NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Suami Brondong

Terpikat Pesona Suami Brondong

Status: tamat
Genre:Tamat / Berondong / Nikahmuda / CEO / Pengantin Pengganti / Cinta Paksa
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Gagal menikah dengan calon tunangannya tidak membuatnya putus asa dan tetap kuat menghadapi kenyataan.

Kegagalan pertunangannya disebabkan karena calon suaminya ternyata hanya memanfaatkan kebaikannya dan menganggap Erina sebagai wanita perawan tua yang tidak mungkin bisa hamil.

Tetapi suatu kejadian tak terduga membuatnya harus menikahi pemuda yang berusia 19 tahun.

Akankah Erina mampu hidup bahagia dengan pria yang lebih muda darinya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

Keesokan harinya…

“Bunda mau kemana?” Tanyanya Erina yang baru saja keluar dari dalam kamarnya dan berpapasan dengan ibu mertuanya.

“Bunda,mau ke pasar. Kamu mau ikut bareng bunda?” Tanyanya Bu Ulfa sambil memperbaiki letak posisi hijabnya.

Erina yang diajak langsung mengiyakan ajakan dari mertuanya itu,” tungguin, mau pamitan sama mas Shaka dulu.”

Erina berjalan tergesa-gesa ke arah belakang rumah dimana suaminya berada. Ia melihat suaminya sedang memandikan beberapa ayam jago peliharaannya.

Bu Ulfa memperhatikan kepergian anak menantunya,” entah bagaimana nasibnya Arshaka kalau bukan Erina yang menjadi istrinya. Saya bersyukur karena perempuan seperti Erina yang menjadi pendamping hidupnya putraku.”

“Mas, aku pamit ke pasar barengan Bunda yah,” Erina meraih punggung tangan suaminya sambil berpamitan.

“Tangannya Mas kotor, pegang si jago soalnya,” Arshaka menolak Erina apa yang ingin dilakukan oleh istrinya.

“Kalau gitu cium pipi saja,” Erina mencium kedua pipi suaminya.

Arshaka malu-malu diperlakukan seperti itu di depan ayah dan beberapa tetangganya.

“Hati-hati, kalian pakai motor apa mobil?” Tanyanya lagi.

“Make motor saja kayaknya seru barengan Bunda,” balasnya kemudian berjalan meninggalkan suaminya.

“Mas Raffi, kayaknya kita kalah pamor dengan pengantin barunya,” kelakarnya Pak Didi.

“Hahaha! Kita ini sudah tuir nggak cocok bermesraan seperti mereka,” sahutnya pak Budi.

“Lah semakin lama usia pernikahan haruslah semakin romantis agar pernikahan tidak terasa hambar dan membosankan,” ucapnya pak Didi.

Pak Raffi hanya geleng-geleng kepala mendengar perdebatan mereka yang jauh dari kata masalah peternakan dan pertanian seperti pokok awal pembicaraan mereka.

Erina sudah membayangkan keseruan mengunjungi pasar tradisional sambil berbelanja. Dia sangat antusias dan eksaitik melakukan kegiatan yang baru pertama kali akan dijalaninya.

Erina mengambil dompet dan ponselnya sebelum berjalan ke arah depan menemui ibu mertuanya.

“Bunda, nggak pakai helm?” Tanyanya Erina yang memperhatikan Bu Ulfa.

Bu Ulfa menggelengkan kepalanya,” nggak perlu pakai helm Nak karena gak sampai tiga kiloan juga kok dari sini lagian nggak pernah ada polisi di sekitar jalan yang kita lalui.”

Erina tersenyum simpul mendengar ucapan mertuanya,” Berkendara menggunakan motor, baik dalam jarak dekat maupun jauh tetap harus menggunakan helm yang sudah berstandar SNI. Tidak menggunakan helm disaat berkendara juga menyalahi aturan berlalu lintas yang berlaku selain itu, beberapa orang yang mengalami kecelakaan bermotor menderita cedera di bagian kepala.”

Bu Ulfa salah tingkah karena salah ucap malah berbicara aturan memakai helm di depan seorang polwan.

“Aku ambilkan helm untuk Bunda yah,”

Erina langsung berlari kecil ke arah dalam rumah untuk mengambil helm, tanpa menunggu persetujuan dari Bu Ulfa.

Erina membantu memakaikan helmnya di kepala ibu mertuanya kemudian mulai menyalakan mesin motornya.

“Bunda, tunjukkan jalannya takutnya kesasar,” ucapnya Erina.

“Kamu ikutin saja terus jalan ini dan paling ujung belok kiri kita sudah sampai kok,” ujarnya Bu Ulfa yang sudah duduk di atas jok belakang.

“Bunda, pegangan yah, aku mau balap,” candanya Erina.

“Jangan-jangan menantuku ini adalah titisannya Valentino Rossi lagi,” Bu Ulfa terkekeh.

Erina geleng-geleng kepala karena ternyata mertuanya bisa bercanda juga dan lebih mengherankan malah mengenal pembalap paling melegenda di motor GP.

Perjalanan mereka nikmati dengan santai sambil sesekali terdengar suara perbincangan dari mereka berdua. Masya Allah adem dan enak yah kalau punya mertua kayak Bu Ulfa.

Erina memarkirkan sepeda motornya di tempat perkiraan khusus pengguna beroda dua. Keduanya berjalan bergandengan tangan menuju ke arah dalam pasar. Keduanya tampak seperti adik kakak yang sedang menikmati acara shoppingnya.

“Bunda, kita ke sana yah,” pintanya Erina sambil menunjuk ke arah tempat stand yang menjual beberapa jenis pakaian.

Kening Bu Ulfa saling bertautan, “Kamu mau beli?” Tanyanya Bu Ulfa.

“Pengen cari daster kayak pemberiannya Arsyila, lebih nyaman pakai dasteran kalo di rumah. Lagian Mas Shaka katanya suka kalau aku pake daster,” jelas Erina tersipu malu.

Bu Ulfa tidak ingin mempercayai kalau menantunya akan membeli pakaian murah yang dijual di pasar. Mengingat Erina bukanlah orang dari kalangan rakyat jelata seperti kebanyakan orang-orang di kampungnya. Ia merasa Erina hanya sekedar bercanda saja.

“Apa kamu enggak masalah memakai pakaian murah? Bukannya kamu selalu memakai pakaian branded dari butik mahal,” ucap Bu Ulfa yang masih yakin kalau Erina hanya bercanda saja.

Erina tersenyum tipis,” nggak lah Bunda, kalau suamiku menyukainya pasti aku akan pakai lagian aku nyaman-nyaman saja memakainya ga peduli dari harga pakaiannya yang paling penting enak dipakai.”

“Kalau gitu kamu beli banyak saja yang cocok dan nyaman kamu pakai,” ujar Bu Ulfa.

Keduanya sudah berdiri di depan penjual pakaian, Erina langsung menunjuk ini itu berbagai model dan merk pakaian sehari-hari.

“Ini paling cocok untuk Mbak karena Mbak selain cantik, kulitnya putih dan bodynya semampai jadi model yang seperti ini cocok. Tapi, kalau ibu perhatikan Kamu makai apapun pasti cocok di tubuhmu,” pujinya ibu penjual.

“Alhamdulillah makasih banyak Bu atas pujiannya,” balasnya Erina.

“Ngomong-ngomong dia menantunya Bu Ulfa yang baru-baru nikah?” Tanyanya pemilik toko yang mereka kunjungi.

Bu Ulfa tersenyum sumringah,” Alhamdulillah, dia istrinya Arshaka putraku.”

Beberapa ibu-ibu memindai penampilan Erina dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dia merasa risih diperhatikan seperti itu, agar terjawab keraguan mereka, Erina hanya menghela nafasnya diperlakukan seperti itu.

“Katanya menantunya Bu Ulfa itu hamil empat bulan makanya buru-buru dinikahkan,” ceplos seorang ibu-ibu.

Erina dan Bu Ulfa terkejut mendengar perkataan dari ibu-ibu itu. Bu Ulfa sampai mengepalkan kepalan tangannya saking marahnya mendengar ucapan mereka semua.

“Ibu Tika, kok bisa ngomong gitu? Hati-hati loh Bu entar jadi fitnah loh, nggak baik apalagi langsung di depan orangnya,” ucap Bu Erna sang pemilik toko.

“Ibu Tika, coba perhatikan anak menantuku bolak-balik yah. Apa dia seperti orang yang sedang hamil?” Bu Ulfa malah memutar-mutar tubuhnya Erina di depan orang.

Semua pandangan orang-orang tertuju kepada Erina sedangkan Erina hanya tersenyum simpul diperlakukan seperti itu.

“Bu Tika kan pasti bisa bedakan mana bumil mana nggak! Masa orang yang dikabarkan hamil empat bulan, tapi malah pakai celana jeans ketat seperti itu,” sahutnya Bu Ani yang kebetulan melihat orang-orang berkerumun.

“Maaf Ibu Ulfa, saya sama sekali tidak bermaksud memfitnah atau menyebarkan berita gosip yang tidak benar, saya hanya mendengar dari Bu Siti pagi tadi katanya menantunya Bu Ulfa hamil sudah empat bulan pula,” jelas Bu Tika tidak enak hati.

Semua orang terbelalak mendengar perkataan dari Bu Tika. Mereka antara percaya dan tidak karena mengingat keluarga besar Pak Umar Jauhari yang terkenal baik dan tidak pernah berbuat yang aneh-aneh.

“Itu benar Bu Ulfa, saya juga jadi saksinya kok ketika Bu Siti menyebar berita bohong itu,” timpalnya Bu Caya.

Ekspresi wajahnya Bu Ulfa merah padam saking marahnya mengetahui kalau digosipkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Pantesan sejak tadi kami masuk ke pasar orang-orang memandangi kami dengan tatapan aneh,” ujarnya Bu Ulfa.

Erina memeluk ibu mertuanya,” Bunda, jangan emosi. Marah-marah nggak ada gunanya malah semakin memperkeruh keadaan dan bunda bisa sakit karena merusak kesehatan dan tubuhnya Bunda.”

“Astaghfirullahaladzim, kenapa ibu Siti tega menyebar berita hoax. Lagian bagaimana caranya menantuku hamil sedangkan dia sudah enam hari datang bulan!” protesnya Bu Ulfa sampai terheran-heran dengan isu tidur benar itu.

“Nggak apa-apa kok Bunda, biarkan saja mereka berita itu menyebar karena sudah terlanjur beredar. Tapi, aku tidak akan biarkan orang yang melakukannya tidak bertanggung jawab atas isu tidak benar yang sudah mereka sebarkan,” ucapnya Erina yang santai-santai saja malah tersenyum smirk.

“Ini sudah termasuk pencemaran nama baik kamu Nak Erina. Menurut ibu, mereka harus secepatnya diadili sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita,” usulnya Bu Ani.

“Betul sekali Bu Ulfa, Bu Siti sudah kelewatan dan tak punya hati nurani tega menyebar berita kebohongan yang merusak citra baik ibu,” sahut Bu Tika.

Bu Siti yang kebetulan melewati toko pakaian tersebut mendengar ucapan mereka segera berjalan cepat meninggalkan toko itu, tapi usahanya sia-sia.

“Pengen bejek-bejek itu mulutnya Bu Siti,” kesalnya Bu Reni.

“Saya ingin menguber-nguber bibir tebalnya bu Siti karena nggak menyerah dan tidak pernah mau bertaubat membuat masalah,” gerutunya Bu Ani.

“Itu ibu Siti!” Teriak seseorang yang tanpa sengaja melihat Bu Siti berjalan cepat.

Beberapa emak-emak mengejar kepergian ibu Siti yang sedikit kesulitan berjalan karena tubuhnya yang gembrot sehingga membuatnya kesulitan berlari.

“Saya tidak boleh ketangkap, kalau mereka melihat saya bisa-bisa saya dijebloskan ke penjara,” gumamnya.

“Jangan lari biang kerok!”

“Berhenti pengacau!”

“Arghh!!”

Yang Mau silaturahmi dengan author mungkin mau bawa takjil ini FB aku "Faqih Reski" hehehe.

1
sunshine wings
Semoga bukan Elma dan baby Athalla.. duh aku deg degan..
sunshine wings
Nooooooooo please.. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
sunshine wings
No... no..no..
Janganlah berbuat kejam pada Elma pak dokter karna naluri seorang ibu itu biar apapun yg terjadi akan selalu melindungi anaknya dari marabahaya..
Kamu ga tau hal apa aja yg menimpa Elma semasa mengandungkan putramu.. Ùh sesak dadaku author.. 😭😭😭😭😭
sunshine wings
🤭🤭🤭🤭🤭
sunshine wings
💪💪💪💪💪♥️♥️♥️♥️♥️
sunshine wings
Pengen peluk ketat² Bu Aisyah.. Terharu dan gembira karna punya pewaris dari Ebra.. 😍😍😍😍😍♥️♥️♥️♥️♥️
sunshine wings
👍👍👍👍👍👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻😍😍😍😍😍
sunshine wings
Hahahaa.. Shaka cemburu woiii.. 🤣🤣🤣🤣🤣
sunshine wings
😅😅😅😅😅
Sabarlah pak dokter..
sunshine wings
😯😯😯😯😯
sunshine wings
😅😅😅😅😅
sunshine wings
🤣🤣🤣🤣🤣
sunshine wings
Emang penyesalan itu selalu di akhir kalo di mula itu pendaftaran.. 💃💃💃💃💃
sunshine wings
Bukan jodohmu ya harus gimana.. 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🙄🙄🙄🙄🙄
sunshine wings
Iri.. dengki.. sifat yg dimurkai oleh Allah..
sunshine wings
🥰🥰🥰🥰🥰
sunshine wings
Emang bener apa.. 🤭🤭🤭🤭🤭
sunshine wings
🤣🤣🤣🤣🤣
sunshine wings
♥️♥️♥️♥️♥️
sunshine wings
Owh.. Aku kok jadi melow.. 😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!