Ani Atmodjo (57th) adalah konglomerat terkemuka pemilik Permata Group. Memberikan tugas khusus untuk Nayla Wibowo (21th) mahasiswi yang terpaksa cuti kuliah karena ingin membantu ibunya terlepas dari lilitan hutang.
Tugas khusus Nayla adalah menjadi pelakor di pernikahan Zayyan Atmodjo (33th) dan isterinya Tamara (32th). Zayyan adalah putera tunggal Ani Atmodjo.
Dan Nayla juga harus menjauh dari Yoga Atmodjo (33th) saudara sepupu Zayyan.
Tamara tidak tinggal diam ketika mengetahui ada pelakor yang di tugaskan mertuanya untuk menghancurkan pernikahannya dengan Zayyan. Berbagai cara di gunakan untuk menjauhkan Zayyan dari Nayla.
Sebenarnya Zayyan sudah mengetahui dari awal tujuan kehadiran Nayla menjadi salah satu sekretaris nya. Awalnya dia sangat murka namun berubah menjadi suka.
Kehadiran Nayla membuat Zayyan kembali mengingat bayangan-bayangan masa lalu yang terlupakan olehnya, hingga akhirnya dia jadi sangat membenci Tamara dan mencari cinta sejati yang sesungguhnya.
Namun ketika Zayyan menemukan cinta sejatinya, dia harus merelakannya kembali pergi.
Dan terpaksa jatuh cinta lagi...
Follow IG : ar_kayna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkayna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepiting Rebus
Zayyan POV
Mungkin aku sudah bodoh, bisa-bisa nya jatuh cinta lagi pada wanita lain selain Tamara isteriku.
Entah kenapa pesona Nayla sangat menggodaku, bahkan saat gadis itu hanya terdiam. Aku seperti sudah mengenal lama dan merasakan perasaan yang menggebu ini kepadanya.
“ Thanks ma.” Kiriman pesan singkatku ke mama ku.
Ya, aku yang minta mama memanggil pak Dede. Agar ada kesempatan lagi untukku mengantar pulang Nayla kerumahnya. Aku penasaran dengan siapa sebenarnya Nayla.Kenapa mama menjadikannya karyawan special. Pasti ada rencana lain yang memang sedang di rancang mama untukku dengan menggunakan Nayla. Tapi entah kenapa juga, aku malah suka dan menikmati ini semua.
Gadis cantik itu masih tertunduk duduk di sebelahku. Pantas Yoga juga tergila-gila padanya. Dilihat dari sisi manapun Nayla terlihat sangat sempurnah. Apalagi saat tadi aku mencumbu nya, sangat luar biasa. Baru kali ini aku bisa tergoda oleh wanita lain selain isteriku sendiri. Jika tadi Nayla tidak mengingatkanku akan adanya Tamara, mungkin aku sudah lebih brutal lagi ingin terus menikmati seluruh tubuh Nayla.
Dan Tamara, sampai saat ini pun dia gak memberikan kabar sama sekali. Selalu sibuk dengan dunia modelnya. Bahkan ketika aku menyediakan waktu menemaninya di London kemarin dia malah sama sekali tidak pulang ke hotel. Di hubungi pun sulit sekali. Karena kesal aku langsung pulang ke Indonesia. Tanpa memberikan kabar sama sekali kepadanya juga.
Aku menatap Nayla yang masih terdiam, tangannya kanan nya sedang mengelus-elus tangan kirinya sendiri. Beberapa kali kedua ibu jari nya di adu. Dengan bibir seksi nya yang kadang dia mainkan sendiri. Entah apa yang sedang di pikirkannya. Lagi-lagi timbul gejolak di hatiku ingin langsung menariknya lagi dalam pelukanku. Ingin ******* lagi bibir seksi nya itu. Namun aku sadar ada pak Akmal di antara kami.
“ Kamu tahu, Yoga itu playboy. Kalau kamu tidak percaya coba tanyakan saja ke Shinta. Dia salah satu korban Yoga.” Ucapku memecahkan kesunyian.
Nayla membalas tatapan mataku, kemudian tertunduk lagi dengan wajah yang memerah. Dia itu kenapa sih, tingkah laku nya itu semakin membuatku gemas saja.
“ Kok diam aja Nay.”
“ I...iya pak, aku sudah tahu. Shinta udah cerita pengalaman dia dengan pak Yoga. Aku dan pak Yoga juga tidak ada hubungan yang aneh-aneh kok pak. Beneran, baru sekali makan siang bareng, dan makan malam bareng juga sih karna kemarin pak Yoga ajak aku lihat ruko buat kakek Basuki.”
Ucap Nayla mencoba menjelaskan dengan matanya yang kadang melihatku, kadang melihat jendela dan terkadang juga menunduk. Dia sedang salah tingkah sendiri.
“ Baru sekali ya, tapi saya harap tidak untuk yang kedua kalinya atau lebih ya Nay.”
“ Iya pak, saya juga udah janji untuk menjauhkan pak Yoga.”
“ Oh ya, janji sama siapa?.” Tanyaku penasaran dan Nayla terlihat kaget sendiri. Wajahnya memerah lagi seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
“ Kamu lihat, bukan cuma bibir mu saja sekarang yang seperti ikan cup*ng tapi kedua pipi mu juga udah kaya kepiting rebus hahaha.” Ucapku lagi dan Nayla langsung menengok kearah ku seketika.
Dengan mengernyitkan alisnya dan juga bibirnya seksinya.
“ Stop Nayla, jangan seperti itu lagi!.” Ucapku dengan nada tinggi dan Nayla terkejut lagi.
“ Iya pak maaf, saya memang sudah janji akan menjauh dari pak Yoga. Tapi saya bingung harus kasih atau tidak saya udah berjanji nya sama siapa.” Ucap Nayla dengan nada gemetar. Dan saat ini dia terlihat tambah lucu dan menggemaskan lagi.
Sebenarnya maksud aku ingin memberitahunya jangan memainkan bibir nya seperti itu lagi. Karna cukup membuat dadaku terasa penuh dengan gejolak yang aku sendiri takut tidak bisa menahannya lagi. Tapi dia malah ketakutan seperti itu. Mungkin dia pikir aku marah karna tidak suka dia dekat dengan Yoga. Walaupun benar adanya, aku tidak ingin Yoga dekat dengan Nayla. Apapun alasan dia.
“ Pertama saya mau tahu siapa itu kakek Basuki?.” Tanyaku penasaran.
“ Kakek Basuki itu kakek yang viral beritanya itu pak. Pak Yoga membantu kakek Basuki untuk di buatkan usaha baru agar kakek Basuki bisa menghidupi cucu-cucu nya lebih layak dan tidak mencuri lagi.”
“ Oh yaa, Yoga sebaik itu. Atau emang cuma strategi nya aja untuk mendapatkan perhatianmu.”
“ Aku rasa pak Yoga benar tulus pak bantu kakek Basuki.” Ucap Nayla lagi mencoba meyakinkanku.
“ Oke, lalu sama siapa kamu berjanji untuk menjauh dari Yoga?.” Tanya ku lagi penasaran.
“ Itu...aku janji sama Shinta pak.” Jawab Nayla sambil tertunduk.
Shinta, memang benar Shinta pernah di permaikan oleh Yoga. Tapi Shinta juga sudah memiliki calon suami, teman baikku juga yang aku kenalkan. Mereka akan segera menikah dalam waktu dekat ini. Apa Shinta ingin menjaga Nayla agar tidak terluka seperti dia saat itu. Atau Nayla sedang menutupi sesuatu.
Aku melihat Nayla kembali memainkan jari-jari tangannya lagi. Dan aku langsung menarik kedua tangan Nayla di atas pangkuanku. Menggenggam nya dengan erat, kemudian Nayla menatapku dengan tatapan sayu nya. Bola mata indah nya yang berwarna amber itu sesekali berkedip seakan menantang ku lagi dan lagi untuk menariknya lebih dalam kepelukanku.
“ Kamu kedinginan?.” Tanyaku mencoba menenangkan perasaanku sendiri.
“ I...iya lumayan pak.” Jawab Nayla ragu.
Aku langsung menarik Nayla kedalam pelukanku. Sekilas aku lihat pak Akmal yang melirik kami dari kaca spion nya. Namun dia kembali fokus melihat jalan ketika aku membalas lirikan matanya dengan tajam. Pak Akmal paham, dan aku yakin dia tidak akan mengadukan hal ini kepada Tamara.
“ Pak Zayyan...” Ucap Nayla pelan.
“ Katanya kamu dingin, diam aja disini. Jangan banyak bergerak. Atau aku akan lebih marah lagi sama kamu.” Bisikku di telinga Nayla. Dia pun terdiam dalam pelukanku.
“ Pak Akmal, kecilkan lagi ac nya.” Pintaku
“ Siap bos.”
Pak Akmal langsung mengecilkan ac nya. Tadinya aku ingin membuka jas ku untuk menutupi tubuh Nayla. Tapi aku rasa, biarkan saja dia seperti ini. Agar aku dapat memeluknya lebih erat lagi.
***
Nayla POV
Aroma tubuh Zayyan sangat lembut, berbeda dengan aroma parfume yang biasa pria gunakan. Aku dapat mendengar dengan jelas detak jantung nya itu. Dan benar-benar merasakan kehangatan yang membuatku nyaman.
Zayyan, aku memang kedinginan. Bukan karna AC di mobil mu. Tapi karna aku takut salah jawab, aku takut ibu mu marah jika aku salah lagi. Kenapa kamu menginginkanku seperti ini, bagaimana dengan perasaan isterimu nanti jika dia sampai mengetahuinya. Walau aku tidak pernah bertemu atau mengenalnya.
Aku salah. Ya, aku sedang melakukan kesalahan besar. Tapi aku juga bingung harus bagaimana lagi. Maafkan aku Tamara...
penuh teka-teki
luar biasa author ini... gua suka gaya elooh
ini kisah tentang pelakor, padahal biasanya kan reader request.. jangan ada pelakor diantara kita ya thor
😉