NovelToon NovelToon
Terpaksa Jadi Istri Kedua

Terpaksa Jadi Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Namaku Naura Callista, aku datang ke ibu kota untuk kuliah disalah satu unniversitas disana dengan mendapatkan beasiswa.
Aku berasal dari panti asuhan di kota S, kota yang jaraknya lumayan jauh dari ibu kota.

Satu tahun lebih berlalu. Aku memutuskan untuk bekerja di sebuah restoran dekat kampus untuk memenuhi kebutuhan hidupkh di jakarta, karena selama ini pihak pantilah yang memenuhi kebutuhan hidupku.

Linda adalah pemilik resto itu, hubunganku dengan Linda sangat dekat, kami sudah seperti keluarga. Suatu ketika Linda mengidap penyakit, dan itu membuat pernikahannya mulai renggang karna suaminya jarang pulang kerumah.
Linda menceritakan kekhawatirannya pada Aura, dia takut suaminya jatuh kepelukan perempuan lain dan pada akhirnya meninggalkan dia.

Hingga pada akhirnya, Linda memaksa Aura untuk menikah dengan Brian. Mungkin lebih baik Brian berada dipelukan Aura yang sudah dia anggap seperti adik sendiri, dari pada harus merelakannya dengan orang lain sebelum dia menghbuskan nafas terakhirnya.

Aura yang merasa banyak berhutang budi pada Linda, terpaksa menuruti permintaan Linda untuk menikah dengan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Semakin hari, hubungan Brian dan Linda semakin renggang. Satu bulan yang lau, Brian masih bersikap baik dan perhatian pada Linda meskipun dia selalu pulang malam.

Tapi sekarang, dia terlihat tak peduli dengan kondisi Linda. Brian juga sering tidak pulang berhari hari dengan alasan keluar kota.

Malam itu pukul 10 malam.

"Tunggu mas,, aku mohon jangan pergi lagi,," Teriak Linda dengar berurai air mata, dia mencoba menahan Brian dengan memegang tangannya.

"Lepaskan,, jangan seperti anak kecil. Aku harus keluar kota." Brian menepis tangan Linda.

Aura yang mendengar suara keributan langsung keluar dari kamar.

Aura melihat Linda bersimpuh dikaki kak Brian dengan berurai air mata. Dengan suara yang terisak, dia terus memohon pada Brian agar tidak pergi.

Mata Aura berkaca kaca melihat pemandangan yang menyat hatinya. Pipinya mulai basah saat dia tak mampu lagi menahan tangisnya. Dalam diam dia menangis, ikut merasakan sakit yang Linda rasakan.

Linda memeluk kaki Brian, memcegahnya agar tidak pergi. Tapi semua itu sia sia. Brian tetap pergi meninggal Linda yang terisak dan bersimpuh dilantai.

Entah apa yang membuat Brian berubah seperti ini. Brian yang dulu begitu mencintai Linda, menyayangi dan perhatian pada Linda, kini berubah.

Linda terus terisak, tangisnya memecah keheningan.

Aura masih diam mematung ditempatnya, kakinya terasa berat untuk melangkah.

Dia tidak tega melihat Linda yang masih bersimpuh disana. Aura memghapus air matanya, dengan langkah gontai dia mulai menghampiri Linda.

Aura berlutut didepan Linda, dia memeluk Linda dengan perasaan yang hancur.

"Cukup mba,, jangan seperti ini. Air mata mba terlalu berharga,," Ucap Aura. Linda semakin terisak.

"Mba yang salah,, mba yang sudah membuat mas Brian berubah. Mba tidak bisa menjadi istri yang baik untuknya,," Suara Linda yang tercekat, dan berurai air mata.

"Tidak, selama ini mba sudah jadi istri yang baik untuk kak Brian. Jangan salahkan diri mba sendiri,," Aura menghapus air mata Linda.

"Aura mohon jangan menangis, Aura ngga mau kondisi mba Linda semakin buruk. Mba harus berjuang,," Lanjutnya.

Aura membangunkan Linda dan menuntunnya kekamar Linda. Linda dan Aura duduk ditepi ranjang. Linda terdiam, tatapan matanya kosong, air matanya terus mengalir.

"Mba tidurlah,, biar Aura temani mba disini,," pinta Aura. Linda menggelengkan kepalanya.

"Mba harus istirahat, biar besok mba lebih sehat,," Bujuk Aura.

"Aura, Mba ingin sembuh. Tapi jalan satu satunya mba harus berobat diluar negeri,," Linda menggenggam tangan Aura.

"Menikahlah dengan mas Brian,," Ucapnya dengan sendu.

Aura membelalakan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja Linda katakan. Aura langsung menarik tangannya dan sedikit menjauh dari Linda. Dia tidak nyaman dengan ucapan Linda.

"Apa yang mba Linda katakan,," Ucap Aura.

"Aura, mba tidak ingin mas Brian jatuh ketangan wanita yang salah diluar sana. Selama kondisi mba masih seperti ini, mba tidak yakin rumah tangga kami akan bertahan,," Air mata Linda kembali tumpah. Dia semakin terisak.

Aura hanya diam, dia masih mencerna ucapan Linda.

"Mba mohon, jaga mas Brian untuk mba selama mba berobat disana. Setidaknya mba bisa tenang meninggalkan mas Brian selama berobat, kalaupun nantinya mba akan meninggal, mba bisa meninggal dengan tenang karna mas Brian berada ditangan yang tepat,," Linda kembali menggenggam tangan Aura.

Kali ini Aura berfikir keras. Dia tidak tega dengan Linda. Namun dia juga mengkhawatirkan nasibnya dengan Erlan.

Bagaimana mungkin Aura menikah dengan Brian, sedangkan Aura dan Erlan saling mencintai. Jika itu terjadi, dia tidak hanya menyakiti dirinya sendiri, tapi juga akan menyakitin perasaan Erlan dan juga Brian.

"Mba mohon, tolong mba untuk yang terakhir kalinya,," Linda kembali memohon.

"Jika mas Brian jatuh ke pelukan perempuan lain, mungkin mas Brian akan meninggalkan mba sekalipun saat mba sudah sembuh. Kalaupun nantinya mba meninggal, mba tidak rela jika mas Brian mendapatkan wanita yang salah,,"

"Aura mohon, pertimbangkan lagi ucapan mba. Aura tidak mungkin menikah dengan kak Brian,," Ujar Aura

"Cuma kamu yang bisa mba percaya, cuma kamu yang mba punya. Mba tidak tau lagi harus berbuat apa,," Linda menundukan kepalanya.

"Aku akan menjaga kak Brian disini, tapi tidak harus dengan menikah dengan kak Brian mba,," Ucap Aura.

Linda turun dari ranjang, dia langsung bersimpuh dikaki Aura.

"Mba mohon,, tolong mba,," Ucap Linda dengan terisak.

"Apa yang mba lakukan,," Aura jongkok dan membangunkan Linda. "Jangan seperti ini mba,," Ucapnya.

Tangis Linda semakin pecah.

"Kenapa,,?? Kenapa hidup ini tidak adil,, kenapa harus aku yang mengalami semua ini. Kenapa harus aku yang sakit,, kenapa Aura,,, kenapa,,,??!" Teriak Linda, dia mengguncang guncang kedua lengan Aura.

Aura memeluk Linda, dia ikut larut dalam tangisnya. Dia tidak tega melihat Linda seperti itu. Hatinya bimbang, selama ini Linda sudah banyak membantunya. Mungkin dengan menyetujui permintaan Linda, itu bisa membalas kebaikam Linda selama ini.

Tapi Aura tidak ingin mengorbankan kebahagiaannya, dan menyakiti perasaan Erlan.

"Aura mohon, tenangkan hati dan pikiran mba. Aura akan mempertimbangkan semua itu, tapi Aura butuh waktu untuk menjawabnya,,," Ujar Aura.

Aura kembali ke kamarnya setelah Linda terlelap. Aura duduk dibalik pintu kamar dan menangis sejadinya.

Hatinya hancur, dia dalam posisi yang sulit saat ini. Linda dan Erlan sama sama penting bagi hidupnya. Dia tidak ingin memilih salah satu dari mereka dan membuat satu pihak kecewa.

Ingin rasanya Aura menolak permintaan Linda, namun hatinya terlalu lembut untuk menyakiti perasaan Linda. Tapi jika Aura menyetujuinya, maka Erlan yang akan tersakiti.

Jika Linda mengatakan bahwa hidup ini tidak adil baginya, maka itupun akan terjadi pada Aura jika dia tidak bisa hidup bersama laki laki yang dia cintai, karna harus menikah dengan Brian.

Terkadang takdir memang seperti lelucon yang sedang mempermainkan hidup kita. Tapi takdir tau mana yang terbaik untuk hidup kita meskipun awalnya seperti lelucon.

Sebenarnya hubungan Aura dan Erlan juga tidak ada kejelasan. Mereka sudah berbulan menjalin hubungan, tapi sekalipun Aura belum pernah dikenalkan dengan orang tua Erlan. Bahkan Erlan pun tidak pernah membahas tentang orang tuanya didepan Aura.

Aura bisa menebak jika Erlan tidak ingin orang tuanya tau dia memiliki hubungan dengan wanita sepertinya yang tidak jelas asal usulnya. Sedangkan Erlan berasal dari keluarga kaya dan terpandang.

Tapi Aura melihat ketulusan dalam diri Erlan. Selama ini Aura selalu berfikir positif, mungkin Erlan akan mengenalkan dia dengan keluarganya disaat yang tepat.

Perlahan Aura beranjak dari duduknya, dia pindah ke ranjang dan merebahkan tubuhnya.

Dengan mata yang sembab, hati yang terluka dan pikiran yang kacau, Aura mencoba memejamkan matanya agar terlelap.

****""****

Jangan lupa mampir dikarya Author yang berjudul "Merebut Cinta Presdir"

Terimakasih sudah membaca novel ini, jangan lupa tinggalkan like dan komennya yah agar Author semakin semangat melanjutkan novel ini.

jika ada salah salah kata, mohon beri kritik dan sarannya🙏.

1
Mei Prw
luar biasa
Arsuni Gustaf
jadi gj suka sana Aura....kok dk mau jujur sana Erlan.
Soraya
mksh
Soraya
mksh ya thor karyanya👍
Soraya
sepertinya Aura cuma dimanfaatin untuk punya anak doang sm Linda dn Brian
Soraya
pa kbr nya sm Linda thor
Soraya
bingung mau saran jempol aja thor
Dewi Rusiyanti
no
Ibelmizzel
aku mampir ni Thor 💪💪💪
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak👍
sherly
yg tenang ya linda jgn gentayangan
sherly
dulu Linda sekolah seni makanya pandai bersandiwara
sherly
kamu nanya segitu marahnya Brian Ama kamu aura? mikir aja sendiri oon banget
sherly
mama Linda jgn2 si Mirna.. kalo iya artinya Linda dan aura saudara tiri
sherly
ngapain sama er ortunya ngk setuju mendingan Ama ricko ortunya syg Ama kamu
sherly
luar biasa juga Brian nih sanggup HBS Ama aura Trus ke Linda dihr yg sama ngk satu kali tp bisa berkali kali.. mantap vitaminnya ya pak... hahaha
sherly
indah bener hidupmu Brian...
sherly
astaga dgn segala rencana kalian yg enak tetep aja Brian dpt 2 bini.. capek lah kamu ngurusin mereka diranjang hahahha
sherly
kirain kabar baik apa. .. eh ternyata er batal tunangan kayaknya itu ngk kabar baik deh Krn aura dah sepenuhnya istri brian
sherly
malang nasibmu aura diranjang aja dia manggil sayang eh giliran ada ditempat umum malah ngk di lirik sekalipun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!