NovelToon NovelToon
Kay And Say

Kay And Say

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: NngNr.Laela

Berawal dari kecelakaan berujung di pelaminan. Kaylo Albert Lyman X Sayla Lovanda Maulvi.

Hari tersial bagi keduanya yang harus menikah karna sebuah kecelakaan. Mereka belum saling kenal bahkan bisa disebut tidak saling kenal, tetapi mereka harus menikah? Mengapa? Keduanya punya kehidupan masing-masing dan hanya dalam satu hari berubah begitu saja. Kalian berfikir tinggal membantah? Tidak semudah itu. Keluarga mereka keluarga terpandang sekali memutuskan tidak akan bisa di ganggu gugat. Sudah tertimpa kecelakaan harus terperangkap dalam pernikahan pula. Kebebasan keduanya berakhir saat ini? Tentu tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NngNr.Laela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mall

"Kau lapar sekali ya?" Vera yang melihat rakusnya Kay makan mengernyitkan keningnya jarang sekali dia makan senafsu ini.

"Menurut mu?!" Kay menjawabnya ketus sambil melahap makanannya, perutnya tak begitu lapar namun jiwanya tengah kesal dan ia melampiaskannya kepada hidangan yang tertata di depan matanya. Kay mengacak makanan itu memakannya rakus seperti orang yang baru makan setelah berminggu-minggu.

"Baiklah, nikmati makanannya" ujar Vera.

Kay mendongak menatap wajah Vera. "Hmm" gumamnya. Pandangannya beralih ke jendela di sebelahnya dan saat itu juga ia melihat Rey dan Sayla melewat sembari tertawa entah menertawakan apa. Matanya membulat sempurna, ia langsung meneguk minumnya dan bergegas pergi untuk menyusul istrinya.

"Sayang kau mau kemana?" sahut Vera sedikit berteriak tapi Kay sudah terlanjur keluar hingga tak mendengarnya.

Kay kehilangan jejak Sayla, ia menoleh kesana kemari namun tetap saja ia tak mendapati sosok yang membuatnya gusar. Bayangan tadi saat Rey dan Sayla melewat sembari tertawa mengganggu pikirannya. Ia tidak suka gadisnya tertawa karena pria lain. Bagaimanapun caranya ia harus mengambil miliknya kembali!

---

Rey duduk menunggu Sayla yang tengah memilih-milih pakaian. Tujuan ia mengajak Sayla pergi ke mall memang untuk membelikannya pakaian. Sebab Rey tak mau Sayla repot-repot mengemasi pakaiannya yang berada di lemari Kay.

"Kak Rey sini dulu deh" pinta Sayla.

Rey mendekatinya. "Hmm ada apa?" tanyanya.

"Apa yang ini cocok untukku?" Sayla memperlihatkan baju pilihannya kepada Rey.

Rey mengangguk sambil tersenyum. "Semuanya terlihat cocok jika kau yang memakainya Lova" Rey mengacak rambutnya, entahlah ia sangat suka memainkan rambut sehalus sutra itu.

"Nggak gitu juga kali, aku kan bukan model" Sayla terkekeh yang membuatnya bertambah manis.

"Aku bisa menjadikan mu seorang model. Apa kau mau?" tawar Rey.

Dengan cepat Sayla menggelengkan kepalanya mana mau ia menjadi model, kan seorang model harus menjaga pola makannya supaya tubuhnya terlihat segar dan bagus. Sedangkan dirinya tidak memperdulikan apa yang ia makan, yang terpenting itu rasanya. Apapun makanannya yang penting enak.

"Kak Rey mau beli baju juga?" tanya Sayla mengalihkan topik pembicaraan.

"Tidak" jawab Rey cepat. "Apa kau masih belum selesai memilihnya?" tanyanya.

"Sudah kok, segini saja" Sayla memperlihatkan pakaian apa saja yang ia pilih.

Rey mengerutkan keningnya. "Mengapa sedikit sekali?" tanya Rey yang melihat hanya beberapa pasang baju yang Sayla ambil.

"Ini udah banyak kak Rey" Walaupun Sayla terlahir di keluarga serba berkecukupan namun sedari dulu ia tak suka berlebihan apalagi menyombongkan diri. Jadi ia hanya mengambil lebih dari sepuluh pasang baju itupun harganya tidak bisa dibilang murah.

"Hmm baiklah" Rey mengambil pakaian yang dibawa Sayla. "Biar ku bawakan" ujarnya sembari melangkah menuju kasir, Sayla mengikuti dibelakangnya.

Saat Sayla hendak mengeluarkan kartunya Rey terlebih dahulu membayar semua pakaiannya. "Jangan mengeluarkan kartu mu, yang mengajakmu kesini itu aku. Jadi semua yang kau mau biar aku yang membayarnya, mengerti?" ucap Rey menatap Sayla sambil tersenyum.

"Aku juga bisa membayarnya sendiri kok" ucap Sayla merasa tidak enak.

Rey menempelkan jari telunjuknya di bibir Sayla. "Ssstt, sudahlah ayo" Rey beralih merangkul pundak Sayla membawanya pergi dari toko baju itu.

Rey dan Sayla berjalan menyusuri mall mencari toko sepatu yang bagus. Mereka berdua memasuki sebuah toko yang menyediakan sneaker terbaru, ternyata disana ada Galen dan Elvan yang juga tengah memilih-milih sneaker.

"Eh ada kak Galen sama kak Elvan" ucap Sayla.

Yang merasa terpanggil pun menoleh kebelakang. "Lah lo ngapain ke mall?" tanya Galen dengan raut wajah kagetnya sembari menunjuk Rey.

"Gak boleh emang?" tanya balik Rey. Ia memang jarang pergi ke mall, terakhir ia mengunjungi tempat ini delapan tahun yang lalu itupun dipaksa oleh Galen. Rey tidak terlalu menyukai keramaian.

"Ya gak juga, cuman aneh aja ya gak El?" Galen menyenggol Elvan di sebelahnya, seperti biasa Elvan menjawabnya dengan deheman saja.

"Kalian kenapa kemana-mana selalu berdua sih? Apa jangan-jangan kalian gay lagi?" tebak Sayla sambil bergidik ngeri membayangkannya.

"Enak aja lo, gue normal ya! Ini kebetulan doang sebab gue sama Elvan senasib" jawab Galen tak terima.

"Maksudnya?" Sayla menaikan satu alisnya tak mengerti.

"Gue sama cewek gue juga LDR-an jadi gak ada yang nemenin, begitupun sama ni es balok" jelas Galen barulah Sayla mengerti. "Rey lo juga mau beli sneaker?" tanya Galen.

"Bukan gue yang mau beli, tapi Lova" jawab Rey.

"Say lo mau beli sneaker? Kenapa gak high heels kek si Vera?" ucap Galen membuat Sayla kesal.

"Gue bukan Vera! Kak Galen tau gak pake high heels itu ribet tau! Jalannya musti hati-hati dan kalo ada apa-apa gak bisa lari. Gue gak suka deh ribet banget" tutur Sayla yang membuat ketiga pria itu tersenyum bahkan Elvan yang sangat sulit tersenyum dia sampai sedikit mengangkat ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.

Mereka menyukai sifat Sayla yang terbilang langka untuk anak dari keluarga konglomerat Sayla berbeda. Gadis itu pintar memasak, tidak suka terlihat mewah, dan sikapnya apa adanya. Bahkan sekarang Galen dan Elvan sudah menganggap Sayla seperti adiknya sendiri. Aura gadis itu begitu kuat hingga membuat siapa saja yang ditemuinya bisa cepat akrab.

"Gue suka banget sama jawaban lo, lain kali kalo lo cekcok lagi sama si Vera gue bakalan nonton paling depan buat nyemangatin lo!" Galen mengacungkan dua jempolnya sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya.

Sayla mengangguk semangat. "Pastinya gue bakal sindir lebih pedes dari kemaren gak peduli lagi kalo Kay marah. Bodo amat deh yang penting gue menang!"

"Gila lo berdua" sahut Elvan, sementara Rey hanya bisa terkekeh.

Sementara itu Kay yang kesana kemari hanya untuk menemukan gadisnya. Akhirnya ia mendapati keberadaannya tapi lagi-lagi yang dilihatnya Sayla tengah tertawa namun bukan karenanya. Kay menggeram kesal ditempatnya.

Dengan langkah panjang Kay berjalan menghampirinya. Saat sudah berada diantara mereka tidak ada yang menyadari keberadaannya karena mereka tengah tertawa. Kay menarik pergelangan tangan Sayla sampai gadis itu membentur dadanya terdengar ringisan kecil keluar dari mulutnya tapi tak dipedulikan oleh Kay. "Sayla pulang!" tegasnya.

Rey menatap Kay dengan sorot mata tajam. "Cukup Kay! Jangan pancing kesabaran gue lagi! Selama ini gue diam lo berbuat apa aja, tapi kali ini gue gak bisa sabar lagi kalau sikap lo tetap kasar sama Lova!"

Kay memiringkan kepalanya seolah mengolok-olok ucapan Rey. "Perlu lo tau, gue gak takut sama lo Rey! Semua omongan lo itu gak ada artinya bagi gue! Atau harus gue ingetin dimana posisi lo? Dibawah kaki gue!"

"El, kayaknya bakal ada pertempuran lagi nih, kali ini kita liatin doang atau pisahin?" bisik Galen.

Sebelum menjawabnya Elvan memperhatikan kedua temannya itu sambil berfikir memilih jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Galen. "Pisahin" jawabnya singkat.

"Yaelah padahal bakal seru nih, kita tontonin ajalah" Galen kembali berbisik.

'Buat apa lu nanya pig!' batin Elvan.

"Gak bisa. Kay udah bawa derajat yang bisa membuat keduanya adu kekuasaan." Elvan sedikit khawatir, ia takut pertengkaran kedua temannya memburuk dan berujung permusuhan. Apa ia harus bilang jika Sayla itu istrinya Kay supaya mereka berdua tak lagi merebutkannya?

1
Qillah julyan
si elvan binin klepek2 nih..cakep yak🤩😍 hehe..kay minggir dulu
Qillah julyan
klu maslh visula vera masih di atas sayla
Qillah julyan
yaaa h gak seru dunk min,adegan unboxing nya di hapus,aku gak sabar nunggu part itu,hadeuh
Qillah julyan
aku mau kenalan sm elvan dunk thor btw knp ceritanya kayak F4 yaaaa
Maya Sari Niken
dihapus tpi ga ada jejak sdkitpun
dkit asal jngan, trllu vulagar kan bisa
hambar bnget jdinya
Sanders
Ternyata penjahat pacar Kay
denisa ajja
kocak. bikin senyum2 sendiri. hehehehe
Nanda Lelo
pede yg Ter Ter Ter terhempas 🤣🤣
Nanda Lelo
🤣🤣🤣 kompak bgt lgi jawabnya 🤣
Nanda Lelo
itulah yg namanya "setiap perkataan itu adalah do'a" 🤭🤣🤣🤣🤣
Nanda Lelo
Mak banteng ngamoook 🤭🤣
Gustein Arifin👑
menyepertikan ....aku baru dnger kata" ini 🙂
Desty Ratnasari
ih gue penasaran sama kisah cintanya freezer elvan wkwkwkw dingin college gtu...
Stephanie Sitinursiati
next thorrr❤❤❤❤❤👏👏👏
Anggra
awalny aja udh seru gini ya😄😄😄
Jessica Valencia
ii
Suryani Yani
Ray...
Masih ada aq disini
Suryani Yani
mampus kamu key....pesaengmu dah muncul
VIDAYA
datengin vera lagi dong thor, mau liat kay masih peduliin vera atau ngga.. pengen liat ketika kay dan say berdua terus dateng vera bergelayut di lengan kay, seru kayaknya
VIDAYA
nyesel dah kay
dulu dia memuja2 vera bilang vera lebih baik dari say, dan baru sekarang dia nyadar say lebih segalanya dari vera
digiliran kay dah nyadar, sekarang malah say yang mikir rey lebih segalanya dari kay
karma tuh kay, makanya jangan buka matanya lebar2, dapet bini yang segalanya eh milihnya yang kek batu apung gabisa ngapa2in.. nyesel kan sekarang dibutakan cinta palsu vera
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!