NovelToon NovelToon
BABYSITTER MENDADAK ISTRI

BABYSITTER MENDADAK ISTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Romansa / Pengasuh
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bubu.id

Tak hanya tiba-tiba menjadi babysitter, Zaleya Mikana dibuat kaget atas permintaan nenek yang telah menolongnya. Nenek meminta Zaleya untuk menjadi menantu keluarganya, istri sang cucu kesayangan, Rayyan. Zaleya bimbang, hingga diketahui setelahnya bahwa cucu nenek adalah kekasihnya di masa lalu yang pernah dikhianati olehnya.


Pernikahan akhirnya terjadi. Mampukah Zaleya dan Rayyan membentuk keluarga harmonis seperti harapan sang nenek, sementara banyak kesalahpahaman yang belum usai diantara keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAK INGIN MEMAKSA

"Rayyan, ingat kau tidak boleh mengintip!" Zaleya bicara lirih namun penuh penekanan pada kalimatnya. Ia merasa lega saat dirasakan kepala mengangguk di belakang lehernya.

Aroma pink peony, damask rose, apricot dan peach sungguh aroma yang elegan membuat siapa saja yang berada di sekitarnya akan sulit mengalihkan indra penciumannya dari si pemilik tubuh.

Itu lah yang terjadi pada Rayyan kini. Dengan nyamannya Rayyan terus menenggelamkan wajah di leher Zaleya. Sesaat ia tersenyum mendengar penuturan Zaleya atasnya. Kata tak boleh mengintip sungguh kalimat buruk yang seharusnya tak diucap seorang istri pada suaminya. Andai saja Zaleya tahu bahwa Rayyan bahkan sudah melihat semuanya. Hal yang akan ia simpan rapi dan menjadi rahasianya saja.

Semakin Rayyan mendengar kecapan Nuca, semakin fokusnya hilang. Ia yang semula mengantuk mendadak rasa kantuknya lenyap. Jika sebelumnya aroma parfum Zaleya menenangkannya, kini semakin aroma parfum tersebut memenuhi indranya, ia semakin resah. Pun ia berusaha keras mengalihkan angan di otaknya.

Sabar Rayyan, ingat kesepakatan mu bahwa semua akan dimulai dari nol. Begini sudah baik, bisa memeluk Leya sudah cukup, bisa tidur satu ranjang dengan Leya juga sudah sangat menyenangkan! Belum saatnya melakukan lebih! Ingat, Leya belum mau melakukan itu. Dari awal, ya semua akan berproses dari awal.

Rayyan terus mengingat obrolannya dengan Zaleya beberapa saat lalu, ia termenung hingga tak menyadari Zaleya sudah berbalik badan menghadapnya.

"Rayyan, kenapa tidak tidur?"

Sontak suara Zaleya membuat Rayyan kaget. "Eh Leya, sudah selesai aktivitas-mu? Hmm Nuca sudah tidur lagi?" tanya Rayyan gugup.

"Sudah, ayo kita tidur Rayyan. Bukankah katamu besok kita akan pergi ke Bursa Culture Park?" Rayyan mengangguk, dirasakan setelahnya Zaleya menenggelamkan wajah ke dadanya. Tak menunggu lama didengar napas teratur Zaleya, wanitanya itu sudah terlelap. Rayyan rapatkan tubuh keduanya, ia peluk erat Zaleya baru setelahnya ia ikut terlelap.

Embusan semilir malam membuat suasana malam kian syahdu. Kedua insan dengan pulas terlelap usai segala kesalahpahaman berakhir. Keteduhan terpancar di wajah keduanya, mereka sudah bertekad membuka lembaran baru. Berharap hari-hari setelahnya akan indah dan membahagiakan.

Pagi menjelang, seperti biasa alarm tubuh Rayyan membuatnya terjaga di jam ibadah subuh harus dijalankan. Ia menatap dan memberi kecupan di dahi Zaleya, baru setelahnya ia alihkan tangannya dari tubuh Zaleya.

Rayyan sedang duduk saat didengar Zaleya memanggil namanya lirih. Ia menoleh dan dilihatnya Zaleya sedang berusaha membuka mata. "Maaf aku mengganggu tidurmu, tidurlah lagi!" kata Rayyan lembut.

"Kau ingin ibadah?" tanya Zaleya. Melihat anggukan Rayyan, Zaleya tertegun.

"Apa kau membenciku karena tak menjalankan ibadah?" Zaleya melontar tanya yang membuat Rayyan seketika mematung. Tentu Rayyan tak ingin memberi jawaban yang salah. Ia harus bijak menyikapi hal tersebut.

"Tidak," ucap Rayyan disertai gelengan. "Yang menggerakkan seseorang menjalankan ibadah adalah hati, aku tak ingin memaksamu melakukan ini dan itu," tambahnya. Zaleya menatap seksama wajah Rayyan.

"Ibadah itu bentuk kecintaan, bukan keterpaksaan. Dilakukan teruntuk Dia sang Maha Agung yang telah memberi banyak kemudahan dalam hidup kita. Semua yang terjadi dalam hidup tak terlepas dari setiap ketetapannya entah itu baik dan buruk, semua pasti mengandung makna. Aku sungguh bahagia bisa bertemu denganmu bahkan bisa sedekat ini lagi, maka sepatutnya aku semakin baik dalam beribadah sebagai bentuk rasa syukurku."

Rayyan yang melihat Zaleya terdiam merasa tak nyaman, ia khawatir kalimatnya berlebihan dan menyinggung Zaleya. Ia usap kepala Zaleya hingga si pemilik kepala mengangkat wajah.

"Abaikan kata-kataku dan tidurlah lagi oke!" Rayyan dorong bahu Zaleya perlahan hingga tubuhnya menyatu dengan pembaringan. Setelah melihat Zaleya mulai memejamkan mata, Rayyan bangkit dan menuju kamar mandi.

Rayyan membuka kamar mandi perlahan agar tak membangunkan orang-orang tercintanya yang masih terlelap, namun ia kaget saat melihat Zaleya sudah berdiri di muka kamar mandi.

"Kau di sini?"

"A-ku ingin beribadah ju-ga."

Jelas Rayyan bahagia mendengar ucapan Zaleya, senyumnya seketika mengembang.

"Rayyan, a-pa aku bisa beribadah bersamamu?" tanya Zaleya lagi yang melihat kebungkaman Rayyan.

"Tentu, tentu saja!" jawab Rayyan spontan. Kemudian Zaleya masuk ke kamar mandi untuk berwudhu sementara Rayyan dengan semangat menyiapkan perlengkapan ibadah Zaleya. Hatinya sangat bahagia detik itu, bukan lagi karena hubungan keduanya telah membaik, tapi keinginan Zaleya melaksanakan ibadah semakin membuat kebahagiaannya sempurna.

***

Suasana makan pagi seperti halnya makan malam begitu menyenangkan. Kedua insan semakin leluasa mengekspresikan diri dan menunjukkan perhatian satu sama lain. Alicia dan pelayan lain yang menyadari perubahan yang terjadi turut terlarut dalam kebahagiaan tersebut. Suasana rumah kini dipenuhi senyum dan rona bahagia.

"Jadi anda akan ikut tuan ke kantor, Nona?" Alicia bertanya saat melihat Zaleya kembali merapihkan rambutnya di depan cermin.

"Iya Bibi, Rayyan yang memintaku ikut. Ia akan mengurus pekerjaannya sebentar, lalu akan mengajakku ke Taman kota." Zaleya bicara dengan wajah berbinar.

"Semua terdengar menyenangkan, Nona." Zaleya membenarkan ucapan Alicia. Ia mengangguk dengan bibir tak henti tersenyum.

"Kalian akan membawa tuan muda Nuca pula?" tanya Alicia lagi.

"Tentu saja, Bibi," tegas Zaleya. Ia menuju lemari dan mempersiapkan beberapa barang kebutuhan Nuca. Meski di rumah itu terdapat Sezen yang bertugas membantunya merawat Nuca, tapi Zaleya berusaha melakukan apa yang bisa ia kerjakan sendiri. Kehidupan telah membuatnya mandiri dan tak bergantung pada siapapun.

"Ajaklah Sezen bersama anda, Nona," ucap Alicia lagi setelahnya. Zaleya menggeleng.

"Aku bisa menangani Nuca sendiri, Bibi. Aku akan senang jika bisa menjaga Nuca dengan tanganku."

"Tapi anda akan lelah. Ajaklah Sezen, dengan begitu anda dan tuan juga dapat memiliki waktu berdua."

Wajah Zaleya seketika merona, membayangkan menghabiskan waktu bersama Rayyan membuatnya tersipu. "Sepertinya masukan mu boleh juga, Bibi. Bolehkan aku meminta tolong padamu untuk menyampaikan pada Sezen agar bersiap?"

"Tentu, Nona."

Tak menunggu lama bayang Alicia sudah menghilang. Sepeninggal Alicia, Zaleya masih tak berhenti tersenyum. Ia berharap harinya akan menyenangkan bersama dengan Rayyan nanti.

...___________...

...Sayang kalian semua❤❤...

1
⚞ል☈⚟ MymooN
semangat ya nulisnya....sy suka sm cerita bubu.id....please jgn lama2 hiatusnya
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Cinta lama belum kelar
Siti Zuriah
asyik zaleya cinta lama bersemi kembali
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
alhamdulillah..dg kesabaran n kelembutan rayyan dlm memberi pemahaman, leya akhirnya mau menjalankan kewajiban sbg seorang hamba.. semoga istiqomah 💪💪💪
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
unyu² yg lg kasmaran ❤❤
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Alhamdulillah... terus bimbang Makmun mu Rayyan, dia sepenuhnya tanggung jawab mu kini
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
semoga Leya, segera mendapatkan hidayah ya Ray,biar kalian bisa beribadah bareng nantinya
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
ikut dong,mau jalan jalan ya
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
mungkin kalau kau paksa dg kelembutan dia mau Ray🤣
Dwisya Aurizra
alhamdulillah
Dwisya Aurizra
bukankah wajib hukumnya seorang suami membimbing juga mengingatkan istrinya melakukan ibadah, sholat utamanya.
🌷Bubu.id: cintanya lebih besar Mak, pakai kalimat halus aja biar aman daripada ayang Leya kabur 🤧🤧
total 1 replies
Dwisya Aurizra
tidur dalam pelukan emang bikin nyaman dan... tibra pokona 🤭😁
🌷Bubu.id: mau juga😃
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Nuca menangislah,itu orangtuamu berisik
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
mulai dari nol ya Leya🤣🤣🤣
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂: besaaar🤣
total 2 replies
Siti Zuriah
akhir nya clbk nya pas udh menikah ya mereka berdua jd bs sepuas nya mereka menjalin nya tanpa ada yg melarang
Dwisya Aurizra
hmm awal yang manis mulai dari nol, kek SPBU ya 🤭
Siti Zuriah
duuhh...ternyata rayyan emang org nya so sweet ya smoga mereka berdua menjadi keluarga yg bahagia dan cpt mendapat kn nuca yg kedua dr darah daging mereka
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
akhirnya kesalahpahaman bisa diurai, tdk ada lg penghalang rasa ray leya... tinggal anu aja 🤭🤭✌✌
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Nuca lihat Mamamu diambil Papa, menangis lah🤣🤣
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Alhamdulillah, semua kesalah paham an terurai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!