NovelToon NovelToon
LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Hamil di luar nikah / Selingkuh / Tamat
Popularitas:935.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: weni3

Lily, kenyataan memporak-porandakan hatinya....
Melihat pria yang ia cinta melamar kakak kandungnya. Nyatanya cinta hanya indah di kata saja, namun takdir begitu memilukan.
Dan kini akibat kejadian tak terduga benih calon ipar telah bersemayam rapi di rahimnya.
"Kelak dia akan menjadi anak gue!"
"Tapi gue ibunya!"
Mampukah Lily terus bertahan dalam bayang-bayang Brian?
Dan mempertahankan hak asuh atas bayinya kelak?

Ig weni3

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Lily memejamkan mata merasakan mual yang begitu menyiksa. Sebelumnya ia suka minum susu, hampir tiap pagi ia minum susu buatan Mommy. Tapi faktor hamil membuatnya menolak segala makanan dan minuman yang berdampak mual. Dan tanpa penolakan Lily menerima segala perhatian dari Brian.

Terlalu pusing bagi Lily jika ia harus memikirkan perasaan Aara yang jelas-jelas tidak memikirkannya sama sekali. Menjadi manusia bodo amat mungkin lebih baik jika terlalu memikirkan tapi malah di sakiti berkali-kali lipat.

"Makasih Kak," lirih Lily dengan melengkungkan bibir pucat nya.

"Gue buatin susu lagi ya, kasian dia kalo kurang asupan. Apalagi kata mommy tadi loe nggak bisa makan siang. Atau mau gue bawain makan malam sekalian?" tanya Brian dengan lembut. Sikapnya membuat Aara hanya bisa menghela nafas berat lalu kembali ke kamar.

"Eemm.....Brian sebaiknya Mommy saja yang buatkan biar sekalian Mommy mau minta si mbok untuk membersihkan ini." Mommy Andin cukup mengerti perasaan Aara, beliau tidak ingin Aara salah paham dengan sikap suaminya dan berpikir Lily merebut perhatian Brian dari dia.

Brian pun serba salah, di satu sisi dia masih sangat khawatir dengan keadaan Lily tapi dia pun tidak enak dengan Mommy dan takut Mommy Andin curiga. Brian menoleh ke arah Lily, melihat Lily yang sedikit mengangguk membuat Brian mengiyakan ucapan Mommy.

"Brian ke kamar dulu Mom." Brian segera keluar dari kamar Lily menuju kamarnya. Kemudian Mommy pun pamit untuk membuatkan susu.

"Hhuuuuhhff......Jangan rewel terus donk sayang!Bunda nggak bisa makan apapun kalo begini terus. Kasihan kamu nya nak!" lirih Lily dengan mengusap perutnya. Rasa mual menyebabkan kepalanya pusing hingga tak terasa Lily terlelap sampai pagi.

...🍀🍀🍀...

Pagi ini seperti biasa Lily begitu mual hingga tak tahan dan menangis terduduk di lantai kamar. Ternyata hamil begitu berat ia rasakan. Andai ada suami mungkin sedikit menjadi pelipur untuknya.

Perlahan Lily kembali bangkit, tubuhnya begitu lemas dengan wajah yang sudah pucat. Lily lanjut membersihkan diri dan segera turun ke bawah untuk membuat teh hangat. Mungkin dengan minuman hangat akan membuat mualnya sedikit mereda.

Keluar kamar berbarengan dengan Aara yang terlihat sudah rapi. Lily tak ada niat untuk menyapa begitupun dengan Aara yang hanya fokus dengan ponselnya seperti sedang mengirim pesan. Namun senggolan dari Aara membuat tubuh Lily terhuyung jika tidak ada tangan seseorang yang segera menahan tubuhnya yang masih lemas.

"Aara, jalannya hati-hati! Loe nggak liat di sini ada Lily?" tegur Brian yang tak mengerti apa maksud dari sikap Aara.

"Gue nggak sengaja, lagian cuma pelan. Dianya aja yang lemah atau memang sedang mencari perhatian?"

"Aara!" Brian benar-benar geregetan dengan sikap Aara, wanita itu benar-benar berubah. Bahkan Brian hampir tidak mengenal Aara dengan baik seperti dulu.

"Udah kak, kak Aara memang benar. Gue terlalu lemah, hati gue lemah sampai nggak tega memperjuangkan hak gue sendiri demi orang yang gue sayang!" Lirih Lily, matanya berkaca-kaca menatap Aara yang kini juga melihatnya dengan mata yang mengembun.

"Kelemahan loe buat loe gampang di bodohi orang! Kelemahan loe buat loe gampang di manfaatkan orang! Hidup itu cuma sekali, harusnya loe manfaatin itu, bukan malah sok dermawan dengan menggadaikan perasaan loe! Gue tau sejak dulu loe suka sama Brian, gue tau sejak dulu loe cinta sama dia, tapi loe terlalu munafik! Loe mengalah hanya karena gue bilang gue tertarik sama Brian!"

"Itu Karena gue sayang sama loe kak! Itu Karena gue menghargai perasaan loe! Loe kakak gue!" kesal Lily dengan nada tinggi.

"Bukan berarti loe diam aja saat semua orang ngatur hidup loe! Bukan berarti loe sayang sama gue terus loe ikhlas semua yang loe punya buat gue! Dan jangan salahin gue kalo semua yang loe punya bakal gue rebut secara paksa! Dan gue minta sama loe, hapus rasa sayang loe sama gue! Dan mulai saat ini anggap kita bukan saudara!" tegas Aara dengan air mata yang tak mampu lagi terbendung. Ia segara pergi bahkan sampai di bawah pun tak menghiraukan panggilan dari Mommy yang sedang menata makanan di meja makan.

Hati Lily begitu hancur, tubuhnya hampir-hampir terjatuh jika tidak ada Brian di sampingnya yang menahan. "Apa salah gue kak ....Kenapa kak Aara tega bicara begitu sama gue? Kenapa Kak?"

"Sssttt....Tenang Lily, loe nggak salah! Sebagai adik loe bakal ngelakuin apapun untuk ke bahagiaan kakaknya. Dan itu benar meski cara loe nggak gue benarkan....." Brian mencoba menenangkan Lily. Dia pun masih tidak menyangka Aara berbicara seperti itu pada adiknya sendiri. Orang yang begitu dekat dan memiliki hubungan darah tapi tega memutuskan persaudaraan tanpa alasan.

"Tapi kenapa Kak Aara.... hiks.....hiks ...." Lily memeluk Brian dan menumpahkan segala rasa sakit di dadanya. Tangisnya pecah mengingat ucapan Aara yang memintanya untuk memutuskan tali persaudaraan. Sedangkan bagi Lily keluarga nomor satu, sampai ia berkorban demi apapun.

"Jangan terlalu sedih, sekarang kita turun ke bawah dan sarapan. Gue temenin, mungkin anak Ayah sedang ingin makan sama Ayahnya. Dan masalah ini jangan terlalu di pikirkan. Kasihan anak kita....Gue juga nggak mau loe kenapa-kenapa. Loe harus tetap menjadi Lily yang kuat." Brian melepaskan pelukannya, ia mengusap lembut air mata Lily dan mengajak Lily untuk segera turun kebawah.

Sedangkan di dalam mobil Aara sedang terisak dengan berulangkali memukul setir untuk melampiaskan emosi nya. Sama halnya dengan Lily, dadanya pun begitu sesak setelah berucap kasar pada sang adik.

"Jangan jadi lemah hanya karena gue Ly dan maaf jika sementara semua yang loe punya akan menjadi milik gue. Tapi suatu saat, semua akan kembali ke loe, gue janji...."

1
Diny Julianti (Dy)
kasian aara
Anonim
Ayah tara mana thor
Anonim
Ayah tara kok gk ada kabar, kasian tiara gk ada orang tuanya wakau ada papa andhika dan mm erna
Anonim
Sebenarnya siapa yg jebak
Aduh outhor teka tekinya bikin penasaran
Fina Nilna
dari kpan Wahyu ska Ara gaes
Fina Nilna
semangat Ara semoga ad cangkok rahim
Fina Nilna
namanya juga khilaf
Fina Nilna
sesek aku bi
Irene Susanti
Luar biasa
Ita rahmawati
habiskah 🤔🤔
Ita rahmawati
weh udah tamat,,trus gmna nih pernimahan ara sm wahyu
Ita rahmawati
masa iya poligami atau bayar wanita lain 🥺
Ita rahmawati
klo gk punya rahim berarti udh gk mungkin hamil ya ara nya tp masih bisakah misal pinjem rahim lily gtu tp anak ara sm wahyu 🤔🤔
Ita rahmawati
ortunya wahyu gk salah sih,,bayangin klo kita di posisi mereka,,anak cyma 1 trus nikah sm cwe yg gk bisa ngasih keturunan,,BA YANG KAN 🤣🤣
Ita rahmawati
ajak aja ara sm wahyu suruh jd pengasuh anakmu pas liburan 🤣🤣
Ita rahmawati
astaga kelakuan pengantin baru,,anak woy anak diliat nti tau² nangis kejer tuh bayi 🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣🤣
Ita rahmawati
pake pengaman gk tuh,,anaknya masih bayi nti bunting lagi 🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣
Ita rahmawati
kok kurang sreg ya klo wahyu sm ara,,lebih kasian ke wahyunya 🤭
Ita rahmawati
knp heels nya lily jd 10 meter,,setinggi apa dong lilynya 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
aih,,apaan ya kadonya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!