WARNING!!!
- Harap bijak dalam menyikapi cerita ini.
- Cerita ini mengandung kekerasan fisik.
- Terdapat beberapa bagian kata yang terdengar kasar.
Menceritakan seorang gadis bernama Aurora Lexa Antonius yang dibesarkan di keluarga yang cukup berpengaruh. Suatu hari dia di usir oleh keluarganya hanya karna fitnah dari ibu tiri dan saudari tirinya.
Mampukah Aurora membalaskan dendamnya pada mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Avista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memenuhi Tantangan Dari Opa
" Ya baiklah, ayo sekarang kita pergi." ucap Aurora sambil berdiri dari posisi duduknya dan melangkah pergi dengan di ikuti oleh Ken di belakangnya.
Setelah Aurora dan Ken sudah tidak terlihat lagi berada di lobby perusahaan, semua karyawan yang ada di sana baru berani mengangkat kembali kepala mereka. bagaimana mereka tidak takut pada Aurora, seorang tuan Kendrick yang jabatannya tinggi saja menundukkan kepalanya pada Aurora dan menuruti perkataannya. berarti Aurora bukan gadis sembarangan yang bisa mereka singgung seenak jidat mereka. mereka berjanji tidak akan membuat masalah dengan Aurora jika bertemu di mana pun.
Setelah Aurora dan Ken sampai di depan mobil Aurora, mereka berdua pun masuk dengan Kendrick yang menjadi sopirnya. Ken mulai menjalankan kuda besinya ke tujuan awal mereka.
Mereka membutuhkan waktu 1 jam setengah untuk sampai di markas werewolf. karna markas tersebut berada di tengah - tengah hutan, dan itu juga sangat jauh dari pemukiman warga. dan juga hutan tersebut sudah atas nama keluarga Smith, jadi tidak sembarangan orang boleh memasuki hutan tersebut. hampir di semua pohon terdapat cctv dan juga sudah tertanam sebuah bom yang akan selalu aktif jika dalam keadaan darurat dan itu juga harus atas izin dari pemimpin mereka
Sepanjang hutan itu juga di tumbuhi buah dan sayur segar, tidak lupa juga berbagai bunga kesukaannya nyonya elena. siapapun yang melihat itu, akan di manjakan dengan pemandangan yang sangat indah. tapi tentu saja sangat mematikan untuk siapa saja yang sudah pernah mencoba memasuki hutan itu secara paksa karna memang penjagaan yang sangat ketat.
Setelah perjalanan yang cukup panjang itu, akhirnya Ken dan Aurora pun sampai di depan gerbang masuk markas werewolf. gerbang itu pun mulai terbuka dengan sendirinya setelah tau di dalam mobil adalah Ken dan juga anak dari mendiang nyonya Alexa mantan pemimpin mereka sebelumnya.
Ken pun melajukan mobilnya ke dalam markas itu. begitu mobil mewahnya memasuki markas, Aurora dapat melihat banyaknya orang yang sudah bersiap untuk menyambut kedatangannya dan juga Ken sang tangan kanan kepercayaan tuan besar setelah Marko Natanael ayah dari Ken.
Setelah mobil terparkir dengan baik, Ken membukakan pintu mobil untuk Aurora. Aurora melangkahkan kakinya ke arah depan yang ternyata di depan sana sudah berdiri sepasang paruh baya dan juga Marko Natanael. mereka semua sudah di hubungi oleh Ken saat mereka masih berada di perusahaan.
Ken mengatakan pada opa Damian bahwa mereka berdua akan ke markas. ia akan memulai pertarungan dengan para petinggi mafia werewolf sesuai dengan yang opa Damian ajukan pada Aurora beberapa waktu lalu. Aurora ingin menyelesaikan tantangan yang di berikan opa Damian pada dirinya.
" Selamat datang di markas besar nona muda Aurora dan tuan Ken." ucap seluruh anggota klan yang berada di sana secara bersamaan.
" Selamat datang sayang." ucap Oma dan opanya dengan tersenyum hangat pada Aurora.
" Selamat siang tuan dan nyonya besar." ucap Ken dengan menundukkan kepalanya, dan mereka pun mengangguk ke arah Ken sambil tersenyum tipis.
" Ayo sayang masuk, mau istirahat dulu atau langsung bertarung dengan orang - orang pilihan opa nak." tanya Opa Damian pada Aurora.
" Langsung saja opa, biar semuanya cepat selesai. " ucap Aurora.
" Baik, kalo gitu sekarang kita ke ruangan khusus untuk latihan para mafioso yang ada di sini. " ucap opa pada Aurora.
Mereka semua pun melangkah ke arah ruang latihan, sesampainya di sana, mereka yang di tunjuk opa pun mempersiapkan diri. sedangkan yang lainnya mencari tempat di pinggiran ruangan untuk melihat pertarungan nona muda mereka dengan para petinggi klan werewolf. Aurora juga sedang mempersiapkan dirinya.
" Siapa dulu yang mau bertarung denganku opa." tanya Aurora sambil mengikat rambut panjangnya agar tidak mengganggunya nanti.
" Rendi, kau lebih dulu yang bertarung dengan cucuku." ucap Damian
" Baik ketua." Rendi pun maju sambil menundukkan kepalanya di depan para pemimpin mereka.
Aurora dan Rendi pun maju ke tengah - tengah ruang latihan itu. setelah mereka berdua saling berhadapan, Rendi pun menundukkan kepalanya di hadapan Aurora. Rendi pun menegakkan kembali tubuhnya dan tanpa basa - basi lagi ia langsung menyerah Aurora.
Sedangkan aurora yang mendapatkan serangan mendadak dari Rendi pun menghindar dengan cepat. karna ia sudah bisa membaca gerak - gerik Rendi.
Bughh ....
Brakkk ...
Krakkk ...
Pukulan dan serangan yang Rendi layangkan pada Aurora hanya mengenai angin saja. pukulan demi pukulan ia layangkan pada Aurora, tapi lagi dan lagi Aurora dapat menghindari setiap serangan yang di berikan Rendi padanya. jiwa psikopat Rendi pun semakin tertantang, Aurora yang melihat nya hanya tersenyum tipis. ia semakin menambah kecepatan pada gerakan tubuhnya agar bisa memukul Aurora.
20 menit kemudian, Rendi mulai kehabisan tenaganya untuk menyerang Aurora. sedangkan Aurora sesekali juga membalas serangan Rendi padanya. ia tidak menyangka bahwa nona mudanya sangat mampu dalam ilmu beladiri nya.
Brukk ...
Bugghhh ....
Brakkk ...
Ssssttt ...
Bukan Aurora yang terkena pukulan, melainkan Rendi yang terpukul mundur karna pukulan yang di terimanya.sedangkan Aurora sama sekali tidak terluka atau terkena pukulan dari Rendi.
Semua penonton yang melihat itu pun, tercengang melihat kehebatan dari nona mudanya yang bisa mengalahkan seorang Rendi yang termasuk orang penting dalam klan mafia mereka. akhirnya setelah 15 menit kemudian Rendi pun menyerah. karna dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk melawannya.
Sedangkan Aurora yang mendengar kata menyerah yang keluar dari mulut Rendi pun tersenyum miring. ia kembali mengatur nafasnya dan beristirahat sebentar untuk melepas dahaga sebelum memulai pertarungan nya lagi.
" 2 jam kemudian, 4 orang sudah berhasil Aurora kalahkan. dan Aurora hanya terluka sedikit di bagian bibirnya saat bertarung dengan Carla Caroline. ia tidak sengaja memberikan celah padanya, sehingga menguntungkan pihak lawan untuk melukai bagian tubuhnya. Carla Caroline termasuk salah satu petinggi yang di akui kehebatannya di klan mafia werewolf.
Sekarang hanya tersisa 1 orang yang belum bertarung dengannya yaitu Willian Wesley. ia adalah tangan kirinya mendiang nyonya Alexa dan tangan kirinya opa Damian.
walaupun William termasuk laki - laki muda di klan mafianya, tapi jangan pernah menyepelekan dirinya. meski umurnya baru 19 tahun lebih tua satu tahun dari Aurora tapi, ia pernah mengalahkan opa Damian dan mendiang nyonya Alexa Latushia sekali.
William adalah orang yang akan mengisi posisi sebagai ketua klan. jika Opa Damian, Ken beserta paman Marko tidak ada di dalam markas itu. William memiliki bela diri yang tiada tanding, tapi tidak tau nanti setelah bertarung dengan Aurora.
William memiliki wajah yang manis, tapi tidak dengan kepribadian nya. William hanya akan seperti anak anjing yang sangat penurut saat bersama opa Damian saja. tapi nantinya ia juga akan berubah seperti serigala liar jika berhadapan dengan para musuhnya. mungkin sebentar lagi ia juga akan sangat penurut jika di hadapkan oleh Aurora.
William dan Aurora pun berhadapan satu sama lain. William yang melihat sikap tenang Aurora pun mulai waspada.
kmna aja dirimu lma mnghilang????
ada ssuatukah?????mga cpt up lg y.....smnggttt.....😘😘😘
SEMANGAT/Good//Good//Good/✊✊👍👍💪😊