(SEDANG DI REVISI ULANG)
"Ibnu Atmajaya" Adalah seorang pengusaha yang sukses. Ia sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahan yang ia lanjutkan dari sang papa sejak usia nya menginjak 26 tahun. Dan kini usianya sudah menginjak yang ke 36 tahun. Dia terkenal sebagai orang yang sangat datar dan dingin. Apalagi dengan orang yang baru dikenalnya. Dia sudah berstatus sebagai suami dari seorang wanita yang bernama Renata Fadilla. Seorang dosen di fakultas XXXXX.
"Laras Safitri" Adalah salah satu mahasiswa dimana Renata mengajar. ia orang yang sangat pendiam.
Suatu hari, dia sedang tertimpa masalah. Mamanya masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi. Dia sangat kebingungan harus mencari biaya operasi untuk operasi mamanya. Karna berasal dari keluarga yang tidak mampu, membuat ia kesulitan mendapatkan uang.
Tapi dia akan melakukan apapun saat seorang dosen bersedia membantunya namun dosen itu mengajukan syarat ke pada nya.
Ya... syarat nya adalah...
Dia harus menikah dengan suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
...happy reading !!!...
...🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️...
Karena ini hari libur, Laras pun bersantai berbaringan diatas ranjang kamar nya. Rasanya ia enggan untuk memulai aktivitas nya membereskan rumah, Ia masih merasa betah berguling guling di atas ranjang sambil mencari cari acara televisi yang bagus.
Tiba tiba perut nya terasa sangat lapar karena memang jam 2 pagi tadi dia tak jadi memakan sedikitpun nasi goreng yang dibuat nya. Beranjak bangkit dan mematikan saluran televisi. Ia pun melangkah keluar kamar menuju dapur untuk mencari makanan.
Saat dia menapaki anak tangga terakhir, ia melihat Devan sedang duduk di kursi meja makan. Devan yang menyadari kedatangan Laras pun menoleh kan kepala nya melihat ke arah Laras.
"Hey..Ras... Kau sudah bangun ???" Tanya devan.
Seolah tak perduli dengan pertanyaan Devan. Laras pun langsung menuju ke arah kulkas dan membuka nya. Tak ada satu pun yang bisa dimasak nya. Laras pun menutup pintu kulkas kembali.
Saat dia baru membalikkan tubuh nya hendak pergi dari dapur, Renata datang bersama ibnu.
"Hay ras..." Sapa Renata.
Laras hanya tersenyum tipis membalas sapaan Renata. Ia pun berlalu pergi meninggalkan dapur karena dia sedang tidak ingin melihat wajah suami nya itu.
Renata dan Ibnu pun mendudukkan diri nya di kursi meja makan bergabung dengan Devan. Ibnu terus menatap kepergian Laras sampai tubuh mungil perempuan itu tak terlihat lagi.
...*****...
Laras mendudukkan tubuh nya di kursi taman belakang dan menghirup dalam dalam udara segar di pagi hari. Untuk sejenak saja ia akan melupakan takdir yang tidak pernah berpihak kepada nya. Memejamkan ke dua mata nya dan menarik nafas nya panjang. Ia ingin melupakan semua rasa perih di hati nya sebentar saja.
Tuhan.... kuat kan aku. Ucap nya dalam hati.
Devan pun datang dan menghampiri Laras yang sedang duduk di kursi taman. Ia tersenyum tipis melihat perempuan yang diam diam tengah dirindukan nya selama ini. Suatu kebetulan untuk nya bisa langsung bertemu dengan perempuan itu di rumah ini, atau memang Tuhan sudah menakdirkan pertemuan mereka.
Mendudukkan tubuhnya di samping Laras sambil menatap lurus ke depan. "Udara pagi memang seger banget ya." Ujar Devan ber-basa basi
Menoleh ke arah kanan dan melihat sosok laki laki tampan yang dulu pernah mengisi hati nya. "Kamu ngapain kesini." Tanya Laras sambil kembali menatap ke depan.
"Pengen menghirup udara seger juga." Ujar nya lalu menoleh menatap Laras. Ditatap nya dalam wajah perempuan itu dari samping. Ada kerinduan yang mendalam yang sedang dirasakan nya. Ia merindukan gadis SMA yang dulu menghiasi hari hari nya. Rindu canda tawa nya, riang nya, bawel nya, manja nya, yang hanya ditunjukkan nya kepada nya seorang.
"Ras..." Panggil nya dengan tetap memandang wajah manis gadis nya dulu dari samping.
Menoleh ke arah Devan yang memanggil nya. Tanpa sengaja mata mereka kembali bertemu. Mata mereka saling memandang dalam dalam. Cukup lama, sampai mereka sendiri yang menyadari dan memutus pandangan dalam itu. Gugup satu sama lain, kini suasana berubah menjadi sangat canggung.
"Kenapa kau memanggilku." Tanya Laras yang mencoba menghilangkan rasa canggung di antara mereka.
"Tidak, hanya ingin memanggil mu." Ujar Devan.
Kata kata itu, kenapa kembali ia dengar. Setelah sekian lama. Laras berusaha melupakan semua kata kata manis Devan yang selalu membuat nya tersipu malu. Dulu Devan seringkali memangil Laras. Tapi saat Laras menoleh dan bertanya, "Iya kenapa memanggilku." Devan selalu berkata "Tidak, aku hanya ingin memanggil mu saja"
"Ras..." Devan kembali memanggil.
Tapi Laras hanya diam tidak menjawab.
"Ras.. kenapa tidak dijawab ??? " Tanya Devan.
"Cukup Devan." Bentak Laras yang kemudian bangkit dan berdiri di depan Devan.
Devan pun ikut bangkit dan kini mereka pun saling berhadap hadapan.
"Kenapa ???" Tanya Devan lagi.
"Tak perlu kau mengingatkan ku dengan masa lalu yang sudah aku lupakan." Kecam Laras.
"Ras..." Ujar Devan lalu meraih ke dua tangan Laras dan menggenggam nya. "Maaf kan aku, karena aku sudah menyakiti hati mu. Sungguh, aku sama sekali tak bermaksud menyakiti mu dan meninggalkan mu." Ujar Devan dengan tulus.
"Ras.. aku.. aku masih mencintai mu. Jujur selama ini aku tidak bisa melupakan mu. Semakin aku berusaha melupakan mu, semakin aku tersiksa Ras. Aku mohon, tolong izinkan aku untuk menebus kesalahan ku sekarang. Aku akan membuat mu bahagia, kita akan bahagia seperti dulu lagi Ras..." gumam Devan.
Satu bulir air bening jatuh meluncur dari pelupuk mata Laras. Mengingat dulu ia sangat bahagia menjadi kekasih seorang mahasiswa yang tak lain adalah Devan. Dulu Laras masih sekolah kelas dua SMA. Hari hari nya terasa begitu indah, Ia merasa dirinya saat itu adalah wanita paling bahagia di dunia ini ketika berpacaran dengan Devan.
selama satu tahun mereka menjalin kasih. Sampai suatu hari orang tua Devan mengetahui hubungan mereka. Orang tua Devan mencari tau semua tentang gadis yang di pacari putra nya itu. Dan pada akhir nya orang tua Devan mengetahui bahwa Laras adalah anak dari seorang janda yang tak memiliki kekayaan apa pun. Kedua orang tua Devan memiliki rencana untuk memisahkan Devan dengan Laras. Orang tua Devan mempermalukan Laras di acara pesta ulang tahun Devan saat itu. Ia menghina dan memutuskan hubungan mereka secara paksa. Laras benar benar malu dan sakit hati karena kekasih nya Devan sama sekali tak menolong dan membela nya sedikit pun. Devan tak kuasa melawan ke dua orang tuanya yang mengancam nya akan melukai Laras dan mama nya.
Menarik tangan nya yang berada di genggaman tangan Devan. Kemudian ia melangkah mundur menjauhkan diri nya dari lelaki di depan nya itu. Mata nya menatap kosong mengelilingi taman bunga yang indah itu demi tak bertatap muka dengan nya.
"Maaf Dev, aku tidak bisa. aku tidak bisa memberi mu kesempatan untuk kau menebus apa pun dariku. kau tidak pernah salah. Yang salah adalah aku yang terlalu berharap untuk memiliki cinta mu. Orang tua mu benar. Aku tak akan pernah pantas bersama mu. Jadi, lupakan perasaan mu padaku. Kita tidak akan pernah bersama." ujar Laras pada laki-laki itu
"Tapi ras aku..."
"Cukup Dev, Satu hal yang sangat aku harap kan di dunia ini. Yaitu tidak akan pernah bertemu dengan mu lagi." Ujar nya lirih. Air mata nya pun semakin deras mengalir di ke dua pipi mulus nya.
Tiba tiba Devan memeluk tubuh Laras dengan sangat erat. Menenggelamkan wajah nya di Tengkuk perempuan itu. Ia pun menumpahkan air mata nya disana. Meregangkan pelukan nya demi menatap wajah Laras dan menangkupkan ke dua tangan nya di pipi perempuan itu.
"Tatap mata ku dan katakan padaku jika kau tidak mencintaiku lagi Ras.." Ujar nya dengan bibir bergetar. Hati nya terasa sangat sakit mendengar perkataan Laras yang tak ingin lagi bertemu dengan nya.
"Aku... A... aku.."
.
.
.
.
.
...*******...
aku up banyak ya hari ini gaes 😀
Jadi dukungan nya juga harus banyak loh 🤣😋😋
Jangan pelit pelit ya yang punya poin banyak 🤣🤣🤣 hahahahahhhh
see yuuu... ❤️❤️❤️ aku mo istirahat dulu ya gaes.. Aku akan up lagi besok 😊😊
babayyyyh....😘😘😘***
yg harusnya cerai tu renata krn dia yg g bs ksh anak