NovelToon NovelToon
SECERCAH CINTA UNTUK ALENA

SECERCAH CINTA UNTUK ALENA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Ibnu Muhammad

Alena adalah wanita yang terlahir dari keluarga yang kaya raya. Parasnya yang cantik, kulitnya yang putih membuat laki-laki jatuh hati padanya. Tetapi karena kesombongannya, membuat Alena dijauhi laki-laki. Saat dia menemukan laki-laki pilihannya, ternyata laki-laki itu berselingkuh. Alena memergoki laki-laki tersebut akhirnya dia kecewa dan saat dia keluar menaiki mobilnya dengan melaju yang kencang, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus diamputasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibnu Muhammad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 - BELI BUBUR

Pagi ini di rumahnya Nuria masih berkumpul trio kwek kwek ada Alena, Nuria dan Fatimah. Mereka berkumpul di tempatnya Nuria untuk menghabiskan waktu bersama.

Tiba-tiba dari luar gerbang terdengar ada penjual bubur yang melintas di depan rumahnya Nuria.

“Bur….bubur…yuk dibeli bubur nya gaes!” Teriak tukang bubur itu menjualkan dagangannya

“Heh, sepertinya ada yang jualan bubur tuh di luar rumah.” Ucap Fatimah

“Apa iya, kok gue nggak denger ya?” Ucap Nuria

“Kuping lu aja yang soak, makanya dengerin lagi coba.” Pinta Fatimah

“Bangke lu! Sembarangan saja kalau ngomong!” Jawab Nuria.

Nuria kemudian fokus mendengarkan suara orang jualan bubur. Saat dia fokus mendengarkan suara orang jualan bubur, Fatimah iseng dan ngerjain Nuria.

Brot…brot…brot…!

Fatimah sengaja ngentut di depan Nuria yang lagi fokus mendengarkan suara mamang tukang bubur di dalam rumah.

“Anjir, teman nggak ada akhlak! Parah banget sih lu Fatimah.” Teriak Nuria yang langsung menendang pant*t Fatimah karena kentut sembarangan

“Hahaha sorry Nuria nggak tahan nih, panggilan alam sudah menunggu.” Ucap Fatimah

“Udah mending lu ke wc sana bikin emosi orang saja deh.” Jawab Nuria jengkel

“Iya lu, jadi cewek jorok banget sih.” Tambah Alena ngomelin Fatimah.

“Hahaha namanya juga manusia gaes jadi wajarlah kentut, nanti kalau nggak bisa kentut bisa meledak nih perut gue.” Balas Fatimah

“Bodo amat! Udah mending lu sana berak.” Ucap Alena.

Saat Fatimah akan meluncur ke wc, tiba-tiba suara mamang jualan bubur terdengar kembali. Suaranya sangat merdu di telinga dan membuat perut menjadi keroncongan.

“Ah, tukang bubur nya sudah lewat tuh, lu mau beli nggak Fatimah!” Ucap Nuria

“Mau dong, beliin satu ya.” Jawab Fatimah yang masih di wc

“Malas lah nggak ada duitnya, lu beli sendiri aja nanti.” Jawab Nuria

“Jahat banget sih lu Nuria! Awas saja lu.” Teriak Fatimah dari wc

“Udah lu diem aja, di wc masih saja sempet-sempetnya lu kepikiran makan bubur.” Sahut Alena

“Iya tuh Alena parah banget ya Fatimah emang nggak ada akhlak dia.” Ucap Nuria

“Iya sudah lu beli gih buburnya keburu dia kabur.” Perintah Alena ke Nuria

“Oke boss siap.” Jawab Nuria sambil minta uang ke Alena

“Ya ellah, mau beli bubur saja minta duit dulu ke gue, lu sama saja kayak Fatimah nggak ada bedanya pada benalu semua.” Ucap Alena

“Hahaha iya nggak apa-apa geh Alena, kan sekali-kali traktir teman biar dapat pahala banyak lu.” Jawab  Nuria

“Sekali-kali dari hongkong, ini mah tiap kali.” Jawab Alena

“Halah gitu aja perhitungan banget sih Alena sama teman sendiri.” Sahut Nuria

“Iya udah nih uangnya.” Jawab Alena sambil mengeluarkan uang dari dompetnya.

Nuria kemudian segera bergegas meluncur ke depan rumahnya dan memanggil tukang bubur tersebut.

“Mang, mamang bubur beli buburnya dua dong.” Ucap Nuria

“Oke mbak silahkan di tunggu dulu ya, biar saya buatkan dulu.” Pinta mamang bubur tersebut.

“Oke deh.” Jawab Nuria.

Saat mamang bubur sedang membuatkan bubur untuk Nuria, tiba-tiba si Fatimah langsung menyambar bubur yang dipesan oleh Nuria.

“Akhirnya buburnya dapet juga.” Ucap Fatimah yang langsung menyambar bubur pesanan Nuria tanpa rasa bersalah sedikitpun

“Heh, lu ngantri dulu ngapa sih, dimana-mana itu kalau beli harus ngantri.” Ucap Nuria sambil menjambak rambut Fatimah

“Bodo amat, ini kan bubur pesanan gue duluan!” Jawab Fatimah 

“Mana ada, itu yang pesen gue duluan.” Jawab Nuria

“Mana buktinya kalau ini lu yang pesen!” Sahut Fatimah

“Lah malah nyolot, ini tuh emang punya gue.” Jawab Nuria sambil merebut bubur pesanannya

“Nggak bisa, ini pokoknya pesenan gue bukan punya lu!” Rebut Fatimah

“Coba lu sekarang tanya ke mamang buburnya, itu yang pesan duluan siapa!” Ucap Nuria

“Halah, pokoknya ini punya gue yang pesen duluan titik nggak ada tawar menawar lagi.” Jawab Fatimah

“Udah-udah kalian berisik banget sih kerjanya.” Ucap mamang bubur

“Ih, mamang bubur jangan ikut campur ini urusan para betina, mending mamang bubur diam saja disitu.” Jawab Fatimah

“Kan saya cuma ngingetin saja, nggak usah ribut. Kalau mau beli ini masih ada lagi kok!” Ucap mamang bubur

“Serius mang, yaudah gue pesen satu porsi ya? Yang banyak, tapi harga normal boleh kan!” Pinta Fatimah

“Iya boleh-boleh.” Ucap mamang bubur tersebut sambil membuatkan bubur untuk Fatimah

“Buset, beli satu porsi minta yang banyak bayarnya pakai harga normal, emang nggak ada akhlak lu! Malu-maluin teman saja.” Ucap Nuria

“Biarin yang penting gue kenyang.” Jawab Fatimah

“Terserah lu saja deh.” Jawab Nuria.

Nuria kemudian menunggu Fatimah yang baru dibuatkan pesanan oleh mamang bubur. 

Setelah menunggu beberapa menit, Fatimah sudah mendapatkan buburnya dan dia segera masuk kembali ke rumah bersama Nuria.

Nuria, Fatimah dan Alena langsung menyantap bubur tersebut untuk mengganjal perut mereka yang masih lapar di pagi buta.

                                    *****

1
Ibnu Muhammad
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!