NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikahi Pria Dingin

Dipaksa Menikahi Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Athira Ardillah

Sebuah cerita hidup perjuangan Nadia, Seorang wanita berusia 18 tahun yang rela mengikat dirinya dengan menikahi laki-laki kaya raya demi keluarganya di panti asuhan sejahtera. Dia menikah tanpa dicintai dan diinginkan.

Merasa menjadi orang ketiga, apakah Nadia mampu bertahan di sangkar indah yang dibuat suaminya ataukah berhasil melepaskan diri dan memulai kehidupan yang dia inginkan dari awal lagi ?

Kisah hidup Nadia akan kita mulai sebentar lagi, dibumbui dengan cerita manis, mengharukan dan penuh air mata yang membuat hati sesak. Karena satu persatu rahasia dan orang masa lalu kembali menghantui kehidupan mereka. Mampukah mereka bertahan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athira Ardillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masakan Nadia

Pagi itu Nadia menyiapkan banyak sekali makanan sebagai ucapan terimakasih kepada Ibra karena sudah membelikannya bahan makanan, ada gurame ikan asin, krengsengan daging dan berbagai macam makanan lainnya, tak lupa juga makanan penutup yang secara khusus ia siapkan untuk Ibra. Nadia sudah terbiasa memasak sejak di panti asuhan, ini merupakan salah satu hal yang ia sukai.

"Om, ayo kita makan," teriak Nadia dari dapur namun tidak mendapat tanggapan dari Ibra.

"Om, kita makan dulu, om sudah olahraga sejak tadi," teriaknya lagi.

"Ini bukan hutan !" jawab Ibra tak kalah keras.

"Hihi om selalu marah," ucap Nadia senang, ia merasa sudah terbiasa dengan kemarahan Ibra.

"Anda yang memasak semuanya nona ? apa kaki anda sudah membaik ?" tanya Sakti yang saat ini sudah berdiri rapi lengkap dengan setelan jas di depannya.

Nadia tersenyum, "hehe, ini sudah mendingan pak, udah bisa di buat jalan-jalan sekarang, ah iya kebetulan pak Sakti sudah datang, ayo makan pak. Nadia sudah masak banyak," ucap gadis itu sambil memamerkan deretan gigi putih miliknya.

"Dimana tuan muda nona ?"

"Om Ibra sepertinya sedang berolahraga, dia ada sana sejak tadi," ucap Nadia dengan tangan menunjuk pintu ke taman belakang.

"Saya akan memanggilnya nona," ucap Sakti.

"Kita tunggu saja, nanti pak Sakti akan di marahi jika mengganggunya, aku tadi sudah kena marah" ucap Nadia.

"Mungkin saya akan berumur panjang jika nona benar-benar menjadi nyonya saya," ucapnya tersenyum.

Nadia melihat ke arah Sakti, laki-laki itu kini tengah memandangnya, "hehe, sebaiknya anda segera menikah pak, agar bisa menikmati sisa umur anda, wkwkwkwk," tawa Nadia berniat menggoda Sakti yang hanya mendapat respon garukan punggung kepala laki-laki itu saja.

"ummm, Nadia boleh tanya sesuatu nggak pak ?"

"Nona selalu membuatku khawatir jika sudah berbicara seperti itu, auranya seperti tuan muda saja," batin Sakti.

"Silahkan nona," ucapnya dengan tetap tersenyum. Nasib nasib, nggak tuan nggak nona sama-sama bikin tegang.

"Nona Anna, Nadia ingin bertanya tentangnya," ucapnya tegas.

Nah kan, nona sangat cerdas, dari mana dia bisa tau tentang nona Anna, batin Sakti.

"Saya minta maaf nona, itu masalah pribadi tuan muda, anda bisa bertanya langsung kepada beliau," ucapnya dengan senyum.

"Apa yang ingin kau tanyakan padaku cil ? tanyakan saja jangan berteriak seperti orang gila, kau pikir ini hutan hah ??" tanya Ibra yang kebetulan lewat di belakangnya.

"Ahh, om." ucap Nadia lagi, semoga aja om Ibra nggak denger, bisa kena amukan singa di pagi hari nih.

"Apa yang mau kau tanyakan ?" ucapnya sambil mengunyah apel di atas meja yang tadi sempat diambilnya.

"Umm, oh ini om, Nadia nanya sama om Sakti apa makanan kesukaan om, biar kedepannya bisa Nadia bikinin makanan, gitu," ucapnya.

Mata Ibra menyusuri seluruh makanan yang sudah tersaji di atas meja, "keren juga dia bisa masak makanan sebanyak ini sendirian, mirip mommy," pikir Ibra.

"Aku akan langsung berangkat kerja saja, aku tidak pernah sarapan," ucapnya kemudian pergi.

Jelas sekali terlihat kesedihan di wajah Nadia setelah mendapat penolakan Ibra, Sakti bisa melihat itu, "Apa nona muda sudah mulai memiliki perasaan pada tuan, kenapa ekspresinya seperti itu,"

"Nona,,,"

"Aku tau, aku tidak punya hak atasnya, aku hanya merasa sedih karena sudah terlanjur memasak sebanyak ini" ucapnya kemudian tersenyum.

"Di antara semua wanita yang pernah bersama dengan tuan muda, anda adalah satu-satunya perempuan yang paling mudah di atur dan sangat pengertian,"

Wajah itu tersenyum getir, "aku adalah orang yang paling dirugikan dalam hal ini, tapi aku tetap tidak bisa untuk tidak terpesona padanya,"

"Makanlah pak, aku membuat sangat banyak makanan, mubadzir jika terbuang sia-sia," ucap Nadia pada Sakti.

"Apakah saya boleh membawanya saja nona, saya takut tuan muda akan segera selesai bersiap, saya akan makan makanan yang anda buat di kantor nanti," ucap Sakti.

"Baiklah, aku akan membawakan banyak makanan oke, nanti bagikan saja kepada karyawan bapak yang mau," ucapnya senang, kemudian dengan sangat cekatan mulai mengambil beberapa tupperware untuk tempat menyimpan makanan itu.

"Anda sangat baik nona," senyum Sakti.

"Aku sudah terbiasa melakukan ini pada adik-adik pantiku dulu pak, jadi tidak jadi masalah jika saat ini aku membawakan bekal untuk anda, ahh aku siapkan juga makanan untuk om Ibra ya, aku memasak sangat banyak," ucapnya yang tiada henti tanpa memperdulikan respon dari Sakti.

"Nona bisa memanggil saya Sakti, panggilan bapak terlalu tua nona," ucap Sakti santai.

"Uhm nanti biar Nadia tanya sama om Ibra dulu ya pak, hehe," ucap Nadia.

Nadia sudah selesai menyiapkan beberapa kotak bekal yang sudah tertumpuk rapi untuk Ibra dan sakti, ia juga sudah memasukkannya ke dalam sebuah tas makan agar mudah di bawa. Tak lama Ibra sudah muncul dari balik pintu kamarnya.

"Kita berangkat sekarang," ucapnya pada Sakti.

"Baik tuan muda," ucap Sakti kemudian mengambil bekal makanan yang di siapkan Nadia di atas meja.

Ibra mengernyitkan dahinya heran dengan apa yang dibawa oleh Sakti, seolah bertanya apa itu ?. Namun bukan Sakti namanya jika dia tidak tau maksud dari mimik wajah yang ditunjukkan Ibra saat ini.

"Ini bekal makanan yang di buat nona muda untuk saya tuan, nona memasak sangat banyak." jelasnya.

"Aku memasak sangat banyak om, tidak akan habis jika aku makan sendiri," tambah Nadia.

"Terserah, kita berangkat sekarang,"

"Tunggu om," ucap Nadia

"Apa lagi ?" tanya nya pada Nadia dengan malas, namun tatapan matanya kini beralih pada tangan Nadia yang di arahkan kedepannya.

"Kau meminta uang saku ?" tanya Ibra.

"Bukan om," ucap Nadia kemudian mencium punggung tangan suaminya itu.

"Hati-hati di jalan om, bekal itu sudah Nadia siapkan untuk om juga, jangan lupa di makan ya," ucapnya lagi tak lupa dengan senyum manis menghiasi wajahnya.

"Bagaimana dia bisa selucu ini ?" batin Ibra kikuk.

"Tetap di rumah dan jangan keluyuran seperti anak kucing," ucapnya kemudian berbalik pergi meninggalkan Nadia disana. Sebuah senyum kembali muncul di wajah laki-laki tampan itu ketika dalam perjalanan menuju mobil.

"Silahkan tuan muda," ucap Sakti.

Ibra sudah memasukkan satu kaki ke dalam mobil, namun gerakannya terhenti setelah melihat beberapa mobil berhenti di depan rumah Nadia. Sekelompok orang berpakaian serba hitam turun dari mobil-mobil itu dan sedang menuju ke arahnya, kira-kira ada sekitar lima belas hingga dua puluh lima orang disana.

"Hormat kami tuan," ucap mereka serempak kemudian menunduk.

.

.

.

Jika kalian menyukai karya author jangan lupa beri rate, dukungan like dan vote melalui koin atau poin ya

Jangan lupa juga untuk klik favorit agar kalian bisa tau update cerita selanjutnya.

Terimakasih atas dukungan dan komentar positif teman-teman.

Update setiap hari.

1
Rusmini Mini
dah gak sabar nih /Grin//Grin/
Rusmini Mini
kenapa gak di jadikan satu di sini aja thor
Rusmini Mini
Luna...perasaan kamu sm Rafael gimana...
Rusmini Mini
kpn bahagianya para anak buah Ibra
Rusmini Mini
emang ada ya bayi cowok yg posesif pd mak nya /Grievance//Grievance/
Rusmini Mini
/Kiss//Kiss//Kiss//Heart//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
Ibra jgn kejam dong ingat skrg kamu fah punya klg
Rusmini Mini
kasihan tp ini bwt pelajaran utk 2 dokter sombong itu rasain lu..../Smug//Smug/
Rusmini Mini
/Grin//Joyful//Grin//Grin//Grin/
Rusmini Mini
kok dikit thor episodenya /Grimace//Grimace/
Rusmini Mini
ulo marani gebuk... mau panjang atau pendek karirmu dokter wiliam dan clarisa
Rusmini Mini
pacar Luna punya selingkuhan... dan dia...
Rusmini Mini
malah ikutan mulez ....
Rusmini Mini
ayo buruan ....keburu bayinya mbrojol di jln /Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
bang bayik dgn bang El aja udh gak suka alias cemburu /Smug//Smug/
Rusmini Mini
mode tuan dan nyonya lagi sayang sayangan ♥️♥️♥️
Rusmini Mini
gak ada visualnya thor
Rusmini Mini
ohmegot /Gosh//Gosh/
Rusmini Mini
salam sayang jg thor ♥️♥️♥️
Rusmini Mini
baru tenang dikit aja ada gangguan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!