~Adult Romance
~Tidak cocok untuk yang masih unyu-unyu, akan berefek samping dewasa sebelum waktunya
Bagaimana rasanya setelah empat tahun berpacaran, tanpa sepengetahuanmu kekasihmu berselingkuh dengan sahabatmu sendiri, lalu meninggalkanmu dan menikahi sahabatmu? Sakit? Marah? Kecewa? Pasti! Itulah yang dirasakan Aster.
Namun, ketika Aster sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Tiba-tiba mantannya hadir kembali sebagai pelamar kerja di perusahaannya. Akankah cinta lama bersemi kembali atau Aster memilih dengan lelaki pilihan orang tuanya? Bagaimana Aster menghadapi mantannya diperusahaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.Kang Chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ambang kehancuran
Drrt Drrt Drrt
Ponsel diatas meja kerja terus bergetar, Aster tidak bermaksud berbicara dengan siapa pun. Saat ini, dirinya hanya ingin menyendiri dan menenangkan pikiranya.
Langit sudah berganti warna menjadi gelap. Aster melangkahkan kakinya menuju basment, matanya terbelalak melihat keempat ban mobilnya kempes. Aster hanya bisa menghela nafasnyaa.
Gaishan yang mengendarai motor hendak keluar besmant berhenti depan Aster. Gaishan membuka kaca helmnya. Melirik ke mobil Aster yang bermasalah.
"Naiklah," ujar Gaishan sambil memberikan kode dengan kepalanya untuk naik motornya.
"Aku naik taxi saja!" jawab Aster sambil memegang ponselnya.
Gaishan langsung turun dari motornya sambil membawa helm dijok motornya, lalu memasangkan dikepala Aster.
Deg
Deg
Deg
Kedua insan itu saling berpandangan. Aster sedikit terbuka mulutnya. Gaishan tidak dapat mengontrol dirinya jika terus memandang Aster, segera ditarik tangan Aster menuju motornya. Aster pun menuruti dan duduk dijok belakang.
"Aku akan ngebut! berpegangan!"ujar Gaishan sambil menarik tangan Aster ke perutnya.
Aster menuruti dengan penuh kebingungan, Gaishan menyalankan motornya keluar dari besmant membelah jalanan malam. Aster memeluk erat Gaishan saat motor melaju dengan kencang.
Ini adalah rasa yang salah! tapi aku menginginkannya! bisik hati Gaishan.
Kenapa bukan dulu kita berada dimotor yang sama dan berboncengan seperti ini, bisik hati Aster.
Perjalanan yang penuh keheningan diantara keduanya, membuktikan satu hati ada ketertarikan. Gaishan berhenti didepan loby apartemen, Aster langsung mengurai pelukannya. Membuat Gaishan merasakab kehilangan. Aster turun dari motor, dan menyerahkan helmnya.
"Terima kasih Gaishan!" ucap Aster.
"Kamu bisa memintaku untuk menjemputmu besok," ujar Gaishan menatap dalan manik Aster.
"Tidak apa! aku akan meminta montir mengirim mobil ke apartemen besok pagi," ujar Aster membuat Gaishan sedikit tidak senang.
----------*****----------
Seorang lelaki yang berusia 50 tahun memasuki ruangan Aster dengan tegap. Garis ketampanan membuatnya tidak nampak 50 tahun. Lelaki itu menyapa Aster dengan suara bass.
"Aster! cepat ke ruang rapat pemegang saham!"ujarnya
"Ayah! bukannya minggu depan rapat pemegang saham?" tanya Aster.
"Saat ini kita butuh menyakinkan para pemegang saham mengenai kasus yang menimpamu!" ujar lelaki yang dipanggil ayah oleh Aster.
"Baiklah ayah! aku akan segera ke ruangan rapat, " ujar Aster sambil merapihkan tempat kerja.
--------*****-------
Rapat pemegang saham dimulai, para investor sudah duduk dimeja bundar. Mereka tampak serius menanggapi isu yang terjadi. Ayah Aster yang berkedudukan sebagai pemilik perusahaan sekaligus komisaris, memulai rapat.
"Saya suka berinvestasi diperusahan ini! saya tidak menapikan keuntungan yang selama ini saya dapat! oleh karena itu, saya ingin bu Aster menjelaskan kebenaran isu tersebut di rapat ini," jelas seorang investor yang bijak.
"Baiklah, pak Harun. Memang hal tersebut yang ingin kita bahas disini! Direktur muda kita akan menjelaskannya." Jawab ayah Aster.
"Tapi saya pribadi memiliki pandangan lain! saya ingin tetap investasi disini dengan syarat direktur muda diberhentikan dan diganti!" ujar seorang investor membuka suaranya.
"Baik! saya berbicara sebagai investor saat ini! kondisi saat ini berganti atau tidaknya direktur tidak menjamin akan merubah citra perusahaan ini!"Aster angkat bicara.
"Kalau begitu, usaha apa yang sudah diusahakan oleh bu Aster menanggapi isu tersebut?" tanya seorang investor.
"Sejauh ini saya masih mengamati! saya tidak mau mengambil tindakan gegabah! " ujar Aster.
"Justru bu Aster harus bertindak cepat bukan hanya diam menunggu takdir! Jika anda seperti ini, berarti anda tidak kompeten sebagai direktur!" tindas seorang investor tersenyum kecut.
Aster terdiam menanggapi perkataan investor tersebut. Ayah Aster sangat menyayangi anaknya, tidak tega melihat Aster terluka.
"Baiklah saya pertimbangkan melakukan voting disini mengenai jabatan direktur!" tegas Ayah Aster.
_
_
_
_
Bersambung...
wkwkwk...🤣😆
jdi please ya jngan gampang dipinterin sama model2 yg begituan
itu cwok mng gak tahu diri bgd yak...udah penghianat,pengecut,pecundang...wes lah hempaskan ke laut aja tuh mereka berdua😡
🤣
mgkin setelah ini km baru mkir gimana sakitnya aster wktu dlu kalian khianatin😁