tidak aman. Saya akan membawa Nona Helena ke Roma. Saya akan membujuk Nona Helena agar mau pulang ke Rio setelah di Roma nanti."

"Kenapa harus Roma?" tanya Jason bingung.

"Saya ingin mengelabuhi Robert dan Clara. Saya juga ingin mempertemukan Nona Helena dengan seseorang. Semoga saja setelah ini Nona Helena bisa kembali ceria lagi," sahut Strike tanpa memandang.

Jason mengangguk. "Kita akan berangkat bersama. Berpisah di bandara. Mobil hanya ada satu bukan?"

"Sebaiknya anda kembali saja ke Sisilia, Tuan. Jangan membuang-buang waktu anda yang berharga lagi. Saya yang akan menjaga Nona Helena." Strike memandang ke arah Jason.

Dia sebenarnya tidak mau membenci Jason. Tapi terlalu dekat dengan Jason juga tidak baik. Pria itu masih sangat mencintai Helena. Akan berbahaya jika mereka berdua terus bersama.

"Kita bisa bekerja sama, Strike."

"Maaf, Tuan. Saya tidak bisa. Saya tidak mau mengkhianati Bos Aberzio," tolak Strike.

"Kau tidak mengkhianatinya. Tapi sedang membantunya menjaga Helena. Robert bukan musuh biasa, Strike. Kau harus tahu itu. Kau tidak bisa menghadapinya sendirian. Anak buahmu telah habis. Hanya tersisa di Rio. Sekarang kau akan sendirian menjaga Helena." Jason berusaha membujuk Strike. Mereka memang harus bekerja sama. Mengingat musuh mereka sama. Orang yang ingin mereka lindungi juga sama.

"Nona Helena!" teriak Strike panik. Jason memutar tubuhnya. Pria itu melebarkan kedua matanya melihat Helena berlari ke pinggir tebing.

"Helena, berhenti!"

1
Shintaa Purnomo
hallo Thor kamu kemana?
Sisca Nasty: Sabar ya kak. akan segera update.
total 1 replies
Ratna Sumaroh
dan mungkin kah aberzio membantu melancarkan rencana Helena dan Jason
Ratna Sumaroh
gimana gak pingsan kau aberzio kalo seminggu gak makan minum dan istirahat
Atun Atun
hahaha aberzio aberzio memastikan Helena sadar sampai g tidur seminggu Helena sadar kamu pingsan minta di rawat juga, selamat untuk litle bos sehat sehat semoga g ada musuh yg menyelinap masuk untuk menculik atau membunuh
Ratna Sumaroh: semoga aman ya kak
total 1 replies
Ratna Sumaroh
bolehkah aku juga menyalahkan Aberzio??
karna Aberzio Helena jadi seperti ini 😤
karena kecemburuan dan keegoisan Aberzio yang mungkin memperburuk keadaan Helena...
aku marah padamu Aberzio 😤😡😡
Ratna Sumaroh: rasanya pengen aku getok pake palu kodam 🤭🤣
total 2 replies
TiniE's AcHmaD💏
ayo berjuang helena little bos butuh kamu
aberzio bisa gila klo kelamaan komanya takutnya little bos jadi sasaran daddynya😭😭😭
Ratna Sumaroh: betul itu 🥺🥺🥺aku juga sedih Helena koma
total 1 replies
Ratna Sumaroh
walau agak kecewa karena sopia mati ditangan Marco bukan ditangan Helena tapi gakpapa lah yang penting sopi sudah mati sudah end....
dan ada kejutan juga karna claus masih hidup
Ratna Sumaroh
ayo Helena bunuh sopia yang sudah bikin keluarga mu berantakan karena ulahnya.... gak usah beri ampun.
semoga zio bisa selamat dari jurang kematian
Ratna Sumaroh
ternyata yang tlp zio si sopia yang meniru suara Helena... kok bisa HP Helena ditangan sopia
Ratna Sumaroh
Aberzio kenapa gak mau denger penjelasan Helena 🤔🤔
salah Helena juga sih yang sembunyi sembunyi menemui Marco.
padahal Marco cuma kasih info soal sopia 😤🤦‍♀️
cemburumu melukai Helena Zio....
Atun Atun
wah claus masih hidup lelaki yang di cemburuin nongol LG g mana nih aberzio harus bisa mengendalikan cemburu mu, semoga bayi dan Helena sehat, akhirnya Sofia mati knp g d siksa aja biar merasakan sakit nya g mana, apa benar ya anak buah strik yg menolong Helena dan claus, semoga memang benar bukan penghianat untuk membunuh Helena
Atun Atun
mati saja kamu Sofia, tp mati dengan siksaan yang kejam,fedrick mungkin jatuh mati sekarang giliran mu, semoga aberzio selamat, kemungkinan si Marco yg nolongin
Ratna Sumaroh
wah strike kamu kecolongan tentang sofia
aberzio terlalu cemburuan dan itu membuat masalah tambah runyam yang dimanfaatkan oleh sofia.
Atun Atun
ko bisa hp Helena sama Sofia berarti ada penyusup g ketahuan ya,wah g mana sih heran deh sama anak buah aberzio bisa kecolongan bisa terkecoh, bakalan mati kamu Sofia,Jason ayu bantu Helena menyelidiki Sofia ,dan Marco semoga kamu secepatnya mengetahui dan bisa menjaga helena
Ratna Sumaroh: Aberzio kecolongan sampai ada penyusup/ pengkhianat ternyata gak ada strike malah kurang waspada
total 1 replies
Anisa
Mulai mulai.....kepancing
Atun Atun
kenapa harus Marco yg bertemu apa ini siasat wanita licik itu untuk mengadu domba, karena aberzio terpancing dengannya dan g sadar telah lolos, cemburu mu bisa membawa bencana aberzio, semoga strik bisa secepatnya menjaga Helena atau d samping aberzio biar bisa melihat kejanggalan ini,dan bisa menyelidiki
Atun Atun: iya sih tp kesel deh sama aberzio knp hrs cemburu buta sih
total 2 replies
Ratna Sumaroh
rencana apalagi Helena kamu sama Marco sampai aberzio tidak boleh tau
Ratna Sumaroh: jangankan aberzio dan Jason, aku aja penasaran 🤔🤔
total 1 replies
Ratna Sumaroh
apakah beneran merenungi kesalahan nya
Ratna Sumaroh
kok masih sangsi ya sama si Mel guk guk
Ratna Sumaroh
Jason carilah wanita lain kalau si amel gak mau jadi istrimu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!