NovelToon NovelToon
Loving Slowly

Loving Slowly

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Tamat
Popularitas:434.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: S.M Arti

Kayana Putri & Gavin Adhitama

Kayana terpaksa menerima perjodohan itu karena dia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Kayana berusaha untuk menjadi isteri yang baik dan penurut, tapi usahanya tidak pernah di hargai oleh Gavin. Sampai pada suatu hari Gavin bertemu kembali dengan wanita di masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.M Arti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengorbanan Ricko

Malam telah berlalu, Kayana membuka matanya. Sinar matahari telah menembus masuk melewati ventilasi kecil diatas jendela ruang rawatnya. Sebuah tangan besar melingkar di tubuhnya, sebuah hembusan nafas membuat tengkuknya menjadi lebih hangat.

Semalam adalah kedua kalinya mereka tidur dalam satu ranjang. Dan pertama kalinya Kayana memandang wajah tampan Tuan Gavin yang masih tertidur. Wajahnya terlihat lebih damai daripada saat Tuan Gavin membuka matanya.

Dia masih tidur. . .apakah dia tidak bekerja? Pertama kalinya aku bisa memandang wajah suamiku dengan jarak yang cukup dekat. . Dia memang tampan, pantas saja Nona Claudia tidak bisa move on darinya meski dia sendiri telah memiliki seorang anak.

"Mau sampai kapan kau terus memandangiku? Apakah aku terlalu tampan?" Ujar Tuan Gavin dengan mata yang masih terpejam.

"Hah??? Ma. . maaf tidak sengaja. . .Tapi bukankah kau masih tidur?" Ujar Kayana dengan gugup.

"Tidurlah, ini masih pagi. . . " Ujar Tuan Gavin merapatkan tubuhnya pada Kayana dan memeluknya.

"Ini sudah pukul 7, ini kan di Rumah Sakit. Bagaimana kalau Dokter atau perawat masuk. . ." Ujar Kayana.

" Hmmmp. . ." Gavin men**** Kayana dengan tiba-tiba.

Kayana tak bisa menolaknya, karena tubuh Tuan Gavin lebih besar dan berat.

"Sudah. . .sudah. . . " Ujar Kayana dengan wajah bersemu merah.

"Sudah tapi kau terus maju. . .Mau makan apa pagi ini?" Tanya Tuan Gavin menenggelamkan wajahnya pada tubuh isterinya.

"Hmm apa saja. . . .Apakah Tuan tidak bekerja hari ini?" Tanya Kayana.

"Kau masih memanggilku Tuan? Panghil aku suamiku , dan aku akan memanggilmu isteriku." Ujar Tuan Gavin pada Kayana.

"Hmm baiklah. . . " Ujar Kayana.

Setengah jam kemudian, terdengar suara pintu di ketuk. Tuan Gavin berjalan mendekati pintu untuk membukanya , ternyata Agil yang datang dengan beberapa bungkus makanan yang ia bawa. Tuan Gavin menyuruh setengahnya di bawa untuk Ricko.

"Selamat pagi Tuan dan Nona. Maaf saya mengganggu." Ujar Agil.

"Pagi Tuan Agil. . . Maaf jika suamiku merepotkanmu." Ujar Kayana membuat Tuan Gavin tersenyum malu karena isterinya sudah memanggilnya dengan sebutan suami seperti yang ia minta.

"Sudah menjadi tugas saya Nona." Ucap Agil dengan ramahnya sembari menyiapkan makanan untuk Tuan Gavin dan Kayana.

"Jangan di buka semua. Yang setengahnya untukmu dan anak itu." Ujar Tuan Gavin.

"Baik Tuan. . ." Agil mengurungkan niatnya untuk membuka dua kantong plastik yang ia bawa.

"Apakah Ricko masih bersamamu Tuan?" Tanya Kayana pada Agil.

"Iya Nona, dia bersama saya." Ujar Agil.

"Kenapa kita tidak makan bersama-sama saja? Pasti lebih ramai." Ujar Kayana.

"Kau ingin makan bersama-sama?" Tanya Tuan Gavin mendekati isterinya.

"Iya suamiku. . Ricko sudah seperti adikku sendiri. Tapi kenapa dia tidak ikut bersama Tuan Agil? Dimana Ricko?" Tanya Kayana.

"Kau ingin bertemu dengannya?" Tanya Tuan Gavin mengusap kepala Kayana dengan lembut.

"Tentu saja. Aku belum berterimakasih padanya. Biar bagaimanapun dia yang sudah menemaniku dna membantuku kemarin." Ujar Kayana lagi.

"Baiklah. . .kita akan melihatnya. Agil bereskan makanan dan abwa ke ruangan Ricko." Ujar Tuan Gavin.

"Ruangan Ricko? Maksudnya? Ada apa dengan Ricko? Apakah dia sakit? Apakah ini semua salahku? Ya pasti ini karena aku. . " Ujar Kayana dengan sedihnya.

"Ini karena aku. . kau akan tahu sendiri nanti. Sekarang aku akan menggendongmu. Kasihan dua bayiku kalau Mommy nya harus jalan." Ujar Tuan Gavin langsung mengangkat tubuh Kayana.

"Kalau begitu pakai kursi roda saja suamiku. Aku berat. . " Ucap Kayana dengan tangan melingkar di leher Tuan Gavin.

"Terlalu lama jika aku harus pergi mengambil kursi roda. Apakah kau meremahkan kekuatanku? Aku bahkan bisa menggendongmu juga anak-anak kita jika sudah besar nanti." Ujar Tuan Gavin.

Tuan Gavin menggendong Kayana dan emmbawanya ke ruang Ricko di ujung lorong. Semua mata tertuju padanya, tak terkecuali perawat yang sedang bertugas memberikan obat kepada pasiennya.

*Tuan Gavin. . Tampan sekali, akhirnya aku bisa melihatnya secara langsung. Apakah itu isterinya? Cantik sekali isterinya, rupanya Tuan Gavin sudah menikah, dan sebentar lagi mereka akan memiliki seorang anak. . Semoga mereka selalu bahagia. ..

Waahhh. . so sweet. . .Andaikan aku yang yang saat ini berada dalam gendongannya. . .Beruntung sekali perempuan itu*. . .

Gavin

Tuan Gavin terus berjalan tanpa memperdulikan orang di sekitarnya yang sejak tadi melihatnya dan membuat Kayana menenggelamkan wajahnya pada dada bidangnya karena merasa malu menjadi pusat perhatian semua orang di lorong Rumah Sakit.

"Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri." Ujar Kayana pada Tuan Gavin dengan lirih.

"Tidak akan. . " Jawab Tuan Gavin.

"Tapi aku malu. . .mereka melihat ke arah kita suamiku. " Ujar Kayana lagi.

"Jangan lihat mereka, lihat saja aku. Kau suka kan memandangiku dari dekat." Ujar Tuan Gavin dengan percaya dirinya.

Kayana hanya diam, dan kembali menenggalamkan wajahnya sampai ruang rawat Ricko. Menyadari ada seseorang yang masuk ke ruang rawatnya, Ricko membuka matanya secara perlahan untuk melihat siapa yang datang.

"Kak Yana. . " Ucap Ricko dengan senyum terbaiknya. Ricko merasa lega melihat Kayana datang di ge dong Tuan Gavin, itu menandakan Tuan Gavin benar-benar sudah berubah.

"Ricko. . kamu kenapa? Apa yang terjadi? Suamiku. . kenapa tidak bilang padaku kalau Ricko juga di rawat?" Tanya Kayana pada Tuan Gavin.

"Kak Yana. . aku baik-baik saja, sungguh. Kak Yana baik-baik saja kan?Aku khawatir kemarin lihat Kak Yana pingsan." Ujar Ricko.

"Aku tidak apa-apa. Kau kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya Kayana.

"Dia melindungi kita dari Claudia. Saat Claudia hendak menusukku, dia memasang badannya dan dia tertusuk." Ujar Tuan Gavin pada Kayana.

"Astaga. . .Ini semua karena aku. Maafkan aku Ricko. . .Lalu apa yang kamu rasakan sekarang?" Tanya Kayana merasa bersalah.

"Tidak apa-apa Kak. Aku akaa merasa bersalah kalau wanita itu sampai melukai Kakak atau Tuan Gavin. Kak Billy memintaku untuk menjaga Kakak kan, jadi itu sudah jadi resiko ku dalam menjaga Kak Yana." Ucap Ricko yang lagi-lagi memberikan senyum manisnya.

"Jangan lagi-lagi seperti ini. . . Jangan membahayakan dirimu Ricko." Ujar Kayana.

"Iya Kak. Yang terpenting Kak Yana dan Tuan Gavin sudah bersatu. Aku hanya ingin melihat Kak Yana bahagia dengan keluarga Kakak." Ucap Ricko lagi yang emmbuat Kayana menangis karena terharu dengan pengorbanan Ricko untukmu.

"Dasar anak b****. . .Tidak seharusnya kau membahayakan dirimu sendiri." Ujar Kayana mengusap rambut Ricko.

Sementara itu, Agil setelah selesai membungkus kembali makanan yang sudah ia siapkan di atas meja segera membawanya keluar ruang rawat Kinan dan menuju ruang rawat Ricko.

Semua mata tak luput memandang Agil yang berjalan dengan beberapa kantong plastik di kedua tangannya. Namun Agil sama dengan Tuan Gavin, tak perduli dengan orang di sekitarnya.

Aiiihh.. pria itu tampan juga... Apakah dia membawanya karena ingin menemui kekasihnya yang di rawat di sini juga?

\=\=\=\=\=\=

1
Cerita Emmilia
ya amlun sudah bervulan bulan baru ingat punya istri, anehhhh
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya
Neni Bunda Alif
thor ricko sm agil y gak punya istri tah ..ko gak d kenalin...
Neni Bunda Alif
thor aq kepikiran sm omongan y ricko...botol sampoo d ug udah habis d isi air terus d kocok"....haha..kecil y aq banget...
Neni Bunda Alif
thor jgn buru" jd banyak kata" yg salah
❤: iya kak blm sempat di revisi, mohon maaf. terimakasih atas dukungannya🥰🥰🥰
total 1 replies
Neni Bunda Alif
males komen ah
Neni Bunda Alif
thor ko gak ada kabar dr ibu bpk y gavin sih....cuek aja sm kehidupan anak y...
❤: hhi nanti insyaAllah di bahas di Terpaksa Menikah Tanpa Restu ya Kak🙏🙏
total 1 replies
Neni Bunda Alif
ko keluarga gavin y cuma sekali aja d ceritain y...
re
kembar
re
Benar benar sahabat sejati
re
Untung punya sahabat yg baik
re
Dan kembali Agil kena menuntaskan ngidam suami istri
re
Agil Asisten siaga
re
Jebakan gagal
Zuni Tree
udah 4 bln apa kabar nya dg Gavin dan agil
Zuni Tree
malah bagus, klo pacaran bertiga gak berduaan
Zuni Tree
baru satu minggu dah ketahuan aja hamilnya, biasanya nunggu sebulan lebih
Nenni Muh Amin
calon pelakor kyak nya nich
GelsanuSahra: Mampir yuk di Pergi Dan Cinta
total 1 replies
kamila
masha allah..seneng bngt punya sahabat yg baik dan tulus
cindy
gavin kayak orang bodoh ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!