NovelToon NovelToon
MENDADAK NIKAH

MENDADAK NIKAH

Status: tamat
Genre:Terpaksa Menikahi Murid / Tamat
Popularitas:241.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: GuloJowo

BY : GULOJOWO NOVEL KE-8 😘

BRAAKK!!

Suara pintu yang di dobrak dengan keras membuat seorang laki-laki yang berprofesi sebagai guru BK itu membelalakkan matanya karena terkejut.

"APA YANG BAPAK LAKUKAN?!" Teriakan seorang kepala sekolah yang menjadi atasannya membuat laki-laki itu kesulitan menelan ludahnya.

"Ti-tidak pak, saya tidak melakukan apapun. Sumpah!" Laki-laki itu mengangkat kedua tangannya ke atas. Namun sayangnya tidak ada yang percaya dengan omongannya itu saat melihat seorang gadis yang tergeletak tak sadarkan diri dengan kondisi baju seragamnya yang sudah terbuka keseluruhan kancingnya.

Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Yuk ikuti kelanjutannya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GuloJowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 27

Karena kesadarannya yang sudah semakin menghilang akibat dari pengaruh obat yang dicampurkan oleh Mama Davira ke dalam jus alpukat, tanpa sadar Pak Ivan melangkahkan kakinya menghampiri sang istri. Bentari yang saat itu sibuk mengipas-ngipaskan tangannya untuk mengusir rasa gerah yang masih melekat di tubuhnya, tidak menyadari bahwa suaminya sudah semakin dekat dengannya.

"Ta-Tari," Suara Pak Ivan terbata menahan gejolak di dalam tubuhnya yang tiba-tiba saja melonjak.

Mendengar namanya dipanggil, Bentari reflek menoleh dan mendapati suaminya itu sudah berada di dekatnya.

"Ap-apa masih panas?" Pertanyaan Pak Ivan hanya dijawab anggukan kepala oleh istrinya. "Sini aku bantu tiupin." Pak Ivan langsung merengkuh kedua bahu polos istrinya. Dan sentuhan itu sukses membuat kedua insan yang sedang dalam pengaruh obat merasa seperti tersengat aliran listrik bertegangan tinggi. Keduanya pun sama-sama memejamkan mata menikmati sentuhan itu.

Pak Ivan kembali membuka matanya. Dipandanginya wajah cantik sang istri yang masih terpejam seraya menggigit bibir bawahnya. Dan apa yang dilakukan oleh istrinya itu sukses membuat jiwa Pak Ivan semakin bergejolak. Perlahan Pak Ivan menunduk mengarahkan wajahnya ke ceruk leher sang istri. Disingkapnya rambut sebahu istrinya itu dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya masih berada di bahu polos sang istri.

Perlahan tapi pasti Pak Ivan mulai meniup ceruk leher istrinya. Dan itu sukses membuat Bentari semakin merapatkan pejaman matanya dan juga semakin kuat menggigit bibirnya. Pak Ivan yang melihat itu semakin kalang kabut. Seolah-olah ada yang ingin meledak di dalam jiwanya. Pak Ivan yang sudah terlena dan mulai menipis kesadarannya semakin mendekatkan wajahnya ke leher sang istri.

Cup! Akhirnya satu kecupan mendarat cantik di leher Bentari. Dan lagi-lagi sentuhan itu membuat keduanya seperti tersengat aliran listrik. Keduanya sama-sama kembali memejamkan matanya menikmati sentuhan itu lagi.

Cup! Lagi, Pak Ivan kembali mengecup leher istrinya. Karena tidak ada penolakan dari sang istri, Pak Ivan beralih mengecup bahu polos istrinya. Sekali lagi istrinya itu hanya diam saja tanpa memberikan penolakan. Karena merasa bahwa istrinya itu sudah memberikan lampu hijau, Pak Ivan langsung beralih mengusap bibir ranum sang istri yang nampak menggoda dengan ujung jempolnya.

"Ap-apa boleh?" Meskipun kesadarannya sudah semakin menipis, Pak Ivan tidak lupa meminta izin terlebih dahulu kepada istrinya itu.

Bentari perlahan membuka matanya dan pandangan keduanya pun bertemu. Keduanya saling menatap sayu. Perlahan Bentari menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dirinya memberikan izin kepada suaminya. Entah sadar atau tidak, yang pasti saat ini dirinya juga menginginkan sesuatu yang lebih.

Setelah mendapat lampu hijau dari istrinya. Pak Ivan langsung mendekatkan wajahnya dengan wajah sang istri. Cup! Bibir keduanya bertemu. Sejenak mereka terdiam karena tidak tahu harus melakukan apa. Namun mereka berdua mulai menggunakan insting masing-masing. Keduanya pun sama-sama membuka bibirnya untuk memberikan akses kepada lawannya. Dan akhirnya mereka mulai mengeksplor ciumannya hingga ke dalam.

Pak Ivan perlahan membimbing tubuh istrinya hingga mencapai tempat tidur. Didudukkannya tubuh istrinya itu di pinggir ranjang. Tangan pak Ivan terulur menyentuh handuk yang masih tersemat di tubuh sang istri.

"Boleh?" Tanya Pak Ivan lagi meminta izin. Dan lagi-lagi istrinya itu mengangguk. Tanpa menunggu lagi Pak Ivan langsung membuka selembar handuk yang masih membungkus tubuh istrinya kemudian melemparnya begitu saja. Akhirnya Bentari saat ini polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.

Pak Ivan perlahan membaringkan tubuh istrinya itu ke atas tempat tidur, kemudian dirinya langsung mengungkung tubuh sang istri. Dan keduanya pun kembali berciuman. Sentuhan demi sentuhan lembut pak Ivan berikan agar istrinya itu merasa rileks. Ciuman pak Ivan perlahan turun ke leher jenjang istrinya dan meninggalkan beberapa tanda cintanya di sana. Setelah itu berpindah ke dada polos istrinya. Dua bukit kembar istrinya itu nampak menari-nari di pelupuk matanya. Langsung saja tanpa membuang waktu, Pak Ivan langsung menyergapnya dan bermain-main di kedua bukit sang istri. Layaknya menemukan mainan baru, Pak Ivan terlihat sangat bersemangat.

"Aaaahh!" Tanpa sadar Bentari m3nd3$@h membuat Pak Ivan semakin bersemangat menciptakan bintang-bintang berkelipan di dada sang istri. Lagi, ciuman itu semakin turun ke bawah. Pak Ivan pun tak lupa meninggalkan banyak bekas kecupan di perut rata istrinya. Semakin ke bawah lagi, kali ini tangan Pak Ivan yang bermain-main di sana. Mengusapnya dengan pelan penuh kelembutan. Saat tangan Pak Ivan terasa basah, Pak Ivan langsung meminta izin kepada istrinya. Dan lagi-lagi sang istri hanya mengangguk pasrah.

Setelah mendapat persetujuan dari sang istri, Pak Ivan segera melepaskan celana pendek yang sejak tadi masih melekat di tubuhnya. Celana itu langsung melayang entah ke mana. Ditekuknya perlahan kedua kaki istrinya dan pak Ivan bersiap melakukan penyatuan. Perlahan tapi pasti, Pak Ivan mengarahkan miliknya ke depan milik istrinya kemudian mendorongnya pelan-pelan.

"Auw, ssssttt! Sakit!" Ringis Bentari karena merasakan sakit di pusat tubuh bagian bawahnya.

"Maaf, aku akan pelan-pelan." Ujar pak Ivan menarik kembali miliknya. Namun tak lama kemudian Pak Ivan kembali lagi mencoba memasukkan miliknya ke dalam milik istrinya. Kali ini Pak Ivan tidak peduli lagi dengan teriakan dan juga jeritan istrinya yang merasa kesakitan karena Pak Ivan sudah merasa seperti di ujung tanduk. Dengan sekuat tenaga Pak Ivan langsung mendorong miliknya hingga keduanya berhasil menyatu dengan sempurna.

Bleeeeesshh!!

"Aaaahhh!" D3$@h keduanya saat berhasil melakukan penyatuan. Sejenak mereka terdiam menikmati penyatuan itu. Air mata Bentari terlihat membasahi kedua pipinya. Diusapnya pelan oleh Pak Ivan dengan jempolnya lalu memberikan kecupan di kedua mata sang istri bergantian.

Setelah sang istri tenang, Pak Ivan mulai menggerakkan tubuhnya perlahan hingga semakin lama dirinya semakin menambah ritme gerakannya karena pengaruh obat itu semakin membuat kesadarannya menghilang. D3$@h@n dan 3r@n9@n keduanya terdengar memenuhi kamar itu. Suhu tubuh mereka pun semakin meningkat. Peluh menetes membanjiri tubuh kedua insan yang saat ini sedang berpacu untuk menggapai puncak kenikmatan bersama.

Suara kilatan petir terdengar menyambar-nyambar di luar sana. Dan perlahan air hujan mulai turun membasahi bumi. Sesuai dengan perkiraan cuaca Mama Davira tadi yang berharap turunnya hujan di malam ini agar suasana menjadi semakin syahdu.

Akhirnya malam itu keduanya berhasil menyatu dengan ditemani rintik hujan yang menjadi melodi dan saksi atas penyatuan mereka.

*****

*****

*****

Astaghfirullah panas dingin emak ngetik bab ini 😩 Piyee, udah dapet klimaksnya belom? 🤪🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih

1
Umi Syafaah
egois banget di tari
Umi Syafaah
Luar biasa
Umi Syafaah
kalo dilihat dari penulisan kata2nya, seperti nya ini kisahnya menarik,
Wiek Soen
😭😭😭😭 nyesek pasti ayo Syifa tolong ayah mu
Wiek Soen
akhirnya terungkap juga, berbohong demi kebaikan pk Ivan
Wiek Soen
innalilahi wa'inaillaihi roji'un bapak nya Syifa kecelakaan 😭😭😭
Wiek Soen
sami sami Thor, kayaknya kok sdh agak lama ya novel ini
Cahya Durrah
Luar biasa
Darmawangsya Darmawangsya
kapan up
Darmawangsya Darmawangsya
benar2 sama cerita dan judulnya sampai 2 kali terjadi
Darmawangsya Darmawangsya
benar2 sama cerita dan judulnya sampai 2 kali terjadi8
Darmawangsya Darmawangsya
benar2 sama cerita dan judulnya sampai 2 kali terjadi
Darmawangsya Darmawangsya
munkin wanita bersuami maksudnya
Darmawangsya Darmawangsya
inimi yang ditunggu,dan penyesalan Tari nantinya
Darmawangsya Darmawangsya
jangan dipaksakan
Darmawangsya Darmawangsya
ngapain mencinrai istru sprti itu.udh tinggalin aja
Darmawangsya Darmawangsya
betul banget
Darmawangsya Darmawangsya
lumayan lah
Darmawangsya Darmawangsya
semoga ivan mengalah dan melepas Bentari
Darmawangsya Darmawangsya
emang belum ada pacarnya Vid .
ambil aja,biar Bentari nyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!